
Hari dimana pertandingan 16 besar turnamen Antar Generasi akan digelar. Xiao Wang, Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Die dan Xiao Lei saat ini tengah berjalan menuju aula pertandingan. Tampak Xiao Lei yang mengambil jarak denah Xiao Wang.
Memang sebelum mereka berjalan, Xiao Wang sempat menanyai Xiao Lei terkait dengan kejadian semalam. Bermaksud hanya untuk memancing lelaki itu. Tapi jawaban yang diberikan oleh Xiao Lei justru begitu berbelit. Lelaki itu juga bahkan membentak Xiao Wang dengan mengatakan bahwa Xiao Wang tidak ada hak untuk menanyai dimana dan dari mana dia semalam.
Kelima orang itu hampir sampai di aula, tapi langkah mereka terhenti kala di hadang oleh sekelompok orang.
Berpakaian mewah, rombongan orang tersebut berjalan mendekat.
"Kau Xiao Wang, bukan?" tanya salah seorang yang merupakan yang termuda dari yang lain. Namun orang-orang yang berdiri di belakangnya tampak menghormatinya.
Dia adalah Rou Shi. Merupakan jenius perwakilan kerajaan Api sekaligus merupakan putra dari Raja Rou.
Xiao Wang menanggapi dengan memberikan anggukan kecil. "Ya, aku adalah Xiao Wang."
"Hmm," Sunggingan kecil terukir di bibir Rou Shi. "Bagus... Aku hanya ingin memberimu sebuah tawaran menarik. Aku akan memberimu lencana ini jika kau kalah dalam pertandingan sebentar!"
Rou Shi memperlihatkan lencana yang dia maksud. Sedangkan Xiao Wang hanya mengernyitkan alisnya. Dia baru pertama kali melihat lencana tersebut. Di ukir dengan sangat teliti, hingga menciptakan gambar sempurna yang sangat sulit untuk di tiru oleh siapapun. Tidak hanya itu, bahan dari lencana itu sendiri sangatlah langka ditemukan di belahan dunia manapun. Pun dengan berat yang mencapai ratusan gram.
"I–itu... Lencana Pelindung." Xiao Die berucap sedikit tersentak kala mengetahui lencana apa yang di pegang oleh Rou Shi.
Sementara Rou Shi sendiri menanggapi dengan ekspresi sinis. "Benar... Ini adalah Lencana Pelindung. Benda yang begitu di cari oleh semua orang Kultivator di seluruh kekaisaran. Dengan benda ini, seseorang bisa keluar–masuk satu kekaisaran ke kekaisaran lain dengan aman. Mendapat perlindungan khusus dari pihak Kekaisaran terhadap wilayah Kekaisaran yang dia datangi tersebut. Dan ini hanya dimiliki oleh keluarga kekaisaran Serta beberapa kerajaan khusus yang masuk kriteria, seperti Kerajaan Api!"
Degan bangga, Rou Shi menjelaskan fungsi serta kelebihan dari Lencana Pelindung.
Mendengar penjelasan serta kelebihan dari Lencana Pelindung yang terulang sangat luar biasa itu, bagaimana Xiao Wang serta yang lainnya tidak tertarik?
"Hmm, menarik. Aku akan mempertimbangkan tawaran mu itu!" tanpa banyak bicara, Xiao Wang lantas merebut Lencana tersebut.
"Terima kasih!"
__ADS_1
Di sisi lain, Rou Shi serta yang lainnya yang ada di tempat itu membulatkan mata melihat tindakan yang dilakukan oleh Xiao Wang tadi.
"Kau—!" ucap Rou Xiao dengan intonasi tinggi. Menunjuk wajah Xiao Wang, sebab lelaki itu telah tidak sopan terhadapnya.
"Hehehe... Bukankah Tuan Putra Mahkota Kerajaan Api telah menawari aku dengan lencana ini? Tuan ingin aku kalah bukan? Tenang saja, aku pasti akan memenuhi tawaran tuan!" ucap Xiao Wang dengan sengaja menyebut nama Rou Shi dengan sebutan Tuan. Lalu dia memberi hormat pada Rou Shi dan rombongan yang ada di belakang lelaki itu Setelahnya mengajak Xiao Die dan yang lainnya yang saat itu masih mematung untuk pergi begitu saja.
Sementara itu, Rou Shi tidak tau hendak berkata apa. Sebab memang dia yang menawari sendiri Xiao Wang dengan lencana itu. Lencana yang sangat langka, bahkan diantara 4 kerajaan yang ada di kekaisaran Han, yang mempunyai lencana tersebut hanya di kerajaan Api. Itupun hanya satu buah saja.
Sebenarnya Rou Shi tidak serius akan memberikan Xiao Wang lencana itu. Dan hanya berniat menipu Xiao Wang. Tapi semuanya terjadi diluar kendali. Lencana itu telah berada di tangan Xiao Wang, sementara dia sendiri tidak bisa untuk kembali merebut, karena termakan oleh perkataannya sendiri.
