Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 199 ~ Lelaki Tua


__ADS_3

Pedang di tangan Xiao Wang memancarkan cahaya merah terang. Mengandung konsep energi yang sangat besar. Meluas hingga menciptakan seekor naga merah dengan corak yang berbeda dari naga pertama.


Tatapan naga itu begitu bengis, bahkan bisa mengeluarkan tekanan yang sangat besar. Dari lubang hidungnya mengeluarkan uap panas ekstrem. Xiao Wang cukup kagum dengan hasil dari modifikasi teknik tersebut. Ini sangatlah luar biasa, mungkin kekuatannya lebih besar dua kali lipat dari Naga pertama. 


Xiao Wang memperhatikan area sekitar. 


Tidak mungkin dia akan melepaskan naga itu pada salah satu tebing. Yang ada dampaknya akan meluas. Xiao Wang tidak tahu sampai dimana efek kerusakan yang akan ditimbulkan nanti, yang jelas mampu membuat wilayah ini hancur. 


"Hmm, aku tidak bisa melepaskannya sembarangan." Dia mendongak, terpikirkan ide untuk melepaskan serangan itu di atas langit. 


"Lebih baik aku melemparnya di atas sana. Ini akan jauh lebih aman daripada dilempar dan menghantam daratan!"


Xiao Wang kemudian mengarahkan tangan, mengambil gerakan mendorong ke atas. Bersamaan dengan itu, Naga yang semula berdiam di atas kepalanya itu langsung melesat ke atas.


 Terus melesat hingga radius jarak ratusan kilometer. Xiao Wang mengepal tiba-tiba telapak tangannya. Detik itu juga naga itu meledak.


 


Duaarrr….


Ledakan yang begitu luar biasa, mampu menghanguskan awan-awan yang ada disekitarnya dalam radius jarak tertentu. Tampak seperti bom yang meledak di udara. Percikan api berjatuhan layaknya meteor, namun segera menghilang sebelum menghantam daratan.


Xiao Wang masih merasakan tekanan yang merosot, menyapa tubuhnya. Sejenak dia menyeringai. Sangat puas dengan hasilnya.  


"Selanjutnya, aku tinggal meningkatkan Kultivasi–ku! Secepatnya aku harus pergi ke kekaisaran Wei dan menyelesaikan masalah Ayah serta Ibu!" ujar Xiao Wang. 


Setelah merasa urusannya di tempat itu telah selesai, Xiao Wang kemudian memutuskan untuk pergi dari sana. Kembali ke markas.


Xiao Wang sempat memeriksa Xiao Long dan Yin. Burung Phoenix Es serta Naga Magma itu sampai saat ini masih belum bisa diajak bicara. Beberapa hari lalu, keduanya memutuskan untuk berlatih dalam dunia dimensi dibalik simbol yang ada di kening Xiao Wang.


Entah sudah berada di tingkat apa mereka saat ini. Kekuatan mereka pun saling berkesinambungan meskipun sejatinya berlawanan unsur. Itu memudahkan mereka untuk memperlancar serta mempercepat proses peningkatan kekuatan. 


Memastikan kedua siluman tersebut belum selesai, Xiao Wang memilih fokus pada perjalanannya. 


Dalam jarak satu kilometer dari tempatnya semula, Xiao Wang mendadak merasakan adanya keanehan pada udara. Layaknya ada yang mencampuri partikel gas udara dengan unsur gas lainnya. Unsur gas ini begitu tajam, mampu merobek rongga paru-paru bagi mereka yang tidak hati-hati dalam menghirupnya. 


"Ini, bukankah gas yang berasal dari ledakan Pedang Dewa Naga tadi?" gumam Xiao Wang kala merasakan partikel gas tajam tersebut berasal dari imbas ledakan Pedang Dewa Naga. Dia menghentikan laju terbang. Memastikan lebih teliti udara, namun Xiao Wang segera mengerutkan alis kala merasakan adanya partikel gas lain.

__ADS_1


"Ini, sepertinya ada tiga unsur gas berbeda yang menyatu dengan udara. Salah satunya merupakan gas yang tercipta dari ledakan tadi. Tapi dua lainnya aku tidak tahu berasal dari mana!?" 


Xiao Wang terbang perlahan. Dia masih belum mau beranjak lebih jauh. Memastikan terlebih dahulu penyebab rusaknya udara. Bagi seorang kultivator tingkat tinggi sepertinya mungkin ini bukan menjadi masalah besar, tapi bagaimana jika ada kultivator tingkat rendah yang melewati hutan ini? Mereka akan langsung mati jika menghirup udara yang rusak. 


Mengikuti arah mana partikel-partikel tersebut semakin terasa banyak. 


Xiao Wang mendapati salah satu tebing yang dikelilingi oleh partikel-partikel energi berbeda unsur. Partikel-partikel energi itulah yang menyebabkan udara rusak. Dengan tidak menurunkan kewaspadaan, Xiao Wang mendekati tebing tersebut. Memeriksanya.


Whush….


