
Xiao Wang menyapu pandangannya di sekitar. Meskipun tampak tertutup, tapi ruangan ini sangatlah luas, mencapai dua puluh meter, itupun belum dengan ruangan yang ada di balik pintu-pintu yang tersebar di beberapa dinding. Beberapa alat penerangan juga terlihat pada pilar-pilar yang berdiri menyanggah dan terhubung dengan langit-langit ruangan tersebut.
"Hmm, jadi seperti itu? Jika hendak mengeluarkan sesuatu atau hal-hal aneh di wilayah ini, maka aku perlu meningkatkan kultivasi ku. Minimal satu tahapan," ujar Xiao Wang perlahan.
Dia lantas berjalan menilik ruangan itu lebih jelas.
Banyak ukiran-ukiran aneh yang terpampang di dinding-dinding ruangan tersebut. Xiao Wang mengambil obor yang tertempel di dinding, dia akan menggunakan obor tersebut sebagai penerangan untuk melihat lebih jelas ukiran yang berada di wilayah gelap ruangan itu.
Kreekk...
Bunyi gesekan benda yang bergesekan terdengar begitu nyaring di belakang Xiao Wang. Dan itu tentu saja membuat lelaki itu kaget. Segera dia menoleh untuk memeriksanya.
Bisa Xiao Wang lihat salah satu pintu terbuka.Lalu darinya luar patung yang mengenakan pakaian prajurit. Patung itu sendiri seperti memiliki nyawa, layaknya bukan patung.
Xiao Wang memasang sikap awas saat patung itu semakin mendekat ke arahnya. Hingga tiba-tiba saja tangan si patung menarik pedang yang ada terselip di pinggang dan langsung melesat cepat menyerang Xiao Wang.
Sringg...
Dentingan dua pedang terdengar mendengking keras menggema seluruh ruangan tersebut. Hal itu sendiri terjadi oleh sebab Xiao Wang yang mengeluarkan pedang Dewa Siluman dari cincin ruang untuk menahan laju pedang itu.
Xiao Wang terdorong mundur satu langkah. Libasan pedang dari patung tersebut nyatanya memiliki kekuatan besar. Pedang kembali dia gerakan untuk kembali menebas Xiao Wang.
Tentu saja Xiao Wang tidak tinggal diam. Dia segera menghindar dengan menggunakan kecepatan tinggi. Pedang dari patung hanya menebas udara kosong, sedangkan Xiao Wang telah muncul tepat di belakangnya dan siap untuk menghancurkan kepala patung tersebut dengan tebasan keras.
Sringg...
Sayangnya itu gagal oleh sebab patung telah menepis menggunakan pedangnya pula.
Xiao Wang mengernyit. Terlepas dari kondisi tubuhnya yang begitu kaku, tapi nyatanya patung ini memiliki kecepatan gerak yang sangat luar biasa.
Baik Xiao Wang maupun patung tersebut saling beradu pedang dengan sangat cepat. Dari pertukaran serangan yang terjadi, Xiao Wang mengetahui bahwa patung ini memiliki kekuatan setara dengan Kultivator ranah Langit tahap 1. Tentu saja ini akan sedikit merepotkan baginya.
Bagaimanapun kecepatan serta ketangkasan yang dimiliki oleh patung ini sangatlah mengerikan. Bahkan beberapa kali Xiao Wang mendapatkan celah lebar yang di tunjukkan oleh Si patung, namun saat dia menyerang celah tersebut, malah patung itu menahannya dengan mudah.
Xiao Wang tidak berhenti, dia terus menyerang dengan gesit. Kecepatan gerakannya pun melebihi kecepatan gerakan patung itu. Meskipun terbilang kuat, namun pada akhirnya patung tersebut tidak bisa mengimbangi gerakan serta permainan pedang Xiao Wang. Hal ini sendiri di dukung on Kultivasi keduanya yang terbilang memiliki perbedaan jarak dimana Xiao Wang yang berada di rana Langit tahap 2 sementara patung tersebut hanya bisa menggunakan kekuatan yang menyetarai Kultivator ranah Langit tahap 1.
Tring....
__ADS_1
Xiao Wang berhasil membuat pedang di cengkeraman patung tersebut terlempar cukup jauh. Lalu tanpa menunda waktu, Xiao Wang segera menghancurkan lengan kanan patung.
Meskipun telah kehilangan sebelah lengang, namun patung itu belum mau menyerah dan tetap menyerang Xiao Wang.
Dengan mudahnya lelaki itu kembali menghancurkan lengan kiri patung, dan terakhir dengan seluruh tubuhnya menjadi hancur berkeping-keping, menyisakan bagian kaki serta kepala saja yang masih utuh.
Xiao Wang terdiam sembari memperhatikan serpihan batu dari patung.
"Bahkan aku berharap bisa mendapatkan sesuatu yang menarik yang bisa aku gunakan untuk menunjukkan peningkatan kekuatan ku. Tapi apa ini? Hanya sebuah patung dengan kekuatan setara dengan ranah Langit tahap 1?!" gumam Xiao Wang. Dia tampak kecewa dengan itu.
