
Rawwrr...
Satu orang diantara mereka telah sampai dan langsung melancarkan gigitan pertama. Itu begitu kuat hingga langsung merobek kulit serta daging dari lelaki itu.
Ringisan keras keluar dari mulut lelaki tersebut. Apalagi kini dia sudah dikerubuti oleh orang-orang itu.
Dia sudah sekarat, namun tak kunjung menemukan kematian. Tubuhnya telah hancur, tapi tetap nafasnya menderu.
Setiap detail dari tubuh yang terluka itu menimbulkan rasa nyeri yang teramat sangat menyiksa. Mungkin setara dengan siksaan neraka jahanam. Apalagi lumpur darah yang ada di bawahnya itu semakin panas saja, sampai membuat tubuh hancurnya itu terasa matang.
"To–tolongg... Tu–tuan, aku menyerah..." ucapnya dengan intonasi lemah. Bahkan dia nyaris tidak bisa mengeluarkan suara dikarenakan pita suaranya yang bermasalah.
Selang beberapa saat, tiba-tiba saja dirinya berpindah. Yang tadinya berada di dunia yang sangat mengerikan, kini semuanya telah berubah drastis. Bahkan tubuhnya yang semula hancur kini telah sembuh sepenuhnya.
Tapi ekspresi wajahnya begitu kusut meskipun di satu sisi dia juga bernafas lega karena telah keluar dari dunia tersebut.
"Sekarang katakan apa tujuan kalian ke tempat ini!" tanya Xiao Wang dengan dingin.
Semuaka terdiam dengan menatap wajah Xiao Wang dengan penuh ketakutan. Tapi ada akhirnya lelaki itu tetap membuka mulut.
"Tu–tuan Iblis memerintahkan kami untuk mencari sumber atau inti dari wilayah ini," jawab lelaki tersebut dengan ragu-ragu.
Xiao Wang mengalihkan pandangan ke arah lain. "Kelompok ini sangat serakah. Bahkan hendak mencuri Inti dari wilayah yang ada di sini. Jika itu terjadi, maka ujung Wilayah Kekaisaran Han akan kehilangan energi alamnya oleh sebab sumbernya telah di curi." gumamnya pelan pada dirinya sendiri.
Lalu membalikkan badan, Xiao Wang telah mengerti akan satu hal. Lantas dia mengajak rekan-rekannya untuk kembali bergerak.
"Mari bergegas kembali!"
Xiao Wang serta rekan-rekannya saat ini telah sampai di klan Xiao. Penjaga klan yang melihat seekor Naga Hitam besar melewati gerbang, tentu saja begitu terkesiap. Sontak mereka berlari masuk dan menginfokan kedatangan Naga tersebut kepada orang-orang klan.
__ADS_1
Berita kemunculan seekor Naga yang berputar-putar dan berkeliling di atas klan Xiao langsung menyebar. Tentu saja kebanyakan dari mereka yang panik oleh Naga tersebut yang memiliki aura kuat terkesan mengintimidasi.
Para Penatua mulai berdiskusi untuk menanggapi Naga tersebut, hingga sebelum kesepakatan diambil, terlebih dahulu Naga Hitam mendarat tepat di tengah-tengah halaman terbilang luas.
Para penatua segera mengambil sikap waspada, begitu juga dengan para murid.
"Xiao Wang... Penatua Feng serta murid-murid penatua Feng?!" ujar salah satu Penatua sedikit antusias kala menyadari orang-orang yang berada di punggung Naga Magma tersebut.
Tentu saja tidak hanya dia yang dibuat tertegun, melainkan hampir semuanya.
Whush...
Whush...
...
Mereka mulai turun dengan melompat. Sembari mengambil pose santai dengan Xiao Wang berada di paling tengah diantara mereka rekan-rekannya.
"Mereka telah mencapai ranah Langit. Ini benar-benar mengerikan!" ucap salah satu Penatua kala merasakan kekuatan yang dipancarkan oleh Xiao Wang, Xiao Feng, serta Qu Zheng.
Para penatua serta yang lainnya meras terkejut dengan kehadiran Xiao Wang serta yang lainnya yang membawa serta Kekuatan hebat bersama mereka.
