
Setelah pertandingan Song Cai dan Pan Ye Lin selesai, Chen Xue turun kembali di atas panggung. Memberikan kata pengantar sejenak, lalu memanggil nama peserta yang akan bertanding selanjutnya.
"Xiao Wang dari klan Xiao serta Bing Xue Li dari sekte Lotus Es... Kedua peserta diharapkan untuk memasuki arena!" ucap lantang Xue Chen.
Bing Xue Li bangkit lebih dulu. Dia melewati Xiao Wang, seraya membisikkan sesuatu.
"Bersiaplah untuk malu!" Dengan intonasi mengejek, suara Bing Xue Li sangat pelan sehingga hanya Xiao Wang yang mendengarnya.
Setelahnya Bing Xue Li berlalu dan melompat ke atas panggung.
Tepat setelah Bing Xue Li mendarat di panggung, hujan pujian pun langsung menimpa gadis itu. Bahkan mereka yang sejak sehari lalu tidak menyukai Xiao Wang, langsung menggadang-gadang Bing Xue Li akan menang mudah atas Xiao Wang.
"Lihat saja, Dewi ku akan langsung menggulingkan lelaki bermarga Xiao, yang telah menyimpang aliran dengan berani bersekutu dengan Iblis itu!". ucap salah satu dari penonton.
"Cih, setidaknya perlakuan Xiao Wang tidak seperti iblis. Mengapa kau berkata seperti itu sementara kau sendiri belum mengetahui jelas alasan Xiao Wang memiliki keterampilan Ilusi!" Penonton lain datang membela Xiao Wang.
"Hahaha ... Mengapa kau ini sangat bodoh. Bahkan jelas klan Xiao tidak ada dan tidak membolehkan muridnya belajar keterampilan lain selain dari yang di ajarkan oleh klan."
"Terserah padamu saja. Yang terpenting aku percaya kalau Xiao Wang tidak akan memiliki niat jahat!"
Beralih pada panggung arena. Xiao Wang menggeleng kepalanya sejenak, tidak habis pikir dengan gadis yang akan menjadi lawannya itu.
Bangkit dari duduknya, Xiao Wang lantas melompat tinggi, dan mendarat tepat di hadapan Bing Xue Li.
Seperti biasa, Chen Xue akan menjelaskan peraturan pertandingan sebelum pertarungan dimulai. Xiao Wang dan Bing Xue Li sama-sama mengganggu kan kepala menanggapi setiap perkataan yang keluar dari mulut Chen Xue terkait peraturan tersebut.
"Baik, kedua peserta sudah siap?! ... Pertandingan di mulai!" Setelah mempersilahkan kedua peserta untuk bertarung, Chen Xue segera melompat keluar dari panggung.
Sedangkan Xiao Wang dan Bing Xue Li belum menunjukkan suatu pergerakan untuk maju lebih dulu.
"Karena kau, beberapa hari lalu sekte kami di cap sebagai sekte lemah. Aku tidak terima dan akan membalasnya sekarang juga. Membuatmu membayar sepuluh kali lipat dari yang kami terima waktu itu!" ucap Bing Xue Li.
Xiao Wang mengurutkan alisnya menanggapi perkataan gadis itu. Lalu dia berucap, "Ini adalah pertandingan, siapa saja bisa kalah di awal namun juga di akhir."
Meskipun belum dijelaskan sebelumnya terkait dengan permasalahan yang dimaksud oleh Bing Xue Li, tapi Xiao Wang sudah mengetahuinya. Dimana yang Bing Xue Li maksudkan itu adalah Yu Tie yang kalah dikalahkan oleh Xiao Wang dalam babak delapan puluh besar. Sebagai sekte besar, tentu saja hal itu akan memperburuk reputasi sekte Lotus Es. Makanya Bing Xue Li tidak terima.
Selang beberapa saat, Bing Xue Li menunjukkan suatu pergerakan akan menyerang. Pedang yang telah dia siapkan, gadis itu mengalirinya dengan energi dingin. Hingga pedang tersebut mengeluarkan hawa dingin namun tak terlihat beku sedikitpun pada mata pedang. Menandakan kemampuan Bing Xue Li dalam mengendalikan energi Qi nya begitu baik.
Whush...
Whush...
Whush...
