Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 182 ~ Menggabungkan Dua Unsur Berbeda


__ADS_3

Naga Magma berputar-putar dan sesekali akan terbang lurus. Meski dia tahu bahwa dunia itu tidak memiliki ujung, tapi tetap saja dia melakukannya. Namun saat melesat dan telah jauh, Xiao Long malah kembali ke tempat dimana Xiao Wang masih berdiri. Namun. kedatangannya dari arah berbeda, dimana saat dia terbang lurus tadi ke arah kiri, maka dia muncul dari arah kanan.


Tanpa menghiraukan Xiao Long, Xiao Wang memilih untuk berlatih. Membuang waktu tidak berguna dengan berdiri tanpa melakukan apapun di sana adalah hal yang membosankan.


Xiao Wang duduk bersila. Mengeluarkan beberapa sumberdaya yang ada di cincin ruang miliknya, lalu menyerap mereka semua.


Menghabiskan waktu dua puluh empat jam bagi Xiao Wang untuk berhasil menyerap sumberdaya yang dia keluarkan tadi.


Menarik nafas sejenak, meskipun dia belum berhasil menerobos ke ranah selanjutnya, namun setidaknya dia merasakan kekuatannya yang telah meningkat banyak.


"Nak, sebaiknya kau melatih teknik-teknik yang kamu miliki. Tidak tau seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh orang dibalik kelompok Naga Merah ini. Takutnya itu justru malah akan membuatmu kerepotan. Bisa jadi orang yang akan menjadi lawannya itu memiliki kekuatan jauh lebih besar dari kamu!" ujar Yin, Burung itu sendiri kini telah menampakkan dirinya di hadapan Xiao Wang.


Xiao Wang menganggukkan kepalanya tanda membenarkan akan perkataan Yin tadi. Setidaknya jika lawan yang akan dia hadapi nanti memiliki kekuatan yang lebih tinggi darinya, dan juga meskipun dia kalah dalam hal kekuatan namun di bisa menggunakan teknik itu sebagai suatu senjata terakhir atau bisa dibilang sebagai kartu As.


Xiao Wang kemudian duduk bersila. Berniat mencari suatu pencerahan melalui meditasi.


Butuh waktu beberapa jam sebelum Xiao Wang kembali membuka kedua matanya.

__ADS_1


"Energi Yin dan Yang adalah simbol terkuat diantara unsur elemen yang lain. Tapi meskipun keduanya merupakan satu kesatuan, namun dengan unsur yang sangat berbeda sifat itu akan sangat sulit untuk menyatukan merk berdua." gumam Xiao Wang sejenak.


"Maksudmu, kau ingin menyatukan kami berdua?" tanya Yin yang berada di dekatnya.


"Nak, meskipun dasarnya kami adalah satu, namun kami tidak bisa bersatu ataupun disatukan. Terlalu jelas dan pekat perbedaan sifat kami." Xiao Long juga ikut berkata.


"Meski demikian, pasti akan ada pengecualian terkait perbedaan itu. Maka dari itu, mari kita mencobanya!" Xiao Wang bangkit dari posisinya yang semula duduk.


Menatap dua Siluman Dewa yang masing-masing dari mereka menyimpan energi Yin dan Yang Itu.


Xiao Long dan Yin saling berpandangan sejenak, sebelum sama-sama menganggukkan kepalanya. Mereka tetap ikut meski bagi kedua orang itu sangatlah mustahil untuk melakukannya.


Lalu kedua siluman itu sama-sama menghilangkan wujud siluman mereka dan beralih ke wujud energi yang berkobar layaknya api berlawanan sifat.


Xiao Wang mengendalikan kedua energi putih dan hitam itu. Membiarkan energi putih berkobar di tangan kanan sementara energi gelap berkobar di tangan kirinya.


Xiao Wang mempersiapkan diri, hendak menyatukan kedua energi tersebut.

__ADS_1


Baamm...


Baru saja sekali percobaan, dua energi berlawanan sifat itu langsung saja menimbulkan suatu ledakan. Itu begitu mengangetkan Xiao Wang. Dirinya sendiri sampai dibuat terpental satu langkah ke belakang. Kedua tangan yang masih menahan dua kobaran energi tersebut kini terasa kebas.


Namun Xiao Wang tidak ingin berhenti sampai di sana. Dia berniat akan kembali mengulangi penatua dua energi tadi.


"Sepertinya aku terlalu terburu-buru," ujar Xiao Wang.


Mengaliri kedua tangannya dengan energi Qi, lalu dia kembali melakukan penyatuan dua energi tadi.


Kali ini berjalan sesuai dengan apa yang dia mau. Kedua energi berlawanan sifat tersebut kini tidak saling menolak lagi.


Tapi butuh usaha lebih bagi Xiao Wang untuk benar-benar menyatukan energi berlawanan dari keduanya.


Sayangnya tidak semulus yang dibayangkan, kini ledakan kedua Kalinya kembali terjadi.


"Sialan kesalahan sedikit saja sudah terbilang sangat fatal. Aku harus lebih berhati-hati!" gumam Xiao Wang.

__ADS_1


__ADS_2