Krekk...
Krekk...
Krekk...
...
Kembali suara gesekkan pintu terdengar. Tapi kali ini tidak hanya satu, melainkan beberapa pintu telah terbuka. Meskipun ada beberapa lagi yang masih tertutup rapat.
Xiao Wang segera mengacungkan pedang ke bawah, memasang sikap waspada.
Lima patung prajurit mengeluarkan pedang dan langsung melesat ke arah Xiao Wang.
Tanpa ada banyak pilihan, Xiao Wang segera menyambut mereka dengan permainan pedangnya. Sama halnya satu patung tadi, patung-patung ini menyulitkan bagi Xiao Wang. Bahkan serangan yang terus menerus dilancarkan oleh mereka berlima tidak berhenti, terus mengalir ibarat air terjun.
Tring....
Tring.....
Tring....
Bunyi dentingan pedang terdengar saling bersahutan dalam ruangan tersebut. Xiao Wang dipaksa dalam keadaan terdesak oleh ketiga patung.
Menggunakan keahliannya dalam hal berpindah tempat, Xiao Wang menghilang dan muncul beberapa meter dari dari patung-patung itu.
"Cakram Api!!!"
__ADS_1
Xiao Wang menciptakan lima buah cakram yang masing-masing dari mereka dia arahkan untuk menyibukkan kelima patung itu.
Sringg....
Sringg....
Sringg....
Cakram api nyatanya tidak bisa memberikan kesulitan sedikit pun bagi lima patung. Hanya butuh waktu lima menit bagi merek sebelum cakram api ciptaan Xiao Wang hancur.
"Sepertinya di tempat ini aku di paksa untuk bertarung dengan kemampuan berpedang–ku!" gumam Xiao Wang. Sebenarnya beberapa kali dia mencoba menggunakan serangan energi terhadap lima buah patung itu, sayangnya itu semua tidak berfungsi sama sekali.
Lima patung kembali maju dan mengerang Xiao Wang. Meskipun lima patung itu memiliki kekuatan sama seperti patung sebelumnya, yaitu setara dengan Kultivator ranah Langit tahap 1, tapi mereka bisa membuat Xiao Wang berada dalam posisi terpojokkan.
Xiao Wang menepis setiap pedang yang menargetkan–nya.Begitu cepat, bahkan hanya dalam satu detik saja dia telah menepis lima belas sampai dua puluh kali tebasan tajam yang dilancarkan oleh lima patung tersebut. Menandakan kecepatan bergerak dan bertarung mereka yang sangat ekstrem.
Selang beberapa saat, Xiao Wang berhasil dibuat terdorong mundur oleh lima patung tersebut.
"Uhuk... Sialan," umpat Xiao Wang saat dadanya di hantam oleh tinju telak dari salah satu patung. Namun dia harus kembali menghadang lima patung itu.
Pertarungan yang kembali terjadi, mereka bertarung hingga memakan waktu berjam-jam. Tidak, mereka telah bertarung selama sehari penuh.
Dari sini Xiao Wang menyadari kalau keterampilan berpedang–nya yang semakin terasah. Selain itu dia juga mendapatkan instingnya yang semakin tajam serta gerakan yang meningkat dan semakin cepat pula.
Brukk...
Xiao Wang akhirnya berhasil menghancurkan satu patung, kini tinggal 4 patung tersisa. Tapi karena Xiao Wang yang sudah biasa membaca pola serangan dari patung-patung tersebut, maka tidak susah bagi Xiao Wang untuk menghancurkan empat patung tersisa.
Brukk...
Patung terakhir Hancur oleh tendangan telak dari Xiao Wang.
"Hmm jadi seperti ini. Meskipun tenaga ku lumayan terkuras saat berhadapan dengan mereka,n tapi aku mendapatkan beberapa keterampilan ku yang meningkat. Seperti insting yang semakin tajam, gerakan yang semakin gesit dan cepat serta pertarungan jarak dekat dan keahlian berpedang aku yang juga meningkat tajam." gumam Xiao Wang.
Dia yakin pintu yang masih tertutup itu sebentar lagi kembali akan terbuka dan mengeluarkan patung-patung lain. Maka sebelum itu terjadi, Xiao Wang memanfaatkan waktu tersisa untuk memulihkan kekuatannya yang terkuras.
Dengan energi alam yang pekat, tak membutuhkan waktu banyak bagi Xiao Wang untuk memulihkan kondisinya kebentuk prima. Dan kini dia telah bersiap untuk menunggu patung-patung selanjutnya.
__ADS_1
Benar saja, kini pintu yang tersisa kembali terbuka. Memunculkan Patung-patung yang jumlahnya empat kali lipat dari jumlah patung sebelumnya. Dimana kini ada 20 patung yang keluar dan semuanya berada di ranah Langit tahap 1. Patung-patung itu sendiri telah mengacungkan pedang dan mereka langsung menyerang Xiao Wang.