
Saat ini seorang lelaki tengah melayang di udara. Di hadapannya berdiri bangunan-bangunan besar, namun tak ada tanda-tanda kehidupan selain daripada dirinya sendiri.
Selain dari bangunan-bangunan tersebut, banyak pula mayat-mayat yang tergeletak di sembarang tempat.
"Hmm, jika dibiarkan seperti ini, mereka akan membusuk nantinya. Aku harus membakar mereka!" gumam lelaki itu yang tidak lain adalah Xiao Wang.
Namun sebelum dia benar-benar melakukan aksinya, Xiao Wang berinsiatif untuk menjarah harta kelompok Zhizao. Mengingat kelompok ini terbilang besar, tidak mungkin tidak memiliki banyak harta bersama mereka.
Memeriksa setiap bangunan yang ada di dalam pusat markas, hingga Xiao Wang menemukan satu ruangan yang merupakan tempat penyimpanan harta.
Didalamnya terdapat banyak gunungan koin emas yang berkilauan. Selain itu juga terdapat banyak sekali sumberdaya pelatihan, semuanya memiliki kualitas tingkat tinggi.
Dengan ini, bukankah dia tidak perlu lagi menghasilkan sumberdaya, ataupun meramu pil untuk waktu yang cukup lama?
Setelah memindahkan semuanya ke dalam cincin ruang, Xiao Wang beranjak ke arah mayat-mayat yang bergelimpangan. Tak membiarkan satu harta pun luput dari jarahannya. Cincin ruang dari semua orang dia ambil.
Setelah merasa sudah selesai, Xiao Wang kemudian mengeluarkan teknik apinya.
Kedua tangan memancarkan energi Qi panas, lalu berubah menjadi api. Xiao Wang menaikkan temperatur api di tangannya, membentuk seekor Burung kecil, yang membawa intensitas api yang sangat besar di tubuh burung tersebut.
Burung itu terbang meninggalkan tangan Xiao Wang.
"Led—!" Belum sempat Xiao Wang meledakkan burung itu, mendadak Xiao Long bersuara.
"Berhenti, Nak. Kau jangan melupakan aku!"
Xiao Long keluar langsung dari kening Xiao Wang. Tanpa banyak bicara, Naga itu langsung membuka mulutnya lebar.
Whush.....
Tubuh-tubuh tak berjiwa yang tengah tergeletak itu perlahan berubah menjadi debu-debu halus yang langsung masuk ke dalam mulutnya.
Sementara Xiao Wang sendiri hanya bisa melihat itu tanpa berniat berkata lebih banyak. Burung api yang dia ciptakan dari intensitas api miliknya telah menghilang, menjadi debu-debu jingga yang langsung masuk kembali ke dalam tubuhnya.
__ADS_1
Selang beberapa saat, akhirnya Xiao Long berhasil menyerap semua tubuh itu. Kini dirinya mengalami banyak sekali peningkatan kekuatan, meskipun belum cukup menerobos tingkat selanjutnya.
Xiao Wang kemudian melepaskan bola energi kecil dari jarinya. Baru setelahnya, dia dan Xiao Long lantas pergi dari sana. Menemui Xiao Feng serta rekan yang lain. Hanya dengan merasakan jejak auranya saja, Xiao Wang serta Xiao Long telah menemui mereka.
Sementara itu, bola energi tadi mendadak membesar.
Duarrr....
Ledakan dahsyat terjadi, ibarat atom yang menghantam satu kota. Kota tersebut kini telah hancur dalam hitungan detik, rata dengan tanah. Tak hanya itu dampak dari ledakan tadi merembes hingga menghancurkan Array Pelindung yang mengelilingi kota.
"Apakah kalian sudah lama menunggu?" tanya Xiao Wang setelah sampai.
"Tidak juga!" San menjawab pertanyaan itu.
"Oh ya, Wang'er! Bagaimana dengan orang-orang di kota itu?" tanya Xiao Feng.
"Tenggelam oleh tanah!" Xiao Wang menjawab singkat.
San dan Si sempat tercengang mendengar itu. Meskipun telah melihat sendiri bagaimana hebatnya kekuatan Xiao Wang, tapi tetap saja bagi keduanya sulit untuk memercayai ini. Apalagi diantara puluhan orang arah langit kelompok Zhizao terdapat seorang Kultivator ranah Langit tahap puncak.
