
"Tapi, ini hanyalah sebuah gambaran. Sebulan sampai dua bulan jika para Iblis tidak datang, maka sudah bisa dipastikan bahwa ramalan ini hanyalah sebuah ramalan kosong!" ucap Lei Wei.
"Umm, aku tau ramalan itu akan terjadi. Maka dari itu, mari kita mempersiapkan diri sebelum harinya tiba."
"Benar ... kelompok kita telah mempersiapkan untuk hari ini. Selain dari kelompok Zhizao yang menjadi perhatian kami, kelompok kita juga mempersiapkan diri untuk menghadapi para iblis tersebut."
"Bagus... Apakah aku bisa mengetahui bagaimana dan seperti apa kesiapan dari kelompok Qingjie?" tanya Xiao Wang.
Lei Wei tampak ragu untuk membiarkan Xiao Wang mengetahui akan sampai di mana kesiapan dari kelompok Qingjie. Bagaimanapun Xiao Wang ini adalah orang asing.
Xiao Wang yang mengetahui keraguan Lei Wei kemudian kembali mengangkat bicara. "Kau tidak perlu khawatir aku hanya ingin memastikan bahwa langkah yang telah kalian ambil itu tepat. Mana tau ada kekurangan sehingga kita bisa memperbaikinya bersama-sama."
"Mohon maaf, Tuan Muda! Bukannya aku tidak percaya pada Tuan Muda, melainkan karena Tuan Muda adalah orang yang baru. Jadi pemimpin masih mewaspadai Tuan!" Si mengangkat bicara sekaligus mewakili perasaan Lei Wei.
"Hmm, baiklah... Itu tidak jadi masalah. Malah aku salut sama kalian yang memiliki kewaspadaan tingkat tinggi seperti ini!" ucap Xiao Wang. "Lagipula, jika aku memang memiliki niat jahat dari awal, aku mungkin sudah bertindak sekarang!"
Lei Wei menatap Xiao Wang dengan tatapan taja namun penuh awas. Tapi di satu sisi dia juga sadar akan perkataan Xiao Wang tadi. Lei Wei yakin dengan kekuatan Xiao Wang saat ini, bahkan menghancurkan kelompok Zhizao saja merupakan perkara yang mudah baginya, lalu bagaimana dengan kelompok Qingjie?
Pembicaraan sempat terjadi selama beberapa saat. Dalam perbincangan tersebut, Lei Wei berangsur-angsur mulai suka dengan kepribadian Xiao Wang. Dia mulai mempercayai Xiao Wang, apalagi cara Xiao Wang berbicara yang begitu terampil.
Mereka tidak hanya berbicara dalam ruangan tersebut, melainkan juga keluar untuk jalan-jalan, dan saat ini mereka tengah berada di taman kota.
Setelah melewati beberapa pertimbangan dalam pikirannya, Lei Wei pun kemudian mau mengangkat bicara dan menjelaskan strategi terkait kesiapan kelompok Qingjie kepada Xiao Wang, bahkan tanpa di desak sekali pun.
"Hmm, sepertinya ada yang kurang!" ucap Xiao Wang saat merasa ada yang mengganjal dari penjelasan Lei Wei.
"Apa itu?" tanya Lei Wei cepat, seraya sebelah alis yang terangkat.
"Bagaimana kalau menambahkan pasukan udara. Para iblis ini pastinya memiliki banyak orang yang bisa terbang. Aku sempat melihat beberapa kapal yang bisa terbang di kelompok Qingjie ini. Kita bisa menggunakan itu untuk dijadikan tunggangan udara bagi para penembak kita, khususnya yang memiliki basis kultivasi ranah Raja ke bawa!"
__ADS_1
Lei Wei menganggukkan kepalanya tiga kali mendengar itu. Begitupun dengan Si dan San.
"Rencana yang bagus! Kita bisa menggunakan kapal terbang untuk para penembak dari udara. Dengan Begini tidak hanya mengandalkan Kultivator ranah Suci dan Langit saja!" ucap Si.
"Berapa jumlah kapal terbang di kelompok ini?" tanya Xiao Wang.
"Hmm, kapal terbang baru kami kembangkan dalam dua sampai tiga bulan terakhir, sehingga jumlahnya terbilang sedikit. Ada sekitar dua belas buah kapal di kelompok kami. Apakah ini cukup?"
"Hmm, jumlah itu masih terbilang sedikit. jika pembuatan kapal terbang membutuhkan 4 hari untuk satu buahnya, maka dengan mempekerjakan lima sampai tujuh orang per kapal, maka kita bisa menciptakan enam sampai delapan buah kapal lagi!" ujar Xiao Wang.
"Hmm, benar. Untuk satu kapal terbang saja, cukup hanya dengan mengandalkan empat sampai lima orang saja, dan itu sudah berhasil membuatnya dalam empat sampai lima hari. Aku rasa ini cukup untuk menciptakan delapan buah lagi dalam sebulan!" ucap Lei Wei.
