Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 149 ~ Menemui Rekan


__ADS_3

Dalam waktu singkat lautan Qi spritual Xiao Wang mendadak hancur. Vitalitas menyebar ke sembarang arah, tak karuan.


Namun tak lama setelah itu terbentuk lingkaran kecil yang berputar sangat cepat. Vitalitas Qi yang menyebar tak karuan itu segera tersedot ke dalam lingkaran kecil tersebut.


Whush...


Lingkaran itu semakin membesar. Vitalitas tersebut telah berhasil terserap seluruhnya ke dalam lingkaran energi tersebut.


Hingga kini lingkaran tersebut semakin meluas. Hingga membentuk lautan energi Qi spritual yang baru. Bahkan ini lebih luas beberapa ribu kali lipat dari sebelumnya.


Sementara itu di luar tubuh Xiao Wang, daging lelaki itu teriris, hingga pada akhirnya meleleh dan hancur. Namun dalam sekejap telah kembali menyatu. Membentuk daging yang baru dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.


Kulit putih memancarkan cahaya yang berkilau terang, namun hanya sesaat. Meski demikian, masih terlihat sinar cahaya sedikit yang membuat Xiao Wang tak ada bedanya dengan seorang Dewa.


Begitupun dengan wajahnya yang bertambah tampan pula


Nyatanya petir tersebut hanya memberikan kesakitan luar biasa di awal-awal saja, dan kini kesakitan tersebut telah membawakan berkah bagi Xiao Wang.


Dalam keadaan melayang, kedua mata Xiao Wang masih terpejam sedari tadi. Intensitas menyebar sesaat, membawa serta kekuatan dan energi yang luar biasa. Sebelum akhirnya kembali terserap masuk ke dalam tubuh Xiao Wang.


Gejolak kekuatan yang terbilang sangat gila itu terjadi dalam tubuh Xiao Wang. Semakin besar dan ganas, hingga akhirnya gejolak itu telah menimbulkan ledakan teredam dalam tubuh Xiao Wang.


Baamm....


Ledakan tersebut juga membuat vitalitas kekuatan Xiao Wang meningkat drastis.


Dia saat ini telah berhasil menerobos dinding batas antara ranah Langit dan Ranah Alam Langit.


Xiao Wang perlahan membuka kedua matanya. Setiap tarikan nafas yang dia keluarkan mengandung intensitas hebat. Tubuh yang tak terasa, bahkan sangat ringan ibarat angin.


"Nak, akhirnya kau berhasil melewati petir-petir kesengsaraan tersebut. Selain itu kau juga telah berhasil melakukan penerobosan ke ranah Alam Langit... Selamat, kau memang hebat!" Kali ini Xiao Yin tampak memuji Xiao Wang, setelah sebelumnya burung Phoenix Es tersebut meremehkan Xiao Wang.

__ADS_1


"Terima kasih!" ucap Xiao Wang membalas.


Sebenarnya memang sengaja Yin meremehkan Xiao Wang sebelumnya, karena dia tahu bahwa perkataan remeh tersebut akan mampu membuat Xiao Wang termotivasi, tentunya bertambah semakin kuat nantinya. M


Anggap saja itu sebagai salah satu jalan kekuatan bagi Xiao Wang.


Mengenai kesengsaraan petir, Xiao Long dan Yin sebenarnya juga merasakan dampak dari petir kesengsaraan tersebut. Sama m halnya Xiao Wang yang mendapatkan siksaan yang menyakitkan, Naga Hitam serta Burung Phoenix Es tersebut juga tidak lepas dari siksaan tersebut. Tapi setelah Xiao Wang berhasil melewatinya, maka mereka berdua juga akhirnya tidak lagi merasakannya. Pun dengan kekuatan mereka yang jika meningkat.


Setelah itu, Xiao Wang mengarahkan tangan, menunjuk dua pedang yang menancap. Mereka tidak lain adalah Pedang Dewa Siluman serta Pedang Api Matahari.


Kedua pedang tersebut langsung melayang. Mereka ibarat memiliki jiwa, dan berhenti tepat di hadapan Xiao Wang dalam keadaan terapung.


Whush....


Whush...