Entah akan bagaimana reaksi ayahnya kala mengetahui lencana itu telah berpindah tempat ke tangan orang lain.
"Pangeran Mahkota, mengapa Pangeran memberikan lencana itu begitu saja padanya? Bukan kah aku sudah bilang dari awal untuk tidak bermain-main dengan lencana itu?!" ucap seorang pria yang merupakan jenderal kerajaan Api, sekaligus guru dari Rou Shi. Intonasi yang dia keluarkan pun terdapat rasa kesal.
Rou Shi terdiam sejenak. Menarik napas dalam, lalu menjawab, "Paman tenang saja. Setelah dia kalah, maka kita bisa merebut kembali lencana itu!" ucap Rou Shi dengan penuh siasat.
Meski dia tampak tenang di luar, tapi di dalam hatinya lelaki itu sangat panik.
***
Xiao Wang serta yang lainnya telah memasuki aula.
"Xiao Wang, mengapa kau mengambil lencana itu dengan bayaran kalah begitu saja. Apakah kau lebih mementingkan kepentingan pribadimu dibandingkan dengan klan Xiao!" Xiao Lei berkata dengan nada tinggi. Geram dengan keputusan Xiao Wang tadi.
"Benar, Nak. Meskipun benda itu sangatlah berharga, tapi tetap saja reputasi klan harus diutamakan. Aku sudah berharap lebih terhadapmu, tapi kau menerima kekalahan begitu saja hanya karena lencana itu!" Xiao Die juga ikut berkata tak senang.
Xiao Wang tidak langsung menanggapi. Raut wajahnya masih tetap tenang seperti tak ada masalah sama sekali.
"Siapa bilang aku akan kalah begitu saja. Lagipula kalaupun aku kalah, Rou Shi tetap tak akan melepaskan ku begitu saja setelah mengambil lencana Pelindung ini!" jawabnya dengan tenang.
__ADS_1
Xiao Die dan yang lainnya terdiam mendengar jawaban Xiao Wang, sekaligus mengernyitkan alis.
"Maksudmu, kau akan mengingkari kesepakatan itu?" tanya Xiao Die.
"Tidak juga!"
Jawaban kedua Xiao Wang membuat semuanya diam terbingung. Entah bagaimana jalan pikir Xiao Wang ini.
Sementara itu, Xiao Lei tidak bisa diam saja. Dia lantas kembali bersuara, "Tapi tetap saja tindakan bodohmu ini akan memberi dampak terhadap kita yang ada di sini. Begitupun dengan klan Xiao sendiri. Kerajaan Api memiliki pengaruh besar serta hubungan erat dengan Kekaisaran. Mereka bisa menekan klan Xiao dengan muda... Apakah kau tidak memikirkan itu? Oh ya, karena dasarnya kau memang bodoh, sehingga mengambil jalan pikir bodoh pula seperti tadi!" Dengan nada tak senang serta dibuat geram, Xiao Lei berkata.
Xiao Wang menoleh ke arah Xiao Lei sesaat dengan ekor matanya. "Cih, bilang saja kau mau merebut lencana ini, kan?" ucapnya dengan nada sinis.
"Kau–"
Xiao Lei tidak bisa berkata. Memang maksud hatinya telah terbaca oleh Xiao Wang. Dengan cepat otaknya berputar mengambil suatu alasan.
"Berani sekali kau menuduhku dengan tuduhan bodoh itu."
Xiao Wang masih dalam mode tenang, dia lantas mendekati Xiao Lei.
"Sudahlah, penatua Lei. Aku sudah mengetahui rencana busuk–mu." Semakin mendekat, lalu Xiao Wang berbisik pelan di telinga Xiao Lei. Setiap bisikan yang di lontarkan, lelaki itu tekan hingga sampai ke hati Xiao Lei. "Kau terlibat dalam rencana besar, yang akan di jalankan oleh kelompok Naga Merah."
Deg.
Ibarat tersetrum, Xiao Lei terdiam dengan mata yang melotot tak percaya. Selama bertahun-tahun belum ada yang mengetahui rencananya. Namun kali ini, dia mendengar sendiri Xiao Wang menyebutkannya. Antara takut dan khawatir, Xiao Lei menatap Xiao Wang dengan masih tak percaya.
Beruntung suara Xiao Wang tidak bisa di tangkap oleh Xiao Fu, Xiao Mei dan Xiao Die. Sehingga Xiao Lei masih bisa di bilang aman sekarang. Tapi yakinkah keamanan itu akan bertahan lama?
Xiao Wang kembali menyungging–kan seringai kecil. Lalu dia menepuk-nepuk pelan pundak Xiao Lei yang saat itu masih terdiam membisu. Setelah itu, dia berjalan menuju kursi peserta. Meninggalkan mereka berempat.
__ADS_1
Sementara itu, Xiao Die, Xiao Fu dan Xiao Mei sendiri merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Wang kepada Xiao Lei, hingga membuat Xiao Lei terdiam seperti saat ini.