Pergerakan yang sangat cepat itu dilakukan oleh Xiao Wang dan Bing Xue Li. Sehingga pertarungan yang terbilang sesaat, namun nyatanya keduanya telah melepaskan beberapa serangan.
Xiao Wang belum menggunakan pedangnya sementara itu lawan terus menebas dan kencang dan keras. Meski demikian Bing Xue Li belum berhasil menorehkan segores pun luka sayatan pada tubuh Xiao Wang.
Bukk...
Bing Xue Li menginjak lantai panggung arena dengan keras. Setelah itu memunculkan es di dalam panggung dan langsung mengurung pergerakan Xiao Wang melalui kakinya. Ya, kaki Xiao Wang saat ini telah membeku.
Target telah berhasil dia dia kurangi pergerakannya, memanfaatkan momen tersebut Bing Xue Li bergerak cepat. Melibaskan pedang tajam ke arah kepala Xiao Wang.
Whush...
Nyaris saja pedang tersebut mengenai batang leher Xiao Wang. Beruntung Xiao Wang masih bisa menghindar. Kristal es yang mengurung pergerakan kakinya itu tiba-tiba saja mengalami keretakan. Sebelum akhirnya hancur berkeping-keping.
Krakss...
Setelah terbebas, Xiao Wang lantas melakukan perubahan unsur elemen api pada kedua tangannya. Lalu menghadang pedang dingin Bing Xue Li.
Swosshh...
Pedang yang disentuh oleh tangan Xiao Wang tiba-tiba saja menjalarkan api. Ya, api itu sendiri berasal dari tangan Xiao Wang, berpindah ke pedang Bing Xue Li dan mengalahkan hawa dingin yang semula menyelimuti pedang gadis itu.
Sontak saja sebelum kobar api menyentuh tangannya, Bing Xue Li terlebih dahulu melepaskan cengkraman pada gagang pedang. Pedang terjatuh di lantai dan Bing Xue Li segera melompat menjauh.
"Sialan, energinya api nya sangat kuat dan murni sehingga energi es milikku kalah dengannya," gumam pelan Bing Xue Li. Menyadari kalau api milik Xiao Wang itu begitu kuat.
Sebenarnya kalau masalah murni, energi es milik Bing Xue Li serta energi api milik Xiao Wang itu sama-sama murni. Akan tetapi, Bing Xue Li sedikit ceroboh tadi, sehingga Xiao Wang memanfaatkan momen tersebut untuk menggunakan api yang ia naikkan temperaturnya hingga sangat tinggi dan panas untuk menyerang. Benar api tersebut bisa menjalar di pedang Bing Xue Li yang dingin.
Namun bagi gadis itu, dia sendiri belum menyadarinya.
"Bagaimana, Saudari Bing. Apakah kau sudah melihat bagaimana kehebatan dari api ku ini!" Xiao Wang memasag wajah yang dibuat-buat. Sembari itu dia juga menciptakan kotoran api panas dari tangan kanannya. Bing Xue Li sendiri menanggapi dengan ekspresi bodoh amat.
Setelah itu, dia melakukan perubahan energi, menciptakan pedang Es. Aura dingin di tubuhnya juga merembes keluar dari tubuh gadis itu, hingga membuat apa yang dia pijaki akan langsung membeku.
Pedang melintang diarahkan oleh gadis itu terhadap Xiao Wang.
Whush...
Xiao Wang menghindarinya. Namun gadis itu tidak diam dan terus menyerang lelaki itu. Sedangkan Xiao Wang selain menghindar, dia juga akan memainkan kaki serta tangannya untuk menipis.
Selang beberapa saat bertarung imbang, keduanya mulai mengambil jarak.
"Kristal Es Abadi...."
Kristal es mendadak muncul di panggung lantai arena. Begitu runcing dan mengkilap, kristal es tersebut langsung mengarah ke Xiao Wang.
Muncul begitu banyak, Xiao Wang melompat menghindar. Namun setiap kali dia mendarat maka kristal es runcing juga akan tumbuh di bawah kakinya. Sehingga lelaki itu terpaksa harus dibuat melompat beberapa kali untuk menghindari es runcing.
Menciptakan api yang memiliki temperatur sangat ekstrem di bawah kakinya. Xiao Wang lantas berpijak kuat. Hingga es yang semula hendak tumbuh itu mendadak hancur dan mencair.
