Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 106 ~ Rencana Kebangkitan dan Kematian


__ADS_3

Ratu semut Penelan segera membantu Xiao Wang. Mengaliri sedikit energi Qi untuk membantu lelaki itu.


Mata Xiao Wang terbuka lemah, melihat Ratu Semut Penelan yang menolongnya. Setelah itu dia bangkit dalam keadaan duduk.


"Terima kasih!" ucap Xiao Wang parau.


Ratu Semut Penelan hanya mengangguk. "Jangan terlalu banyak bergerak dulu, kau masih perlu pertolongan pertama!"


Xiao Wang tak membalas perkataan itu dan memilih menutup kedua matanya. Membiarkan tubuhnya mendapat asupan energi yang diberikan oleh Ratu Semut Penelan.


Tak lama setelah itu, muncul Xiao Han Ming, Xiao Shan, Xiao Feng, Bing Dai, Bing Xue Li serta yang lainnya. Mereka menghampiri ke arah mereka berdua.


Xiao Wang merasakan tubuhnya yang telah mendingan setelah dibantu oleh Ratu Semut Penelan.


"Terima Kasih!" Ucap Xiao Wang kembali


"Umm," balas Ratu Semut Penelan dengan anggukan kepala.


Xiao Wang menoleh ke arah Xiao Long di sampingnya dengan tatapan sedikit sendu. Kembali rasa bersalah menghantuinya.


"Sudahlah, ikhlaskan saja dia, to mau bagaimana lagi? Dia sudah mati!" Ratu Semut Penelan bermaksud menenangkan Xiao Wang, tapi justru kalimatnya itu lebih ke arah menyinggung.


Xiao Wang belum menjawab dengan kepala yang tertunduk. Melihat itu Xiao Han Ming segera mendekati Xiao Wang, dia berniat untuk menghiburnya.


"Nak, sebenarnya Naga itu bisa kembali hidup, tapi—!" Xiao Han Ming menggantung perkataannya.


Xiao Wang sontak mengangkat kepal mendengar perkataan Xiao Han Ming. Daya pikir terkait Xiao Long tak bisa kembali hidup segera terbantahkan oleh perkataanya itu, Xiao Wang mendapatkan setitik harapan hingga membuat tubuhnya yang melemah seperti segera terisi akan tenaga.


"Tapi apa kakek? Bagaimana cara menghidupkan kembali Xiao Long?" tanya Xiao Wang yang tidak sabar.


"Hmm, ini tidaklah mudah. Jika kau hendak membangkitkan kembali Xiao Long, maka kau perlu mencari Jiang Yue!" jawab Xiao Han Ming.


"Jiang Yue?" Mengulang kata itu sembari sebelah alis Xiao Wang terangkat.


"Ya, Jiang Yue adalah seorang Kultivator yang tidak bergabung dengan kelompok manapun, dia termasuk aliran netral dan bebas, namun tempatnya tidak menetap. Dia selalu berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Tapi beberapa bulan terakhir kabar yang aku dengar tentangnya, saat ini dia berada di kekaisaran Wei!" jelas Xiao Han Ming.

__ADS_1


"Hmm, seperti itu yah. Jika demikian, maka aku akan ke sana untuk mendapatkan kembali kebangkitan Xiao Long!" tekad Xiao Wang.


"Tapi itu tidak sesederhana yang kau bayangkan, Nak. Kekaisaran Wei tidak sama dengan kekaisaran Han. Bisa di bilang di sana merupakan tempatnya orang-orang kuat. Bahkan Kultivator Ranah Suci dan Kultivator ranah Langit saja yang terbilang langka di kekaisaran Han, namun bagi kekaisaran Wei kau bisa menemukannya di mana saja!" Jelas Xiao Han Ming.


Xiao Wang mengangguk pelan. "Aku tahu, Kakek. Tapi aku akan tetap ke sana dan menemui Jiang Yue itu."


