
"Hmm jadi seperti ini. Meskipun tenaga ku lumayan terkuras saat berhadapan dengan mereka,n tapi aku mendapatkan beberapa keterampilan ku yang meningkat. Seperti insting yang semakin tajam, gerakan yang semakin gesit dan cepat serta pertarungan jarak dekat dan keahlian berpedang aku yang juga meningkat tajam." gumam Xiao Wang.
Dia yakin pintu yang masih tertutup itu sebentar lagi kembali akan terbuka dan mengeluarkan patung-patung lain. Maka sebelum itu terjadi, Xiao Wang memanfaatkan waktu tersisa untuk memulihkan kekuatannya yang terkuras.
Dengan energi alam yang pekat, tak membutuhkan waktu banyak bagi Xiao Wang untuk memulihkan kondisinya kebentuk prima. Dan kini dia telah bersiap untuk menunggu patung-patung selanjutnya.
Benar saja, kini pintu yang tersisa kembali terbuka. Memunculkan Patung-patung yang jumlahnya empat kali lipat dari jumlah patung sebelumnya. Dimana kini ada 20 patung yang keluar dan semuanya berada di ranah Langit tahap 1. Patung-patung itu sendiri telah mengacungkan pedang dan mereka langsung menyerang Xiao Wang.
\=\=\=
Pintu tersisa yang masih tertutup kini kembali terbuka. Memunculkan Patung-patung yang jumlahnya empat kali lipat dari jumlah patung sebelumnya. Dimana kini ada 20 patung yang keluar dan semuanya berada di ranah Langit tahap 1. Patung-patung itu sendiri telah mengacungkan pedang dan mereka langsung menyerang Xiao Wang.
Bahkan 5 patung saja sudah mampu mengajak Xiao Wang bertarung hingga satu hari penuh, Bagaimana dengan 20 patung sekaligus?
Tapi Xiao Wang tidak ada pilihan lain selain dengan melawan mereka.
Pertama Xiao Wang mencoba untuk membaca pola serangan mereka. Tapi sejauh ini, Xiao Wang tidak bisa menemukan posisi yang nyaman. Setiap detik terlewat dengan penuh akan ancaman yang salah-salah bisa langsung mengambil nyawanya.
Patung ini lebih liar dari sebelumnya. Bahkan jika sebelumnya Xiao Wang harus menahan 20 tebasan dalam satu detik, kini Xiao Wang dipaksa harus menahan lebih dari itu.
Dalam sepuluh menit, Xiao Wang telah mendapatkan serangan telak dan membuatnya harus terdorong mundur beberapa kali.
Serangan melintang dilancarkan oleh salah satu patung. Xiao Wang segera menepis, namun serangan lain kembali datang dari patung lain.
Xiao Wang segera menghindarinya dengan melakukan rolling.
"Sialan, mereka tidak memberiku ruang sama sekali!" umpat Xiao Wang. .
Meskipun ruangan tersebut terbilang luas tapi bagi Xiao Wang itu sangatlah sempit. Kemanapun di bergerak untuk menghindar, selalu saja ada patung yang menghadang.
Terhitung sudah ada satu jam waktu terlewat, kekuatan Xiao Wang semakin berkurang begitu juga kondisi tubuhnya yang telah terdapat beberapa sayatan.
Xiao Wang dipaksa bergerak mundur sembari menepis semua serangan yang datang. Tebasan demi tebasan yang datang ibarat hujan deras, memaksa Xiao Wang hingga berada di dinding ruangan. Saat kakinya menginjak garis setengah lingkaran yang terdapat pada bawah dinding, sontak saja itu langsung membuat patung-patung tersebut tidak lagi mengejarnya. Bahkan mereka seperti terhalang oleh dinding transparan.
Xiao Wang baru menyadari akan hal itu setelah beberapa detik patung-patung itu tidak bergerak untuk kembali menyerang. Hingga dia menoleh ke bawah, saat itulah tampak baginya garis setengah lingkaran tersebut.
