
Xiao Wang memasang sunggingan khas, pandangannya mengarah ke arah ledakan besar yang terjadi beberapa meter di hadapannya.
Kabut mengepul hebat dari ledakan. Banyak orang yang melayang di sekitarnya dibuat terhempas oleh angin kuat.
Selang beberapa saat, tampaklah kondisi ketiga Kultivator yang terkena serangan mereka sendiri. Pakaian yang mereka kenakan sudah terbakar sepenuhnya. Tubuh mereka pun tidak bisa dikatakan baik, luka bakar memenuhi tubuhnya. Bahkan asap masih terlihat keluar dari tubuh yang sebagian dagingnya sudah matang.
Melihat kondisi ketiganya yang sangat buruk, tentu saja semua Kultivator yang ada di sana membelalakkan mata, tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Sementara untuk tiga Kultivator ranah Langit tahap 8 itu sendiri kini telah menyesali akan keputusan mereka dalam mengeluarkan tujuh puluh persen kekuatan mereka untuk menciptakan gabungan energi tadi. Serangan yang diarahkan untuk Xiao Wang, akan tetapi malah mengenai mereka sendiri.
Xiao Wang merasakan adanya aura yang sangat hebat mendatangi lokasi mereka saat ini. Namun sebelum pemilik aura tersebut benar-benar akan sampai, Xiao Wang terlebih dahulu mendekati Si dan San yang saat ini terkam mematung.
"Paman!" ucap Xiao Wang memanggil mereka berdua. "Apakah aku bisa minta tolong?!"
Kedua orang itu sempat terdiam. Dengan kekuatan yang sangat besar itu, mengapa Xiao Wang masih meminta tolong?
"Apa yang bisa kami lakukan?" tanya San.
"Menjauh–lah dari tempat ini. Cari rekan-rekan ku dan tuntun mereka untuk meninggalkan kota ini! Jika sudah berada di luar perisai, maka Paman berdua bisa memberiku kode dengan meledakkan kembang api ini!" ucap Xiao Wang. Dia kemudian menyerahkan sebuah benda yang diyakini adalah kembang api. Dia mendapatkan benda tersebut dari cincin ruang yang dia rampas.
San menerimanya. Setelahnya tanpa bertanya lebih jauh, San dan Si pergi dari sana.
Tepat setelah kepergian dua orang tersebut, muncul seorang pria berpakaian hitam, dengan jenggot pendek serta kumis tebal dan rambut yang di sanggul atas.
Hanya sekali lihat saja Xiao Wang sudah mengetahui bahwa kultivasi lelaki ini berada di ranah Langit tahap 9.
Lelaki ini sendiri merupakan pemimpin dari kelompok Zhizao. Dia menyapu pandangannya di sekitar, lalu kepalanya bergeleng pelan.
Tatapan matanya tertuju pada Xiao Wang.
"Ckckck... Nak, berani sekali kau menciptakan kekacauan di daerah ku!" ucapnya dengan intonasi pelan dan mengandung suatu tekanan.
Xiao Wang balas menatap, baru setelahnya dia menjawab, "Bukan aku yang menciptakan kekacauan ini, melainkan anggota kelompok mu lah yang lebih dulu menciptakannya. Mereka dengan sengaja melukai rekan-rekanku, bahkan sampai ada yang terbunuh karena ulah mereka. Bagaiman aku akan diam saja dengan ini semua?"
Pimpinan Kelompok Zhizao hanya berekspresi datar mendengarnya. "Hehehe, Nak ... kau begitu sensitif. Anggota ku memang kebanyakan orang udik, jadi tolong maafkan perbuatan mereka. Daripada memikirkan dendam yang tidak jelas, bagaimana kalau kau mau bergabung bersama kelompok kami. Nantinya kau akan mendapatkan jabatan tertinggi kedua setelah ku. Harta, tahta dan wanita akan kau dapatkan tanpa perlu meminta!"
Pemimpin kelompok Zhizao mencoba untuk menghasut Xiao Wang. Merekrut orang kuat seperti Xiao Wang ini akan begitu menguntungkan kelompok. Dia yakin jika saja Xiao Wang mau bergabung, maka kelompok Qingjie yang merupakan rival mereka tidak akan bisa lagi disejajarkan dengan kelompok Zhizao.
Tapi sayangnya itu malah ditolak mentah-mentah oleh Xiao Wang.
"Sayangnya aku bukanlah orang yang mudah terhasut dengan iming-iming hasutan basi milikmu."
