Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 44 ~ Pembunuh Yang Dibunuh


__ADS_3

Xiao Wang berlari mengikuti seseorang mencurigakan. Membawanya hingga keluar dari desa Temu Dagang.


Sebelum jaraknya lebih jauh lagi dengan desa tersebut, Xiao Wang berinsiatif untuk mempercepat langkah dan menyusul orang itu.


Memegangi pundaknya, tak ingin membiarkan dia terus berlari. Orang tersebut bergerak agresif dengan melibaskan pisau tajam ke arah tangan Xiao Wang yang memegangi pundaknya itu.


Whush...


Pisau melesat hanya memotong udara kosong. Tapi orang tersebut tidak diam saja. Kembali dia menyerang Xiao Wang dengan membabi buta. Meski demikian, tetap saja serangannya itu tajam serta mematikan.


Xiao Wang meladeni pria itu beberapa saat, Setelah berhasil membaca situasi, dia lantas mempercepat gerakannya. Memaksa pria tersebut dalam keadaan tidak di untungkan. Hingga Xiao Wang bisa dengan muda melumpuhkannya.


"Katakan... Apa tujuanmu?" ucap Xiao Wang mengancam pria itu.


Lelaki itu memasang senyum sinis sesaat. "Tentu saja membunuhmu!"


Tepat setelah mengatakan itu, lelaki tadi melempar sesuatu yang menyebar membentuk kabut merah darah. Sontak saja Xiao Wang bergerak mundur. Melibas-libaskan tangannya untuk menghilangkan kabut merah itu.


Berpikir bahwa lelaki tersebut akan melarikan diri, namun nyatanya lelaki itu masih saja di tempatnya sembari memperhatikan Xiao Wang.


"Nak, kabut itu bukan kabut biasa!" Xiao Long berucap di dalam kepala Xiao Wang.


"Maksudmu, kabut ini mengandung racun? Tapi kenapa aku tidak merasakan adanya senyawa yang mengandung bahan racun bersama kabut ini?" balas Xiao Wang.


"Bukan itu, melainkan hal lain. Kabut ini akan menyebar dengan cepat di udara, dan mengundang kedatangan orang-orang lain. Dalam kata lain, kabut ini merupakan kode rahasia bagi kelompok ini!"


"Hmm, seperti itu!"


Xiao Wang melakukan segel tangan.


"Semilir Angin Penghapus Badai!!!"


Tiba-tiba saja tercipta tornado kecil dengan tinggi sekitar satu meter. Berputar-putar cepat, menyedot semua kabut merah hingga tak menyisakan sisa. Setelahnya tornado kecil tadi menghilang begitu saja.


Sontak saja melihat kabut merah darah yang dia buat tadi menghilang begitu saja, membuat pria tadi tersentak tak percaya.


"Apa yang terjadi? Mengapa kabut menghilang?! Sihir apa yang kau gunakan hah?" pria itu berkata dengan intonasi di tekan, tapi juga tampak sedikit gentar.


"Jangan pikir aku bodoh dengan trik kecilmu itu. Sebaiknya kau katakan siapa yg menyuruh mu untuk membunuhku. Mungkin aku masih akan melepaskan mu!" Xiao Wang maju selangkah demi selangkah, mendekati pria tersebut.


Melihat Target yang di bunuh malah bergerak hendak membunuhnya balik, pria itu seketika panik. Refleks kakinya melangkah mundur.


Xiao Wang semakin dekat. Pria tadi mengucurkan keringat dingin. Jika belum datang pertolongan, mungkin nasibnya tidak akan baik malam ini.


Whush...


Whush...

__ADS_1


Whush...


Melihat orang-orang mulai bermunculan di belakang Xiao Wang, pria tadi yang semula ketakutan kini memasang seringai jahat.


"Hahaha... Kau mau berbuat apa sekarang? Kau telah di kepung dan tak akan mungkin bisa melarikan diri lagi. Hahaha...!" Pria tadi berbicara dengan nada sinis sekaligus di selingi oleh tawa remeh.


Tapi Xiao Wang bukannya takut, dia malah membalas dengan menampakkan seringai mengerikan.


"Hanya sekumpulan semut ranah Lanjutan berani menggertak ku!"


Bukk...


Tepat setelah mengatakan itu, Xiao Wang melancarkan tinjunya ke arah pria


tadi. Tanpa energi Qi namun cukup menghempaskan–nya jauh menabrak batu besar. Yakin dan percaya nyawanya tidak akan bertahan lama jika tidak segera di tolong.


Tangan yang masih terkepal setelah meninju lelaki tadi, Xiao Wang memperhatikannya sesaat. Baru setelahnya dia membalikkan badan.


"Majulah.. Aku beri kalian kesempatan untuk menyerang lebih dulu!" tantangnya pada orang-orang yang mengelilinginya.


"Cih, kau sangat sombong, Nak. Aku jadi tidak sabar untuk mencincang tubuhmu dan memberikannya kepada Anj*ng-Anj*ng ku." Pria yang memiliki kultivasi Ranah Lanjutan tahap 7 berkata. Setelahnya dia memerintahkan orang-orang di belakangnya untuk maju membunuh Xiao Wang.


Ada sekitar tiga puluh orang yang mengelilingi Xiao wang malam itu. Mereka semua maju serempak ke arah Xiao yang, dengan pedang yang terhunus, siap memotong-motong tubuh Xiao Wang.


"Hiyyaahh..."


"Hiyyaahh..."


"Hiyyaahh..."