__ADS_1
"Hmm, ini sangat aneh. Ruangan ini seperti menyediakan ruang pelatihan bagiku. Bahkan mereka juga mengirimkan lingkaran ini untuk memberiku ruang saat aku sudah mencapai batasannya!" gumam Xiao Wang. Tapi apapun itu tidak tidak peduli, Xiao Wang segera memanfaatkan waktu yang ada untuk memulihkan kondisinya.
Setelah dua puluh menit, Xiao Wang keluar dari garis. Dua puluh patung sebentar saja langsung kembali berbondong-bondong mendatangi dan melakukan serangan.
Xiao Wang pun yang telah siap segera menyambut mereka. Menjadikan patung-patung itu sebagai saran latihan sekaligus persiapan jika dikerubuti oleh lawan yang memiliki kekuatan setara atau lebih tinggi darinya.
Selama pertarungan berlangsung, Xiao Wang kembali mencoba untuk membaca pergerakan lawan. Meskipun masih sama susahnya seperti sebelumnya. Namun tidak membuat lelaki itu menyerah.
Seiring dengan berjalannya waktu kemampuan Xiao Wang semakin terasah dan meningkat. Tapi dia masih harus memasuki lingkaran untuk kembali memulihkan diri. Selain itu, Xiao Wang juga harus mengatur langkah demi langkah yang akan dia ambil nantinya. Entah sudah berapa lama Xiao Wang bertarung melawan dua puluh patung ini. Mungkin sudah mencapai satu hari lebih mendekati dua hari. Tapi meskipun banyak waktu yang telah terlewat, namun bagi Xiao Wang, itu tidak terasa sama sekali.
"Aku hampir bisa membaca pergerakan mereka. Baiklah, mari kembali bertarung!" gumam Xiao Wang sejenak setelah merasa siap. Dia melangkahkan kaki untuk keluar dari garis setengah lingkaran.
Whush...
Pedang langsung saja menebas tajam dan nyaris menghantam batang leher Xiao Wang.
Xiao Wang menghilang seketika dan mengundang patung-patung tersebut untuk bertarung di tengah-tengah ruangan. Meskipun di sana ada beberapa pilar yang berdiri, namun itu tidak menjadi halangan yang berarti bagi mereka untuk tetap melanjutkan pertarungan yang ganas.
Dentingan pedang tidak berhenti terdengar dari peraduan pedang Xiao Wang serta dua puluh patung prajurit. Jika sebelum-sebelumnya Xiao Wang berhasil dalam keadaan tersudut, namun kini lelaki itu tampak bisa mengimbangi mereka.
Tidak berhenti sampai di sana, Xiao Wang yang semakin beringas itu berhasil menghancurkan lima buah patung lagi serakah empat puluh menit, terus berlanjut dan sampailah dia pada patung ke dua puluh.
Xiao Wang mengatur nafasnya yang memburu, demi membunuh mereka sekaligus, Xiao Wang rela tidak melakukan istirahat, sehingga dalam beberapa jam tadi dia telah menghabiskan banyak kekuatan.
"Haah, akhirnya aku berhasil menghancurkan mereka semua!" ujar Xiao Wang setelah beberapa saat mengatur pernafasannya.
Memasang wajah sumringah kala mengingat bagaimana keterampilan tarung yang dia miliki semakin meningkat banyak. Yakin jika dia bertarung jarak dekat dengan kultivator Ranah Langit tahap 3, maka Xiao Wang mungkin bisa mengimbanginya bahkan ada kemungkinan untuk menang.
"Hmm, setelah berlatih selama beberapa hari ini bersama dengan patung-patung itu, aku merasakan lonjakan energi dalam tubuhku juga ikut meningkat. Namun belum ada tanda-tanda terobosan... Haisshh, semakin aku berada di basis tertinggi, semakin lama pula aku akan meningkat, juga semakin tidak sabar aku ingin cepat-cepat menerobos ke ranah selanjutnya!" gumam Xiao Wang.
