
Xiao Wang bersama dengan rekan-rekannya saat ini telah berada tepat di lantai atas gedung lantai lima. Dia juga mengajak beberapa pasukan yang dia bawa untuk ikut. Sedang yang lainnya dia biarkan berjaga.
Sebuah pintu dibuka oleh Lai Wei, Xiao Wang menyuruh rekan serta pasukannya untuk masuk ke dalam pintu itu.
"Entah sampai kapan kami akan keluar. Mungkin beberapa bulan atau setengah tahun lagi!" ucap Xiao Wang kepada Lai Wei. Semua pasukan telah masuk, tinggal dia sendiri.
"Aku akan menjaga Pemimpin, agar pelatihan kali ini tidak terganggu!" jawab Lai Wei.
Setelah itu, Xiao Wang ikut masuk.
Sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berbeda dengan kondisi wilayah dibalik pintu gedung lantai lima itu. Hutan belantara, namun memiliki batas tekanan berbeda-beda.
"Di sini, kalian fokuslah berlatih. Fokus tingkatkan kekuatan kalian, karena setelah ini, aku akan mengajak kalian semua untuk pergi ke Kekaisaran Wei!"
Semua orang dengan wajah penuh akan keyakinan serta antusias menyambut perkataan Xiao Wang, "Siap, Pemimpin!"
Setelah itu, mereka lantas berpencar.
Terkait dengan beberapa pasukan yang ditinggal untuk berjaga dalam bayangan, Xiao Wang memang sengaja melakukan itu. Dia yakin, mereka juga tidak akan ketinggalan, meski berlatih di luar gedung lantai lima.
Dan jika mereka benar-benar beruntung, pastinya akan mendapatkan sumber daya yang dapat menjadi penunjang peningkatan kultivasi lebih cepat. Lagipula di wilayah ini semuanya serba hebat lima kali lipat dari yang ada di wilayah kekaisaran Han.
Xiao Wang membiarkan pasukannya untuk berpencar dan mencari tempat masing-masing berlatih. Xiao Wang, Qu Zheng dan Xiao Feng memilih untuk berlatih sendiri, sementara untuk Xiao Ming dan Xiao Fu berlatih bersama. Sedangkan untuk Xiao Mei serta Xiao Yin berlatih dengan Mayi.
Sementara setelah Xiao Wang serta yang lainnya telah telah masuk, pintu pun di tutup kembali. Lai Wei segera turun kembali ke kursinya. Dia menjalankan tugasnya seperti biasa, yaitu memantau, memerintahkan, serta mendengar laporan dari anggota kelompok Qingjie.
Baamm…
Bruk…
Mendadak terjadi ledakan di bagian luar. Tentu saja itu mengundang perhatian Lai Wei untuk memeriksanya.
__ADS_1
Salah seorang pasukannya memasuki ruangan itu, berlutut dan melaporkan kejadian di luar.
"Ada apa ribut-ribut di luar sana?" tanya Lai Wei yang penasaran.
"Lapor, Tuan! Di luar ada penyusup yang mencoba masuk dan menyerang orang-orang kita!"
"Hah .. Berani sekali dia!" Lai Wei kemudian berjalan keluar mengikuti orang itu.
Benar saja, di luar, tampak pertarungan tengah berlangsung. Seorang mengenakan pakaian putih dengan tudung yang dia kenakan melawan pasukan yang datang bersama dengan Xiao Wang.
Beberapa orang itu mencoba untuk melumpuhkan orang bertudung itu, tapi sepertinya cukup sulit bagi mereka untuk melakukannya dalam waktu singkat.
Pergerakan mereka pun begitu cepat, sampai sebagian besar orang-orang kelompok Qingjie tidak bisa mengikuti arah gerak mereka.
Lai Wei kemudian memerintahkan beberapa orang petinggi kelompok Qingjie untuk membantu beberapa orang pasukan yang dibawa Xiao Wang itu untuk menangkap penyusup tersebut. Pasukan bayangan itu sendiri tidak lebih dari tujuh orang. Meski terkesan mengeroyok, namun nyatanya mereka masih belum cukup mampu untuk melumpuhkannya, menandakan kalau penyusup ini memiliki basis kultivasi yang tinggi.
Dengan bergabungnya petinggi kelompok Qingjie, akhirnya penyusup tersebut berhasil dibuat sibuk. Apalagi alat-alat yang digunakan oleh para petinggi tersebut yang terkesan aneh di masa itu, berhasil membuat penyusup tersebut sering teralihkan perhatiannya.
