
Shin Kung telah masuk ke dalam dunia ilusi ciptaan Xiao Wang. Tampak memasang sikap waspada dengan pandangan yang tidak henti-hentinya menyapu sekeliling. Nuansa merah darah, pun kabut darah yang menyebar di berbagai daerah, menyatu dengan udara, menyapa kulitnya serta hidungnya. Membuat Shin Kung merinding, khawatir sekaligus takut. Ya, seumur-umur dia menjadi bagian dari aliran hitam yang tidak memiliki ketakutan, tapi beru kali ini dia merasakan perasaan yang sedemikian ngerinya.
Whush....
Seekor kelelawar mendatanginya. Kelelawar itu sendiri terbang dengan sangat cepat, Shin Kung sampai tidak menyadari kehadiran kelelawar itu sehingga tubuhnya tertabrak oleh kelelawar tersebut.
Kaget. Shin Kung lantas mengalihkan perhatiannya ada sesuatu yang menabraknya tadi. Mendapati seekor makhluk kecil yang merupakan kelelawar tersebut, dia segera bergerak melompat menjauhinya takut ada masalah jika tidak segera menghindar. Sembari itu, dia juga mengarahkan belati ke depan dengan penuh sikap awas.
Kelelawar yang bergeming, Shin Kung lantas menghampirinya. Dengan penuh hati-hati dia mengarahkan kakinya untuk membalikkan posisi kelelawar, yang saat itu tidak terlihat wajahnya.
Kyyaakkk....
Alangkah kagetnya dia kala mendapati wajah kelelawar yang hancur. Namun mata yang masih menyala merah serta taring tajam dan mulutnya mengeluarkan ultrasonik hebat.
Shin Kung merasakan gendang telinganya
yang pecah dan berdarah. Selama lima menit proses itu berlangsung, Shin Kung larut dalam ketersiksaan.
Setelah itu, kelelawar tersebut berhenti mengeluarkan ultrasonik, bersama dengan kehadirannya yang telah menghilang menjadi kabut merah lalu menyatu dengan kabut yang semula ada menyebar.
Menghela nafas lega, Shin Kung menurunkan dua tangan yang sebelumnya lelaki itu gunakan untuk menopang kedua telinganya. Tapi telinga Shin Kung terlanjur berdarah, sehingga kedua tangannya juga telah berlumuran berdarah. Melihat darah itu, tapi ada yang mengganjal. Dimana darah tersebut memiliki aroma sangat bau. Ibarat sebuah bangkai yang sudah beberapa hari didiamkan. Aromanya sangat menyengat hingga menusuk sampai ke paru-paru.
Shin Kung merasa mual, dan hendak muntah. Tapi sejurus kemudian, semua apa yang hendak dikeluarkan oleh perutnya itu tertahan oleh benang-benang hitam yang muncul dari tanah merah darah gelap. Mengikat erat tubuhnya, itu tidak hanya satu benang saja melainkan ada beberapa benang sekaligus yang mengikatnya sangat erat.
Berusaha memberontak untuk melepaskan diri dari benang-benang itu. Tapi sekuat aku pernah berusaha, tetap hasilnya sia-sia. Bahkan dia mencoba untuk menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan benang-benang hitam tersebut, sayangnya sejauh ini kekuatannya tidak bisa digunakan. Dalam kata lain ia ditekan hingga ke ranah Awal tahap 1.
"Sialan... Apa-apaan ini. Ilusi ini jauh lebih hebat dan berbahaya dari apa yang aku punya. Bahkan para tetua sekalipun aku tidak yakin bisa mengimbangi ini!" ucapnya Shin Kung. Dia tampak telah pasrah.
Kraaakkk....
__ADS_1
Kraaakkk...
Kraaakkk...
Bunyi retakan tulang terdengar di mana-mana. Bersamaan dengan itu, suara ringisan terdengar begitu banyak. Shin Kung menilik sekitar, wajahnya seketika memburuk. Berontaknya semakin menjadi-jadi, ingin segera dia pergi melihat apa yang baru sa
mendatanginya itu.
"Kraakk... Kau harus membayar apa yang kau lakukan pada kami. Kau membunuh kami dengan bejat, tanpa memikirkan bagaimana nasib kami serta keluarga kami?!" " salah satu orang-orang yang datang tersebut berkata menuntut.
"Yaa... Kau harus membayar perlakuan mu terhadap kami. Membunuh dengan biad*b..." Seorang lagi juga ikutan berkata, dan diikuti oleh yang lainnya.
Merasa ketakutannya telah memuncak. Shin Kung melihat satu per satu dari orang-orang yang memiliki penampilan sangat aneh serta memprihatinkan itu. Ada yang berjalan pincang tak berkaki serta kulit yang tidak ada. Ada pula dari mereka yang berjalan dengan memegangi bola mata di tangan mereka serta menenteng usus-ususnya. Adapula yang berjalan dengan wajah hancur serta kaki dan tangan tidak ada, dalam kata lain dia berjalan dengan merangkak di atas tanah merah berdarah. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Mereka mendekati Shin Kung dengan tak henti-hentinya memberikan tuntutan kepada lelaki itu.