Tidak menunggu sampai orang-orang yang mengelilingi mereka selesai mengagumi mereka, Xiao Wang serta yang lainnya kini berjalan. Tujuan awal mereka adalah menghampiri seorang kultivator yang memiliki basis kultivasi ranah Suci tahap 4.
"Salam Ketua ... kami kembali!" ujar Xiao Wang sembari menangkupkan kedua tangan memberi hormat, begitu pun dengan rekan-rekannya juga melakukan hal yang sama.
"Aku tidak menyangka dalam waktu singkat kalian telah menjadi sangat kuat seperti ini. Bahkan yang memiliki basis terendah diantara kalian sekalipun masih melampaui–ku. Dengan begini aku tidak perlu khawatir lagi dengan musuh-musuh yang datang menyerang klan!" ujar Xiao Shan. Dia tampak bangga dengan pencapaian Xiao Wang serta lima orang lainnya.
Sementara itu, Qu Zheng malah mengajak Xiao Long untuk menjauh dari sana. Sebab Qu Zheng yang merasa risih berada di tempat ramai seperti itu.
__ADS_1
Bagaimanapun lelaki itu tidak terbiasa berada di tempat ramai. Terakhir kali dia berada di tempat ramai dan bising seperti itu saat dirinya melakukan pembantaian. Seperti saat ini, meski ekspresinya datar, namun dalam hati dia ingin melakukan pembantaian habis-habisan terhadap orang-orang klan Xiao. Bukan apa-apa, sebab darahnya dirasa mendidih, kala banyak sekali bisik-bisik terdengar memenuhi telinga. Bahkan ada banyak orang pula yang membicarakan tentang dirinya.
Sehingga untuk menetralisir rasa tersebut, dia mengajak Xiao Long untuk pergi.
"Mari ke dalam. Setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh dan melewati hal-hal yang banyak, kalian pasti sangat kelelahan dan lapar," ujar Xiao Shan sembari mempersilahkan mereka untuk memasuki salah satu bangunan yang terbilang besar diantara yang lain.
Tanpa menolak, mereka langsung masuk.
"Saudara Zheng di mana?" tanya Xia Fu saat menyadari ketidakadaan Qu Zheng di sisi mereka.
"Dia ada pergi. Tidak usah pikirkan dia!" Xiao Wang membalas pertanyaan Xiao Fu tadi.
Sampai di dalam bangunan tersebut, mereka langsung disuguhi hidangan lezat plus lengkap.
"Silahkan duduk dan santap hidangan ini!" ujar Xiao Shan mempersilahkan Xiao Wang serta rekan-rekannya yang lain.
Tentu saja dengan senang hati mereka melakukannya.
"Oh iya, Paman... Kakek di mana? Dari tadi aku tidak melihat keberadaannya," tanya Xiao Wang.
Di sisi lain, Xiao Shan yang mendengar pertanyaan itu lantas memandangi penatua yang lain. Ya, para penatua itu tampak saling berpandangan sekarang.
"Leluhur saat ini tengah melakukan pelatihan tertutup. Sebenarnya ini juga berkaitan dengan kelompok Naga Merah yang akhir-akhir ini semakin kurang ajar!" Xiao Shan berkata dengan intonasi geram.
Xiao Wang tidak heran dengan itu. Melihat kelompok Naga Merah yang telah berani bergerak hingga ke ujung kekaisaran Han. Tentunya selain itu ada hal yang lebih besar lagi.
"Apa yang dilakukan oleh kelompok Naga Merah sampai membuat kakek melakukan latihan tertutup? Bahkan begitu terburu sampai tidak menunggu ku!" tanya Xiao Wang. Memang dahulu sebelum berangkat Xiao Hanming sempat berkata akan menunggu Xiao Wang pulang lalu melakukan latihannya untuk menerobos tanah Alam Langit.
"Kelompok Naga Merah telah menjadi ancaman besar dalam waktu singkat. Bukan hanya kalangan sekte Kecil, Menengah maupun besar, melainkan juga klan bahkan kekaisaran sekalipun!
__ADS_1
"... Bahkan klan besar Lu telah menjadi bagian dari kelompok Naga Merah. Pengaruh mereka semakin meluas, telah banyak kelompok menengah telah bergabung. Saat ini sendiri mereka tengah bergerak untuk menundukkan Sekte Tombak Dewa!" jelas Xiao Shan.