Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 124 ~ Memasuki Kota


__ADS_3

"Lalu apa sekarang?"


"Mencari jalan pulang?"


"Terakhir kali kita lewat jurang dalam yang ada di ujung kekaisaran Han, apakah kita juga harus ke sana?"


Xiao Wang terdiam mendengar obrolan Xiao Fu serta rekannya yang lain. Mereka sudah terlalu lama berada dalam sini. Sebenarnya niatnya ingin tetap lebih lama dan meningkatkan lebih jauh kekuatannya, namun melihat orang-orang itu yang begitu menginginkan untuk kembali, sebab mereka telah merasakan ancaman besar tengah mengintai setiap saat jika tetap berada di sini. Apalagi mengetahui bahwa Orang Tua Suku Zhun belum mati.


"Hmm, bagiamana jika kita menunggu selama beberapa hari lagi. Kita akan terus berpindah tempat, sembari meningkatkan kekuatan, kita juga akan mencari jalan untuk kembali," ujar Xiao Feng.


"Benar! Asalkan terus bersama tanpa ada yang saling memisahkan diri." Xiao Wang membenarkan.


Setelah beberapa saat berdiskusi, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali bergerak berpindah tempat.


Bergerak cepat selama beberapa ratus meter, akhirnya mereka menemukan sebuah perumahan. Sempat menghentikan langkah untuk memastikan perumahan itu. Jumlahnya bisa dibilang cukup banyak. Xiao Wang bermaksud untuk memeriksanya.


Bangunan di sini tidaklah sama dengan bangunan-bangunan yang ada pada suku Zhun. Dimana bangunan-bangunan di sini lebih terkesan modern.


Xiao Wang menghentikan langkahnya tepat di depan gerbang. Awalnya dia mengira bahwa perumahan ini tidak memiliki seorang pun yang tinggal, oleh sebab suasana yang kosong dan sunyi. Namun perkiraan itu segera terbantahkan.


Xiao Wang merasakan adanya dinding yang begitu tersembunyi yang menyembunyikan sisi lain dari perumahan ini. Dia bahkan hampir saja tidak menyadarinya.


Lantas mengaktifkan keterampilan Mata Dewa untuk memastikan lebih jelas. Benar saja tepat di hadapannya, bisa Xiao Wang lihat energi yang sangat kuat yang menutupi satu buah kota besar di dalamnya.


Xiao Wang bisa melihat dua orang penjaga ranah Langit tahap 5 berdiri menatapnya dengan tatapan tajam nan menusuk.


Dua orang itu segera menghampiri Xiao Wang saat melihat Xiao Wang telah berhasil menemukan kota itu.

__ADS_1


"Apa yang kau butuhkan di sini? Jika tidak ada keperluan penting lebih baik kau pergi!" salah satu dari penjaga berkata dengan intonasi kasar, begitu tidak ramah. Xiao Wang tidak mengambil hati atas perkataan itu.


"Maaf, Paman. Bisakah kami memasuki kota ini. Kami sedang dikejar oleh sekelompok orang yang hendak memburu kami!" ucap Xiao Wang berterus terang.


"Apa peduliku. Lebih baik kau pergi sebelum aku bertindak kasar terhadap mu!" ucap yang lain dengan nada tak kalah kasarnya.


"Maaf, Paman. Jika bisa adakah sesuatu yang bisa di tukarkan untuk bisa memasuki kota ini?" Xiao Wang berusaha bernegosiasi. Dia yakin cara negosiasi adalah cara yang tepat jika bertemu dengan orang lebih kuat ataupun orang penting lainnya. Namun dengan catatan orang yang hendak di ajak bisa untuk di percaya.


"Kau tak akan mampu memenuhinya." Berkata dengan nada remeh sembari membuang muka.


"Bahkan Paman berdua belum menyebutkannya!" balas Xiao Wang dengan santai namun masih terdengar sopan.


"Tampaknya kau begitu bersikeras sekali, Nak. Baiklah, orang baru yang akan memasuki kota ini biasanya akan memberikan sesuatu yang sangat besar. Kau memiliki apa?"


Xiao Wang tampak berpikir sejenak menanggapi itu. "Hmm, jika aku memberikan sejumlah koin emas, mungkin mereka tidak akan tertarik, mengingat betapa besarnya kota ini, pastinya mereka tidak akan terlalu tergiur dengan emas" Pandangannya tertuju pada bangunan kota yang megah.


"Aku memiliki senjata tingkat Alam kelas 1. Jika Paman berdua berniat, maka aku bisa memberikan ini untuk tiket masuk!" Xiao Wang kemudian mengeluarkan pedang Api Matahari dari cincin ruang miliknya.


"Barang itu terlalu umum. Di kota ini ada banyak senjata yang memiliki kekuatan setara dengan pedang itu!" ucap salah satu penjaga dengan remeh.