"Baiklah, tapi kau harus memiliki persiapan terlebih dahulu. Sebab jika kau tidak memiliki persiapan sama sekali, maka sama saja dengan kau mencari mati di sana. Apalagi orang-orang dari kekaisaran Wei yang terbilang sangat anti terhadap orang-orang kekaisaran Han."


"Umm!" Xiao Wang mengangguk untuk kesekian kalinya tanda mengerti.


Tubuh Xiao Long mendadak meghilang begitu saja di hadapan mereka semua. Itu karena Xiao Wang telah memindahkan Naga Magma itu ke dimensi yang ada di keningnya, Xiao Wang juga mengatur waktu dimensi tersebut selambat-lambatnya, bahkan bisa dibilang tidak bergerak guna mengawetkan tubuh Xiao Long. Ini adalah perkara yang mudah bagi Xiao Wang untuk melakukan hal itu, mengingat jiwanya yang telah menyatu dengan Xiao Long.


Memang dia sempat mendapati kesulitan dalam hal mengatur waktu, tapi Xiao Wang bisa dengan cepat memahami hukum ruang dan waktu. Bagaimana pun dia pernah mempelajari keterampilan berteleportasi yang notabenenya berkaitan dengan hukum ruang dan waktu.


Setelah masalah itu beres, Xiao Wang serta yang lainnya memilih untuk kembali ke klan masing-masing.


Namun sebelum itu, terjadi pembicaraan sejenak. Xiao Shan berterima kasih kepada rombongan sekte Lotus Es karena telah membantu mereka dalam menyerang Kelompok Naga Merah.


Sedangkan Ratu Semut Penelan mengajak bicara Xiao Wang Penelan ke tempat sedikit jauh dari orang banyak.


"Sebelum kau pergi ke kekaisaran Wei, aku ingin kau melaksanakan janjimu!" ujar Ratu Semut Penelan.


"Setelah aku berada di ranah Suci tahap 9, aku akan kembali mendatangimu untuk menagihnya!"


"Hmm!"


Di sisi lain, Bing Xue Li memperhatikan Xiao Wang dan Ratu Semut Penelan dari jauh. Melihat kedekatan kedua orang itu, entah mengapa dia merasa kesal.


"Dasar mata keranjang. Tidak bisa melihat gadis cantik!" ujarnya tanpa sengaja, dia benar-benar membenci Xiao Wang sekarang. Namun yakin rasa benci itu hanya berlaku sementara, lebih tepatnya Ratu Semut Penelan yang begitu dia benci. Bahkan dia sampai mengumpat Ratu Semut Penelan dengan membandingkan dirinya sendiri dengan gadis itu. Tentu saja Bing Xue Li menganggap dia lebih baik dari Ratu Semut Penelan.


"Dasar gadis gatal... Bahkan gayanya sangat sok cantik, mengapa Xiao Wang mau berbicara dengannya. Bahkan keduanya sangat dekat... Cih, melihatnya saja sudah membuat aku merasa muntah!" Omelnya tanpa ada yang menanggapi.


Bing Dai yang telah selesai berbicara dengan Xiao Shan dan Xiao Han Ming segera menghampiri cucunya dengan maksud mengajak Bing Xue Li untuk pergi. Tapi sejenak sunggingan langsung terukir di bibir Bing Dai saat mengetahui akan apa yang menimpa cucunya itu.


"Bing'er, jika kau menyukai Xiao Wang harusnya kau mendekatinya sekarang dan utarakan perasaan mu padanya," canda Bing Dai.

__ADS_1


"Apa? Kakek pikir aku wanita apa sampai harus mengutarakan perasaanku kepada seorang lelaki lebih dulu!" Bing Xue Li keceplosan. "Maksudku, aku tidak menyukainya!" Salting dengan segera memperbaiki kalimatnya. Raut wajah Bing Xue Li seketika memerah oleh sebab malu.


