
Kembali menunjukkan suatu pergerakan. Kali ini dua orang bertudung tersebut melakukan suatu gerakan rumit. Tampaknya Meraka akan menggunakan kombinasi serangan gabungan.
Tubuh mereka berdua memancarkan aura yang sama. Meski terdapat dua orang, tapi keduanya terlihat satu.
Xiao Du serta yang lainnya saling berpandangan, sebelum mereka sama-sama menganggukkan kepala pertanda untuk kembali bergerak menyerang.
Whush....
Splash....
Libasan pedang tajam datang dari arah samping, wanita bertudung menghindari pedang tersebut dan bertukar tempat dengan lelaki.
Sringgg....
Pedang tersebut langsung di tepis dengan keras, hingga membuat pemilik pedang yang mengendalikan pedang tersebut harus dibuat terdorong beberapa langkah.
Terus menerus menyerang dengan bergantian tanpa henti, dan untuk kedua kalinya jarak tercipta.
Dua orang bertudung lantas melepaskan aura merah darah dari tubuh mereka. Bersamaan dengan kekuatan jiwa yang menyebar begitu besar.
Xiao Feng serta yang lainnya yang merasakan kekuatan jiwa yang ganas menyala mereka tidak bisa untuk tidak bergidik. Ini menusuk seolah ke mental mereka, meskipun kekuatan jiwa tersebut belum digunakan untuk menyerang.
Keduanya mulai kembali menunjukkan suatu pergerakan, sama-sama melakukan segel tangan rumit.
"Jiwa Darah Iblis!" keduanya berucap dengan sangat dingin.
Kekuatan mental ganas berbaur dengan aura merah darah yang tak kalah ganasnya kini menyatu di belakang kedua orang itu. Membentuk sosok iblis yang haus akan darah.
Tampak pula sebuah segel pola kuno di bawah kaki dua orang bertudung tersebut.
Iblis tersebut menyemburkan asap merah di dua lubang hidungnya. Sorot mata merah menyala menatap ke arah Xiao Feng serta yang lainnya.
Mendapatkan tatapan seperti itu, sontak saja membuat jiwa dari Xiao Feng serta yang lainnya tergetar. Mereka seperti baru saja melihat sosok raja neraka yang siap menyiksa mereka dengan siksaan pedih.
Sebenarnya bukan lah kehadiran sosok iblis itu yang membuat rekan-rekan Xiao Wang bergetar, melainkan karena kekuatan mental kuat yang mempengaruhi mental rekan-rekan Xiao Wang tersebut sehingga mereka merasakan ketakutan dengan tubuh yang bergetar.
Dua orang bertudung yang tengah berpijak pada pola segel kuno tersebut segera mengendalikan iblis itu untuk menyerang enam orang tersebut.
Sekilas tampak mata si iblis yang memancarkan cahaya merah terang, setelah redup, iblis tersebut telah menghilang dari tempatnya.
__ADS_1
Xiao Feng , Bing Xue Li, Xiao Ming, Xiao Fu, Xiao Yin serta Xiao Mei langsung mengambil sikap waspada.
Srmpp...
Iblis tersebut mendadak muncul di belakang mereka, siap melancarkan serangan telak yang mengandung kekuatan sangat besar.
whush....
Baammm...
Sebelum serangan itu berhasil mengenai Xiao Feng serta lima orang lainnya, mendadak terjadi ledakan yang memaksa iblis itu terdorong mundur ke belakang.
Baamm...
Setelah ledakan tersebut, tampak seorang lelaki yang berdiri di atas udara membelakangi Xiao Feng , Xiao Ming, Xiao Yin, Xiao Fu, Xiao Mei serta Bing Xue Li.
Lelaki itu sendiri tidak mengenakan pakaian bagian atas, memamerkan badannya yang bagus disertai dengan tatto belatung di punggungnya.
Tidak lain dan tidak bukan dia adalah Qu Zheng.
Iblis tersebut tidak berhenti sampai di sana. Kembali bergerak kala dua orang bertudung kembali mengendalikan iblis itu untuk menyerang Qu Zheng.
Whush...
Slash....
Slash...
Slash....
Baammm....
Belum sampai sepuluh detik, Iblis tersebut telah meledak saat Qu Zheng melakukan beberapa tebasan dekat sekaligus. Bahkan aksi Qu Zheng dalam menebas tadi begitu cepat, tampan seperti Qu Zheng hanya melesat dan melewati iblis tersebut. Dan tepat setelah Qu Zheng membelakangi Iblis, mendadak ledakan terjadi pada iblis tersebut bersamaan dengan kehancuran nya.
