
Meski melihat hasil yang mereka peroleh nihil, tapi para pemanah itu tetap melepaskan anak panah mereka sampai perintah untuk berhenti terdengar. Ini benar-benar tindakan bodoh.
Sampai pada akhirnya mereka Xiao Long mendarat di tanah dengan keras. Pijakan kakinya mampu menerbangkan debu-debu yang terhempas hingga mengenai para pemanah itu.
Dengan segera mereka menyebar. Terdengar suara batuk diberbagai sisi dari para penjaga itu.
Selang beberapa saat, debu yang mengepul tadi kini telah menghilang. Tampaklah sosok naga bersama dengan tiga orang yang berdiri di hadapan naga hitam itu.
"Sekarang aku serahkan semuanya padamu!" ujar Xiao Long. Lalu dia menghilang begitu saja dari sana.
Xiao Wang menganggukkan kepalanya mendengar itu. Tanpa menghiraukan para penjaga tersebut, Xiao Wang, Qu Zheng dan Bing Xue Li segera meninggalkan tempat tersebut. Mereka memasuki istana tersebut.
Tidak butuh banyak waktu bagi mereka bertiga untuk sampai telat di ruangan Raja Rou, yang merupakan Raja kerajaan api tersebut.
Raja Rou yang melihat tiga orang asing tiba-tiba memasuki ruangannya begitu tersentak kaget. Berdiri dari posisi duduknya dan langsung mengambil jarak. Raja Rou juga sempat menarik pedang yang terselip pada dinding ruangan tersebut dan mengacungkannya ke depan.
Meskipun di dalam ruangan tersebut ada beberapa orang penjaga, tapi tak satupun dari mereka yang bergerak. Hal itu sendiri yang membuat Raja Rou semakin khawatir akan posisinya. Dia menyadari tiga orang ini memiliki kekuatan yang sangat tinggi, terbukti dari memasuki ruangannya dengan tak menimbulkan angin sedikitpun, bahkan pintu ruangan itu masih tertutup rapat.
"Si–siapa ka–kalian? Mengapa kalian memasuki ruanganku!?" ucap Raja Rou dengan suara yang gemetaran.
Xiao Wang tidak lantas menjawab pertanyaan itu. Dia bahkan hanya memasang sunggingan miring, berjalan beberapa langkah mendekati Raja Rou.
Melihat Xiao Wang mendekat, Raja Rou perlahan mundur, dengan pedang tetap di depannya, mencoba mengancam Xiao Wang itu dengan pedang, meski dia tau itu tidak akan berarti apapun.
"Kau pikir mengapa aku kemari? Tentu saja karena mencari–mu!" terang Xiao Wang.
"Me–mencari–ku? A–apa yang kau butuhkan?"
__ADS_1
"Pertama, karena rakyat kerjaan api yang ada di luar wilayah istana!"
Meski Xiao Wang tidak menjelaskan lebih lanjut, namun dari ekspresi yang ditunjukkan oleh Raja Rou, tampaknya lelaki itu telah mengerti arah mana maksud Xiao Wang.
"I–itu—!" Raja Rou sepertinya sulit untuk memberikan penjelasan kepada Xiao Wang terkait dengan masalah itu. Bukannya sulit, lebih tepatnya merasa berat untuk menjelaskannya.
"Cih!" Xiao Wang berdecih sejenak, sebelum kembali melanjutkan berkata. "Kau menanamkan array ilusi yang mengelilingi ibukota kerajaan api, seolah menyembunyikan masalah kalian terhadap pihak luar terutama kepada Kekaisaran. Selanjutnya, kau menanamkan ilusi yang mengelilingi istana megah ini untuk menghalau penyakit yang terjadi pada rakyatmu agar tidak menular... Ckckck, apakah ini perbuatan patut dilakukan oleh seorang Raja?"
Perkataan itu langsung membuat Raja Rou terdiam seribu bahasa. Memang apa yang diucapkan oleh Xiao Wang benar adanya.
"Aku mungkin masih akan mengampuni–mu dengan bayaran penjelasan yang masuk akal!" ucap Xiao Wang lagi.
