
"Pemimpin baru kelompok Naga merah memang pernah membangun hubungan dengan kekaisaran Wei. Sebagaimana tujuan kami dahulu, bahwa menguasai satu kekaisaran, begitupun juga dengan kekaisaran Wei yang ingin mendapatkan sebagian besar wilayah kekaisaran Han."
Rekan sebelahnya mengambil alih bicara. "Terlepas dari hubungan antara pemimpin baru dengan Kekaisaran Wei, namun semua itu nyatanya sudah diatur oleh pemimpin Mutlak."
Xiao Wang mendengar itu langsung menautkan dahi. "Pemimpin Mutlak?" tanya Xiao Wang mengulangi kembali perkataan bawahannya itu. Dalam hati, dia sudah menebak bahwa pemimpin Mutlak yang dimaksud adalah asap hitam yang dia temui dua bulan lalu.
"Benar, Pemimpin! Pemimpin Mutlak ini merupakan sosok Iblis. Dialah yang membangun kelompok Naga Merah, serta dia pula yang membuat Pemimpin Baru membangun hubungan dengan Kekaisaran Wei. Sekarang Pemimpin Mutlak ada di kekaisaran Wei!"
Xiao Wang mengangguk. Benar dugaan–nya, asap hitam itu merupakan iblis, namun yang dia temui dua bulan lalu merupakan sebagian kecil dari jiwanya.
"Apa lagi yang kalian ketahui?!"
Untuk kesekian kalinya kedua orang itu berpandangan. Kali ini mereka agak ragu untuk menjelaskannya. Namun mengingat saat ini mereka telah menjadi bagian dari kelompok Naga Langit serta telah terputus dengan Ikatan Iblis, maka dua orang itu pun memutuskan untuk memberitahu semua informasi yang mereka ketahui.
"Sebenarnya selain di kekaisaran Han ini, kelompok Naga Merah juga mulai membentuk kelompok baru di kekaisaran Wei. Bedanya, jika di kekaisaran Han kelompok Naga Merah tidak mendapat sambutan baik dari Kekaisaran, Kekaisaran Wei justru sebaliknya."
Xiao Wang mengelus-elus dagunya yang tidak berjanggut. Dia mulai mengaitkan apa yang diceritakan oleh dua bawahannya dengan masalah yang tengah dia jalani saat ini, yaitu berkaitan dengan ayah serta ibunya.
"Baik, terima kasih karena telah menjawab semua pertanyaanku!"
Xiao Wang melempar dua botol berisi pil tingkat Langit kelas 5 kepada kedua orang itu. "Ambilah!"
Keduanya tidak menyangka akan mendapatkan pil itu. Mereka berdua sama-sama berterima kasih dan memuji Xiao Wang. Setelah itu, mereka berdua lantas pergi.
Pintu yang semula terbuka saat kepergian dari dua bawahan Xiao Wang, kini menutup dengan sendirinya. Suasana ruangan itu lengang beberapa saat, Xiao Wang masih belum beralih memikirkan hal lain.
"Hmm, jika memang kelompok Naga Merah telah dibentuk dan mendapatkan sambutan baik di kekaisaran Wei, berarti benar apa yang dikatakan oleh sosok asap hitam itu. Dia memang mengetahui sesuatu terhadap ayah serta ibu. Jika mereka sudah turun tangan dan ikut campur masalah urusan ayah serta ibu, ini akan menjadi semakin rumit.
__ADS_1
"Menghadapi kekaisaran Wei saja belum tentu aku berhasil, bagaimana jika ditambah dengan kelompok Naga Merah?!" gumam Xiao Wang.
Dia yakin, kelompok Naga Merah yang dibentuk di kekaisaran Wei ini jauh lebih hebat dari yang ada di kekaisaran Han.
"Aku harus menjadi kuat, serta mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin." Xiao Wang menghela nafas panjang. Beberapa Minggu lalu, dia telah menerobos Ranah Alam Langit tahap 3. Tinggal 6 tahapan lagi sebelum mencapai ranah berikutnya. Mungkin butuh dua sampai tiga tahun lagi baru dia benar-benar akan memiliki kekuatan cukup untuk menyelamatkan kedua orang tuanya.
"Ayah … Ibu, tunggu aku, secepatnya aku akan menyelamatkan kalian!" tekad Xiao Wang.
Bangkit dari duduknya, Xiao Wang berjalan keluar dari ruangan itu. Sampai diluar, dia langsung terbang, meninggalkan markas. Dia berniat berlatih di luar. Sebenarnya bisa saja Xiao Wang masuk ke alam jiwa untuk berlatih, namun untuk kali ini, di memilih berlatih di ruang terbuka.
