
Han Zi begitu marah terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa menyelamatkan dua orang yang sangat ia cintai itu. Wanita cantik serta gadis imut mati mengenaskan di depan matanya. Dia bahkan hanya menjadi penonton, layaknya orang bodoh tanpa tergerak untuk membantu.
Han Zi mendadak kembali mendapatkan kendali tubuhnya, segera berlari ke arah istri dan anaknya. Tapi semuanya sudah terlambat, mereka sudah tak bernyawa lagi.
Berteriak dengan penuh penyesalan, mencoba membangunkan mereka, tapi apa yang dia lakukan hanyalah berbuah kekosongan.
Sedangkan Iblis yang membunuh Istrinya serta anaknya itu hanya menatap Han Zi dengan tatapan jijik. Lalu dia menghilang dari sana.
Beberapa detik dalam suasana lengang, mendadak terdengar suara dari arah belakang.
"Kau sangat bodoh! Lihatlah, istri dan anakmu mati di tangan iblis itu, dan kau hanya menonton tanpa bergerak untuk membantu mereka. Dimana hati nuranimu sebagai seorang ayah sekaligus seorang suami?"
Itu begitu dekat, Han Zi terdiam. Menundukkan kepalanya sejenak.
"Penyesalan mu itu tidak akan berguna. Kau akan membawanya hingga ke neraka."
"Hahaha... Kau benar, mereka mati karena kebodohanku. Tapi ini semua karena kamu!" Berkata dengan penuh penekanan, Han Zi menunjuk Xiao Wang. Bagaimanapun lelaki itu yang telah membuatnya mengingat kembali semuanya. Kenangan menyakitkan yang hendak dia lupakan seumur hidup, tapi harus kembali dia ingat.
"Cih, kau malah menyalahkan orang lain! Ckckck..." Xiao Wang menggeleng, tak habis pikir dengan jalan pikir Han Zi.
"Hahaha.... Hahaha... Ini semua salahmu! Salahmu karena kembali mengingatkan ku tentang itu!" Han Zi bangkit sembari tertawa gila.
__ADS_1
Berhenti tertawa secara mendadak, dia menunjuk Xiao Wang. "Kau harus mati, Nak!" Sifat Iblis yang menguasai, membunuh semua perasaan bersalah serta penyesalannya.
Dalam sepersekian detik, Han Zi telah menghilang. Muncul tepat di hadapan Xiao Wang.
Whush...
Tapak tangan yang dibalut energi Qi tajam bertemu dengan pedang Xiao Wang. Keduanya saling menatap tajam. Bergerak untuk mengambil langkah lain, pertarungan itu berlangsung cepat. Dalam satu menit, ratusan jurus telah terjadi.
Xiao Wang menebas dengan lihai. Manusia setengah iblis itu menggila, menyerang dengan sangat ganas. Menghilang dalam beberapa tempat, muncul di tempat yang berbeda. Dia seperti mengelabui Xiao Wang dan menyerang dari arah tak terduga.
Sayangnya, Xiao Wang bisa dengan mudah menepis semua serangannya.
Baamm...
Han Zi terdorong mundur cukup jauh. Menghentikan aksinya dan menoleh ke arah Xiao Wang tajam.
"Jiwa Iblis telah menguasai mu sepenuhnya! Kau tak lagi memiliki perasaan, layaknya manusia!" ucap Xiao Wang.
Han Zi menyeringai sinis. Setelah kejadian beberapa tahun lalu, dirinya tak lagi menganggap bahwa dia adalah manusia. Han Zi adalah setengah iblis, meski masih memiliki status setengah manusia, namun sifat manusiawinya telah sirna.
"Aku memang bukan manusia, kau tau itu! Tak perlu mengingatkan ku, dan kau harus mati mengenaskan karena telah berani mengambil gambar kenangan buruk itu!" ucap Han Zi.
__ADS_1
Kembali maju untuk menyerang Xiao Wang. Jika tadi dengan tangan kosong, kali ini dia mengeluarkan senjatanya. Aliran energi mengikuti pergerakan laju kapak itu, membentuk bayangan merah darah.
Whush....
Kapak itu hanya menghantam udara kosong. Xiao Wang tidak lagi terlihat keberadaannya. Han Zi menilik sekitar dengan tatapan tajam.
Tapi sejauh ini tak menemukan keberadaan Xiao Wang ada di sana.
Darah yang ada di bawah tiba-tiba saja menunjukkan suatu pergerakan. Han Zi mengambil sikap waspada. Bayangannya yang ada di air semakin tidak jelas seiring dengan bertambah getaran yang terjadi.
Whush...
Sring...
Rantai-rantai tajam muncul dari dalam genangan darah. Itu langsung bergerak cepat ke arah Han Zi, berniat akan menangkap lelaki itu.
Han Zi menghindari salah satu rantai dengan cepat. Rantai lain yang datang segera dia tepis dengan kapak.
Itu tidak berhenti hingga beberapa waktu. Dia terus melesat berpindah-pindah tempat dengan rantai tajam yang terus menargetkannya.
Secepat apapun dia bergerak, rantai-rantai tersebut malah semakin ganas dan mengikuti kecepatannya. Itu membuat Han Zi khawatir tidak akan mampu menghindar lebih lama.
__ADS_1