Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 82 ~ Menyelesaikan Masalah.


__ADS_3

"Kau sangat tidak sopan... Kau tidak pantas menempati posisi penatua dengan sikap mu seperti itu!" ucap Xiao Han Ming.


Sementara penatua yang di maksud malah membalas perkataan Xiao Han Ming tadi dengan nada sinis.


"Cih, kau siapa berani mengatakan itu!"


Entah bagaimana nasib penatua itu setelah ini.


\=\=\=\=


"Kau sangat tidak sopan... Kau tidak pantas menempati posisi penatua dengan sikap mu seperti itu!" ucap Xiao Han Ming.


Sementara penatua yang di maksud malah membalas perkataan Xiao Han Ming tadi dengan nada sinis.


"Cih, kau siapa berani mengatakan itu!"


Taakk...


Mendadak energi tak kasat mata menampar pipi penatua tersebut sampai membuatnya terpental, terguling-guling di atas tanah.


Banyak yang menyaksikan itu hanya terdiam. Sedangkan penatua yang lain hendak membantu, tapi mereka juga segera mengerti situasi. Orang bertopeng di hadapan mereka ini bukanlah orang sembarangan.


"Siapa lagi yang mau bernasib sama sepertinya?" tanya Xiao Han Ming pada semua orang.

__ADS_1


Sesaat tak ada jawaban, menciptakan hening dalam beberapa detik.


"Nah, begini lebih baik!" Xiao Han Ming berbalik dan berjalan hendak menghampiri Xiao Wang.


"Para Penatua... Mengapa kalian diam saja saat orang itu menyerang–ku? Apakah kalian lebih berpihak pada orang asing dibanding dengan penatua klan Xiao!?" kata penatua yang semula mendapatkan tamparan keras energi transparan dari Xiao Han Ming.


Bimbang segera di rasa oleh beberapa penatua. Belum ada yang mengambil tindakan, tampaknya mereka menunggu penatua lain bergerak baru mereka juga akan bergerak.


Di sisi lain, Xiao Han Ming membalikkan badan menghadap penatua yang berbicara itu. "Kau masih belum merasa jerah juga rupanya. Berani sekali kau menganggap–ku orang asing di klan ku sendiri!"


Tepat setelah mengatakan itu, Xiao Han Ming langsung melepaskan tekanan yang sangat besar pada penatua tersebut. Tanah dimana Penatua tersebut berpijak mendadak retak. Bersamaan dengan tubuh penatua itu yang juga ambruk, memaksanya dalam posisi berlutut. Tapi posisi berlutut saja tidak cukup baginya. Penatua tersebut dipaksa menggunakan kedua tangannya untuk membantu menopang tubuh agar tidak ambruk.


Terlihat tangan penatua tersebut yang bergetar hebat. Keringat juga merembes dalam waktu cepat hingga membasahi seluruh tubuhnya.


Sementara itu, di sisi lain Xiao Han Ming memilih melepaskan topengnya.


Melihat wajah yang sangatlah para Penatua itu kenali, tentu saja para penatua maupun ketua sekte langsung memasang wajah khawatir. Benar tebakan mereka bahwa orang di hadapan mereka ini adalah pemimpin Klan Xiao pertama yang pertama.


"Le–leluhur...." Mereka semua langsung mengambil sikap berlutut. Tak terkecuali ketua Klan Xiao sekarang.


"Aku tidak berharap akan di sambut dengan pemandangan buruk ini. Bahkan kalian berani menyerang cucuku di depan mata ku sendiri! Apakah ini cara kalian menghargai leluhur kalian?"


Tak ada yang berani menjawab. Semuanya terdiam seribu bahasa, bahkan hanya untuk mengangkat kepala melihat ke arah Xiao Han Ming sendiri mereka tidak berani.

__ADS_1


Meskipun usia Xiao Han Ming ini telah mencapai ratusan tahun, tapi wajahnya tidak berubah. Bahkan dia tampak seperti seorang yang masih berusia 40–an. Makanya para penatua masih mengenali wajahnya.


"Ma–maafkan kami, Leluhur. Kami salah dan lalai!" Ketua klan segera membuka suara dan meminta maaf.


Xiao Han Ming mengarahkan pandangannya ke arah Ketua Klan itu. "Xiao Shan, meskipun posisimu sekarang adalah ketua, tapi kau sangat tidak mampu dalam mengambil keputusan dan tindakan. Bahkan kau membiarkan anggota klan saling serang menyerang."


"Maafkan aku, leluhur. Mohon hukum aku!" Xiao Shan bersujud dengan membentur-benturkan keningnya pada tanah hingga berdarah.


"Hmm, baiklah ... Aku akan memberimu kesempatan untuk memperbaiki semua ini."


Setelah merasa masalah para penatua dengan Xiao Wang telah selesai, Xiao Wang dan Xiao Han Ming lantas beranjak dari sana. Meninggalkan anggota klan begitupun juga dengan para penatua serta ketua klan Xiao yang masih dalam keadaan berlutut.


Sedangkan orang yang semula di beri tekanan oleh Xiao Han Ming itu memiliki nasib yang buruk. Meskipun tekanan yang dia rasakan telah menghilang, tapi tubuhnya masih belum bisa melupakan tekanan yang di rasa.


Sampai di sebuah halaman luas, Xiao Wang berhenti kala Xiao Han Ming pertama menghentikan langkah kakinya. Letak halaman itu sendiri cukup terbengkalai. Sangat jarang anggota klan Xiao mengunjungi halaman itu.


Maju tiga langkah, Xiao Han Ming lantas menghentakkan kakinya. Seketika tanah terbelah, memunculkan anak tangga yang menghubungkan dengan ruang bawah tanah.


"Waah, mengapa aku tidak pernah tau kalau ada ruangan rahasia di sini? Bahkan ayah tidak pernah ke sini sebelumnya!" ujar Xiao Wang.


"Tentu saja kau tidak akan mengetahuinya. Ruangan ini di khususkan untuk para Ketua klan. Mari kita masuk dan bicarakan ini di bawah."


Setelahnya, mereka lantas menuruni tangga.

__ADS_1


__ADS_2