***
Seorang berjubah hitam saat ini mendarat lima puluh meter dari markas kelompok Naga Langit. Dia melompat kembali dan memanjat pohon tertinggi. Memperhatikan Kelompok Naga Langit dari jauh. Sejenak dia memasang senyum kecut kala mengetahui penjaga gerbang kelompok Naga Langit itu memiliki basis kultivasi ranah Langit, begitu jauh jaraknya dengan kultivasi yang dia miliki.
"Mereka benar-benar mengerikan. Apakah ada peluang untuk aku masuk?" gumamnya pelan dengan nada pesimis.
Dia tidak lain adalah kepala Klan Lu. Dalam dua bulan terakhir, klan Lu mengalami perosotan. Bahkan kelompok yang dahulunya merupakan satu diantara lima Klan besar kekaisaran Han itu kini telah menjadi klan biasa. Banyak anggota yang keluar semenjak klan bergabung dengan Kelompok Naga Merah. Ditambah setelah kekalahan kelompok Naga Merah, klan Lu semakin mengalami kekacauan. Belum lagi kelompok-kelompok lain yang sempat menjalin kerjasama dengan Klan Lu malah terputus.
Klan Lu dipandang rendah oleh orang-orang kekaisaran. Bahkan klan Lu tidak lebih dari klan kecil saat ini.
Untuk mengatasi masalah tersebut, untuk itulah kepala klan Lu menemui Xiao Wang. Berniat menjalin hubungan baik dengan kelompok Naga Langit, atau mungkin bisa menjadi bagian dari aliansi Huangjin. Entah rencana ini akan berhasil, atau justru malah sebaliknya.
Meskipun ini merupakan langkah yang memalukan bagi kepala klan Lu, namun apa boleh buat? Dia tidak ada pilihan lain selain dengan menjalin hubungan kerjasama dengan Xiao Wang.
"Aku tidak mungkin masuk lewat gerbang depan. Penjaga tidak akan mengizinkan aku masuk karena tidak memiliki janji dengan ketua kelompok Naga Langit." Dia mulai memikirkan cara untuk masuk.
"Hmm, baiklah, aku akan memanjat tembok itu!"
__ADS_1
Kepala klan Lu kemudian melesat turun dan berlari kencang. Bergerak dalam bayangan, dia memutar haluan, menuju pertengahan tembok pagar, lalu melompat tinggi.
Memperhatikan sejenak area sekitar, memastikan aman dari anggota yang berjaga. Setelah itu melesat terbang menuju salah satu atap.
Sejauh ini perjalanannya cukup mulus. Dia akan menemui Xiao Wang secara diam-diam. Bukankah ini cukup aneh? Meminta menjalin hubungan kerjasama, namun datang secara diam-diam layaknya seorang pencuri. Ya, tapi itulah yang dilakukan oleh kepala klan Lu. Dia sudah memikirkan ini dengan matang, entah usaha apa nantinya yang akan dia gunakan untuk membujuk Xiao Wang agar mau bekerjasama dengannya.
Kepala klan Lu melompati satu demi satu atap bangunan. Langkahnya yang begitu hati-hati, tidak menimbulkan suara setiap pijakannya.
Dia kemudian turun dan memilih untuk mendarat di atas tanah.
Whush…
Whush…
Beberapa pisau melesat tajam ke arah kepal Klan Lu. Refleks mengambil langkah mundur untuk menghindari pisau-pisau itu.
Berhasil, namun pisau yang lain kembali datang. Kali ini bukan hanya satu arah, melainkan datang dari empat arah berbeda. Meski demikian, itu tetap berhasil dia hindari.
Beberapa orang muncul, mengenakan jubah, dengan corak emas yang mengkilat diterpa cahaya bulan. Mereka langsung mengelilingi kepala klan Lu.
Dia memasang wajah panik serta khawatir. Dalam hati mengumpat keras atas kecerobohannya. Xiao Ming muncul diantara orang-orang berjubah tersebut. Dau langsung menghadang kepala klan Lu.
"Cih, hanya orang gila yang mau mencuri di kelompok Naga Langit… Semuanya, tangkap dia!" Perintah Xiao Ming.
Tanpa basa-basi, orang-orang berjubah itu langsung bergerak bersama-sama, menyerang kepala klan Lu.
Pertarungan sempat terjadi hingga beberapa menit. Namun pada akhirnya kepala klan Lu berhasil dilumpuhkan. Dia dibuat pingsan, di ikat dan dikurung dalam satu ruangan.
__ADS_1