Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 63 ~ Babak Semifinal Dimulai


__ADS_3

Xiao Wang berjalan menuju istana kekaisaran, tepatnya kediaman khusu klan Xiao dia mengarah. Sepanjang perjalanan, pikirannya tidak bisa tenang. memikirkan akan perkataan dari kakek tua yang barusan di temui.


"Konflik yang terjadi terhadap ayah serta ibu ada kaitannya dengan tiga kelompok, yaitu Kekaisaran Han, Kekaisaran Wei dan Kelompok Naga Merah. Bermula dari kelompok Naga Merah yang memberontak dan merugikan banyak pihak, lalu pertempuran antara kelompok tersebut dengan pihak kekaisaran. Ayah yang tidak bisa diam saja datang untuk membantu dan memukul mundur kelompok Naga Merah. Namun masalah lain datang setelahnya, yaitu Kekaisaran Wei memanfaatkan momen kekaisaran Han yang masih lemah akibat bentrokan yang terjadi, untuk menyerang.


Meskipun ayah merupakan Kultivator nomor satu Kekaisaran Han dengan Kultivasi ranah Langit, tapi bukan berarti Kultivator yang berada di urutan nomor 2 tidak lebih hebat dari ayah. Lantas mengapa harus ayah yang harus menyerahkan dirinya? Bukankah Kekaisaran Wei banyak orang-orang hebat di ranah Langit?" pikir Xiao Wang sembari terus melangkah.


Setelahnya Xiao Wang menghentikan langkahnya.


"Entah mengapa ada aku merasa ada informasi yang masih tersembunyi!" gumam Xiao Wang.


"Ya, lagipula kakek tua itu juga mengatakan bahwa dia tidak tahu kejelasannya..." ucap Xiao Long.


"Benar. Tapi konflik ini bermula dari kelompok Naga Merah. Mereka yang memulai perang, hingga sampai berakibat dengan keterlibatan kekaisaran Tetangga."


"Ya, besok adalah partai final, tidak mungkin tidak akan terjadi kekacauan. Bahkan pertandingan tadi saja sudah banyak orang-orang ber–aura gelap dengan niat membunuh besar! Aku yakin biang masalah juga berasal dari kelompok yang sama."


Xiao Wang telah sampai di kediaman khusus klan Xiao.


"Saudara Wang!!" Xiao Fu memanggil lelaki itu.


Xiao Wang menengok ke arah sumber suara, dapat dia lihat tiga orang yang merupakan Xiao Fu, Xiao Die dan Xiao Mei. Tak tampak Xiao Lei di sana. Dia berjalan menghampiri ketiga orang itu. Xiao wang sendiri tidak mempertanyakan akan keberadaan Xiao Lei karena di tahu apa yang di lakukan oleh Lelaki itu. Entah ketiga orang ini mulai mencurigai Xiao Lei ataukah tidak.


"Besok adalah partai final, kau beristirahatlah dengan baik. Jangan sampai lelah dan berakhir dengan tampil tidak dalam kondisi prima!" ucap Xiao Die.


Xiao Wang sedikit heran, mengapa pria itu tidak mempertanyakan ataupun membahas masalah yang sebelumnya terjadi di aula pertandingan.


"Aku mengerti, Penatua." Xiao Wang menganggukkan kepalanya.


"Mari menyantap hidangan-hidangan ini terlebih dahulu. Baru setelah itu kau pergi beristirahat."


Xiao Wang duduk dan bergabung dengan mereka. Terlepas dari kejadian yang tengah terjadi beberapa saat yang lalu, keempat orang itu menghabiskan makanan dengan tanpa ada rasa canggung. Hal itu sendiri tidak terlepas dari peran Xiao Die yang selalu mencarikan suasana.


Xiao Die tampaknya tidak memusingkan hal itu, sebab yang terpenting baginya adalah, klan Xiao telah mengirim perwakilannya di partai final. Bahkan dia meyakini Xiao Wang berpeluang mendapatkan juara di babak final nanti.