Memilih untuk tidak memusingkan tentang kultivasi, Xiao Wang kembali mengumpulkan energi alam untuk memulihkan kondisinya, menunggu patung-patung selanjutnya datang.
Selang beberapa jam, kembali patung-patung mulai bermunculan. Tapi kali ini dengan jumlah 10 patung. Namun ada perbedaan tingkat kekuatan dari patung-patung sebelumnya, dimana kali ini terdapat empat patung yang memiliki kekuatan setara dengan Kultivator ranah Langit tahap 2.
Xiao Wang bersiap untuk menyambut mereka. Pertarungan terjadi saat itu juga. Meskipun jumlah patung berkurang dari sebelumnya, tapi kali ini nyatanya lebih sulit dua kali lipat dari sebelumnya. Xiao Wang harus menggunakan ekstra kekuatan dua kali lipat pula untuk meladeni mereka.
__ADS_1
Detik terlewat tanpa ada ketenangan. Serangan yang begitu mematikan itu beberapa kali nyaris menghilangkan nyawa Xiao Wang. Beruntung Xiao Wang memiliki beberapa trik, meskipun dalam situasi tertentu trik itu tidak terlalu berguna.
Selama dua puluh menit, Xiao Wang memilih untuk kembali ke lingkaran. Mengatur nafas yang memburu dan mengumpulkan energi alam untuk memulihkan kondisinya. Xiao Wang juga menelan pil untuk meningkatkan kekuatannya.
Baru setelahnya kembali dia akan melakukan hal yang sama, yaitu keluar setelah merasakan Kekuatannya pulih dan mendapatkan peningkatan kekuatan.
Berlatih bersama dengan patung-patung tersebut hingga beberapa hari, Xiao Wang akan terus melakukan trik yang sama. Yaitu kembali ke lingkaran setelah mendapatkan masalah dan keluar untuk mencari masalah sekaligus meningkatkan kekuatan dari berlatih bersama dengan patung.
Hingga seminggu sudah Xiao Wang berada di sana. Lelaki itu telah berhasil melawan dua puluh patung yang memiliki kekuatan setara dengan kultivator ranah Langit tahap 2, dengan kekuatannya yang berada di ranah Langit tahap 2. Dan kini dia akan kembali melakukan penerobosan basis Kultivasi.
Energi alam yang terkumpul dalam tubuhnya semakin terasa pekat. Hingga dia merasakan lonjakan energi yang semakin bergejolak dan menimbulkan Ledakan teredam.
Baamm...
Xiao Wang membuka kedua matanya. Menghela nafas sejenak, setelahnya dia bangkit dari sikap lotus.
Nyatanya tidak hanya Kultivasi serta keterampilan tarung yang dimiliki Xiao Wang yang mengalami peningkatan, melainkan juga bentuk fisik dari Xiao Wang juga ikut berubah. Wajahnya tampak semakin dewasa dan juga bertambah tampan, dengan badan tegak nan berotot.
Xiao Wang berdiri keluar dari garis setengah lingkaran, dia berniat menunggu para patung kembali datang menyerang.
Akan tetapi, tidak ada satupun patung yang keluar dari pintu-pintu di dinding ruangan. Ini membuat Xiao Wang mengernyit dan merasa aneh.
"Apakah sudah selesai?" gumam Xiao Wang.
Whush....
Whush...
Whush...
Semua obor yang ada di ruangan itu mendadak mati dengan sendirinya. Ruangan telah menggelap dalam sedetik.
Selang satu menit dalam kegelapan mendadak muncul cahaya yang sangat terang. Xiao Wang menghalau penglihatannya menggunakan lengan.
Mencoba untuk membiasakan penglihatannya dengan cahaya tersebut, hingga Xiao Wang bisa melihat siluet seseorang yang berdiri tepat dimana cahaya tersebut muncul.
__ADS_1