Perkataan Xiao Wang begitu menusuk. Bahkan pemimpin kelompok Zhizao begitu percaya diri tadi, namun Xiao Wang malah merespons dengan perkataan menyinggung kasar.
"Cih, kau begitu sombong, Nak.
Baiklah, jika itu mau–mu. Namun karena ditawari memilik jabatan tinggi kau tidak mau, maka kau akan menjadi seorang babu di kota ini."
__ADS_1
"Atau kau yang akan menjadi babu di dunia mengerikan ciptaan ku!" Xiao Wang membalikkan perkataan pemimpin Kelompok Zhizao.
Setelah itu, pertarungan pecah saat itu juga. Xiao Wang menyerang dengan ganas, begitu pun lawan yang tidak kalah ganas.
Tring...
Trang...
Tring...
Bunyi dentingan pedang terdengar sangat cepat. Bahkan saat satu dentingan belum berakhir, malah kembali terdengar dentingan lain.
Xiao Wang menepis libasan pedang tajam yang diarahkan lawan padanya. Setelah itu membalas dengan tebasan keras pula.
Whushh...
Dua pedang mereka kembali bertemu, menimbulkan energi kuat di sekitar mereka yang saling bertolakan. Keduanya terdiam, sembari mencoba untuk menahan serangan lawan, namun juga saling menatap tajam beberapa saat.
Xiao Wang serta pemimpin dari kelompok Zhizao tersebut sama-sama terdorong mundur ke belakang.
Wiusshh...
Duarr...
Ledakan terjadi sangat jauh di luar kota. Menimbulkan bunga api yang merekah lalu menghilang dalam sekejap. Melihat itu, Xiao Wang sudah bisa menebak bahwa itu berasal dari San.
"Baiklah, mari bertarung serius!" ujar Xiao Wang.
Pemimpin Kelompok Zhizao menatap Xiao Wang penuh curiga. Takutnya kode tersebut malah sebagai petunjuk untuk mengundang kedatangan orang-orang.
"Tidak peduli siapa yang kau panggil. Hari ini tetap akan menjadi hari terakhir mu!" tekan pemimpin kelompok Zhizao.
"Kau bisa menyimpan pernyataan itu untuk mu!"
Setelah itu Xiao Wang dan pemimpin Kelompok Zhizao maju kembali dan melangsungkan pertarungan sengit.
Dengan kekuatan puncak Ranah Langit, tidak sulit bagi mereka untuk menciptakan kekuatan yang mengandung efek kerusakan yang sangat besar.
Setiap gerakan yang mereka keluarkan, menimbulkan ledakan besar maupun sedang. Angin kencang tercipta seiring dengan serangan yang dilayangkan. Tidak hanya itu, tanah kembali dibuat tergetar, seolah-olah merespons adanya kekuatan besar yang dikeluarkan oleh keduanya.
Whush.....
Duarrr...
Sama-sama beradu tapak yang mengandung energi sangat besar, keduanya sama-sama terdorong.
Beberapa saat berhadapan dengan pria ini, Xiao Wang merasakan kemampuan bertarung yang dimiliki olehnya begitu tinggi. Ini disebabkan lelaki ini telah beberapa kali melewati pertarungan antara hidup dan mati. Selain itu pengalamannya terbilang sangat banyak.
__ADS_1
"Mari kita jadikan pertarungan tadi hanyalah pemanasan. Nak, aku harap kau tidak akan lagi menahan kekuatanmu!"
"Hohoho, kau yang meminta ini, Pak tua. Maka jangan menyesalinya!" ucap Xiao Wang diselingi seringai yang bisa dibilang cukup menyeramkan.
Setelah itu, Xiao Wang dan pria tersebut telah melepaskan kekuatan mereka yang sangat besar.
Namun, sejurus kemudian pemimpin dari kelompok Zhizao mengerutkan kedua alisnya kala merasakan ada yang aneh.
"Sepertinya ada yang salah!" ujarnya, dia menghentikan pelepasan kekuatannya dan memilih untuk menilik sekitar.
Mata pemimpin kelompok Zhizao langsung melebar kala mengetahui satu fakta. Bahwa orang yang menjadi lawannya ini menguasai keterampilan ilusi.
Menghadapi seorang penguasa keterampilan ilusi bisa dibilang mimpi buruk baginya. Pernah sekali dia berhadapan dengan penguasa keterampilan ilusi, dan dia nyaris tidak bisa selamat.