Selang beberapa saat, aksi makan itu selesai.


"Penatua, dimana Penatua Lei? Mengapa dia belum juga muncul?" tanya Xiao Fu.

__ADS_1


"Hmm, dia ada janji dengan Jenderal ke 12. Sedikit lagi akan kembali!" jawab Xiao Die.


"Penatua, apakah penatua tidak merasakan adanya sesuatu yang mengganjal?" Xiao Wang mulai memancing pembicaraan.


Terdiam sejenak, Xiao Die kemudian menjawab, "Sebenarnya aku juga merasakan adanya keanehan, semenjak pertandingan banyak orang-orang yang memancarkan aura gelap dengan niat membunuh tersembunyi. Aku curiga ada konspirasi tertentu yang direncanakan oleh kelompok tertentu untuk mengacaukan Turnamen ini!"


Xiao Wang mengangguk.


"Jika demikian, bukankah berbahaya jika kita tetap berada di sini?" ucap Xiao Mei dengan intonasi khawatir.


"Apapun itu, kita harus tetap waspada. Setelah pertandingan berakhir, kita akan langsung kembali ke klan. Tak peduli dengan konflik yang terjadi di sini nantinya!" Xiao Die menenangkan mereka.


Tak lama setelahnya, Xiao Lei datang. Mereka terlibat perbincangan sesaat sebelum Xiao Wang dan yang lainnya kembali ke kamar mereka masing-masing.


"Xiao Long, apakah kau bisa memasang Array pada ruang kamar ini. Aku akan melakukan pelatihan penuh, dan tak ingin latihan ku ini diketahui oleh orang-orang,"


"Tentu saja bisa!"


Whush...


Mendadak tercipta energi merah terang transparan yang mengelilingi Xiao Wang. Energi tersebut meluas hingga menyesuaikan dengan ukuran kamar Xiao Wang.


Sebelum memulai proses latihan itu, Xiao Wang terpikirkan akan cincin ruang ayahnya pemberian kakek tua tadi.


"Aku penasaran dengan benda yang ada dalam cincin ruang ini."


Tanpa pikir panjang dia mencoba untuk mengeluarkan isi di dalamnya. Tapi dia tidak bisa.


"Nak, kau perlu meneteskan darah mu padanya untuk membuka dan melihat isinya."


Dia lantas melakukan seperti apa yang di katakan oleh Xiao Long tadi.


Benar saja, setelah darah Xiao Wang terjatuh pada mata cincin, mendadak cincin tersebut mengeluarkan cahaya merah. Tapi hanya sesaat. Cahaya itu redup. Dia lantas mengeluarkan apa isi di dalamnya.


Tidak banyak yang bisa dia peroleh. Hanya ada beberapa benda yang sama tapai dengan jumlah sangat banyak, namun beberapa diantaranya tak Xiao Wang kenali.


Hanya pil tingkat Tinggi, kemudian ada beberapa tanaman herbal, koin emas, Senjata tingkat Bumi kelas 3 sampai Senjata tingkat Alam kelas 1. Kristal roh dari binatang buas maupun siluman, dan terakhir adalah kitab tingkat tinggi. Hanya benda-benda itu yang Xiao Wang kenali. Selebihnya dia tidak tahu nama serta kegunaan dari benda yang lain.

__ADS_1


Meski demikian, jumlah dari benda-benda yang dia ketahui tadi bukan hanya puluhan melainkan ratusan, bisa menjadi ribuan dan ratus ribu. Bahkan Xiao Wang tidak mengeluarkan semuanya.


"Artefak surgawi. Tungku Naga Api, Ginseng Darah Naga, Pil Matahari. Nak, ini adalah harta yang sangat berharga. Mungkin ini yang di maksud oleh ayahmu, bahwa benda-benda ini yang akan menimbulkan bahaya jika di ketahui oleh orang lain. Kau beruntung bisa mendapatkannya. Dan tentu saja kau juga akan sial jika ada yang mengetahui benda-benda ini ada bersama mu. Mereka akan membunuhmu, bahkan rekanmu sendiri, demi mendapatkan salah satunya."