Lingkaran energi menyebar luas dari dalam kepulan partikel-partikel energi tersebut. Xiao Wang sempat menghalau penglihatannya kala lingkaran energi tadi menyapa matanya. 


Hanya sekilas, Xiao Wang semakin penasaran. Dia semakin dekat, melibaskan tangan, menyingkirkan partikel-partikel energi tersebut. 


Setelahnya bisa Xiao Wang lihat seorang lelaki tua yang tengah tergeletak kesakitan pada tebing yang telah hancur sebagiannya. Lelaki tua itu tampak begitu menderita. Entah apa yang telah dia alami.


Xiao Wang segera menghampirinya. Memastikan bahwa lelaki tua tersebut tidak bisa berbuat macam-macam terhadapnya, Xiao Wang lantas membantunya dengan memberikan pil, langsung ke dalam mulutnya.


"Uhuk…." Lelaki itu terbatuk, tubuhnya sedikit terbangun namun hanya sekejap sebelum kembali ambruk. 


"Maaf, apa yang terjadi denganmu?" Xiao Wang berbicara sopan.


"Tolong aku!" Seperti itulah yang ditangkap olehnya. 


"Apa yang harus kulakukan?" tanya Xiao Wang.


"Bunuh aku!" Kali ini suaranya sedikit terdengar, meski terkesan dipaksakan keluar. 


Xiao Wang mendengar permintaan dari lelaki tua itu malah mengernyitkan alisnya. Dia tidak bisa membunuh orang tanpa alasan, apalagi yang dibunuh adalah orang tua yang sekarat.


"Apa maksudmu? Mengapa kau memintaku untuk membunuhmu?" 


Lelaki itu hendak kembali mengatakan sesuatu, namun itu tidak jadi keluar. Dadanya mendadak sesak, seperti ada yang bergejolak dan memaksa lelaki itu untuk tidak mengeluarkan suara. 


Lelaki itu tampak kesal. Lantas mengangkat tangan dan memukul dadanya dengan keras. 


Baamm…

__ADS_1


Gejolak energi pecah dari pukulan itu. Angin tercipta kuat, begitu kencang sampai membuat Xiao Wang terdorong beberapa meter. 


"Gung Ta… jangan pikir kau bisa mengakhiri hidup kita!" Suara bass nan menggema terdengar dari dalam diri lelaki tua tersebut. 


"Cih, kau tidak akan bisa mencegahku. Lagipula, kau hanya menumpang dalam tubuhku. Namun aku tidak akan membiarkan kau menguasainya." Lelaki tua itu membalas perkataan dari suara menggema tadi. Kali ini dia bisa mengeluarkan suaranya dengan mulus. 


Setelah itu lelaki tersebut menatap Xiao Wang dengan penuh harap. "Tolong bantu aku! Bunuh aku secepatnya!" 


Xiao Wang segera mengerti situasinya. Dia menatap lelaki itu sejenak yang masih mencoba melawan sosok lain dalam tubuhnya. Tapi itu terlihat jelas  bahwa lelaki tua tersebut yang semakin melemah, sementara sosok tersebut memiliki energi yang lebih mendominasi. 


"Baiklah!" 


Xiao Wang kemudian mengeluarkan pedang Dewa Siluman. Dia mengaliri dengan energi Qi, bersiap akan melancarkan serangan jarak jauh. Tapi sosok yang ada dalam tubuh lelaki tua itu tidak tinggal diam.


Mendadak keluar energi gelap yang sangat pekat, itu berbentuk asap hitam yang terbang cukup tinggi di atas Xiao Wang serta lelaki tua tersebut. Asap itu menciptakan pedang-pedang tajam beraura jahat. Beberapa pedang itu langsung melesat ke arah Xiao Wang. 


Serangan yang sebelumnya dia targetkan untuk membunuh lelaki tua tersebut, kini beralih menyambut pedang-pedang itu. 


Baamm…


Ledakan yang memicu terjadinya kepulan kabut asap terjadi di titik tengah, jarak antara Xiao Wang serta sosok asap tersebut. 


Kembali pedang tercipta, namun kali ini hanya satu dengan ukuran yang lebih besar. Aura yang terpancar dari pedang itu sendiri jauh lebih besar dibanding pedang-pedang sebelumnya.


Pedang tersebut menukik tajam ke arah Xiao Wang. 


Whush…


Baamm…


Xiao Wang menyambut dengan pedang Dewa Siluman. Dentuman keras tercipta, pedang besar tersebut menimbulkan keretakan yang menjalar. Semakin besar, dalam hitungan sudah detik telah hancur berkeping-keping. 


Setelah itu, Xiao Wang menebas udara dua kali, membentuk bayangan energi silang yang melesat, mengarah ke arah lelaki tua. 


Whush…


Energi itu berhasil mengenai tubuh lelaki tua. Dia tergeletak cukup jauh, darah segar keluar dari mulutnya. Meski demikian, dia masih bisa tersenyum. 

__ADS_1


Di sisi lain, sosok asap hitam  tersebut berteriak histeris melihat lelaki tua yang sekarat, namun sebentar lagi akan mati.


__ADS_2