
Burung Phoenix Es kembali mendatangi Xiao Wang. Kini luka di tubuh burung itu telah pulih sepenuhnya.
Sementara ini, Xiao Wang tengah bersiap dengan Pedang Dewa Siluman di tangannya. Luka cakaran dari burung itu juga telah pulih sepenuhnya. Xiao Wang sendiri saat ini telah berhasil mencapai dua meter.
Pertunjukan tarung kembali terlihat. Meskipun serangan burung Phoenix Es itu semakin ganas, namun Xiao Wang juga tidak kalah. Menepis adalah hal yang mudah baginya saat ini. Apalagi dengan mengaktifkan keterampilan Mata Dewa, sehingga pergerakan Burung itu bisa terbaca dengan mudah oleh Xiao Wang.
Burung Phoenix Es bergerak semakin menggila. Kecepatan yang bertambah dengan serangan yang di lakukan oleh burung itu semakin berat pula.
Tubuh yang masih dikendalikan oleh tekanan, Xiao Wang menggunakan keterampilan mata dewa untuk mengetahui arah serta di mana burung itu bergerak. Setelah itu Xiao Wang memilih untuk tidak lagi menggunakan keterampilan tersebut.
untuk sekarang, Xiao Wang ingin melihat sejauh mana kemampuannya tanpa menggunakan keterampilan mata dewa atupun keterampilan langkah bayang.
Inginnya menundukkan Burung Phoenix Es dengan kemampuan murni tanpa menggunakan teknik tertentu. Meskipun sebelumnya dia sempat menggunakan beberapa teknik tadi.
Selang beberapa saat bertarung, tampak Xiao Wang yang mulai menguasai jalannya pertarungan. Beberapa kali Xiao Wang memaksa burung tersebut berada dalam keadaan terpojok.
Bahkan serangan yang semula begitu ganas dilepaskan oleh siluman burung tersebut kini tampak begitu tidak berguna.
Di sisi lain, selama beberapa saat bertarung, Xiao Wang merasakan pergerakannya kembali meningkat. Gerakan dibawah tekanan kini telah naik sekitar satu persen, sehingga Xiao Wang bisa bergerak dua belas persen dari pergerakan normalnya.
Whush..
Slash....
Xiao Wang melibas tajam pedangnya pada titik tak terduga, dan itu berhasil menghantam sayap burung Phoenix Es. Meskipun tidak berhasil mematahkannya, namun setidaknya burung itu dibuat tidak bisa terbang untuk beberapa saat.
Xiao Wang memanfaatkan momen tersebut untuk langsung membunuhnya.
Burung Phoenix Es yang melihat kedatangan Xiao Wang begitu panik. Segera dia mengibaskan sayap keras. Berharap bisa terbang dan menghindari Xiao Wang. Sayangnya itu tidak bisa.
Pasalnya libasan pedang tajam yang dilakukan oleh Xiao Wang tadi membuat salah satu tulang sayap burung Phoenix Es tidak bisa berfungsi dengan baik. Sehingga mengakibatkan burung itu kesulitan menggerakkan sayapnya.
Ditambah dengan tekanan yang di rasa semakin terasa berat saja, menambah beban tertentu bagi si burung.
Xiao Wang mengangkat pedang Dewa Siluman. Berniat akan menebas.
"Hmm, kristal roh dari siluman ini pasti begitu berharga. Dengan ini aku bisa membawa keterampilan dalam hal pengendalian unsur elemen es ku meningkat pesat!" gumam Xiao Wang.
Whush...
Pedang telah melayang. Sedikit lagi sebelum berhasil merobek dan membelah dua tubuh dari Burung Phoenix Es. Tapi sebelum pedang Xiao Wang berhasil menyentuh burung tersebut, mendadak energi biru yang sangat pekat tercipta.
Energi biru pekat itu langsung menyelimuti tubuh Burung Phoenix Es. Sekaligus memantulkan pedang Xiao Wang tadi.
Xiao Wang bergerak mundur kala merasakan aura yang begitu mengintimidasi. Bahkan tekanan yang dirasakan oleh Xiao Wang bertambah, membuat dia kembali dibuat sulit untuk bergerak.
