
Setelah pertarungan antara Xiao Wang dan Yu Tie, pertandingan yang lainnya berjalan normal tanpa hambatan.
Berbeda dengan hari kemarin, kali ini cukup banyak pertandingan seimbang dan seru, Meskipun beberapa dari perwakilan jenius klan serta sekte besar yang tidak mendapatkan lawan yang setara sehingga mereka menang dengan sangat mudah.
Cukup lama Xiao Wang, Xiao Fu dan Xiao Mei menonton pertarungan. Sembari menonton ketiga orang itu juga mempelajari pertarungan lawan.
Hingga sampailah pada giliran Xiao Mei yang akan bertarung.
"Untuk kedua peserta, diharapkan untuk memasuki arena!" wasit berkata lantang setelah selesai menyerukan nama Xiao Mei serta lawannya.
Xiao Mei bangkit dari duduknya. Dia menoleh ke arah dua rekannya.
"Saudara Mei... lawanmu kali ini berasal dari aliran hitam. Maka jangan segan untuk memukulnya," pesan Xiao Fu.
Xiao Mei menganggukkan kepalanya. "Tenang saja. Aliran hitam sering berbuat merugikan warga kecil, meskipun aku belum pernah turun langsung dan memberantas mereka, maka anggap saja dalam pertarungan ini aku melakukannya."
Xiao Mei melompat tinggi dan mendarat tepat di panggung arena pertarungan. Lawan yang akan di hadapi telah menunggunya. Tak berpakaian bagian atas, memamerkan badannya yang berotot. Pedang besar dengan mata pedang bergerigi dia tenteng di pundaknya. Pedang itu sendiri memiliki corak yang sangat aneh.
"Hai nona manis... Kau sangat cantik dan anggun, namamu telah masuk dalam daftar penusuk jantung ku. Maukah kau berkencan dengan ku setelah pertandingan ini?" Lelaki itu langsung melancarkan kata-kata rayunya. Tentu saja Xiao Mei yang mendengar itu, merasa ingin muntah. Entah karena jijik, ataukah karena pria itu yang tak tahu merangkai kata hingga sangat buruk baginya. Yakin orang lain yang mendengarnya akan tertawa.
"Simpan perkataanmu pada nenek-nenek tua yang duduk di sebelah sana!" Xiao Mei menunjuk nenek-nenek yang berpenampilan layaknya anak muda, tapi karena usia yang tak bisa di bohongi, membuatnya terkesan aneh.
Lelaki itu mengerutkan alisnya melihat nenek-nenek itu. Kemudian Xiao Mei menunjuk ke arah lain. "Atau mungkin janda berambut merah yang duduk di sebelah sana."
Sontak saja melihat orang kedua yang di tunjuk Xiao Mei, wajah lelaki itu semakin memburuk. "Sialan, aku masih muda dan selera ku normal." Lelaki itu mengumpati Xiao Mei. Menyesal dirinya pernah menggoda Wanita itu tadi.
Sedangkan Xiao Mei hanya tertawa kecil melihat ekspresi lelaki itu.
Wasit telah memulai pertarungan antar keduanya. Xiao Mei yang telah bersiap dari tadi lantas maju dengan pedang di tangannya. Lalu dia melibaskan keras.
Sringg...
Bunyi bentrokan besi terdengar nyaring kala Pedang Xiao Mei bertemu dengan Pedang bergigi lelaki lawannya itu. Sempat pula percikan bunga api tercipta oleh adu pedang itu.
Xiao Mei kembali melibaskan pedangnya tajam. Menyerang cepat di sisi berbeda. Namun serangan tersebut malah di tepis oleh lelaki itu dengan mudah.
Sringg...
Sringg...
Sringg...
__ADS_1
Pedang yang tak berhenti beradu, tak berhenti pula menimbulkan dentingan nyaring yang mendengking. Xiao Mei dan Lelaki tersebut memainkan pedang dengan sangat lihai. Terlepas dari kultivasi keduanya yang berada ranah Ahli tahap 1, keduanya tampak imbang.
Selang beberapa saat, mereka mengambil jarak.
"Baiklah, pemanasan sudah berakhir. Selanjutnya, mari kita serius, nona!"
Lelaki itu melakukan suatu gerakan tertentu. Mendadak aura gelap terlepas dari dalam tubuhnya. Menyebar hingga memenuhi panggung arena.
"Bayang Iblis, Penarik Jiwa!" ucap lelaki itu. Setelahnya, kabut asap gelap kemerahan menyebar memenuhi lantai panggung. Lalu memunculkan bayang-bayang mengerikan yang keluar dari lantai berkabut tersebut.
Bayang-bayang itu memiliki rupa yang sangat mengerikan. Semuanya bergerak ke arah Xiao Mei.
Ini kali pertama bagi Xiao Mei melihat pemandangan itu selama ini dia berada di dalam klan, keluar hanya untuk menjalankan misi. Tapi belum pernah dia berurusan dengan Sekte Iblis Malam selama menjalankan misi tersebut.
Melihat wajah-wajah mengerikan dari bayangan-bayangan iblis ini, membuat mental Xiao Mei sedikit jatuh. Dia tampak ketakutan sekarang.
"Jangan mendekat..."
Bergerak mundur perlahan tat kala melihat saah satu iblis mendekatinya. Iblis itu menyentuh wajah Xiao Mei. Kukunya yang panjang dan runcing mengelus pipi mulus gadis itu.