Lalu Xiao Wang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi. Mengaktifkan keterampilan Mata Dewa sehingga apa yang ada di dalam penglihatan lelaki itu menjadi melambat. Hal itu sendiri secara otomatis memicu pergerakan Xiao Wang untuk bergerak dua kali lebih cepat dari pergerakan semula.
__ADS_1
Bing Xue Li nyaris tak mendapati keberadaan Xiao Wang. Mengambil sikap waspada, entah mengapa dia merasakan ancaman dari berbagai sisi. Namun, dia tidak mendapati keberadaan orang yang menyebarkan ancaman tersebut.
Bukk..
Bukk..
Bukk..
Bing Xue Li beberapa kali terkena serangan masuk tanpa bisa menepis, ataupun membalas. Gadis tersebut dengan kesal kemudian menggunakan sebuah segel tangan.
"Kurungan Es Duri Abadi!"
Kraakk ..
Es tercipta di sekeliling Bing Xue Li. Setelahnya mengurung gadis itu dari dalam. Dia melakukan itu untuk mengantisipasi serangan Xiao Wang. Dinding dari es tersebut sendiri terdapat duri-duri tajam yang mengarah keluar. Itu tampak seperti bola setengah lingkaran, dengan lapisan duri tajam.
Xiao Wang muncul di samping setengah lingkaran es berduri tersebut. Lalu dia juga melakukan sebuah segel tangan.
Tubuhnya mendadak dikelilingi oleh energi berwarna merah jingga dengan hawa yang sangat panas.
"Tinju Langit Merah!"
Kepalan tangan yang telah terkobar api ganas itu diarahkan Xiao Wang ke kurungan es Bing Xue Li.
Bukk...
Kraakk...
Seketika es itu menimbulkan keretakan. Dan setelahnya hancur berkeping-keping. Banyak yang melihat kehancuran dari es ciptaan Bing Xue Li keheranan sekaligus tak percaya. Begitupun juga dengan Bing Xue Li.
Membulatkan matanya, menatap Xiao Wang dengan penuh rasa curiga. Dia yakin teknik Kurungan Es Duri Abadi tadi sangatlah kuat. Bahkan seorang Kultivator ranah Ahli tahap 4 saja akan sangat sulit menghancurkannya. Apalagi dengan sekali serangan seperti yang dilakukan oleh Xiao Wang tadi.
Xiao Wang tak menunggu Bing Xue Li menyelesaikan reaksinya. Dia lantas menyerang gadis itu.
Pisau-pisau api melesat cepat, mengajar Bing Xue Li. Hampir saja salah satunya mengenai gadis itu. Beruntung gerakannya cukup cepat dan lincah. Pedang es–nya pun juga ikut andil dalam menepis setiap pisau api yang datang.
"Sialan kau... Aku bahkan belum siap tadi, dan kau malah mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk menyerang–ku," gerutu Bing Xue Li, kesal terhadap Xiao Wang.
"Dalam pertarungan, tak ada yang namanya menunggu lawan siap. Jika kau lengah sedetik saja maka nyawamu akan melayang saat itu juga." Xiao Wang membalas perkataan gadis itu.
Setelah itu dia kembali melancarkan serangan-serangannya.
Seiring dengan berjalannya waktu, pertarungan semakin dikuasai oleh Xiao Wang. Bing Xue Li semakin dibuat terpojok.
Setiap pergerakan Xiao Wang semakin sulit untuk dibaca Bing Xue Li, sehingga beberapa serangan masuk mengenai tubuhnya.
Bukk...
Bing Xue Li terdorong mundur untuk kesekian kalinya. Gadis itu memegangi dadanya yang sedikit sesak oleh tinju Xiao Wang tadi. Terlepas dari statusnya sebagai wanita, namun Xiao Wang tetap menyerangnya dengan keras. Dan itu membuat Bing Xue Li Semakin membencinya.
"Kau berani bersikap kasar terhadap seorang wanita, aku tidak akan memaafkan–mu. Bahkan kalau bisa aku akan membunuhmu hari ini juga!" ucap Bing Xue Li dengan intonasi penuh akan ancaman.
Bing Xue Li menggunakan sebuah metode khusus. Tubuhnya tiba-tiba melayang di udara. Bersamaan dengan itu hawa dingin juga menyebar menyatu dengan udara. Membuat suhu yang semula normal kini mendadak menurun drastis. Bahkan beberapa bagian arena telah membeku. Kristal es runcing muncul di beberapa tempat.