"Amboi, kau sangat lucu, Bing'er. Bahkan kau memang mencintainya tapi malu untuk mengakuinya. Jangan sampai kau keduluajn orang lain, apalagi Gadis itu sangat cantik, bukan tidak mungkin Xiao Wang akan menyukainya." Bing Dai menggoda cucunya, membuat Bing Xue Li semakin dibuat kesal dan malu. Bahkan ekspresi datar bercampur dengan malu yang di tunjukkan olehnya terlihat sangat lucu bagi Bing Dai.


"Hahaha... Nak, tidak usah menahan ekspresi mu!" Bing Dai semakin menggoda Bing Xue Li.


"Sudahlah, Kakek! ... Mari beranjak pergi, rombongan sudah menunggu!" Bing Xue Li mengalihkan perhatian. Sementara Bing Dai hanya menggelengkan kepalanya, lalu mengikuti langkah kaki Shui Bing.


***


Shi Yifen kembali ke markas, membawa serta kelompok Naga Merah yang tersisa. Kondisinya begitu buruk, meski begitu dia tidak terlalu peduli akan kondisinya itu. Yang dia khawatirkan adalah bagaimana dia akan menjelaskan kepada Iblis terkait dengan kekalahannya.


Benar apa yang dia khawatirkan itu terjadi. Dari atas markas kelompok Naga Merah, tercipta asap gelap bercampur merah yang berputar-putar membentuk sebuah pusaran.


Bersamaan dengan itu, aura gelap yang begitu luar biasa menyebar luas hingga memenuhi seluruh wilayah kelompok Naga Merah yang terbilang sangat luas itu. Tidak satupun dari anggota kelompok yang tidak merasakannya, pun juga tidak bergetar dengan aura ganas tersebut.


Whush....


Kabut merah dan hitam itu membentuk dua sosok makhluk berkekuatan dahsyat. Yang mana yang satunya memiliki wujud Naga Merah sementara satunya lagi berwujud Manusia namun memiliki rupa wajah Iblis.


Sementara itu, Shi Yifen yang berada di salah satu ruangan panik saat merasakan aura itu. Garis wajahnya memburuk saat itu juga, dengan takut-takut, dia lantas berjalan keluar dan menghampiri dua sosok tersebut.


Sorot mata tajam tampak dari kedua sosok tersebut saat melihat Shi Yifen yang dalam kondisi menyedihkan. Lengan sebelah yang telah menghilang, serta beberapa bagian wajahnya yang terluka.


Shi Yifen segera berlutut. "Mohon maafkan aku, leluhur! Aku gagal dalam menjalankan apa yang kau perintahkan, mohon hukum aku!" Lelaki itu segera bersujud dengan membentur-benturkan keras keningnya pada lantai hingga berdarah.


Whush....


Tekanan yang sangat besar langsung tercipta menekan Shi Yifen. Saking kuatnya sampai membuat lantai yang ada di bawah Shi Yifen seketika retak.


Shi Yifen sendiri berusaha sekuat tenaga untuk menahannya.


"Cih... Sangat menyedihkan! Kau bahkan masih berani menampakkan dirimu setelah kekalahan mu. Kau sangat tidak berguna!" ucap Naga Merah yang Shi Yifen sebut sebagai Leluhur itu.


Di sisi lain, sosok yang tidak lain adalah Iblis itu menatap Shi Yifen dengan jijik. "Kau tidak hanya tidak membawa wadah Roh Anak Iblis, bahkan kau meninggalkan pedang yang aku titipkan kepada mu! Cih, tidak berguna!"

__ADS_1


Iblis itu melepaskan energi hitam dari ujung jarinya ke arah Shi Yifen, setelahnya dia bersama dengan Naga Merah menghilang begitu saja.


Sementara itu Shi Yifen meringis keras kala merasakan lonjakan energi dalam tubuhnya yang meluap ganas. Seolah-olah seluruh kekuatannya memberontak dan menyerang dirinya sendiri. Bahkan lautan Qi nya bergejolak hebat, dan berakhir dengan meledak. Tubuh Shi Yifen menjadi abu seketika itu juga.


__ADS_2