
Xiao Wang serta Lin Yun Mei telah keluar dari dimensi lain. Dan mereka saat ini tengah berada di wilayah Hutan Binatang Buas.
Saat ini sendiri mereka berdua tengah melesat dengan kecepatan tinggi, menuju kedalaman hutan Binatang Buas. Xiao Wang serta Lin Yun Mei berniat mencari Binatang Buas yang berpotensi tinggi untuk pembuatan senjata Xiao Wang nanti.
Setelah berlari cukup jauh, mereka akhirnya berhenti di sebuah danau luas. Tampak airnya sangat tenang dan bersih. Tepat di seberang danau, berdiri tebing sangat tinggi.
"Xiao Wang, tepat di atas tebing itu apa yang kita cari berada di sana!" Lin Yun Mei menunjukkan tangannya pada puncak tebing.
Xiao Wang mengangguk. "Lalu bagaimana caranya kita ke sana. Apakah menggunakan kemampuan mu untuk ke sana? Tidak, aku tidak mau kembali di seret dan dibuang dari atas ketinggian, lalu dihempas kuat di atas tebing itu."
Xiao Wang membayang bagaimana jadinya jika dia di bawa pergi Lin Yun Mei ke sana. Mungkin saja kejadian seperti sebelumnya akan kembali terulang, bahkan bisa jadi lebih parah dari itu.
"Ya, aku juga tidak mau menyeret–mu untuk menyeberangi danau luas dan sampai di puncak tebing tinggi itu!" Lin Yun Mei membalas dengan tanpa menoleh sedikit pun. Tetapannya menatap lurus ke depan danau yang luas.
"Hmm, lalu?" Tanya Xiao Wang kembali.
Tak segera menjawab, wanita itu malah menengok kearah beberapa batu kerikil yang tergeletak tidak jauh darinya. Mengendalikan batu-batu tersebut hanya dengan tatapan saja, dan melempar mereka di tengah-tengah danau.
Whush...
Whush...
Whush...
Kyaakk...
Terdengar suara ringisan Binatang Buas dari dalam Air danau. Binatang Buas itu melompat di atas air lalu kembali masuk.
Xiao Wang bisa melihat bahwa yang tadi melompat itu adalah predator pemangsa daging yang hidup di air lepas. Dia juga menyadari bahwa bukan hanya seekor, melainkan begitu banyak jumlahnya tengah bersembunyi di dalam danau.
__ADS_1
"Hmm, tidak mungkin aku akan berenang di danau ini. Bisa-bisa aku akan mati di sini sebelum sampai di tujuan," gumamnya.
"Cih, kau bisa memanggil—!" Lin Yun Mei belum menyelesaikan perkataannya saat Xiao Wang lebih dulu memotongnya.
"Oh iya... Mengapa aku baru mengingat dia... Ehem... Naga Magma, apakah kau mendengar–ku. Aku meminta kau untuk keluar," ucap Xiao Wang.
Secara tiba-tiba saja muncul sosok naga berkaki dan bersayap yang merupakan Naga Magma.
"Hoaamm..." Naga itu menguap. "Kau bahkan baru saja menjadi majikan–ku, tapi mengapa kau sudah menyuruh aku! Memang manusia tidak ada yang kuat, sampai harus meminta bantuan pada kami para siluman!"
Baru saja keluar, Naga Magma langsung menyemburkan perkataan tidak sedap di dengar dari mulutnya.
"Cih, naga ini. Harusnya kau yang tahu diri. Statusmu sekarang adalah bawahan dari seorang majikan. Otomatis setelah tuan–mu memanggil, kau harus siap sedia untuk selalu ada. To kau juga akan membutuhkan bantuan anak ini nantinya kan?!" sosor Lin Yun Mei.
"Bantuan anak ini? Apa maksudmu?" tanya Naga Magma meminta kejelasan.
Panjang lebar Lin Yun Mei menjelaskan. Xiao Wang sendiri menyimaknya tanpa berniat mengeluarkan suara. "mereka mulai membicarakan dunia Dewa. Kenapa ini malah semakin menarik untuk di dengar." Bergumam dalam hati, berharap pembicaraan itu terus berlanjut sehingga dia bisa mengetahui apa dan bagaimana dunia Dewa itu.
"Hmm, kau benar. Baiklah, Nak ... naiklah di punggungku. Aku akan mengantarmu sampai di atas tebing itu!" Entah tersambar petir apa Naga ini sampai terjadi perubahan sikap dalam waktu singkat. Dari yang tadinya angkuh sekarang malah patuh.
Xiao Wang sedikit kecewa karena kedua orang itu tidak melanjutkan pembicaraan mereka. Namun dia tetap menaiki punggung Naga Magma.
Whush...
Kepakan sayap terbuka lebar, itu menciptakan energi angin yang berhembus sangat kencang. Hingga dalam sepersekian detik, Xiao Wang telah sampai di atas tebing.
Di sisi lain, Xiao Wang merasakan kepalanya yang sedikit pusing. Terpaan angin yang luar biasa kencangnya tadi, rasa-rasanya akan menerbangkan tubuhnya saja. Beruntung di belakang Xiao Wang terdapat dinding transparan yang menahan tubuhnya. Tapi tetap saja dia merasa kesal dan sial.
"Kau bahkan lebih berbahaya dari Lin Yun Mei."
__ADS_1
Naga Magma tidak menanggapi ocehan Xiao Wang. Dia lantas menghilang dan kembali ke kening Xiao Wang. Meskipun dia berada di sana, namun segala aktivitas yang dilakukan Xiao Wang bisa dia lihat jelas.
Whush....
Lin Yun Mei muncul di samping Xiao Wang.
"Xiao Wang, bersiaplah. Seekor burung Rajawali Sisik Naga saat ini tengah membuntuti kita dari jauh. Keluarkan memang pedang mu, agar kau bisa lebih waspada nantinya!"
Xiao Wang menuruti perkataan Lin Yun Mei tadi. Dia mengeluarkan pedang dari cincin ruang miliknya, lalu berlari memasuki kedalaman tebing. Mengikuti aura yang dia rasakan di sana.
Tak berlangsung lama, Xiao Wang telah sampai di tempat dimana seekor burung Rajawali bersisik Naga tengah memelototinya. Bertengger di atas dahan Pohon besar, dengan daun berwarna biru.
Kyaakk...
Burung Rajawali Sisik Naga memekik. Lalu melepaskan serangan mental terhadap Xiao Wang.
Sringg...
Xiao Wang merasakan mentalnya yang terganggu. Hampir oleng, namun dia segera memposisikan dirinya.
Whush...
Xiao Wang melepaskan energi orange dari dalam tubuhnya, melawan balas serangan mental itu. Dan itu berhasil dia lakukan.
"Burung ini setidaknya berada di ranah Ahli tahap 7. Sementara aku hanya berada di ranah Ahli tahap 4. Sedikit mustahil bagiku untuk menundukkannya," gumam Xiao Wang.
Nampak di sana, Rajawali Sisik Naga telah menunjukkan suatu pergerakan. Dia melesat, terbang dengan sangat cepat. Rupa dari burung itu tak lagi terlihat saat terbang mengelilingi Xiao Wang, hanya bayangan berwarna hijau yang bisa di tangkap oleh penglihatan Xiao Wang. Itupun Xiao Wang melihatnya muncul menghilang.
"Mata Dewa!" gumam Xiao Wang perlahan. Menggunakan keterampilan Mata Dewa yang telah melalui peningkatan kekuatan dari sebelumnya. Sehingga Xiao Wang bisa melihat pergerakan dari burung Rajawali Sisik Naga tersebut.
__ADS_1