Xiao Wang mendengar itu hanya memasang senyum samar.


"Sebaiknya kau pergi saja dari sini." Penjaga tersebut memandang rendah Xiao Wang. Dia juga telah mengeluarkan kekuatannya untuk menakuti Xiao Wang.


Sayangnya meskipun aura yang dia pancarkan terbilang ganas dan kuat, namun Xiao Wang bahkan tidak terpengaruh ataupun terkena dampak dari aura tersebut.


Hal itu yang membuat penjaga tadi mengernyitkan alisnya. Padahal dia yakin bahwa aura yang dia lepaskan tadi akan langsung membuat seorang Kultivator ranah Langit tahap 4 sekalipun akan langsung bertekuk lutut. Dia berniat akan menambah tekanan yang dia berikan, namun sebelum itu temannya yang sedari tadi terdiam, kini malah menghentikannya.

__ADS_1


"Kau boleh masuk! Tinggalkanlah pedangmu di situ!"


Mendengar itu, Xiao Wang memandang senyum kecil. "Terima kasih!"


Setelah itu, Xiao Wang lantas meninggalkan Pedang Api Matahari pada dua penjaga itu. Lalu berbalik dan memanggil Xiao Feng serta yang lainnya.


Mereka semua muncul. Terhitung ada sekitar 12 orang yang muncul. Bing Xue Li bersama dengan lima orang Kultivator Ranah Raja sekte Lotus Es, serta Qu Zheng bersama dengan lima orang bermarga Xiao. Termasuk juga dengan Xiao Long.


12 orang itu sendiri sebenarnya tidak tahu Xiao Wang sedang berbicara dengan siapa, pasalnya mereka tidak melihat adanya siapapun di depan gerbang. Meski demikian, mereka semua yakin bahwa Xiao Wang sedang berbicara dengan seseorang yang diyakini sangat kuat.


Benar saja tak lama setelahnya, muncul portal di depan gerbang masuk perumahan kosong itu. Xiao Wang lantas mempersilahkan 12 orang itu untuk masuk ke dalam portal. Tanpa ada yang membantah, segera masuk satu per satu ke dalam portal tersebut.


Saat itulah mereka bisa melihat adanya kota besar di balik portal tadi. Mereka juga melihat dua orang penjaga berwajah datar nan memancarkan aura tak bisa, tengah menatap mereka dengan tatapan garang. Beberapa diantara mereka sempat merasa panik kala dua orang itu menatap mereka seperti hendak menelan hidup-hidup, namun Xiao Wang segera menepis dengan mengatakan tidak akan terjadi sesuatu.


"Terima kasih!" Xiao Wang memberi hormat pada orang penjaga, lalu dia, Xiao Long serra dua belas orang tersebut segera beranjak melewati gerbang dan memasuki kota.


Melewati jalanan kota, Xiao Wang dan yang lainnya langsung saja mejadi pusat perhatian dari orang-orang. Bahkan beberapa diantara mereka langsung mengeluarkan aura penuh nafsu membunuh, seolah-olah melihat mangsa.


Xiao Wang bukannya tidak menyadari akan niat beberapa orang itu, namun dia tetap acuh.


"Semuanya, sebaiknya kita bergerak secara berpisah." Xiao Wang tiba-tiba saja menghentikan langkah mereka. Dia sadar jika berjalan secara berkelompok banyak, akan begitu menarik perhatian. Bahkan di tatap seperti tadi saja sudah membuat mereka tidak nyaman.


"Benar. Kita harus berjalan berpencar." Salah satu dari kultivator ranah raja dari sekte Lotus Es menyetujui perkataan Xiao Wang.


Mereka membagi kelompok menjadi 4 kelompok. Yang masing-masing kelompok terdiri dari empat sampai lima orang. Xiao Wang, Qu Zheng, Xiao Feng serta Bing Xue Li berada di kelompok berbeda, pasalnya empat orang itu merupakan yang terkuat diantara yang lain.


Setelah semuanya selesai, mereka pun berjalan terpisah. Bing Xue Li berjalan bersama dengan tiga orang dari sekte Lotus Es yang memiliki kultivasi Ranah Raja tahap 2, 4 dan 6. Sementara dirinya sendiri berada di ranah Suci tahap 1. Tujuan mereka adalah mencari sebuah penginapan, yang akan mereka gunakan selama beberapa hari ke depan.

__ADS_1


Butuh beberapa menit sebelum mereka benar-benar menemukan bangunan mewah yang mereka yakini sebagai penginapan. Lantas mereka memasukinya.


Pertama kali Bing Xue Li serta empat orang lainnya memasuki penginapan itu, mereka langsung disuguhi dengan pemandangan yang begitu tidak mengenakan.


__ADS_2