Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 21 ~ Magma


__ADS_3

Hari ketiga berada di dimensi lain, Xiao Wang saat ini tengah berdiri di hadapan Lin Yun Mei. Menunggu wanita itu memberikan arahan terkait dengan latihan yang akan dia lakukan selanjutnya.


"Xiao Wang, dalam dua hari ini, kekuatan fisikmu telah meningkat pesat. Bahkan jika kau tak memiliki energi Qi sekalipun dan berhadapan dengan seorang Kultivator maka Kultivator di ranah Lanjutan tahap 5 puncak kalah terhadap mu ," jelas Lin Yun Mei.


Xiao Wang mendengar itu mengangkat kedua tangannya. Lalu mengepal keras. "Dengan begini, aku bisa menyembunyikan kekuatan asliku dari mereka. Aku hanya perlu menggunakan kekuatan fisik untuk membuat malu mereka yang dahulu mempermalukan aku!" batin Xiao Wang.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan selanjutnya!" tanya Xiao Wang, dia tampak tak sabar.


"Untuk hari ini, kamu tidak perlu berkeliling bukit lagi, namun kau harus melewati ini..." Selepas dengan mengatakan itu, tiba-tiba saja tanah di bawah kaki Xiao Wang bergetar hebat.


Retakan besar terjadi pada tanah. Lalu terbelah menjadi dua. Xiao Wang berusaha untuk memposisikan tubuhnya yang oleng agar tidak terjatuh dalam retakan besar itu.


Krakkkk...

__ADS_1


Kembali terjadi keretakan di sekeliling Xiao Wang. Dan pecah.


Xiao Wang berdiri dengan penuh hati-hati pada penggalan daratan di bawah kakinya. Sementara daratan lainnya kini telah bergerak menjauh, menciptakan jurang dalam yang menjadi pemisah.


Tak berselang lama, Xiao Wang merasakan kulitnya yang seolah mau terbakar oleh suhu panas yang muncul dari bawah jurang daratan yang retak.


Benar saja, lautan magma panas muncul dari bekas daratan yang terpisah tadi. Menciptakan gelembung-gelembung panas, hingga penggalan daratan yang dia pijaki kini telah mengapung.


Xiao Wang menenangkan dirinya agar tidak panik. Dirinya semakin terbawa arus magma yang mengalir.


Xiao Wang menoleh sekeliling. Saat itulah dia baru menyadari kalau batu-batu terapung bermunculan dari arah yang berlawan dengan arus magma itu. Tapi semuanya memiliki jarak, sehingga untuk sampai di daratan luas yang di maksud, Xiao Wang harus berlari cepat, melompati satu per satu batu-batu terapung yang bergerak searah itu.


"Aku harus cepat, setidaknya kecepatan gerakku tidak akan kalah sama arus magma ini!" gumam Xiao Wang pelan. Dia kemudian melompati salah satu daratan magma.

__ADS_1


Whush...


Berhasil berpijak dengan sempurna namun Xiao Wang hampir saja terjatuh. Setelahnya melihat sekeliling, kemudian mewanti-wanti memang batu-batu mana yang akan di gunakan untuk berpijak nantinya. Setelah merasa cukup, Xiao Wang kemudian kembali melompati batu-batu apung yang terbawa arus magma itu.


Kecepatan Xiao Wang semakin meningkat sehingga dia tidak cukup ketinggalan dan terbawa arus.


"Ini akan mudah!" gumamnya kala merasakan bahwa latihan ini terasa lebih mudah dari sebelumnya. Melihat ke depan, kini jaraknya dengan daratan luas tinggal dua puluh meter lagi.


Xiao Wang melompat dan berpijak pada salah satu batu apung.


Bukk...


Tepat setelah kedua kakinya menginjak batu apung tersebut, mendadak tekanan besar menekan tubuhnya, membuat Xiao Wang dipaksa dalam keadaan berlutut.

__ADS_1


"Sial, dia tidak mengatakan soal ini!" gerutu Xiao Wang. Sempat tersentak kala menerima tekanan itu. Lalu dia menoleh ke arah Lin Yun Mei dari jauh. Wanita itu sendiri memandangnya dengan menampakkan seringai kecil seolah-olah kejutan yang dia persiapkan telah berhasil.


Xiao Wang mencoba untuk bangkit. Tekanan yang di rasakannya ini mungkin tidak terlalu berat, namun yang ditakutkan Xiao Wang adalah saat dia melompat nanti. Bagaimana jika setiap jarak yang tercipta, tekanan yang di timbulkan pula berbeda-beda? Bukankah tidak mungkin jika dia tidak terjatuh ke dalam magma?


__ADS_2