Salju tiba-tiba saja turun dari langit. Tentu saja fenomena itu membuat takjub sebagian besar para penonton. .Tak lama setelahnya, energi putih murni tersedot masuk ke dalam tubuh Bing Xue Li.
Whush...
Lonjakan energi, menimbulkan sebuah ledakan dahsyat dari tubuh gadis itu.
kyaakk....
Seekor Phoenix es muncul begitu saja di udara. Ini bukanlah sebuah bayangan energi melainkan Phoenix Es nyata. Tentu saja kemunculannya begitu menggemparkan tempat itu. Pasalnya burung phoenix es nyata sangat sulit untuk ditemukan. Dan kini mereka semua bisa melihat jelas rupa burung legendaris tersebut di hadapan mereka.
Bing Xue Li menunggangi kepala burung tersebut. Setelah itu mengarahkan burung Phoenix es menyerang Xiao Wang.
Menukik tajam ke arah lelaki yang tengah berdiri tenang di tengah panggung. Burung Phoenix es melepaskan aura intimidasi yang sangat besar. Disertai dengan tekanan besar, mencoba untuk menekan Xiao Wang.
Swosshh....
Bukannya tertekan oleh beban kuat dari burung Phoenix Es, Xiao Wang malah memancarkan kobaran api di tubuhnya. Menyala-nyala dan menari menggila.
Xiao Wang mengangkat pandangannya ke arah Burung Phoenix Es tersebut. Mengukur kekuatannya, lalu Xiao Wang menyunggingkan seringai sinis kala mengetahui Kultivasi dari burung itu hanya berada di ranah Ahli tahap 6. Tentu saja Xiao Wang akan sangat mudah dalam mengalahkannya sebab berbeda dua tingkat di bawahnya.
Xiao Wang melayang di udara, hingga posisinya sejajar dengan burung Phoenix es tersebut.
Xiao Wang mengeluarkan pedang Api Matahari dari cincin ruang miliknya. Dan mengaliri dengan energi Qi api. Sehingga pedang tersebut juga mengobarkan api ganas.
Tentu saja kemunculan pedang tersebut begitu menggemparkan orang-orang yang hadir di sana. Senjata tingkat Alam kelas 1, siapa yang tidak terkejut melihat benda setingkat itu digunakan oleh Xiao Wang. Bahkan keberadaannya saja sangat sulit untuk ditemukan. Pun di dunia ini tidak ada yang sanggup menciptakannya.
"Sialan. Hal apa lagi yang dikeluarkan oleh anak ini. Bahkan ini lebih luar biasa dari apa yang ia tunjukkan kemarin. Aku yakin setelah ini masalah akan segera menghampirinya." Xiao Die berkata dengan memijat-mijat pelan jidatnya. Pusing dengan Xiao Wang, terlalu banyak rahasia yang dimiliki oleh anak itu, yang bahkan dia sendiri tidak mengetahuinya. Kini dia berharap Xiao Wang tidak lagi menunjukkan hal lain yang lebih luar biasa.
Benar apa yang diberikan oleh Xiao Die tadi. Melihat benda langka dan sangat berharga di tangan Xiao Wang, banyak niat serta rencana buruk di pikirkan oleh orang-orang yang hadir di sana. Bahkan mungkin semuanya merencanakan hal yang sama, yaitu merebut pedang Api Matahari dari tangan Xiao Wang.
Sedang Xiao Wang yang berada di posisi melayang, siap melancarkan tebasan pada Phoenix Es tersebut.
"Tebasan Api Membuncah Dunia!" ucap Xiao Wang sebelum melepaskan tebasan–nya.
Meski pun burung Phoenix Es telah menggunakan perisai es abadi yang sangat kuat. Tapi nyatanya perisai itu tidak cukup mampu untuk menghalau laju tebasan Xiao Wang.
Slashh....
Duaarr....
Tebasan tersebut melesat mulus, melewati tubuh besar burung Phoenix Es. Disertai dengan cahaya putih menyilaukan keluar dari tubuhnya, burung itu kemudian meledak.
