
Xiao Long terbang cepat, hingga menemukan Xiao Wang dan Xiao Ming.
"Ternyata kalian di sini!" ujar Xiao Long.
Xiao Wang menoleh ke arah Naga Magma itu sesaat. Lalu dia mengernyitkan alisnya. "Xiao Yin dan Xiao Mei di mana?" tanya Xiao Wang.
"Tenang saja, mereka aman bersama ku."
"Owh!" ucap Xiao Wang lega.
"Sa–sauadara Wang!"
Mendadak terdengar suara lemah dari atas punggung Xiao Long. Namun Xiao Wang yakin itu merupakan suara Xiao Yin. perasaannya kembali berubah tidak enak saat itu juga.
Segera dia melompat untuk memastikannya. Dan benar saja, alangkah terkejutnya Xiao Wang saat mendapat kondisi Xiao Mei dan Xiao Yin yang terbilang menyedihkan. Penampilannya yang begitu acak-acakan dan berantakan.
"Long, apa yang kau lakukan?!" Xiao Wang tampak geram. Segera dia membantu Xiao Mei sedang Xiao Ming membantu Xiao Yin.
Sedangkan Xiao Long hanya memalingkan muka berpura-pura tidak tahu.
***
"Apakah kalian tak melihat guru?" tanya Xiao Wang pada Xiao Yin, Xiao Ming dan Xiao Mei.
"Tidak... Kami juga baru saja saling bertemu. Aku dan Saudari Mei tadi berniat untuk mencari kalian, tapi jatuhnya justru dikejar oleh orang-orang berpenampilan aneh!" Xiao Yin menjelaskan.
Dari cerita itu, Xiao Wang menyimpulkan bahwa memang setelah memasuki wilayah ujung Kekaisaran Han ini, Xiao Wang dan rekan-rekannya malah saling terpisah. Dia juga bisa merasakan perkembangan Kultivasi dari rekan-rekannya yang cukup signifikan, dimana Xiao Ming yang berhasil mencapai ranah Raja tahap 2, Xiao Yin yang berhasil mencapai ranah Raja tahap 3, sedang Xiao Mei berhasil menerobos ranah Raja Tahap 7.
Entah apa yang dilalui oleh tiga orang temannya ini sehingga bisa mengalami peningkatan kekuatan yang cukup signifikan.
"Sebaiknya kita tinggalkan dulu masalah guru. Yang harus kita fokuskan saat ini adalah menyelamatkan Saudara Fu dari orang-orang suku Zhun!" ujar Xiao Wang. Sebenarnya bukan cuma Xiao Feng yang dipikirkan oleh Xiao Wang, melainkan juga Qu Zheng, tapi lelaki itu memilih untuk memikirkannya nanti.
__ADS_1
"Umm, benar. Mari segera bergegas, naiklah di punggung ku agar kita bisa cepat sampai!" ucap Xiao Long menawarkan diri.
Xiao Wang mengangguk, lalu dia meminta Xiao Yin dan Xiao Mei untuk naik terlebih dahulu. Akan tetapi kedua gadis itu bahkan tidak bergerak sama sekali.
"Saudari Yin, Saudari Mei... Ayo naik!" ajak Xiao Wang.
Baik Xiao Yin maupun Xiao Mei tampak enggan untuk menuruti perkataan Xiao Wang. Keduanya masih trauma menaiki punggung Xiao Long kembali setelah apa yang mereka alami beberapa saat yang lalu.
"Kalian tenang saja. Walaupun nanti Xiao Long akan melaju cepat, tapi aku akan melindungi kalian dengan memblokir arus angin yang menerpa tubuh kalian!" Xiao Wang kembali meyakinkan.
Berpikir sejenak, baik Xiao Mei maupun Xiao Yin akhirnya menurut dan memutuskan untuk naik di punggung Xiao Long.
Setelah kedua gadis itu, Xiao Ming dan Xiao Wang pun juga ikutan naik. Sebelum berangkat, Xiao Wang terlebih dahulu menciptakan perisai untuk melindungi mereka semua dari terpaan angin kencang nan dahsyat yang akan segera tercipta dari kecepatan laju terbang Xiao Long.
Xiao Long pun terbang setelah semuanya dirasa aman. Dibanding dengan. sebelumnya, kali ini Xiao Ling bergerak lebih cepat lagi. Tapi Xiao Yin dan Xiao Mei tidak lagi merasakan adanya terpaan angin kencang, hanya desiran angin yang terdengar mengelilingi mereka.
Whush....
Sringg...
Ukuran tubuh naga Magma itu mendadak mengecil, hingga panjangnya hanya mencapai dua meter. Naga itu menggeliat, bentuknya juga kini tampak berbeda dari sebelumnya dimana sayapnya sudah tidak ada lagi, kini dia tidak ada bedanya dengan ular kecil namun memiliki empat kaki serta dua tanduk di kepalanya.
"Dengan begini tidak akan ketahuan untuk menyusup!" ujar Xiao Long sekaligus membuyarkan pikiran Xiao Yin dan Xiao Mei. Naga Magma itu tahu bahwa dia gadis itu saat ini tengah gemes terhadapnya. Itu terlihat jelas dari bola mata seta pupil mata Xiao Yin dan Xiao Mei yang membesar.