Salah seorang penatua melepaskan senapan, tampak energi api keluar dengan membawa tekanan yang sangat besar. Itu langsung mengarah ke arah penyusup tersebut.
Beruntung dia masih bisa menghindarinya. Akan tetapi, tudungnya malah terkena tembakan itu, membuat tudung tersebut terlepas.
Wajah penyusup itu terlihat. Nampak dia adalah seorang wanita cantik berkulit seputih salju. Rambutnya panjang terurai. Dia berputar dengan anggun, membuatnya semakin terlihat seperti Dewi yang baru turun dari langit.
Salah seorang dari pasukan kelompok Naga Langit merasa tidak asing dengan wajah wanita itu.
"Dia… sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi di mana?" gumamnya, dia mencoba untuk mengingat kembali waktu-waktu lampau, mana tau terdapat gan arab terkait dengan wajah wanita itu.
Namun beberapa saat mengingat, tetap dia tidak menemukan ingatan apapun tentang wanita itu.
"Sudahlah, daripada tidak jelas, lebih baik aku kembali bergabung dengan rombongan dan menangkapnya!"
__ADS_1
Dia menyiapkan senjatanya, melesat setelahnya ke arah wanita itu.
Libasan pedang tajam datang dari berbagai arah. Wanita itu dengan segera menepis semuanya. Namun setelah berhasil menepis, dia terlambat menyadari kalau sebuah alat aneh telah bersiap di belakangnya.
Alat itu berbentuk bunga Krisan. Semula kuncup, namun tiba-tiba saja berubah menjadi mekar. Semua kelopak dari alat itu memisahkan diri, begitu tajam dan mengkilap, mereka semua melesat dengan kecepatan tinggi ke arah wanita tersebut.
Wanita itu tersentak kaget. Mencoba untuk melindungi diri dengan melepaskan energi dari tebasan pedang. Sayangan itu hanya berhasil menepis beberapa saja. Sebagian kecilnya berhasil meloloskan diri.
Dua buah kelopak Krisan menggores lengan serta pipi wanita itu.
Peluang untuk menang semakin besar, mereka semakin kompak dan bekerjasama dalam melumpuhkannya.
Pada akhirnya, mereka berhasil pula. Menangkap wanita itu dan mengikatnya. Wanita tersebut dibawa menghadap kepala kelompok Qingjie yang tidak lain adalah Lai Wei.
Lai Wei memperhatikan wanita itu sejenak. Lantas mengintrogasinya.
"Katakan, siapa sebenarnya kamu dan apa tujuanmu datang membuat kacau kemari!?"
Wanita tersebut menatap sinis Lai Wei. Namun dia akhirnya memutuskan untuk menjawab. Dia tidak ingin terlalu jauh terlibat masalah. Lagipula kedatangannya kemari hanya untuk mengikut Xiao Wang, namun dia tidak menyangka akan di serang dan berakhir ditangkap seperti ini.
"Namaku Bing Xue Li, kekasih hatinya Xiao Wang!"
"Nona, kamu sangat cantik, namun mengapa kau harus berbohong menjadi kekasih hati ketua kami! Itu hanya akan menambah jatah hukuman yang akan kah terima!" ucap Lai Wei. Dia juga tidak suka saat ada orang yang sembarang mengaku-ngaku kekasih Xiao Wang.
Sementara ini, wanita tersebut yang tidak lain adalah Bing Xue Li memasang wajah kusut saat mengetahui bahwa orang yang ada di hadapannya ini akan menambah porsi hukumannya. Dia tidak tau seperti apa hukuman yang akan dia terima sebagai ganjaran karena telah menyusup. Bisa jadi setelah hukumannya di tambah, nyawanya yang juga akan berkemungkinan besar menghilang.
Lagipula meskipun dia benar-benar teman Xiao Wang, namun bagi orang-orang tertentu, mereka baru pertama kali melihat wajah cantik Bing Xue Li, siapa yang akan mengenalinya?
"Aku tidak berbohong... Kalau tidak percaya, sekarang panggil pemimpin kalian, biarkan dia yang menjelaskan kepada kalian!" ucap Bing Xue Li.
"Pemimpin. Sedang tidak bisa untuk diganggu."
__ADS_1