__ADS_1
Bing Xue Li sendiri tidak bisa memposisikan dirinya dengan baik sehingga dia terjatuh. Gadis itu hampir saja membentur tanah, beruntung Xiao Wang tepat waktu menolongnya.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Xiao Wang. Posisi dua orang itu sendiri saat ini tengah berpelukan. Maksudnya Bing Xue Li berada di pangkuan Xiao Wang.
Orang yang ditanya tak lantas memberikan jawaban. Entah apa yang dipikirkan oleh gadis itu sehingga dia terdiam. Bahkan tetap saja tidak berhenti ataupun berkedip memandangi wajah tampan Xiao Wang.
"Ada apa dengan jantungku, mengapa dia berdetak kencang?" ujar Bing Xue Li dalam hati.
"Nona Bing ... ada apa dengan mu?"
Panggilan itu berhasil menyadarkan Bing Xue Li. Segera gadis itu melepaskan diri dari pelukan Xiao Wang. Salting dengan rona pipi berubah menjadi merah jambu.
Xiao Wang bingung dengan sikap yang ditunjukkan oleh Bing Xue Li ini.
"Burung Phoenix Es...." Sikapnya kembali berubah kala mengingat akan bagaimana nasib burung Phoenix Es. Dia lantas bangkit, dan memeriksa wilayah sekitar.
Deg...
Jantungnya dibuat berdetak semakin kencang. Namun jika tadi ada perasaan aneh disertai dengan rasa senang, tapi kali ini perasaan aneh bercampur dengan rasa marah.
Bulu-bulu burung Phoenix Es tadi berterbangan di mana-mana. Sebagian telah berada di lantai arena pertandingan. Bing Xue Li dengan perasaan hancur menghampiri benda berkilau berwarna biru transparan. Mengambilnya, itu adalah kristal roh milik burung phoenix Es tersebut.
Tangannya tampak bergetar. Meletakkan kristal roh tersebut di dadanya. Setelah itu dia membalikkan badannya, menatap Xiao Wang tatapan membunuh.
"Aku akan membunuhmu!!" ucap Bing Xue Li dengan intonasi yang ditekan. Dia lantas menciptakan kembali Padang es. Lalu melesat cepat maju menyerang Xiao Wang.
Pertarungan adu pedang segera terjadi saat itu juga. Tapi terlihat jelas kali ini siapa yang berada dalam posisi tidak diuntungkan.
Ya, dikarenakan gadis itu yang bertarung menggunakan emosi sehingga setiap serangannya tidak terarah dan terkesan asal-asalan. Sementara Xiao Wang dengan mudah membaca pergerakan Bing Xue Li.
Xiao Wang berinsiatif untuk mengakhiri pertarungan itu. Sehingga dia melumpuhkan Bing Xue Li terlebih dahulu. Setelah selesai, dia lantas menenangkan gadis tersebut yang tampaknya masih terbakar oleh emosinya.
"Tenanglah. Aku tidak bermaksud membunuh burung Phoenix Es itu, melainkan karena hanya ingin membantumu." Xiao Wang berkata lembut mencoba menenangkan gadis tersebut.
Tapi Bing Xue Li tidak bisa tenang begitu saja. Di hendak kembali menyerang, namun dia tidak bisa bergerak. Pasalnya, Xiao Wang telah mengunci aliran darah Bing Xue Li.
Tak bisa bersuara, Bing Xue Li menatap Xiao Wang dengan tatapan tajam. Dari tatapan itu pula Xiao Wang bisa membaca ingin gadis itu, yaitu melepaskannya. Sayangnya Xiao Wang tidak mengindahkan.
"Aku tidak akan melepaskan–mu, sebelum kau berjanji tidak akan mengambil tindakan semborono. Biarkan burung Phoenix Es itu pergi, lagipula dengan begitu, kau bisa membuka segel kenaikan Kultivasi lebih awal."
Mendengar itu, Bing Xue Li melebarkan matanya. "Bagaimana dia mengetahui masalah itu. Bukankah hanya aku dan kakek yang tahu?" batinnya tak percaya.
Xiao Wang sendiri mengetahui masalah tersebut dari Xiao Long. Naga itu memberitahu–nya akan kondisi Bing Xue Li serta kaitannya dengan Phoenix Es. Makanya dia berani membunuh burung itu.
Melihat Bing Xue Li yang tampaknya telah tenang, Xiao Wang lantas melepaskan kunci darah Bing Xue Li. Benar saja, gadisku tidak bergerak untuk menyerangnya. Melainkan bangkit berdiri, lalu berucap pelan.
