Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 100 ~ Lawan Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Xiao Wang dan Xiao Long bersiap. Keduanya memasang sikap waspada.


Di sisi lain, tampak sosok berjubah merah darah terbang, memisahkan diri dari kelompoknya. Aura yang terpancar darinya begitu kuat, sangat mendominasi. Seolah orang itu memang berniat memamerkan auranya untuk dirasakan oleh semua orang yang hadir di sana.


Dari jubah yang di kenakan saja sudah cukup menjelaskan akan identitas sosok itu, dia berasal dari kelompok Naga Merah. Apalagi simbol yang pendar oleh lampu obor tambah memperkuat identitasnya.


"Hahahah... Kau berada di sini rupanya, Nak. Ketua sudah mencari untuk kembali berduel dengan mu!" Sosok itu berucap dengan suara bas nan serak. "Tapi Ketua tidak ingin terburu-buru dan memilih menahan hasratnya sejenak untuk berduel dengan mu...." Perkataan itu sempat membuat beberapa diantara yang hadir di sana tampak bingung.


Sosok itu melangkah kecil ke depan, lalu dia kembali berseru lantang, "Bagi kalian yang menginginkan anak ini, kami beri kesempatan hingga senja menyongsong esok harinya untuk menyelesaikan urusan kalian dengannya. Dan jika masih belum selesai juga, maka terpaksa kalian yang masih berada di kawasan bukit Rumput Harapan ini akan kami bunuh!" Dia menunjuk Xiao Wang. "Sementara untuk kau, Nak. setelah senja tenggelam esoknya, maka bersiaplah untuk menjadi budak Ketua kami!"


Setelah menyampaikan pesan itu, sosok berjubah tadi lantas terbang dan kembali bergabung dengan rombongannya.


Cukup banyak yang tertegun mendengar kata-kata sosok berjubah itu. Dengan dibolehkannya mereka untuk berurusan dengan Xiao Wang, maka secara tidak langsung sosok itu juga memperbolehkan mereka merebut pedang yang ada di tangan Xiao Wang. Lalu apakah kelompok Naga Merah tidak menginginkannya?


Apapun itu, kesempatan tidak datang dua kali. Bodo amat dengan masalah kelompok Naga merah, terpenting bagi mereka adalah merebut segera pedang Xiao Wang lalu pergi dari sana sejauh mungkin. Takutnya kelompok Naga Merah malah berubah pikiran.


Terlihat kelompok Naga Merah yang telah pergi menjauh. Meski demikian masih banyak pula anggota kelompok yang memilih untuk tetap tinggal. Nyata-nyatanya orang-orang ini juga menginginkan pedang di tangan Xiao Wang. Tentunya mengetahui bahwa pemimpin mereka tidak menginginkan pedang tersebut, mereka sangat antusias dan akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya.


Fajar menyingsing, langit gelap mulai membiru. Orang-orang itu bersiap untuk melancarkan aksinya masing-masing.


"Mari bergerak dan bereskan mereka semua!" ucap Xiao Long. Xiao Wang mengangguk menanggapi itu. Lalu keduanya mulai kembali bertarung. Begitupun juga dengan ratusan orang yang kan mencapai ribuan itu juga telah bergerak mengepung Xiao Wang.


Dua pedang di tangan Xiao Wang menebas udara, membentuk sabit ganda. Energi yang tercipta langsung melesat lurus hingga beberapa meter. Melewati dua puluh tubuh musuh, langsung memotong mereka menjadi dua bagian.


Xiao Wang memilih menggunakan teknik-teknik berpedang yang dia kuasai. Dia juga menyelipkan penggunaan unsur elemen yang berbeda-beda setiap serangannya. Namun, Xiao Wang juga tidak boros energi. Dia memilih menggunakan kekuatan sesuai kadar yang dibutuhkan. Guna tidak terlalu terkuras banyak sehingga ada persiapan saat menghadapi Shi Yifen nantinya.


Sementara untuk Xiao Long sendiri, Naga Magma itu kembali menampilkan aksi ganasnya. Membantai musuh tanpa ampun. Membunuh sadis layaknya seekor naga kelaparan, sangat ganas.

__ADS_1


Dikarenakan yang menyerang kebanyakan ranah Raja Ke bawah, sehingga Xiao Wang dan Xiao Long bisa lebih mudah dalam membantai. Meskipun dalam beberapa serangan, Ranah Raja masih bisa menghindar, tapi tetap saja pada akhirnya mereka akan tetap mati juga.


Meskipun telah banyak korban yang berjatuhan, tapi entah mengapa orang-orang itu seperti tidak ada efek jerah dan terus bersikeras untuk melumpuhkan Xiao Wang.


Pertarungan itu tidak hanya terjadi antara Xiao Wang melawan Kultivator ranah Raja ke bawah saja, melainkan ranah Suci juga ikut andil di sini.


