Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 185 ~ Menyerang Markas Kelompok Naga Merah


__ADS_3

Whush...


Brush...


Brush..


Xiao Long dan Yin menyemburkan api dan es salju dari mulut mereka. Sontak saja kobaran api dan es salju langsung terbentuk dan itu berhasil menyapu pasukan dari kelompok Naga Merah. Aksi yang ditunjukkan oleh Xiao Long dan Yin itu berhasil mengurangi jumlah kelompok Naga Merah.


Keduanya terus melakukan aksi masing-masing karena dianggap ini begitu bekerja. Mereka bisa mengurangi jumlah pasukan musuh dalam waktu singkat.


Groaarrr...

__ADS_1


Sosok Naga lain datang, entah dari mana dia muncul. Dengan sorot mata merah sewarna dengan kulit tubuhnya serta sisik bening yang mengkilap. Naga Itu langsung saja menghalau Xiao Long.


Mendapati lawan yang setara, Xiao Long dan Naga Merah itu pun bertarung. Terbang meliuk di atas awan saling berbenturan dan gigit menggigit. Tak jarang pula percikan serta ledakan energi berbeda warna terjadi di atas awan akibat ulah keduanya. Dan itu tampak seperti kembang api di siang hari.


Meskipun tampan terang oleh sinar matahari, namu. Nyatanya ledakan yang ditimbulkan oleh Xiao Long serta naga merah tadi masih saja bersinar terang.


Sementara itu, Yin yang hendak melancarkan semburan ulang terhadap rombongan pasukan dari kelompok Naga Merah, tapi dia juga malah kedatangan lawan yang juga merupakan seekor Siluman Dewa.


Sontak serangan itu bukannya ditujukan untuk rombongan manusia yang berjubah merah tadi, serangan itu justru mengarah ke arah lain tepatnya pada seekor Naga Merah tadi.


Xiao Wang mendongak, memperhatikan dua silumannya yang kini tengah bertarung dengan dha naga merah. Begitu pekat aura merah darah dari dua naga yang merupakan lawan Xiao Long dan Yin itu. Bahkan saking pekatnya, Xiao Wang mulai curiga kalau sebenarnya dua naga itu memiliki wujud yang lain. Dalam artian dua naga merah tersebut adalah sosok iblis yang menjelma menjadi siluman Naga.

__ADS_1


Angin kencang tiba-tiba saja berhembus di sekitar Xiao Wang. Menerbangkan rambutnya yang panjang. Angin itu semakin terasa hangat hingga berubah menjadi ekstrem.


Xiao Wang mengambil langkah, memiringkan tubuhnya ke samping kanan. Terlihat olehnya sebuah pisau tajam yang mengeluarkan percikan api merah di ujungnya yang runcing.


Berhasil menghindari pisau tersebut, Xiao Wang menoleh ke arah sumber datangnya.


Namun tidak ada seorang pun di sana. Tatapan mata Xiao Wang begitu tajam menilik sekitar.


Lawan yang baru saja menyerang secara diam-diam itu tampaknya sangat pintar bersembunyi. Akan tetapi, apakah dia masih bisa lolos dari Mata Dewa Xiao Wang?


Tengkuk Xiao Wang terasa hangat. Hal itu begitu spontan terjadi, insting tajam Xiao Wang langsung mengatakan bahwa dirinya dalam bahaya, segera lelaki itu bergerak untuk menghindari bahaya tersebut.

__ADS_1


Benar saja, rasa hangat spontan tersebut nyatanya berasal dari pisau yang sama yang menargetkan tengkuknya. Beruntung dia masih bisa menghindarinya tepat waktu.


Xiao Wang mengaktifkan keterampilan Mata Dewa untuk menilik sekitar. Terang saja, orang yang melempar pisau tadi bisa dia lihat tengah berkeliaran kesana kemari dalam wujud yang transparan, serta kecepatan berpindah dan bergerak yang begitu ekstrem.


__ADS_2