Teriakan yang sama di lontarkan oleh mereka semua. Maju menyerang Xiao Wang. Sayang belum juga semua orang sampai menyentuh tubuh Xiao Wang, terlebih dahulu mereka dibuat tidak bergerak.


Xiao Wang menarik senyum miring.


"Ilusi Hujan Kelelawar Hantu!" ucap Xiao wang pelan.


Dalam sedetik, tempat itu kini telah berganti menjadi dunia lain. Dengan latar merah darah. Semua makhluk yang ada di dunia tersebut tidak lebih hanya sebuah siluet hitam. Hal itu sendiri langsung membuat orang-orang yang berniat menyerang Xiao Wang tadi, kini kebingungan kala mendapati mereka telah berada di tempat berbeda.


"Apa-apaan ini? Mengapa kita berada di sini! Tempat apa ini?" ucap salah atau dari mereka. Namun tidak ada tanggapan dari yang lain sebab mereka juga sama bingungnya dengan dia.


"Aku mungkin bisa melepaskan kalian, namun dengan syarat. Kalian memberitahu ku akan siapa yang menyuruh kalian untuk membunuhku?!"


Ucapan menggema tiba-tiba saja terdengar di dunia itu. Dan semuanya mendengar dengan begitu jelas. Namun tidak ada yang memberikan jawaban terkait dengan pertanyaan yang diucapkan oleh suara menggema tadi.


Tak lama setelahnya, muncul ribuan kelelawar hantu yang turun dari langit. Semuanya bergerak cepat ke bawah dan menyerang orang-orang tersebut.


Dengan begitu ganas, mereka menggigit tiga puluh orang itu. Tanpa ada perlawanan berarti, dan berakhir dengan mati mengenaskan. Kulit serta daging mereka telah rusak oleh gigitan ribuan kelelawar. Hanya menyisakan tulangnya saja.

__ADS_1


-


Xiao Wang yang tengah memejamkan matanya, tiba-tiba saja memasang wajah suram. Kedua matanya mendadak dia buka.


"Oeekk!" Dia hendak muntah, tapi tidak ada yang keluar dari mulutnya. Pemandangan di alam Ilusi begitu mengaduk-aduk isi perutnya. Meskipun sebelumnya dia sudah membunuh orang, tapi pemandangan kali ini lebih mengerikan daripada membunuh secara normal.


Tak butuh waktu lama bagi Xiao Wang untuk mengendalikan dirinya dari rasa muntah.


"Aku harus terbiasa. Pemandangan ini pasti akan sering aku lihat kedepannya."


Setelah mengatakan itu dia melihat tiga puluh tubuh tak bernyawa yang tergeletak di tanah. Jiwa mereka telah hancur saat di alam ilusi tadi.


"Jangan pernah berpikir untuk kabur begitu saja!" ucap Xiao Wang secara serentak. Membuat seseorang yang bersembunyi sejak tadi tersentak kaget. Dia yang berniat hendak melarikan diri pun mengurungkan niatnya.


"Apakah aku ketahuan?" gumamnya setengah berbisik. Lalu dia mengintip ke arah dimana Xiao Wang berada. Tapi dia tidak lagi menemukan keberadaannya di sana. Membuat orang itu bertanya-tanya.


"Aku bisa melepaskan mu asalkan kau memberitahuku siapa yang telah membayar kalian untuk membunuhku!" Xiao Wang kini telah berada di hadapan orang itu.


Bagaimana melihat hantu di siang bolong. Orang itu sontak melompat kaget.


"Kau pikir aku akan memberitahumu? Bahkan dalam mimpimu pun aku tidak akan!" orang tersebut harus maju menyerang Xiao Wang.


"Cih, tidak ada guna."


Hanya dengan sekali hantaman tapak di bagian dada orang tersebut, langsung membuatnya terpental jauh.


Xiao Wang mendekatinya. "Kesempatan terakhir bagimu. Katakan padaku siapa yang menyuruh kalian membunuhku." Kali ini nada bicaranya tidak sopan. Disertai dengan aura intimidasi dia arahkan pada orang tersebut.


Kali ini, orang tersebut terlihat ketakutan.


"A–ampun, Tuan... Aku tidak tahu, aku hanya menjalankan perintah! Tolong lepaskan aku!" Berharap Xiao Wang melepaskannya dengan berlagak demikian.


"Cih, tidak ada guna," ucap Xiao Wang yang kesal pada orang itu, karena tak bisa mendapat informasi.


Xiao Wang kemudian menciptakan kelinci kecil yang terbuat dari energi listrik.


Kelinci tersebut mendekati orang itu. Sedangkan Xiao Wang pergi meninggalkannya begitu saja.


Tampak bingung, di mencoba untuk menyentuh kelinci karena tidak melihat tanda-tanda bahaya darinya. Sayangnya perkiraan orang itu begitu keliru.


Kelinci tadi tiba-tiba saja meledak. Bersamaan dengan itu, tubuh pria tadi hangus seketika.


Sementara itu, Xiao Wang berjalan ke tempat semula. Memperhatikan banyak tubuh tak bernyawa, dia berinsiatif untuk mengambil harta yang mereka miliki.


"Lumayan. Hasil rampokan yang mereka dapatkan juga lumayan banyak. Dengan begini, aku tidak perlu susah-susah menjadi murid jenius klan untuk mendapat uang," gumamnya sesaat. Lalu dia berjalan meninggalkan kawasan situ. Namun sebelum itu, sempat dia menemukan gambar tatto yang sama di bagian tengkuk mereka semua.


"aku harus mencari tahu terkait kelompok ini!" gumam Xiao Wang sembari terus berjalan.

__ADS_1


__ADS_2