
Selama tiga hari perjalanan, mereka akhirnya sampai di tempat yang di tuju. Xiao Feng kembali membuka buka lipatan kertas, dan memperhatikan peta wilayah kekaisaran Han yang tergambar dalam peta tersebut.
"Harusnya ini adalah wilayah bagian barat kekaisaran Han. Ini merupakan wilayah terbengkalai yang tidak banyak orang tahu keberadaannya. Menurut catatan dari kitab kuno klan Xiao, di wilayah ini tersimpan banyak sekali hal-hal aneh, namun tidak ada kejelasan mengenai hal-hal tersebut. Yang ada hanyalah terdapat sebuah segel kuat yang melindungi bagian wilayah lain. Kita harus mengetahui letak segel tersebut dan membukanya!" ucap Xiao Feng.
Sebenarnya lembaran peta yang dia pegang itu merupakan bagian dari kitab kuno kalian klan Xiao yang telah dia sobek. Kitab itu sendiri telah dia pelajari lama sebelum mereka berinsiatif untuk ke wilayah ini. Dan sekarang mereka hanya ke Wilayah bagian ujung kekaisaran ini untuk sekedar membuktikan kebenaran dari kitab. Hitung-hitung menambah pengalaman
\=\=\=
"Hmm, Kalau begitu mari kita mencari segel tersebut dan menghancurkannya!" ucap Xiao Wang.
Belatung yang sebelumnya mereka gunakan sebagai kendaraan itu telah menghilang dan masuk kembali ke dalam gulungan segel milik Qu Zheng. Mereka berniat mencari dengan berjalan kaki.
Xiao Wang menggunakan mata dewa untuk menilik sekitar.
Benar apa yang dikatakan oleh Xiao Feng sebelumnya bahwa bahwa di wilayah ini air energi alam lebih pekat dari wilayah yang lain. Meski demikian tidak ada tanda-tanda segel di wilayah tersebut.
"Bagaimana?" tanya Xiao Feng saat Xiao Wang telah menonaktifkan keterampilan Mata Dewa miliknya.
"Hmm, aku tidak melihat adanya formasi segel di tempat ini." Jawaban itu sedikit membuat Xiao Feng serta yang lainnya merasa kecewa. Jauh-jauh mereka datang kemari hanya untuk hal yang sia-sia belaka.
"Namun, ada satu hal yang membuat Aku curiga!" lanjut Xiao Wang.
"Apa itu?" tanya Xiao Ming penasaran.
"Mari ikuti aku!"
Xiao Wang berjalan lebih dulu dan diikuti oleh rekan-rekannya.
Berjalan selama berapa meter Mereka pun menghentikan langkah tepat di sebuah jurang yang sangat dalam. Jurang ini sendiri sebenarnya merupakan ujung Kekaisaran Han sekaligus perbatasan dengan Kekaisaran tetangga.
"Dari yang di tangkap oleh penglihatan Mata Dewa, energi alam murni mengalir dan memusat dalam jurang ini," ucap Xiao Wang.
Semua pandangan mereka mengarah ke jurang. Sejenak, mereka hanya menemukan jurang kosong yang tertutup oleh hamparan awan luas.
__ADS_1
Lantas Xiao Wang kembali mengaktifkan keterampilan mata dewa untuk memeriksa jurang tersebut. Meskipun sangat tersembunyi, tapi Xiao Wang masih bisa menjangkau sebuah susunan formasi segel dari dalam jurang.
"Orang yang menciptakan segel ini pasti berada di ranah Alam Langit. Bahkan aku sendiri nyaris tidak menyadarinya jika bukan karena mata Dewa yang ku miliki," gumam Xiao Wang.
"Hmm, Alam Langit? Ranah apa itu?" ucap Xiao Ming sebab merasa sangat asing dengan istilah tersebut. Pasalnya selama ini yang dia tahu puncak Kultivasi tertinggi adalah ranah Langit. Namun tidak menyangka kalau masih ada yang lebih tinggi dari itu.
"Ranah Kultivasi bagi Kultivator yang telah mencapai dan menerobos gerbang hambatan ranah Langit. Ini tidak sembarang orang bisa mencapai nya. Butuh Kultivasi ratusan bahkan ribuan tahun bagi seorang Kultivator untuk mencapainya. namun kata kakek mereka bisa mencapainya dengan usia lebih mudah dari seratus tahun, asalkan mereka memiliki bakat mengerikan bersama dengan mereka," Xiao sang kembali menjelaskan.
Xiao Ming mengangguk. "Owh, jadi itu penyebab leluhur tidak terlalu puing dengan dunia luar? Leluhur telah mempersiapkan diri untuk menerobos ke ranah selanjutnya!?" ujarnya lagi.
"Benar! Kakek saat ini tengah mengusahakan untuk menerobos ke ranah selanjutnya. Sudahlah mari berfokus pada tujuan kita datang ke tempat ini... Aku melihat ada segel rumit yang tersembunyi di bawah kita, kita harus bekerjasama untuk menghancurkannya."
Semuanya mengangguk. Xiao Wang melayang di udara, lalu dia lantas mengeluarkan kekuatannya untuk menghancurkan segel yang ada di bawah jurang. Begitupun juga dengan Xiao Feng, Xiao Mung, Xiao Fu, Xiao Yin serta Xiao Mei yang juga ikut melepas kekuatan mereka untuk membantu Xiao Wang melepaskan segel.