__ADS_1
"Nak, burung ini adalah bagian ku!" ucap sebauh suara. Xiao Wang mengenali suara tersebut sebagai suaranya Yin.
Untuk apa dia melindungi burung itu? Apakah karena dia sudah mendapatkan wadah yang cocok untuk menampung kekuatannya?
Xiao Wang tidak menjawab ataupun membalas perkataan itu. Dia memperhatikan kabut tebal berwarna biru muda yang semakin menyelimuti tubuh Burung Phoenix. Menunggu akan apa yang kan terjadi selanjutnya.
Selama beberapa saat, tampak energi biru berbentuk kabut tebal tersebut merembes mulai masuk ke dalam tubuh Burung Phoenix Es.
Whush....
Hingga kabut energi telah masuk sepenuhnya. Dan itu langsung membuat tubuh Burung Phoenix Es memancarkan cahaya biru kuat di sela-sela tubuhnya.
Bersama dengan datangnya cahaya tersebut, kekuatan yang ada pada Burung Phoenix Es semakin meningkat hingga beberapa puluh kali lipat.
Xiao Wang yang masih memperhatikan burung Phoenix Es langsung membelalakkan matanya saat kulit tangannya tersentuh oleh cahaya biru yang barusan keluar dari sela tubuh burung Phoenix Es tersebut.
Cahaya itu ternyata mengandung unsur yang sangat panas, bahkan menyebabkan korosif. Kulitnya langsung saja terluka. Xiao Wang refleks menghindarkan tangannya pada arah datangnya cahaya biru.
Akan tetapi cahaya biru itu seperti tidak mau melepaskan tangannya begitu saja. Bahkan tetap bergerak mengikuti arah mana tangan Xiao Wang.
"Sialan!" umpat Xiao Wang.
Kemanapun tangan yang terluka tadi bersembunyi, tetap saja cahaya itu akan mengikuti. Bahkan saat Xiao Wang menyembunyikan lengannya di belakang tubuhnya, cahaya biru panas itu juga akan langsung menembus tubuh Xiao Wang.
Tidak ada jalan lain, Xiao Wang akhirnya mengeluarkan tangan, membiarkan lengannya terkena terpaan cahaya biru panas ekstrem tersebut.
Selama beberapa saat menahan rasa perih yang begitu sangat menyakitkan di lengannya, Xiao Wang menyadari satu hal. Bahwa cahaya biru panas itu mengejar darahnya.
Darah yang ditingkatkan oleh luka lengan akan langsung terserap ke dalam tubuh burung Phoenix Es melalui terpaan cahaya tersebut.
Selang beberapa saat, cahaya panas telah berhenti mengejar lengan Xiao Wang. Sontak saja Xiao Wang langsung menarik tangannya. Satu hal yang membuat Xiao Wang kesal. Tangannya nyaris saja tembus dan bolong. Beruntungnya dia memiliki kualitas tulang yang terbilang kuat.
Namun, yakinkah tulang itu kuat? Bahkan saat ini sudah tampak keretakan pada tulang tersebut saat diterpa oleh cahaya biru panas tadi. Selain itu tulang Xiao Wang juga telah terkikis, tulang lengannya telah rusak saat ini.
Xiao Wang mengaliri lengan yang telah rusak tersebut dengan energi Qi, guna menghilangkan rasa sakit sekaligus menghentikan pendarahan yang terjadi.
Mengeluarkan beberapa pil penyembuh, Xiao Wang lantas menelannya. Lalu menyerap khasiatnya. Meskipun lengan masih belum sembuh dari kerusakan, namun setidaknya luka bundar nan dalam itu telah sedikit mengecil.
Sementara itu, burung Phoenix Es tadi semakin mengeluarkan cahaya biru yang sangat menyilaukan. Makin merembes dan menyebar hingga seluruh tubuhnya.
Berbeda dengan sebelumnya, dimana kini cahaya tersebut tidak lagi terasa panas. Hanya rasa hangat yang dirasakan Xiao Wang saat diterpa cahaya biru yang keluar dari Burung Phoenix Es.
Kyaakk....
Burung itu meronta. Dia tampak sangat kesakitan saat ini. Gelinjang di tubuhnya semakin menjadi-jadi. Aura yang terpancar darinya juga semakin terasa mengintimidasi. Xiao Wang langsung menciptakan array untuk melindungi tubuhnya dari terpaan aura tersebut. Tujuannya sendiri adalah supaya tekanan yang dirasakan tidak bertambah berat oleh aura tersebut.