Raja Rou menatap mata Xiao Wang, tapi dia langsung mengalihkannya ke arah lain. Dari tatapan itu saja dia sudah merasakan merasakan ketakutan yang luar biasa. Apalagi saat ini dia juga tengah di telan oleh aura intimidasi dari Xiao Wang.
"Ba–baiklah... Aku akan memberitahu mu! Ta–tapi sebelum itu, bi–bisakah mau memberiku ruang?"
Setelah Raja Rou kemudian menceritakan akan sebenarnya yang terjadi di kerajaan api.
"Beberapa hari yang lalu, kami kedatangan dua orang asing. Mereka menawari kami untuk ikut bergabung dengan kelompok Naga Merah. Tapi aku menolak tawaran tersebut. Makanya terjadilah penyakit seperti ini di ibukota kerajaan Api. Mereka akan dalam waktu dekat tepatnya dalam dua hari mendatang. Mereka mengancam jika aku belum memberikan keputusan maka kerajaan api akan dilanda penyakit yang lebih besar lagi dari ini!" ungkap Raja Rou.
Xiao Wang mengerti sekarang. Dia orang itu antara orang-orang dari kekaisaran Wei, atau menang keduanya berasal dari kekaisaran ini yang telah dimodifikasi sedemikian mungkin oleh kelompok Naga Merah sehingga memiliki kekuatan besar, yang mengundang penyakit pada ibukota kerajaan Api ini.
"Hmm, baiklah! Aku mengerti posisimu. Aku akan membantumu untuk lepas dari dua orang itu, asalkan kau mau bergabung dalam aliansi yang aku buat!" tawar Xiao Wang.
Raja Rou menatap Xiao Wang sejenak. "Apa maksudmu? Apakah kau bisa menjelaskan lebih detail terkait dengan aliansi itu?"
Xiao Wang tanpa keberatan mulai menjelaskan akan aliansi tersebut. Terkait dengan anggota maupun tujuan dibentuknya.
__ADS_1
"Baiklah, aku setuju. Tapi kau juga harus ingat perkataan mu."
"Tentu saja. Setelah ini, aku akan pergi dan tidak akan menetap di kerajaan api. Aku akan membantu melepaskan penyakit yang ada di ibukota ini. Dan mengenai dua orang itu, kau tidak usah khawatirkan mereka. Aku akan mengurusnya!"
Setelah selesai berbicara dengan Raja Rou dan mendapatkan sebuah kesepakatan, Xiao Wang, Bing Xue Li serta Qu Zheng segera pergi dari sana. Para Prajurit yang semula tidak bisa bergerak dan terdiam seperti patung kini telah mendapatkan kembali kendali terhadap tubuh mereka. Tampak mereka bingung dengan apa yang terjadi, hingga saling pandang memandang dan bertanya-tanya.
***
Xiao Wang serta dua rekannya telah keluar dari ruangan tersebut, dan kini mereka tengah berjalan menuju luar istana.
Sempat berpapasan dengan Rou Shi, namun Xiao Wang tetap berjalan meski lelaki itu mencoba untuk menghentikannya.
"Hei.. apakah kau tuli? Aku memanggilmu dari tadi!" hardik Rou Shi. Memang sedari turnamen antar pemuda, putra dari raja Api ini sangat suka mencari masalah.
"Ada apa?" tanya Xiao Wang datar.
"Mau apa kau datang kemari? Kau ingin mencuri?"
Mendengar tuduhan itu, Xiao Wang serta dua rekannya malah mengernyitkan alisnya.
Dibanding dengan menjawab pertanyaan bodoh itu, Xiao Wang lebih memilih untuk meninggalkan Rou Shi, berjalan lurus ke depan tanpa menoleh ke belakang. Qu Zheng dan Bing Xue Li segera mengikutinya.
"Hei... Sialan, apakah kau memang tuli, atau mungkin pendengaranmu terlalu banyak kotorannya sampai tidak bisa mendengar lagi sekarang!"
Xiao Wang berbalik dan menoleh ke arah Rou Shi.
Deg...
__ADS_1
Melihat tatapan itu, Rou Shi langsung merasakan ketakutan yang sangat luar biasa. Tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat, dirinya merasakan suhu tubuhnya yang panas dingin, perutnya terasa mules, nyaris dia muntah dan pingsan saking takutnya.