
Baammmm....
Hampir saja serangan dari orang tua suku Zhun mengenai Xiao Wang. Tapi serangan tersebut tiba-tiba saja meledak. Kabut sesaat tercipta, menghalangi jarak pandang.
Orang Tua tersebut memicingkan mata, menunggu kabut dari ledakan energi yang dia lepaskan tadi menghilang, untuk memastikan akan siapa yang barusan menahan energinya.
Xiao Wang merasakan aliran energi di tubuhnya telah kembali berjalan normal. Segera dia menggunakan energi dalam tubuhnya untuk melepaskan ikatan dari tali-tali hijau.
"Kenapa kau begitu ceroboh!" ucap seorang lelaki berwajah tampan seumuran Xiao Wang. Lelaki itu tak mengenakan pakaian atas, dia tidak lain dan tidak bukan adalah Qu Zheng.
"Bukan aku yang ceroboh... Apakah kau tak bisa melihat dan merasakan kekuatan dari orag tua itu. Bahkan kekuatannya jauh lebih tinggi dari aku." Xiao Wang menghentikan perkataannya sejenak, "Termasuk juga kamu!"
Qu Zheng terdiam, menatap Xiao Wang sesaat, lalu mengalihkan tatapan ke arah orang tua tersebut.
"Hmm, benar. Mari kita lawan dia bersama," ujar Qu Zheng.
"Melihat situasi yang tidak memungkinkan ini, lebih baik kita mundur terlebih dahulu. Lihatlah di sekeliling kita, banyak Kultivator ranah Langit dari berbagai macam tahapan. Melawan mereka sama saja dengan mencari mati," jawab Xiao Wang.
Qu Zheng tampak berpikir sejenak. Memang situasi saat ini begitu tidak mendukung bagi Xiao Wang dan Qu Zheng. Meskipun keduanya berada di ranah Langit, tapi Xiao Wang tidak lebih hanya berada di ranah Langit tahap 3, ini sudah lebih dari cukup untuk mengantar nyawa jika tetap melanjutkan pertarungan.
Qu Zheng mengangguk. "Benar... Untuk saat ini lebih baik kita mundur dulu..."
Xiao Wang membalas mengangguk. Lalu dia memegangi pundak Qu Zheng, berniat menggunakan teleportasi untuk pergi.
Baamm....
Serangan yang berpotensi menimbulkan pecahan energi besar itu tiba-tiba saja terjadi, dan itu langsung menghentikan aksi Xiao Wang dan Qu Zheng untuk pergi.
"Ini tandanya kita tidak bisa pergi, melainkan harus melawan."
Di sisi lain, orang tua yang telah berhasil menghentikan Xiao Wang dan Qu Zheng melarikan diri memasang seringai iblis.
"Hahaha.... Kalian pikir bisa pergi begitu saja Sayangnya aku tidak akan membiarkan kalian melakukan itu!" Orang Tua menghentikan perkataanya. Dia lantas melepaskan serangan telak.
"Matilah!"
Whush.....
__ADS_1
Srimmpp...
Xiao Wang dan Qu Zheng mengambil tindakan dengan menahan serangan itu.
Baamm...
Ledakan terjadi. Xiao Wang dan Qu Zheng dibuat terdorong mundur sejauh dua langkah.
"Sialan... Orang tua ini musti di kasih paham!" ucap Qu Zheng. Lalu dia melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, hingga dalam sepersekian detik telah berada di depan orang tua tersebut. Pertarungan antar keduanya telah berlangsung.
Xiao Wang sempat terdiam selama beberapa saat. Dia baru melihat sisi lain dari Qu Zheng, Dimana yang biasanya bersikap dingin dan bodoh amat, kini lelaki itu tampak begitu berniat untuk menyerang. Terlihat dari pergerakannya yang sangat beringas.
"Hmm, aku akan mencoba cara itu!" gumam Xiao Wang. Dia melihat ke arah bawah, dimana para Kultivator ranah Suci maupun langit telah melakukan pergerakan, terbang untuk menyerangnya.
Mengambil sikap tenang, Xiao Wang lantas menggunakan pengaruh dari Mutiara Siluman Murni untuk mengundang siluman-siluman yang ada di wilayah itu.
Sesaat, semua orang yang ada di sana langsung menghentikan aksi mereka masing-masing. Tanah tiba-tiba saja bergetar hebat, bersamaan dengan aura binatang yang begitu kuat.
Dalam waktu singkat kediaman suku Zhun telah dikelilingi oleh siluman dengan berbagai tingkat. Paling tinggi memiliki tingkat siluman Dewa. Bahkan satu siluman biasa saja sudah mampu membuat seorang Kultivator ranah Suci kewalahan, bagaimana dengan siluman Dewa?
Orang-orang yang semula berniat untuk menyerang Xiao Wang itu segera di cegah oleh siluman-siluman tingkat Dewa yang langsung dikendalikan oleh Xiao Wang.