__ADS_1
Array hanya bekerja dalam menahan aura yang dipancarkan oleh burung Phoenix Es. Akan tetapi tidak bisa mengurangi tekanan yang ada di wilayah itu.
Selang beberapa saat, cahaya biru yang keluar dari tubuh burung Phoenix Es itu mulai redup. Hingga kini cahaya tersebut telah menghilang sepenuhnya.
Bersamaan dengan itu, terlihat burung Phoenix Es tersebut yang telah memiliki perubahan pada bentuk tubuhnya. Sayap berwarna biru muda namun terkesan menyerupai warna perak bercahaya. Setiap bulu di tubuhnya memiliki ujung yang sedikit lancip menyerupai mata pedang. Terdapat ukiran aneh di dua sudut matanya, ukuran tubuh yang lebih besar dari sebelumnya. Tampak pula dua buah bulu panjang di bagian kening, berdiri dan melengkung, membuat tampilan dari burung Phoenix Es itu semakin terasa menarik dan cantik.
Tubuhnya yang selalu mengkilap, meski tanpa terpaan cahaya sekalipun.
"Bagaimana? Apakah aku semakin cantik, sekarang?" ucap burung Phoenix Es itu. Xiao Wang mengenali suara tersebut adalah suaranya Yin.
"Hmm, lumayan. Kau telah menemukan wadah sekarang, kekuatanmu pun telah mencapai siluman Dewa," ujar Xiao Wang.
"Cih, kau belum melihat kekuatan aslinya saja. Bahkan bisa melebihi dari ini!" Yin berkata sembari memalingkan wajahnya.
Sebelah alis Xiao Wang terangkat. "Dalam kata lain, Xiao Long juga memiliki kekuatan yang lebih besar dari yang terlihat saat ini, selain kamu?"
"Um, tepat sekali. Sudahlah ... kau lanjutkan saja aktivitas mu. Aku ingin pamer dulu pada si Naga hitam itu!"
Setelah mengatakan itu, Yin langsung menghilang. Menjadi butiran debu biru dan masuk ke dalam kening Xiao Wang.
Srimmpp...
Kembali terjadi perubahan pada kening Xiao Wang, dimana kini bukan lagi berbentuk simbol Yin, melainkan telah ada Yin dan Yang. Tapi bukanlah Hitam dan Putih, melainkan berwarna Merah dan Biru.
Xiao Wang menyentuh keningnya. Terpancar cahaya biru dan merah saat jari Xiao Wang menyentuhnya.
Srimmpp....
Srimmpp...
Xiao Long dan Yin muncul di hadapan Xiao Wang.
"Mengapa kau memanggil kami?" tanya Xiao Long.
Xiao Wang mengernyit. Padahal sebelum-sebelumnya saat menyentuh kening, Xiao Long ataupun Yin tidak pernah keluar. Tapi mengapa kini mereka malah keluar, seolah ter.panggil.
Namun yang paling membuat Xiao Wang heran adalah mengapa cahaya yang terpancar justru berwarna biru dan merah? Bukankah sebelumnya simbol Yin dan Yang berwarna hitam dan putih?
"Siapa yang memanggil? Aku hanya menyentuh!" ucap Xiao Wang, menjawab perkataan Xiao Long..
Yin tampak cuek. Sementara Xiao Long menatap Xiao Wang dengan curiga.
"Mungkin karena Yin telah menemukan wadahnya, sehingga simbol di kening–mu semakin sensitif," ujar Xiao Long.
"Tapi mengapa ini malah berwarna biru dan merah? Bukankah seharusnya hitam dan putih?" Xiao Wang terdiam sejenak. Sebelum Xiao Long ataupun Yin menjawab, Xiao Wang malah teringat dimana pertama kali bertemu dengan Pengendali Simbol Polaris. Simbol Yin dan Yang merupakan pusat dari simbol-simbol elemen lainnya.
__ADS_1
"Aku mengerti!"
Xiao Long yang hendak menjawab, namun segera menghentikan niatnya setelah Xiao Wang mengatakan kalimat itu.