"Um, bagus. Mari bergerak dan menyusup. Usahakan jangan sampai kita ketahuan oleh mereka," ucap Xiao Wang mengintruksikan rekan-rekannya. "Oh ya, di sana juga ada Nona Bing yang merupakan cucu tetua Sekte Lotus Es. Selain menyelamatkan Saudara Feng, kita juga akan menyelamatkan nona Bing!"
Mereka semua mengangguk. Lalu bergerak secara berpencar. Xiao Wang bersama dengan Xiao Yin sementara Xiao Mei dan Xiao Ming berjalan bersama. Sedangkan untuk Xiao Long bergerak sendiri.
Banyaknya orang-orang yang berkeliaran dari suku Zhun, membuat Xiao Wang dan Xiao Yin bergerak secara hati. Salah-salah bisa keraguan oleh mereka dan itu tidak akan berakhir baik.
Bangunan demi bangunan telah Xia Wang dan Xiao Yin lewati. Hingga tidak sengaja sesuatu yang mengerikan disaksikan oleh Xiao Yin.
__ADS_1
"A—!" Nyaris saja teriakan keluar dari mulut Xiao Yin, beruntung Xiao Wang bertindak cepat dengan menutup mulutnya.
"Sstt...!" Xiao Wang memberi kode agar Xiao Yin tenang.
Meskipun merasa sedikit risih, namun Xiao Yin tetap menganggukkan kepala. Xiao Wang melepaskan tangannya yang dia gunakan untuk mengunci mulut Xiao Yin tadi, tapi tak lama setelahnya Xiao Yin malah muntah saat pandangannya kembali menatap itu.
"Oeekk...."
Xiao Wang tidak menahan Xiao Yin untuk mengeluarkan isi perutnya. Memang lelaki itu akui pemandangan beberapa meter di hadapannya itu cukup menguras mental bagi mereka yang tidak kuat.
Lima orang dari suku Zhun tengah menggerubuti seseorang yang diyakini bukan bagian dari anggota mereka. Ya, dalam keadaan masih bernafas, lima orang itu membedah hati-hati tubuhnya, lalu menyantap daging orang itu mentah-mentah.
Bagi Xiao Yin, melihat seseorang terbunuh dengan keadaan hancur saja sudah membuatnya terganggu, apalagi sampai harus dagingnya di makan. Gadis itu tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika posisi laki-laki yang disantap itu adalah dirinya.
Jika di perhatikan lebih teliti, Xiao Wang seperti mengenali pakaian yang dikenakan oleh korban dari lima orang itu. Darah yang telah membasahi bajunya, tapi tidak menutupi warna aslinya yaitu biru muda.
Simbol yang terdapat pada baju yang telah rusak itu semakin menguatkan keyakinan Xiao Wang bahwa lelaki yang tengah di santap hidup-mati oleh lima orang suku Zhun ini berasal dari sekte Lotus Es. Seketika wajah Xiao Wang memburuk.
"Kita harus bergegas. Ini tidak akan berakhir baik jika kita terus menunda!" ujar Xiao Wang.
Xiao Yin menoleh sejenak, pikirannya tetap tidak bisa tenang membuatnya ingin terus memuntahkan isi perutnya. "Apa? Aku belum selesai? Tidak bisa kah menunggu selama beberapa saat lagi!" Selepas mengatakan itu, Xiao Yin kembali memuntahkan isi perutnya.
"Kita tidak ada waktu. Jika menunda maka kita tidak akan melihat saudara Fu lagi. Dia akan menjadi seperti lelaki itu!" Tanpa menunjuk orang yang dimaksud, Xiao Yin telah mengerti akan siapa yang dikatakan oleh Xiao Wang 'Seperti lelaki itu'.
Xiao Wang kemudian membantu Xiao Yin dengan menggunakan kekuatan mentalnya untuk menetralkan pikiran Xiao Yin. Karena, dia tahu itu semua bermula dari pikirannya yang tidak bisa mengambil baik dengan apa yang di lihat.
Setelah merasa baikan, Xiao Wang dan Xiao Yin segera bergegas beranjak dari sana. Hingga sampai di sebuah halaman tengah kediaman yang di isi oleh orang-orang ramai.
Xiao Wang dan Xiao Yin langsung membulatkan mata saat melihat siapa orang yang berada di tengah-tengah orang-orang itu.
Panggung yang berada di tengah-tengah, tampak seorang orang tua berdiri. Di sampingnya terdapat Xia Fu, Bing Xue Li, Xiao Feng serta beberapa orang yang tidak dikenal. Mereka semua dalam keadaan terikat. Sementara orang tua yang mengenakan anting lingkaran besar hingga lubang anting telinganya membesar dan memanjang sampai bahu itu segera memimpin ritual. Mereka akan menjadikan Xiao Fu serta yang lainya sebagai persembahan untuk leluhur mereka.
__ADS_1
Tidak diragukan lagi, tak akan lama lagi orang tua yang memiliki kultivasi Ranah Langit tahap 9 itu akan mempersembahkan daging Xiao Fu serta yang lainnya.