Xiao Wang tidak berhenti melepaskan kekuatannya. Aura kematian dari tubuhnya menyebar luas hingga memenuhi satu kota. Array yang mengelilingi kota kini telah penuh akan aura Xiao Wang. Membuat tidak satupun dari penduduk kota yang terlepas dari aura tersebut.
Tentu saja satu kota dibuat merinding. Namun, meskipun kota ini terbilang lumayan besar, akan tetapi penduduknya tidaklah seramai yang dibayangkan. Pasalnya semua orang di kota ini merupakan kelompok Zhizao.
Tak lama setelahnya, rumah-rumah yang ada di kota itu tenggelam oleh magma yang tiba-tiba saja muncul, entah darimana sumbernya.
Mereka yang berada di ranah Suci segera melayang di udara, sementara Kultivator ranah Raja ke bawah yang tidak bisa terbang segera meminta bantuan mereka yang memiliki kultivasi Ranah Suci. Tapi kebanyakan dari mereka yang tidak terbang dan berakhir dengan tenggelam, terbakar dalam lautan magma.
Kultivator ranah Langit tahap 9 menatap Xiao Wang tajam. Dia sudah melihat bagaimana nasib Kultivator-kultivator ranah suci yang mati mendadak saat terendam oleh magma.
"Sialan... Berhenti dengan ilusi mu ini!" Pemimpin kelompok Zhizao langsung menyerang Xiao Wang dengan tujuh puluh persen kekuatannya.
Sayangnya serangan itu malah menembus tubuh Xiao Wang.
"Hahah.... Nikmatilah! Jadilah Penunggu Alam Ilusi–ku!" ucap Xiao Wang dengan seringai Iblis.
Tak lama setelahnya, mereka yang terendam ke dalam magma mulai melayang. Dan langsung saja semuanya menyerang Kultivator-kultivator yang masih selamat tersebut.
Anehnya, setiap dari mereka yang terendam tadi memiliki aura merah darah dari tubuh mereka. Tidak hanya itu, bahkan kekuatan mereka juga ikut meningkat, hingga yang tadinya hanya berada di ranah Raja ke bawah, kini malah setara dengan basis kultivasi ranah Suci Hingga Langit.
"Sialan... Hentikan ilusi mu ini..."
"Kau meminta aku untuk berhenti, sementara kau sendiri yang sebelumnya meminta ku untuk melakukannya. Oh ya, omong-omong, kau tidak perlu merasa takut, sebab jiwamu serta jiwa semua kelompok Zhizao akan menjadi penunggu di alam Ilusi ku!" Setelah mengatakan itu, Xiao Wang mendadak berubah menjadi asap hitam, yang menyebar dan menghilang menyatu dengan angin.
Melihat Xiao Wang yang pergi begitu saja, membuat wajah Pemimpin kelompok Zhizao semakin memburuk. Kini dia harus berusaha semaksimal mungkin mematikan ilusi ini. Menyelamatkan orang-orang yang jiwanya masih selamat untuk keluar dari pengaruh ilusi.
"Semuanya, dengarkan aku. Mereka yang menyerang kita itu tidak akan ada kemungkinan lagi untuk menyelamatkan mereka. Sebab jiwa mereka memang telah mati. Jadi jangan ragu untuk melawan. Satukan kekuatan untuk keluar dari alam ilusi ini!" ucap pemimpin kelompok Zhizao, memerintahkan anggotanya untuk bertahan dan melawan.
Semuanya setuju. Dan tanpa ragu mengeluarkan kekuatan mereka secara besar-besaran. Sebagian bergerak untuk menyerang sisi-sisi kosong, berharap bisa menemukan pusat ilusi dan menghancurkan Ilusi tersebut. Sementara sebagian lagi bertugas untuk melawan jiwa-jiwa yang telah mati.
Semula masih bisa dikontrol, namun seiring dengan waktu yang berjalan, apa yang terjadi di alam ilusi itu juga semakin ganas. Bahkan hal-hal menyeramkan semakin terbentuk setiap saat. Menciptakan ketakutan yang menjadi-jadi, dan berakhir dengan dikalahkan oleh ketakutan mereka sendiri.
Selain banyak hal aneh dan mengerikan terbentuk setiap saat. Bahkan alam pun seolah menjadi aneh, warna merah pada latar tempat itu seolah memberi kesan mematikan. Tak memberi kesempatan bagi setiap jiwa yang ada di sana untuk selamat. Hingga tak ada lagi yang bertahan. Mereka semua kemudian menjadi penunggu dalam alam itu, termasuk pemimpin kelompok Zhizao sendiri.
__ADS_1