"Nak, apakah kau mau mengikuti kami kembali ke kelompok Qingjie?" tanya San, Si menganggukkan kepala tampak mendukung penuh ajakan tersebut.
Berpikir selama beberapa detik, Xiao Wang lalu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah... Mari kita ke sana sekarang!"
Sebelum berangkat, terlebih dahulu Xiao Wang memberi masing-masing dari rekan-rekannya serta orang dari sekte Lotus Es tersisa pil untuk memulihkan Kekuatan mereka hingga dalam kondisi prima.
Memulai perjalanan dengan melewati jalur udara. Tubuh Xiao Long membesar sehingga tidak sulit untuk menampung mereka semua yang berjumlah 12 orang itu.
Melesat dengan kecepatan tinggi, sampai di tengah perjalanan mereka sempat di tahan oleh seseorang yang memancarkan kekuatan kuat.
Orang tersebut memiliki basis kultivasi puncak ranah Langit. Dengan percaya dirinya menahan laju terbang Xiao Long.
__ADS_1
"Hahaha... sudah ku bilang ke mana pun kalian pergi, jiwa kalian telah menetap dan terikat dengan suku kami. Kalian tidak akan bisa lari!" ucap orang tersebut.
Xiao Wang serta yang lainnya mengenali orang tersebut sebagai orang tua dari suku Zhun. Selain dari orang tua itu, terdapat puluhan anggota suku Zhun tengah menunggu di bawah sana.
"Hmm, bagaimana jika jiwa kalian yang malah akan terikat dengan ku?" Xiao Wang berucap sinis.
"Cih, bahkan dalam pertarungan terakhir, kau melarikan diri."
"Hari itu dan sekarang sudah berbeda ... Baiklah, mari aku tunjukkan kepadamu!"
Xiao Wang melayang dari punggung Xiao Long. Berhadapan dengan orang tua suku Zhun.
"Ilusi Penarik Jiwa!" ucap Xiao Wang dengan dingin.
Tepat setelah perkataan itu selesai terucap, orang tua tersebut malah mematung. Lalu dalam hitungan menit, telah menghilang menjadi debu.
Jiwanya telah menjadi milik Xiao Wang sementara untuk raganya langsung diserap oleh Xiao Long.
"Nak, sekarang kekuatan ilusi–mu telah meningkat banyak. Jiwa-jiwa itu telah menjadi budak dalam alam ilusi milik mu. Namun seiring dengan pertambahan jiwa yang kau jadikan sebagai penghuni alam ilusi, maka saat itulah keterampilan ilusi mu akan meningkat pesat. Bahkan bisa menyetarai tingkat Dewa!" Suara seseorang terdengar dari dalam kepala Xiao Wang. Yakin itu bukanlah Xiao Long, melainkan dari Yin.
"Um, aku mengerti!"
Xiao Wang juga menyadari akan hal itu. Mungkin ini juga ada kaitannya dengan keterampilan yang dia pelajari dari kitab milik Pengintai Ilusi.
Lalu dia beralih melihat anggota suku Zhun yang ada di bawah sana. Mereka tampak ketakutan melihat orang tua suku Zhun yang merupakan terkuat di Kelompok mereka itu malah mati dalam hitungan menit di tangan Xiao Wang.
Membiarkan orang-orang suku Zhun tersebut, Xiao Wang kembali menaiki punggung Xiao Long. Lalu perjalanan kembali dilanjutkan.
"Oh ya. Long, Yin ... kalian berdua tampaknya sudah sangat akrab sekarang!" ujar Xiao Wang melalui batin. Tentu saja perkataan itupun ditujukan untuk Xiao Long dan Yin.
"Cih, kau tau apa?!" Yin berkata ketus. Sementara Xiao Long hanya memasang ekspresi datar. Memang sebelumnya energi Yang dalam tubuh Xiao Long merespons kehadiran Yin. Sehingga Xiao Long berani menempat di kening Xiao Wang sebelumnya. Selain itu, seperti yang telah disebutkan oleh Xiao Wang tadi, baik Xiao Long maupun Yin, mereka sudah akrab.
Melanjutkan perjalanan beberapa saat, mereka pun sampai di kediaman kelompok Qingjie.
__ADS_1
Tidak berbeda jauh dengan kediaman kelompok Zhizao, namun keberadaan kelompok ini tidak tersembunyi.