Xiao Wang menoleh ke arah benda-benda yang dimaksud oleh Xiao Long. Memang masing-masing dari mereka memancarkan aura yang tidak biasa.


Dia tertarik kepada artefak Surgawi itu.


Mengetahui bagaimana yang dipikirkan oleh lelaki itu, Xiao Long lantas menjawab tanpa diminta.


"Itu adalah artefak Surgawi. Banyak orang yang mencarinya, tidak hanya di dunia ini, melainkan juga dunia lain. Memang ada beberapa artefak yang sama di setiap dunia berbeda. Fungsinya sendiri yaitu untuk membuka dimensi Kekuatan Tanpa Batas. Di dalam dimensi ini seseorang bisa berlatih Kultivasi Hingga sampai ke ranah tertentu. Bahkan bisa langsung menjadi Dewa."


Mendengar itu, Xiao Wang merasa semakin tertarik. Fungsinya sangatlah besar, bahkan dia bisa menjadi dewa jika membuka dimensi tersebut.


Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah tungku yang memancarkan aura kuat itu. Kualitas tungku ini sendiri begitu jauh di atas tungku yang dia dapatkan dari anggota Naga Merah yang dia bunuh beberapa waktu lalu.


"Apakah ayah juga seorang alikimia sehingga memiliki tungku ini bersamanya!"


"Bisa jadi... Nanti saja kau pikirkan Masalah itu serta benda-benda yang lain. Terpenting saat ini adalah, tingkatkan dahulu kultivasi–mu. Dengan pil, tanaman, kristal roh serta beberapa atribut lain dengan kualitas tingkat tinggi ini, seharusnya tidak masalah bagimu untuk menerobos dua sampai tiga tahapan sekaligus malam ini. Itupun kalau prosesnya berjalan mulus."


Barang-barang yang tidak dibutuhkan segera dia masukkan ke dalam cincin ruang miliknya. Setelah itu mulai berkultivasi.


Satu per satu dari benda-benda penunjang Kultivasi itu diserap. Melakukan proses tersebut hingga fajar menyongsong. Baru Xiao Wang menghentikan Kultivasinya.


Xiao Wang menghentikan aksinya saat langit telah berganti cerah.


Selama proses Kultivasi tadi, tubuh Xiao Wang mengelurkan tiga kali ledakan, menandakan tiga tahapan pula telah dia lewati. Dari yang tadinya di tanah Ahli tahap 5 sekarang naik hingga ranah Ahli tahap 8.


"Ini benar-benar hebat. Aku bahkan bisa menerobos 3 tahapan sekaligus dalam semalam!" gumam Xiao Wang senang.


"Itu karena kau masih berada di ranah rendah. Kalau semakin tinggi tingkat Kultivasi mu, maka akan Semakin lama dan sulit pula untuk menerobos, kecuali dalam kondisi tertentu."


Xiao Wang mengangguk tanda mengerti. Dia kemudian meminta Xiao Long untuk menonaktifkan kembali array pelindung. Setelah itu, berjalan keluar dari kamar.


Pertandingan semifinal antar generasi akan segera di mulai. Suasana yang semakin ramai dari hari kemarin. Bangku penonton yang terbilang banyak itu tidak cukup menampung para penonton yang hadir. Sehingga banyak dari mereka mengambil posisi berdiri dan saling berdesakan.


Xiao Wang memperhatikan para penonton itu. Dibanding dengan hari kemarin, hari ini Xiao Wang bisa merasakan niat membunuh pekat semakin banyak, hingga berpengaruh pada tekanan udara sekitar.

__ADS_1


Entah pertandingan akan sampai di puncak ataukah justru berhenti di tengah jalan.


Tidak hanya itu, Xiao Wang juga melihat penjagaan di sini semakin diperketat. Chen Xue melompat kearah panggung. Dia lantas mengeluarkan aura dominasinya, sehingga membuat suasana yang semula tampak tegang, kini bertambah tegang pula.


__ADS_2