"Sialan kau... Seumur-umur belum ada yang pernah berani menyentuh pipiku. Aku akan mematahkan tanganmu!" Rasa takut itu mendadak memudar kala kemarahan Xiao Mei mulai menguasai dirinya. Ya, dia paling tidak suka jika anggota tubuhnya di sentuh sembarang orang. Apalagi sejenis bayangan Iblis yang memiliki wajah jelek.
Di kelilingi oleh bayang-bayang iblis, Xiao Mei merasakan tekanan disertai dengan aura yang semakin pekat menyapa tubuhnya. Memaksa gadis itu untuk terdiam tanpa bisa mengambil suatu tindakan.
"Lihatlah, anak itu tampaknya akan melakukan sesuatu berbahaya terhadap gadis dari klan Xiao!" Salah satu penonton yang menyaksikan jurus yang di lepaskan lawan Xiao Mei mengeluarkan suaranya.
"Benar... Aliran hitam memang sangat suka membuat masalah. Bahkan di istana kekaisaran sekalipun mereka berani!" salah satunya lagi menanggapi dengan tersulut emosi.
"Dan mereka tidak memandang jenis kelamin."
Meskipun banyak kata-kata umpatan dari para penonton yang menyerangnya, namun tak menghentikan aksi lelaki yang menjadi lawan Xiao Mei. Dia semakin menggila, melakukan segel tangan untuk mempercepat pengaruh jurusnya.
Sedangkan wasir, belum mau mengambil tindakan. Meskipun banyak yang memintanya untuk menghentikan pertarungan Xiao Mei sebab takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan pada gadis itu.
Tapi apa yang di khawatirkan oleh mereka belum tentu di rasakan oleh Xiao Mei.
Di sisi lain, Xiao Mei tak merasa takut meskipun di tekan oleh aura mengerikan. Dia dengan tenang memejamkan matanya. Mencari momen pas untuk melancarkan aksinya.
Selang beberapa saat, energi berwarna orange mengelilingi Xiao Mei. Perlahan energi tersebut menetralkan dominasi dari energi gelap.
Swosshh...
__ADS_1
Energi orange itu meledak dan menyebar. Berhasil menghapus bayang-bayang iblis yang mengelilinginya.
Meski berhasil menyapu bayangan Iblis yang mengelilinginya, tapi Xiao Mei belum berhasil menghilangkan kabut gelap yang memenuhi lantai panggung.
Sementara itu, lelaki tersebut tidak diam saja. Jari tangannya kembali bergerak, melakukan segel tangan. Dia kembali membangunkan para iblis dari kabut gelap pekat di lantai panggung.
Lagi dan lagi iblis-iblis tersebut bergerak ke arah Xiao Mei. Tapi gadis itu juga tidak diam saja.
Bergeming sejenak, mengumpulkan energi Qi pada pedangnya.
"Sayap Dewa Phoenix!"
Whush....
Api yang menyebar dari jurus Xiao Mei, menyapu semua iblis, menghapus mereka dalam waktu relatif singkat untuk kedua kalinya. Sementara untuk kabut gelap di lantai arena masih ada.
Xiao Mei membanting sebelah kakinya pada lantai arena.
Whush...
Tiba-tiba gadis itu telah berpindah tempat ke arah Laki tersebut. Pedang melesat tajam, nyaris menghantam batang hidung lelaki tersebut. Untungnya dia cukup gesit untuk menghindari. Meski demikian, pedang Xiao Mei tetap saja mengenai pipinya.
Lelaki tersebut bergerak mundur dengan cepat. Memegangi goresan pipinya, mengeluarkan darah segar.
"Nona, kau harus membayar ini!"
Emosi membuncah, lelaki tersebut datang menyerang Xiao Mei. Menyerang ganas, tak pandang status Xiao Mei sebagai seorang wanita.
Sementara itu, Xiao Mei malah semakin menghadang Lelaki itu. Bertarung jarak dekat, Xiao Mei menggunakan keterampilan Tarung klan Xiao yang baru-baru ini telah dia sempurnakan.
Dengan demikian, Xiao Mei perlahan memaksa Lelaki itu dalam kondisi terpojokkan. Setiap layangan pedang Xiao Mei semakin dirasa berat pula oleh lawannya.
Hingga setelah menciptakan beberapa luka di tubuh lawan, Xiao Mei melancarkan serangan terakhir.
Pedangnya yang telah terbalut energi panas melesat lurus, menebas belakang lelaki tersebut. Menciptakan luka bakar panjang.
Lawan yang tak berdaya, jatuh terlungkup. Merasakan rasa pedih di bagian belakangnya.
Beralih pada para penonton. Mereka yang memang membenci aliran hitam begitu puas melihat apa yang dialami oleh lelaki dari aliran hitam. Nama Xiao Mei seketika naik, sama halnya Xiao Wang, kini idolanya semakin banyak. Dia bahkan sampai di gadang-gadang sebagai pemenang.
Wasit memeriksa kondisi lawan Xiao Mei. Tampak masih sadarkan diri, namun tidak berhenti mulutnya meringis perih karena punggungnya itu. Melihatnya tak bisa melanjutkan pertarungan maka wasit pun mengumumkan bahwa pemenangnya adalah Xiao Mei.
__ADS_1