Sementara untuk dua orang yang tengah mengendalikan iblis tersebut dibuat terdorong mundur oleh efek kehancuran iblis mereka.
Sama-sama memuntahkan darah segar dari mulut mereka.
"Sialan... Dia begitu kuat!" ucap Si wanita bertudung mengakui kehebatan Qu Zheng.
__ADS_1
"Kita tidak bisa terus berada di sini! Lebih baik kita kembali kembali ke markas dan melaporkan ini!" Lelaki yang telah kehilangan sebelah lengannya berkata dan di angguki oleh Wanita tersebut.
Keduanya sepakat untuk menggunakan teknik rahasia kelompok Naga Merah untuk melarikan diri.
"Kalian sudah menghabiskan banyak sekali tenaga di sini, mengapa repot-repot untuk kembali?"
Xiao Wang tiba-tiba saja berjalan mendekati keduanya.
Tentu saja kehadiran Xiao Wang di sisi mereka itu begitu mengagetkan keduanya. Kapan dia berada di sana? Bahkan tak ada yang menyadari akan kehadiran Xiao Wang itu. Padahal beberapa saat yang lalu dia masih berdiri di istana kerajaan Api bersama dengan Raja Api serta yang lainnya.
Semula kaget, namun si lelaki bertudung kemudian menyunggingkan seringai licik.
"Cih, kau siapa? Berharap kami tetap berada di sini? Hahahah.... Kau bahkan tidak bisa menghentikan kami untuk pergi saat ini!" ucap Lelaki bertudung yang tampaknya masih meremehkan kekuatan Xiao Wang dalam memuji teknik rahasia mereka sendiri.
Xiao Wang tidak langsung menanggapi perkataan itu. Dia masalah memasang senyum samar di wajahnya. Tindakan tidak segera dia ambil, melainkan membiarkan dua orang bertudung itu melakukan aksi melarikan diri mereka.
Saling menatap sejenak, sebelum sama-sama menganggukkan kepala masing-masing. Mereka berdua kemudian melakukan suatu segel tangan.
Setelah teknik rahasia terpasang, keduanya hendak menghilang.
Deg...
Mendadak keduanya membulatkan mata. Terdiam layaknya patung dengan ekspresi buruk.
Dalam hitungan detik, tubuh keduanya telah ambruk di tanah dengan otak yang hancur.
Xiao Wang melihat kedua mayat itu sejenak, sebelum beralih meninggalkan keduanya begitu saja.
Xiao Shan serta murid-muridnya, Bing Xue Li serta Qu Zheng sendiri yang melihat dua orang itu mati begitu saja merasa sedikit penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Xiao Wang terhadap dua orang. Pasalnya tidak terlihat sedikitpun pergerakan mencurigakan yang ditunjukkan oleh Xiao Wang tadi.
Penyebab kedua orang itu mati dalam keadaan menggemaskan sendiri oleh sebab Kekuatan mental yang dikombinasikan dengan ilusi milik Xiao Wang diarahkan pada dua orang itu. Sehingga kondisi mereka berdua yang begitu mengenaskan dengan otak hancur telah merembes keluar disela tulang tengkorak yang telah pecah.
Dua cincin ruang yang terpasang di jari kedua orang bertudung tadi mendadak menghilang begitu saja. Itu sendiri disebabkan karena mereka telah berpindah ke dalam cincin ruang Xiao Wang.
Xiao Wang berjalan meninggalkan kedua orang itu. Namun dalam selangkah, dia telah menghilang dan muncul kembali tepat di hadapan Raja Rou.
Tampak kedua mata Raja Rou tidak bisa berpaling dari mayat dua orang itu. Meskipun jarak antara dirinya dan kedua orang bertudung tadi cukup jauh, namun cukup jelas dia bisa melihat bagaimana kondisi yang dialami oleh dua orang itu. Memangsa saat terjadi pertarungan, dia sempat keluar dari istana untuk melihat akan bagaimana jalannya pertarungan.
"Apakah Yang Mulia belum puas dengan memandangi dua mayat itu?" Pertanyaan Xiao Wang langsung membuyarkan perhatian Raja Rou. Sejenak lelaki itu kaget dan saat melihat Xiao Wang tiba-tiba saja berada di hadapannya tubuhnya dengan sendiri mengeluarkan refleks mundur. Sepertinya instingnya mengatakan ancaman bisa datang dari Xiao Wang.
__ADS_1