Melihat masalah suku Zhun telah berhasil dia tangani, Xiao Wang segera membantu Qu Zheng yang saat itu tampak dibuat terpental oleh oelh serangan telak dari Orang Tua suku Zhun.
Xiao Wang menghilang dengan menggunakan keterampilan teleportasi. Muncul di belakang Qu Zheng, menahan laju gerak tubuh Qu Zheng.
"Terima kasih!" ucap Qu Zheng berterima kasih.
Keduanya kemudian melesat maju dan menyerang orang tua dari suku Zhun. Menyerang dengan brutal dan ganas, kekompakan segera saja tercipta dari Xiao Wang dan Qu Zheng.
Whushh...
Srimp...
Beradu serangan, Xiao wang dan Qu Zheng berusaha keras untuk melumpuhkan Orang Tau suku Zhun, meskipun itu terbilang sangat sulit bagi mereka untuk mengalahkannya.
Hingga selang beberapa saat bertarung dengan jarak dekat, mereka sama-sama dibuat terpukul mundur.
__ADS_1
"Mengapa mereka bertambah kuat saja?!" ujar pelan Orag Tua suku Zhun dengan intonasi tak percaya. Bahkan dia yakin Kultivasi dari keduanya tidak lebih dari ranah Langit tahap 5 dan 3. Namun mereka bahkan bisa membuat dirinya terdorong mundur.
Bagi Xiao Wang, Orang Tua tersebut yakin akan pedang yang dimilikinya yang memberikan kekuatan lebih, sedangkan untuk pemuda yang bertarung bersama dengan Xiao Wang sendiri dia tidak tahu akan penyebabnya.
Bagi orang tua suku Zhun, kedua laki-laki yang menjadi lawannya ini memiliki keistimewaan tersendiri yang membuat mereka berdua memiliki kekuatan yang bahkan bisa melebihi basis Kultivasi mereka sendiri.
"Hmm, ini cukup menarik. Dengan beberapa keistimewaan yang kalian berdua miliki, leluhur Dewa pasti akan akan begitu senang dengan persembahan kali ini!" ucap Orang tua tersebut.
"Baiklah, orang tua. Akan kami tunjukkan kepada mu kehebatan dari kekuatan murni dibanding dengan kekuatan Iblis seperti mu!" ucap Xiao Wang. Sengaja dia mengatakan itu, karena memang sedikit banyak dia merasakan adanya aliran energi iblis yang ada pada tubuh orang tua tersebut.
Qu Zheng dan Xiao Wang sama-sama mengambil suatu pergerakan.
"Pedang Dewa Naga!"
"Dewa Belatung Penghancur!"
Whush...
Seekor Naga Berukuran besar tercipta di atas Xiao Wang. Bersamaan dengan itu seekor belatung besar juga terlihat. Kedua binatang itu memancarkan aura agung yang begitu mendominasi. Melesat dengan kecepatan tinggi ke arah orang tua suku Zhun.
Tidak tinggal diam, orang tua tersebut juga segera melepaskan serangan energi yang tidak kalah hebatnya dari serangan milik Xiao Wang dan Qu Zheng.
Duaarrr...
Ibarat Guntur yang meledak dalam radius dekat, hingga menciptakan percikan energi yang terpecah berhamburan ke segala arah. Tanah langsung dibuat bergetar saat itu juga. Dampaknya langsung menghempaskan apa Yang ada di bawah ledakan luar biasa itu.
Kediaman Suku Zhun telah rata, bahkan puing-puing nya pun tidak ada. Ya, meskipun serangan itu berada di udara, namun efeknya sampai ke bawah dan menimbulkan sebuah kawah yang berukuran lumayan besar.
Baik Xiao Wang dan Qu Zheng maupun Orang tua suku Zhun sendiri bukannya tidak terkena dari dampak ledakan energi tadi. Mereka sama-sama terhempas, beruntung Qu Zheng bertindak cepat dengan mengeluarkan belatung untuk melindungi tubuh mereka.
Berbeda hal dengan orang tua tersebut yang langsung terdorong di tanah, bahkan sampai menimbulkan tanda dalam pada tanah yang dia lewati.
Xiao Wang menghela nafas. Banyak energi Qi yang dia korbankan untuk mengeluarkan keterampilan besar tadi. Hal itu juga berlaku bagi Qu Zheng sendiri.
"Haah.. Akhirnya!" lega Qu Zheng.
Keduanya kemudian tertawa penuh kemenangan. Tidak hanya mendapatkan kemenangan, tapi Xiao Wang dan Qu Zheng juga semakin dekat. Yang awalnya Qu Zheng tampak cuek pada Xiao Wang karena menganggapnya sebagai orang baru, namun kali ini dia tampaknya tidak akan merasa sungkan lagi.
__ADS_1