Xiao Long dan Yin muncul di hadapan Xiao Wang. Keduanya sama-sama berwujud Naga serta burung Phoenix raksasa. Dari tubuh mereka memancarkan aura hebat yang sangat berlawanan, yakni dingin dan panas ekstrim.


Memang saat ini tempat dimana mereka berada telah membeku dan terbakar beberapa puluh meter hanya dengan suhu ekstrem yang terpancar dari tubuh kedua siluman tersebut. Dan sebelum itu semakin meluas, maka Xiao Long dan Yin segera merubah wujud mereka ke bentuk kecil, serta aura keduanya juga semakin ditekan.


Setelahnya, Xiao Wang terbang perlahan, dan menapak di tanah.


Whush...


Debu-debu di tanah tersebut mendadak menjauh. Begitupun juga dengan api serta es yang sempat mengacaukan tempat itu segera padam. Xiao Long, Yin serta dua pedang tersebut juga mengikuti arah gerak Xiao Wang.


Berjalan perlahan, namun setiap dua langkah, maka tubuh Xiao Wang akan menghilang dan muncul kembali dalam sepuluh meter.


Pandangannya menatap lurus ke atau arah. Menemukan Qu Zeng tengah berkultivasi. Sepertinya dia akan melakukan penerobosan.


Benar saja tubuh Qu Zeng mengeluarkan ledakan penanda sebagai lelaki itu yang telah menerobos.

__ADS_1


Sunggingan kecil terukir di dua sudut bibir Xiao Wang. Usaha apa yang telah dilakukan oleh lelaki itu hingga Kultivasinya telah meningkat beberapa kali lipat.


Kini lelaki itu telah berhasil mencapai ranah Langit tahap 5


Muncul di belakang Qu Zeng, Xiao Wang lantas berucap, "Selamat, saudara Zeng. Kau telah berhasil menerobos ranah Langit tahap 5!"


Qu Zeng yang awalnya tidak menyadari kehadiran Xiao Wang begitu terkejut. Bahkan hawa kehadiran Xiao Wang saja tidak bisa dia deteksi dan rasakan.


"Saudara Wang, sejak kapan kau berada di sana?!" tanya Qu Zeng dengan intonasi sedikit meninggi.


"Baru saja!" jawab singkat Xiao Wang.


"Owh!"


Qu Zeng melihat Xiao Wang sangat berbeda dengan sebelumnya. Entah mengapa ini terasa canggung baginya. Panggilan saudara serasa tidak pantas lagi.


Meskipun tidak bisa merasakan aliran energi dalam tubuh Xiao Wang, namun Qu Zeng yakin bahwa Xiao Wang saat ini telah mencapai tahapan yang lebih tinggi dari ranah Langit.


Sebenarnya Qu Zeng untuk saat ini belum berhasil menerobos ke ranah Langit tahap 5. Paling dia hanya bisa menerobos ke ranah Langit tahap 3. Namun ini semua berkat pil serta sumber daya penunjang lainnya yang diberikan oleh Xia Wang terhadapnya. Bahkan pil² tersebut telah habis sekarang.


"Saudara Zeng, kau lanjutkan saja aktivitas mu. Aku akan melihat rekan yang lain!" ucap Xiao Wang.


Qu Zeng mengangguk. Sebelum Xiao Wang pergi, terlebih dahulu lelaki itu memberikan cincin ruang, dimana di dalamnya terdapat begitu banyak sumber daya penunjang pelatihan.


Xiao Wang bersama dengan Xiao Long, Yin dan dua pedang tersebut beranjak.Tak berapa lama mereka telah sampai di hadapan Xiao Feng.


Lelaki itu juga sepertinya akan melakukan terobosan. Namun prosesnya cukup lama. Xiao Feng tampaknya merasa kesulitan untuk menerobos saat ini. Itu terlihat dari raut wajahnya yang berkerut.


Xiao Wang kemudian menghampiri Xiao Feng. Lalu dia sedikit memberikan energinya untuk Xiao Feng. Bermaksud untuk membantu lelaki itu, sekaligus sedikit mempermudah jalannya Kultivasi Xiao Feng.


Setelah menerima energi tersebut, tampak ekspresi Xiao Feng menunjukkan seri. Dia sudah menemukan pencerahan. Meskipun sebenarnya dia juga belum tau akan keberadaan Xiao Wang di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2