Sementara Qu Zheng sendiri dia tidak berniat untuk membantu. Hanya sekedar melihat sampai mana kemampuan Xiao Wang serta rekan-rekannya dalam hal menghancurkan segel.
Terhitung sudah setengah jam mereka menyalurkan kekuatan mereka, tapi segel masih tetap utuh. Hal itu sendiri yang
membuat Xiao Ming menggerutu kesal.
"Ya, untuk membukanya maka kita perlu seseorang yang ahli dalam hal segel!" ujar Yin kali ini dia membenarkan Xiao Ming.
"Bahkan dengan kekuatan saudara Wang saja masih belum cukup untuk menghancurkan ataupun sekedar membukanya." Xiao Mei ikut menambahkan.
"Sudahlah semuanya. Mari tetap berusaha dan salurkan kekuatan kalian, hingga segel ini benar-benar terbuka!" ucap Xia Feng mengingatkan murid-muridnya itu.
Di sisi lain Xiao Wang mulai mengeluarkan Pedang Dewa Siluman dari cincin ruang. Menggunakan kekuatan dalam jumlah besar, Xiao Wang melakukan hunjaman keras kebawah.
Muncul sosok bayangan besar berwarna emas berbentuk pedang dewa siluman, lalu bayangan pedang itu mengikuti gerakan tangan Xiao Wang yang menggunakan ke bawah, maka bayangan denah tersebut juga ikutan.
Whush....
Baammm....
__ADS_1
Kekuatan mendadak terpancar dari pedang Dewa Siluman.Sanagt besar hingga membuat Segel tersebut bereaksi.
Bukannya hancur, segel malah mengeluarkan cahaya putih dari dalam, lalu menarik paksa tubuh Xiao Wang ke dalamnya. Tidak hanya Xiao Wang yang ditarik, nyatanya Xiao Feng, Xiao Mung, Xiao Fu, Xiao Yin serta Xiao Mei juga ikutan di serap olehnya.
Qu Zheng yang melihat itu hendak menolong mereka, tapi dia terlambat.
"Apa yang terjadi pada mereka?" gumamnya. Selama pikirannya menimbulkan dua hal, apakah dia harus menolong mereka, ataukah membiarkan saja mereka semua mati?
Segel masih menimbulkan reaksi, namun sedikit lagi akan menghilang. Qu Zheng lantas mengambil pilihan dengan melompat dan masuk ke dalam segel.
Whush....
Tubuhnya menghilang saat itu juga.
***
Tempat yang sangat asing, Xiao Wang terbangun dari pingsannya. Dia menilik sekitar, semuanya begitu baru dan teras sangat asing baginya.
"Dunia ini seperti bukan dunia manusia. Tampak seperti alam dewa!" gumam Xiao Wang, namun dia hanya menerka sebab apa yang dia lihat dari tempat ini begitu indah Bahkan dari dunia tempatnya berasal.
Namun sejurus kemudian Xiao Wang teringat akan rekan-rekannya. Segera dia mencari mereka. Namun setelah beberapa saat mencari tapi Xiao Wang tidak menemukan satu orang pun dari rekannya.
"Hmm, apa mungkin setelah melewati segel tersebut, kamu telah di pisahkan di tempat yang berbeda-beda?!" pikirnya.
Dia lantas berjalan menelusuri tempat itu. Memang saat ini dia seperti berada di bawah dasar sebuah jurang. Tapi beberapa ratus meter dari ini juga merupakan sebuah jurang dalam. Ini semacam anak tangga yang sangat besar yang membentuk sebuah lapisan tebing atau jurang.
Hamparan awan memiliki warnah yang lebih cerah dari awan-awan sebelumnya dia lihat. Mereka semua tampak tersinari oleh cahaya, namun tidak ada tanda-tanda titik cahaya pun di sana.
"Benar apa yang dikatakan guru bahwa tempat ini memiliki energi alam sangat melimpah. Bahkan bisa lebih belumlah dari dunia luar!" ujar Xiao Wang.
"Entah akan bagaimana nasib mereka. Semoga saja dalam keadaan aman... Sepertinya memang kita semua harus terpisah. Aku akan meningkatan kekuatanku terlebih dahulu, baru setelah itu akan mencari mereka!"
Setelahnya Xiao Wang memilih untuk duduk di mulut jurang. Memperhatikan hamparan awan di bawah Jang lapis berikutnya tersebut dengan perasaan nyaman. Xiao Wang menghirup udara, semuanya tampak terasa segar menyentuh paru-paru.
__ADS_1
Lalu Xiao Wang memulai aktivitasnya. Menyerap energi alam masuk ke dalam tubuhnya dengan posisi lotus, lalu mengubah energi alam tersebut menjadi Qi murni dalam tubuhnya.
Sensasi berbeda dirasakan oleh Xiao Wang saat menyerap energi alam yang ada di tempat itu. Dia merasakan kenyamanan yang tiada Tara, membuat Xiao Wang Semakin terbuai sampai melupakan segala urusannya yang berkaitan dengan duniawi.