Beberapa orang yang memiliki kultivasi Ranah Ahli dan Lanjutan kini memilih untuk memundurkan diri. Sebab mengetahui jika terus menyerang maka yang akan terjadi mereka hanya akan mengantarkan nyawa saja.


Slash...


Slash...


Slash...


Tubuh Xiao Wang telah bermandikan darah dari lawan yang telah dia bunuh. Tapi saat ini tampaknya Xiao Wang tidak akan semudah sebelumnya dalam membunuh lawan, oleh sebab lawan-lawannya yang mulai bekerja sama. Entah mengapa mereka saat ini telah membuat kerjasama yang cukup baik meskipun berada dalam kelompok yang berbeda-beda.


Ini sudah terhitung belasan jam Xiao Wang bertarung, dan dia membutuhkan dukungan penambahan energi. Untuk Itu Xiao Wang segera bergerak menghindar. Sekedar memulihkan diri. Tapi sepertinya lawan-lawannya itu tidak membiarkan dia pergi begitu saja.


Kesal, Xiao Wang segera melepaskan serangan kuat.


"Amukan Badai Petir!!!"


Sontak saja langit yang semula cerah kini telah berganti menjadi muram. Pagi itu kini telah kembali menggelap, bersama dengan awan yang tiba-tiba saja mengumandangkan gemuruh Guntur yang menggelegar. Tak lama setelahnya, petir yang bertegangan sangat kuat merembes keluar dari pusaran awan yang baru saja terbentuk dan tepat ke arah Pedang Dewa Siluman. Xiao Wang sendiri dalam keadaan melayang di udara menerima petir itu.


Setelah cukup mengumpulkan kekuatan, pedang Dewa Siluman berhenti menerima petir, Lalu Xiao Wang melibaskan–nya datar ke arah orang-orang yang menjadi lawannya.


Sontak saja petir bercabang ganas keluar dari pedang Xiao Wang. Semakin banyak cabang yang terkumpul hingga membentuk pusaran tornado petir.

__ADS_1


Kultivator-kultivator itu juga tidak tinggal diam. Mereka kompak melepaskan jurus mereka masing-masing untuk melawan jurus yang barusan dikeluarkan oleh Xiao Wang.


Duaarrr...


Ledakan yang sangat besar langsung saja tercipta. Menimbulkan guncangan hebat terjadi pada tanah. Disertai dengan kawah besar terbentuk saat itu juga. Mereka yang berada dalam radius wilayah bentrokan ledakan serangan energi tadi akan langsung tersapu jauh.


Puluhan orang yang memiliki kultivasi rendah akan langsung kehilangan nyawa oleh peraduan energi hebat tadi. Sementara yang lain terluka parah maupun ringan.


Memanfaatkan kesempatan itu, Xiao Wang segera mengonsumsi dua buah pil tingkat Langit untuk memulihkan stamina serta kekuatannya. Setelah merasa cukup, dia lantas menghampiri Xiao Long yang saat itu juga telah berhenti menyerang. Beberapa bagian tubuh Naga Magma telah terjadi sayatan yang mengupas kulitnya. Meskipun itu tidak terlalu besar. Namun sayatan itu bisa kembali mengecil dan menutup oleh sebab Naga Magma yang bisa beregenerasi cepat.


Xiao Wang menoleh kearah orang-orang yang semula menjadi lawannya itu. Telah banyak nyawa yang dia bunuh, dan kini aura di tubuhnya juga semakin terasa berbeda. Dia kini tidak ada bedanya dengan aliran hitam yang memiliki aura membunuh pekat. Tapi entah mengapa Xiao Wang merasa kalau aura yang di milikinya ini lebih parah dari aura menbunuh sekalipun.


Memperhatikan para Kultivator itu sepertinya tidak ada niatan untuk kembali melanjutkan pertarungan.


Benar saja, setelah menunggu selama beberapa menit, tidak ada satupun dari mereka yang berniat kembali menyerang.


Xiao Wang menghela napas lega. Pedang Api Matahari dan Pedang Dewa Siluman telah dia simpan dalam cincin ruang miliknya. Setelahnya Xiao Wang menaiki punggung Xiao Long, lalu terbang berniat meninggalkan tempat itu.


Sringg...


Sringg...


Mendadak dua buah rantai panjang melesat dan menghantam sayap Xiao Long. Ujungnya yang runcing namun memiliki empat mata sisi ibarat jangkar kapal itu menebus sayap Naga Magma dan terkait di kulit bagian luarnya.


Keseimbangan Xiao Long Oleng. Begitupun juga dengan Xiao Wang. Naga Magma itu ditarik paksa oleh orang yang melepaskan rantai tersebut. Meskipun menolak, namun Xiao Long pada akhirnya tetap terjatuh.


\=\=\=

__ADS_1


N/A: Akhirnya sampai juga di bab 100. Tinggalkan Like dan Komen guys... :)


__ADS_2