Semakin dekat dengannya, Shin Kung yang semakin ketakutan, semakin menggila pula dia dalam memberontak. Dia ingat betul bahwa orang-orang ini adalah orang-orang tak berdosa yang dahulu sempat dia bunuh dan siksa. Entah itu membunuh karena merampok ataupun membunuh hanya untuk mencari kesenangan saja.
Tak cukup waktu lama, orang-orang tersebut telah mencapai tubuhnya. Mereka langsung menggerogoti Shin Kung. Dengan ganas menyerang lelaki itu.
Tapi sebelum tubuhnya hancur sepenuhnya, jiwa Shin Kung telah kembali ke dunia nyata.
"Tidak... Jangaann... Tolong aku...!" Dia berteriak lantang, dengan tubuh yang semula mematung itu, kini bergerak memberontak.
Sontak sajak saja itu langsung membuat orang ramai yang semula menghujat dan menyerang Xiao Wang dengan perkataan tidak enak di dengar itu menghentikan perkataan mereka. Semua perhatian tengah terpusat pada apa yang tengah dialami oleh Shen Kung. Hingga menimbulkan banyak pertanyaan di benak mereka.
Selama dua puluh detik Shin Kung memberontak, kini dia menyadari kalau dirinya telah terbebas dari pengaruh ilusi Xiao Wang.
Meraba-raba tubuhnya. Dia mendapati tubuhnya masih normal dan aman. Akan tetapi telinganya yang mengeluarkan darah segar. Shin Kung membaui darah itu, namun tak mendapati adanya aroma bangkai bersamanya.
"A–aku selamat!!!" Dia mengenal nafas lega. Meskipun dirinya telah selamat sekarang, namun mentalnya telah terganggu. Shin Kung kini memiliki phobia terhadap ilusi, sehingga yakin setelah ini, dia tidak akan menggunakan ilusi lagi untuk waktu yang lama.
__ADS_1
Menatap Xiao Wang dengan penuh ketakutan. Entah mengapa saat melihat wajah Xiao Wang, dia merasa seolah-olah sedang melihat malaikat maut yang siap mencabut nyawanya kapan saja.
"A–aku menyerah.... A–aku menyerah... Tolong aku, aku menyerah ...!"
Dia berkata seraya memohon. Menangis sejadi-jadinya tanpa rasa malu.
"Cih, sebenarnya bisa saja aku membunuhmu jika aku mau. Tapi aku bukanlah tipe orang yang mudah terpancing, bahkan sampai harus menghilangkan nyawa seseorang dengan sembarangan!" Xiao Wang menyunggingkan seringai sinis, sembari menatap orang yang semula berteriak, dan memancing suasana tadi. Sontak saja tatapan Xiao Wang itu langsung membuat orang berpakaian hitam berkeringat dingin.
Sementara itu, kericuhan yang semula tercipta kini telah bungkam sesaat.
Wasit belum mengumumkan keputusannya. Bingung antara memenangkan Xiao Wang, ataukah akan mendiskualifikasi–kannya seperti yang di minta oleh banyak orang. Maka dia menoleh ke arah Kaisar Han yang sedari tadi menonton, di podium khusus tertinggi.
Kaisar Han menganggukkan kepalanya pelan, memberi kode kepada Wasit.
"Pemenangnya adalah Xiao Wang, dari klan Xiao." Wasit berkata lantang, namun tidak ada yang berseru seperti sebelum-sebelumnya.
"Ini tidak adil... Ini tidak adil... Jelas-jelas anak itu telah melanggar, mengapa dia dimenangkan!!"
Kembali orang yang sama, orang yang berpakaian hitam itu berseru lantang. Tujuannya tetap sama yaitu untuk mempengaruhi orang banyak membenci Xiao Wang.
Benar saja, aksinya itu langsung memicu kericuhan yang terjadi. Banyak para penonton menghujat keputusan wasit yang kata
mereka tidak adil.
Xiao Wang menanggapi itu dengan memasang wajah tak suka.
"Cih, orang ini tampaknya harus diberi pelajaran baru dia akan jerah," gumamnya sesaat.
Di sisi lain, wasit segera mengambil tindakan untuk menenangkan kericuhan itu.
__ADS_1
"Ehemm... Semuanya diharapakan untuk tenang. Kami tidak melihat adanya hal-hal yang melanggar peraturan pertandingan. Dalam hal ini, saudara Xiao Wang murni memenangkan pertandingan tanpa adanya kecurangan. Terlepas dari apa dan bagaimana cara dia melumpuhkan lawan, asalkan dia tidak membunuh lawan dan mengancam kultivasinya, maka tetap tidak ada masalah. Dan di sini aku ingin menekankan, bahwa pertandingan ini bersifat umum, baik aliran hitam putih maupun netral boleh mengikutinya. Begitupun juga dengan jurus yang digunakan peserta untuk melumpuhkan lawan!" ucap wasit. Dan itu berhasil membuat semaunya terdiam.
Suasana yang telah berhasil di kontrol, Xiao Wang lantas melangkah turun dari arena. Melewati banyak orang, dia bisa mendengar banyak sekali bisik-bisik buruk terhadapnya. Tapi dia acuh dan tetap melangkah menuju bangku peserta delapan besar.