Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 69 ~ Pertempuran III


__ADS_3

"Sayang sekali, Kawan. Kau mencoba untuk melindungi atasanmu, tanpa melihat situasi!" ujar Xiao Wang dangan sunggingan kecil terukir di bibirnya.


Sementara lelaki dari Kelompok Darah Iblis itu segera bergerak mundur.


"Lantas mengapa? Kau sendiri hanya berada di ranah Raja tahap 1 mau menggertak aku yang berada di ranah Raja tahap 2... Cih, bukankah ini sebuah lelucon!?" pria itu membalas menatap Xiao Wang dengan tatapan remeh.


"Setidaknya lihatlah situasi mu terlebih dahulu!" Xiao Wang tanpa membuang-buang waktu, langsung menyerang orang itu.


\=\=\=\=


Pertarungan hanya berlangsung sesaat antara Xiao Wang dengan orang dari Kelompok Darah Iblis. Xiao Wang berhasil menorehkan luka sayatan dalam di tubuh lawannya itu. Setelah berhasil membereskan orang itu, Xiao Wang beralih ke tempat lain


untuk memberantas yang lainnya.


Whush....


Whush...


Whush...


...


Mendadak Xiao Wang dicegah oleh beberapa orang berjubah merah. Dari aura yang terpancar dari mereka, keempat orang ini memiliki niat membunuh yang besar terhadap Xiao Wang.


"Anggota kelompok Naga Merah!" gumam Xiao Wang sesaat. Dia baru teringat akan waktu itu dimana dia menemukan orang-orang di ruang bawah tanah. Lalu sejenak Xiao Wang mengalihkan perhatiannya ke sekeliling. Memang saat ini telah banyak bermunculan orang-orang yang mengenakan jubah.


"Jika memang mereka yang dari kelompok Naga Merah baru bermunculan, berarti orang yang datang sebelumnya merupakan kelompok lain yang di utus untuk menyerang di awal. Dan simbol Naga Merah yang sebelumnya di pakai oleh orang-orang tadi itu hanyalah sebuah pengalihan!" Xiao Wang bergumam dalam hati.


"Sepertinya tebakan–mu itu kurang tepat, Nak. Aura yang dipancarkan oleh kelompok Naga Merah ini sangat berbeda dengan orang lain. Dan beberapa orang yang datang lebih dulu memiliki aura yang sama pula dengan orang-orang berjubah ini, tapi tidak sepekat orang-orang ini. menandakan kalau mereka juga berasal dari kelompok Naga Merah, tapi dengan tingkatan status yang lebih rendah dari orang-orang yang berjubah!" ucap Xiao Long dalam kepalanya.


"Baik, aku mengerti sekarang!"


Xiao Wang mengangkat pedangnya dan berniat memulai pertarungan melawan empat orang itu.


"Cih, aku penasaran akan apa yang istimewa dari anak ini, sehingga ketua Naga Tujuh begitu menginginkan anak ini, untuk di bawa kepadanya. Mati ataupun hidup!" ucap salah satu dari mereka. Meskipun suaranya yang berat, namun Xiao Wang yakin kalau yang berbicara itu adalah seorang wanita.


"Juga, aku yakin kalau ketua Naga Tujuh bukannya tertarik pada pedang di tangannya itu," Yang lain juga ikut menyahut.


"Benar... Tapi sudahlah. Jangan banyak berbicara, fokus menangkap anak ini, entah itu hidup ataupun mati!" ucap salah satunya lagi.


Keempat orang itu megambil posisi ancang-ancang. Sementara Xiao Wang berusaha mencerna akan apa yang dibicarakan oleh mereka. "Sudahlah, nanti saja baru aku memikirkannya. Yang terpenting sekarang adalah menghabisi empat orang ini, termasuk dengan kelompok Naga Merah itu sendiri."


Xiao Wang mengangkat pedang Api Matahari dan menyambut mereka berempat. Pertarungan jarak dekat langsung tercipta saat itu juga. Serangan yang di arahkan oleh empat orang itu sendiri begitu mengalir. Dengan tak berhenti menyerang Xiao Wang menggunakan senjata pedang yang sama, namun cara serang mereka yang terkenal beringas dan ganas.


Tring...

__ADS_1


Tring...


Tring...


Tring...


Bunyi dentuman pedang terdengar secara berurutan. Tak lama setelahnya, empat orang tersebut segera mengambil jarak. Pedang yang mereka gunakan itu telah patah saat beradu dengan pedang Api Matahari.


"Hahaha... Bahkan pedang ini adalah pedang tingkat Bumi kelas 3. Tapi masih tetap kalah sama pedang miliknya. Ini semakin menarik, hahaha..." ucap salah satu dari mereka.


Lalu mereka berempat mulai kembali maju menyerang Xiao Wang.


Menyambut mereka dengan libasan pedang yang tak berhenti bergerak. Namun meskipun setiap serangan Xiao Wang terarah, tapi kecepatan pindah empat orang berjubah juga sangatlah gesit. Sehingga Xiao Wang harus berusaha lebih untuk menyentuh mereka.