Diskusi itu terus berlanjut hingga beberapa jam. Tidak hanya masalah kapal terbang yang dibahas, namun juga ada beberapa strategi yang dikembangkan oleh Xiao Wang, maupun dikurangi olehnya.
Lei Wei tidak merasa keberatan ataupun terganggu sama sekali dengan ide yang di salurkan oleh Xiao Wang. Karena memang menurutnya yang di katakan oleh Xiao Wang adalah yang paling masuk akal.
Setelah menemukan kesepakatan, Xiao Wang, Xiao Long serta Yin segera pergi meninggalkan taman kota. Tujuan arah mereka adalah pada bangunan tinggi berlantai lima. Namun sebelum itu, Lei Wei, Si, San serta empat orang lainnya memberi hormat pada Tuan Muda baru mereka itu, sebelum Xiao Wang benar-benar meninggalkan mereka.
***
Selama satu minggu, Xiao Wang telah mendapati rekan-rekannya yang mengalami kemajuan dalam pelatihan.
Dimana Qu Zheng telah berhasil melakukan penerobosan hingga ke ranah Langit tahap 9. Xiao Feng menerobos hingga ke ranah Langit tahap 2, Bing Xue Li berhasil menerobos ranah Langit tahap 1, Xiao Fu dan Xiao Mei berhasil melakukan penerobosan hingga ranah Suci tahap 8. Sementara untuk Xiao Yin dan Xiao Ming berhasil mencapai ranah Suci tahap 6.
Memang dalam hal ini yang paling meningkat drastis adalah Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Yin dan Xiao Ming. Hal ini sendiri terjadi karena empat orang itu didukung penuh oleh Xiao Wang.
Xiao Wang ingin rekan-rekannya itu tidak terlalu jauh dalam perbedaan basis Kultivasi. Meski demikian, yang lainnya bukan berarti tidak terlepas dari perhatian Xiao Wang.
Mereka hendak kembali melakukan aktivitas mereka seperti sebelum-sebelumnya yaitu berlatih di bawah tekanan. Tapi pelatihan tersebut tidak berlanjut tatkala dua orang masuk ke dalam hutan melewati portal masuk hutan tersebut.
__ADS_1
Kedua orang ini tidak lain merupakan bagian atau utusan dari kelompok Qingjie.
"Ada apa?" tanya Xiao Wang. Dia yang menghampiri keduanya di depan pintu portal, sebab kedua orang itu yang tidak bisa berjalan di bawah tekanan. Meskipun bisa, namun itu tidak terlalu jauh sebab Kultivasi mereka yang masih berada di bawa ranah Suci. Membiarkan rekan-rekannya lanjut berlatih.
"Tuan Muda... Pemimpin mengirim kami kemari untuk memberitahukan kepada Tuan Muda, bahwa suku Iblis telah datang menyerang. Mereka telah berada seratus meter di luar gerbang. Pesan pemimpin terhadap Tuan Muda untuk segera turun dan menemui Pemimpin!" ucap salah satu utusan tersebut.
"Baiklah... Aku akan segera ke sana!"
Kedua utusan itu sama-sama memberikan hormat kepada Xiao Wang, setelahnya mereka undur diri. Memasuki portal dan menghilang begitu saja.
Xiao Wang menghilang dari tempatnya berdiri, dalam sepersekian detik telah muncul kembali tepat di hadapan Qu Zheng.
"Mari ikut aku!" pinta Xiao Wang.
Qu Zheng yang saat itu tengah berlatih, langsung menghentikan latihannya. Meskipun dia penasaran Mengapa Xiao Wang tiba-tiba saja memanggilnya, namun dia tidak banyak tanya dan hanya mengikutinya.
Xiao Wang dan Qu Zheng melayang dengan cepat, ke arah belakang dan menghampiri Xiao Feng yang saat itu berada beberapa puluh meter di belakang tempat latihan Qu Zheng. Bermaksud untuk mengajak lelaki itu juga.
Satu per satu rekan telah mereka datangi. Tentu saja langsung diajak untuk ikut bersama.
Hingga ketika semuanya telah berkumpul, Xiao Wang pun mulai memberitahu mereka terkait dengan apa yang terjadi.
"Mari kita kembali ke markas kelompok Qingjie!" ucap Xiao Wang langsung pada intinya.
"Mengapa begitu cepat? Bukankah di sini sangat bagus untuk meningkatkan kekuatan kita?!" Qu Zheng mengernyit keheranan. "Apakah ada masalah?" lanjutnya.
"Di luar telah terjadi masalah yang menimpa kelompok Qingjie. Kita harus turun untuk membantu!"
"Masalah?" ucap Xiao Feng dengan intonasi tanya.
__ADS_1
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Lebih baik kita turun untuk melihat langsung."
Semuanya mengangguk mendengar perkataan Xiao Wang tadi. Setelahnya sama-sama bergerak untuk pergi dari sana.