"Terima kasih!"
Setelah mengatakan itu, gadis itu lantas pergi meninggalkan panggung arena.
Sementara orang-orang dibuat terbingung dengan kondisi yang terjadi. Mereka menyalahkan Xiao Wang karena telah membuat gadis itu menangis. Namun yang membuat mereka bingung kembali adalah Bing Xue Li yang pergi begitu saja, tanpa adanya pertarungan kembali. Mereka yakin bahwa gadis itu masih bisa dan sanggup melanjutkan pertarungan.
Chen Xue segera mengerti akan situasinya. Dia turun di atas panggung. Lalu meneriaki Xiao Wang sebagai pemenang.
Sorakan hanya dilakukan oleh sebagian orang saja. Sementara sebagian besarnya lagi diam. Xiao Wang bodoh amat terkait masalah itu. Dia lantas kembali ke bangku khusus peserta setelah menyimpan pedang Api Matahari di cincin ruangnya.
"Baiklah semuanya... Setelah beberapa saat yang lalu, akhirnya kita menemukan dua orang yang akan bertarung di partai final. Dan hari ini juga itu akan berlangsung. Kami memberikan waktu kepada peserta untuk beristirahat selama 3 jam. Begitupun juga dengan dua peserta yang akan memperebutkan juara 3. Dan untuk mengisi kurun waktu tersebut, kami akan menampilkan pertunjukan tarian serta seni beladiri asal kekaisaran Han. Semoga terhibur!" setelah mengucapkan itu, Chen Xue lalu melompat kembali ke tempatnya.
Gong dibunyikan. Iringan musik terdengar meriah, beberapa orang lalu masuk ke dalam panggung arena pertarungan, dan mulai melakukan gerakan tari menghibur. Berbagai macam tarian di tunjukkan.
Sementara Xiao Wang, dia memilih menghabiskan waktu tiga jam itu j untuk jalan-jalan.
Sekedar melihat situasi yang ada di aula pertandingan ini.
Sepanjang jalan, banyak sekali dia temukan adanya orang-orang aneh dan mencurigakan. Namun dia memilih untuk mengacuhkannya sejenak. Setidaknya bukan saatnya berurusan dengan mereka.
Saat berada di tempat yang sedikit orang-orang di sana, Xiao Wang bertemu dengan Rou Shi. Dia datang bersama dengan orang-orang di belakangnya. Bahkan diantara mereka, yang paling tinggi Kultivasinya adalah seorang wanita yang memiliki temperamen layaknya laki-laki. Memiliki otot dan Kultivasi ranah Ahli tahap 4.
"Xiao Wang sialan. Kembalikan Lencana Pelindung milikku! Kau bahkan berani ingkar janji!" Rou Shi berkata dengan emosi.
Xiao Wang mengernyit, memasang wajah seolah tidak tahu.
"Apa salahku? Bukankah kau yang mengatakannya, sementara aku tidak mengatakan akan kalah." Xiao Wang menjawab dengan santai.
"Cih, berani sekali kau tak mau mengakuinya."
"Apa yang harus aku akui, sementara yang terjadi memang demikian. Dimana saat itu, kau yang menawariku lencana tersebut. Aku menerimanya. Lalu apa masalahmu?"
Bukannya menyangkal, tapi memang Xiao Wang berkata dengan benar.
"Sialan, kau mencoba untuk menipuku. Mati kau!!!" Rou Shi lantas menyuruh orang-orang di belakangnya untuk menyerang Xiao Wang.
Sayangnya itu tidak berguna sama sekali. Sebab semuanya bisa dilumpuhkan oleh Xiao Wang dengan mudah. Termasuk dengan wanita berotot itu.
Bukk...
Bukk...
Bukk..
Satu per satu dari orang-orang suruhan Rou Shi mendapat pukulan telak. Saking kerasnya, membuat mereka tidak bisa melanjutkan pertarungan.
Rou Shi tak percaya melihat itu. "Dasar tidak ada guna. Percuma aku membayar kalian, kalau pada akhirnya kalah hanya dengan sekali pukulan!" umpatnya kesal.
Sementara Xiao Wang memilih untuk pergi dari sana. Menghiraukan Rou Shi yang belum bisa berhenti memarahi anak buahnya
__ADS_1