Begitupun juga dengan keempat orang itu. Mereka berhasil menyibukkan Xiao Wang tapi juga belum berhasil menyentuhnya.


Xiao Wang mengaliri energi Qi banyak dalam pedang. Setelah itu melakukan perubahan unsur elemen angin.


"Tebasan Angin Malam!" ucap Xiao Wang sesaat. Setelahnya langit berubah menggelap. Xiao Wang melibaskan pedang sebanyak delapan kali. Lalu melesat energi angin tajam berbentuk bulan sabit ke arah empat orang itu.


Hendak menghindar, namun bukanlah keputusan yang tepat sebab energi angin itu menyebar memenuhi udara. Mereka tidak ada jalan lain selain daripada menggunakan kekuatan mereka untuk menangkis.


Sringg....


Whush...


Baamm..


Baamm...


Baamm...


....


Ledakan terjadi. Lesatan energi angin tajam berbentuk bulan sabit tadi berhasil membuat empat orang itu terdorong mundur dan terjatuh. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Xiao Wang kembali melepaskan jurusnya.


"Iblis Api..."


Setelah itu api muncul tak terduga dan membakar mereka berempat. Xiao Wang beralih ke arah orang-orang berjubah yang lain. Mereka telah bergerak dan mendominasi pertarungan.


"Cakram Raja Api!"


Lima buah cakram berapi tercipta. Berputar sangat cepat, disertai dengan tekanan kekuatan besar. Lalu kelimanya melesat dengan kecepatan tinggi. Membunuh orang-orang berjubah yang memiliki kultivasi Ranah Lanjutan hingga Ranah Ahli.


Setelah itu, mereka kembali lagi kepada Xiao Wang.

__ADS_1


Tangannya bergerak cepat, membentuk sebuah segel tangan.


Whush...


Dari yang tadinya lima buah cakram, kini berubah menjadi sepuluh. Semuanya melesat dengan kecepatan tinggi. Sama seperti sebelumnya, sepuluh buah cakram berapi itu juga berhasil mengurangi orang-orang yang berada di pihak aliran hitam.


Tapi meski demikian, jumlah musuh layaknya rombongan semut merah itu, tak membuat serangan Xiao Wang tadi berhasil sepenuhnya. Bahkan terbilang kurang terhitung Xiao Wang hanya berhasil membunuh 5 persen dari jumlah aslinya yang berada di aula turnamen.


Sementara untuk perwakilan sekte lainnya juga melepaskan serangan energi yang cukup efektif.


Sembari menggerakkan Cakram-cakram miliknya, Xiao Wang juga melesat dengan cepat. Dia mengaliri kedua kakinya dengan energi petir, memicu kecepatan gerak darinya.


Menggunakan kecepatan itu untuk membunuh orang-orang yang berada di ranah Ahli hingga lanjutan. Dia memilih untuk membunuh yang mudah dibunuh terlebih dahulu, sebab tidak ingin memakan waktu terlalu lama.


Aksi yang di tunjukkan oleh Xiao Wang itu berhasil menarik banyak perhatian tertuju padanya. Tindakannya yang begitu ganas dalam membunuh, tak ubahnya aliran hitam.


Sembari bergerak membunuh, Xiao Wang juga mengendalikan sepuluh cakramnya.


Sringg...


Satu cakram tiba-tiba meledak dan hancur.


Sringg...


Sringg....


...


Cakram-cakram milik Xiao Wang mendadak hancur satu per satu kala di bentrok oleh aura yang sangat kuat.


Melihat hal itu, pupil mata Xiao Wang begerak cepat, mencari orang yang melepaskan aura itu. Tak lama setelahnya, dia melihat seorang pria yang mengenakan jubah merah darah. Namun pria itu tidak mengenakan tutup kepala, melainkan topeng dengan ukiran naga berwarna darah pekat.


Dengan santai orang bertopeng itu melompat terbang dan berhenti tepat di hadapan Xiao Wang.


Tampilan yang berbeda dari yang lain, Xiao Wang menebak bahwa orang ini memiliki tempat khusus di Naga Merah. .


"Kau cukup mampu, Xiao Wang. Bahkan bisa membunuh empat orang ranah Raja sekaligus."


Xiao Wang mengernyit kala pria di hadapannya itu mengetahui namanya. Tapi dia berbicara dengan suara yang berat sehingga membuat Xiao Wang tidak mengenalinya.


"Kau siapa?" tanya Xiao Wang dangan suara di tekan. Kewaspadaannya pun tidak menurun sama sekali.


"Haha... Nak, kau pasti mengenaliku. Aku adalah Ketua Naga Ke-tujuh. Setidaknya begitulah orang-orang Naga Merah memanggilku!" jawab lelaki itu berbangga diri.


Xiao Wang mengernyit. Sebelumnya dia memang pernah berurusan dengan kelompok ini. Tapi dia tidak ada interaksi khusus, sehingga saling kenal mengenal pun Xiao Wang tidak pernah.

__ADS_1


__ADS_2