Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 194 ~ Han Zi Mati


__ADS_3

Krakk…


Dunia itu tiba-tiba saja retak. Itu tampak seperti kaca yang hendak pecah. Bunyi khas retakan juga terdengar, mengisi keheningan yang terjadi di dunia itu.


Asap-asap yang seperti memiliki jiwa semakin leluasa dalam merusakkan dunia ilusi itu. Han Zi semakin berada di puncak keberhasilannya, menghancurkan alam ilusi Xiao Wang.


Sembari melepas kekuatan besar-besaran, Han Zi juga menyeringai. Akan tetapi seringai itu tidak bisa bertahan lama. Dadanya semakin sesak, berdenyut-denyut kencang, hingga memompa darah hitam untuk naik ke dalam mulutnya. Luka dalamnya semakin parah, pada akhirnya dia memuntahkan darah hitam tersebut.


Mata Han Zi membulat sempurna. Tubuhnya terasa sangat sakit, daging serta tulangnya seperti di tusuk-tusuk oleh paku panas dari dalam. Dia terlalu banyak mengeluarkan kekuatannya, dan meskipun telah berada di ambang batas kekuatan, namun Han Zi tetap memaksanya.


"Ini tidak bisa berhenti. Aku harus berhasil menghancurkan alam ilusi ini secepatnya dan keluar dari sini!" ujarnya di sela pelepasan kekuatan. Han Zi tidak lama bertahan lebih lama, dia akan menghentikan aksinya jika saja alam ilusi itu belum juga hancur. Maka dari itu Han Zi memutuskan untuk mengambil tindakan lain.


Kedua tangannya bergerak cepat, itu membentuk beberapa kali segel tangan. Tubuhnya tiba-tiba saja memancarkan cahaya merah silau. Cahaya itu semakin kuat, kekuatan dalam tubuhnya kian bergejolak meningkat. Han Zi menggunakan jurus terlarang untuk menambah pasokan kekuatan secara instan.


Tak peduli akan efek yang akan diterima, terpenting baginya adalah berhasil keluar.


Baammm…

__ADS_1


Lonjakan kekuatan yang meningkat, asap-asap yang bergerak ibarat jiwa itu semakin banyak. Mereka semua memiliki kekuatan besar.


Dalam beberapa menit kedepan, keretakan pada dunia itu semakin besar. Hingga tak lama setelahnya hancur menjadi serpihan kaca.


Dunia ilusi itu telah hancur, Han Zi telah berhasil keluar dan kembali kedunia nyata.


Pertarungan antara kubunya dengan aliansi Huangjin saat ini masih berlangsung. Belum menemukan titik pemenang, meski telah banyak yang tewas.


Han Zi menilik sekitar, beberapa petinggi kelompok Naga Merah terlibat pertarungan dengan ketua serta tetua aliansi Huangjin. Meskipun kenyataannya satu dari petinggi Kelompok Naga Merah mendapatkan dua sampai tiga orang lawan sekaligus.


"Hmm, kemana perginya anak itu? Apakah dia telah mampus setelah alam ilusinya berhasil aku hancurkan? Hahah… pastinya anak itu telah mampus sekarang. Energi jiwa spritualnya pasti telah terganggu, anak itu telah mengalami gangguan jiwa!" ujar Han Zi, berpikir bahwa ketidakadaan Xiao Wang di sini, itu berkaitan dengan kehancuran alam ilusi Xiao Wang sendiri.


Memang jika diperhatikan, di area pertarungan ini, tidak tampak batang hidung Xiao Wang. Yang ada hanya rekan-rekannya saja beserta pasukan dari aliansi yang bertarung melawan kelompok Naga Merah.


Han Zi berniat bergabung dalam keramaian. Dia ingin memulihkan kondisinya. Banyak sekali energi yang terkuras saat terjebak dalam alam ilusi Xiao Wang, dia membutuhkan banyak sekali asupan untuk memulihkan diri. Asupan itu sendiri akan dia dapat dari darah pasukannya yang akan dia konsumsi. Dikarenakan darah para pasukannya itu begitu cocok dengan dia, sekaligus bahan utama untuk memulihkan kondisi secara instan.


Tapi untuk melakukan itu, tidaklah mudah dengan kondisinya yang sekarang. Luka parah yang dia alami, baik diluar maupun luka dalam. Bahkan saat ini dia hanya bisa mematung, bersembunyi di atas atap salah satu bangunan. Mengumpulkan sedikit energi alam, agar dia bisa bergerak nantinya. Itupun tidak bisa dibilang leluasa.

__ADS_1


Jurus terlarang yang telah dia gunakan tadi telah berhasil membawanya lebih dekat dengan kematian. Han Zi menyadari akan hal itu, tapi sebelum dirinya benar-benar mati, setidaknya dia harus melaksanakan tugas dari iblis yang memberinya kekuatan.


Han Zi mengeluarkan benda aneh dari cincin ruang miliknya. Benda itu sendiri berbentuk kristal merah darah, namun diselimuti oleh aura hitam. Han Zi menyerap energi yang terkandung didalamnya.


Belum cukup dengan itu, Han Zi juga mengumpulkan banyak pil pemulihan tingkat tinggi. Dia lalu menelan mereka sekaligus tanpa memikirkan konsekuensinya.


Han Zi merasakan tubuhnya yang terbakar dari dalam. Meringis kesakitan, pil-pil yang dia telan tadi bukanlah satu macam saja, melainkan ada bermacam-macam pil. Sehingga saat pil-pil itu dicerna oleh tubuh Han Zi, mereka malah menimbulkan rasa panas akibat saling bergolak.


Selang beberapa saat, rasa panas itu masih belum reda sepenuhnya, namun Han Zi bangkit untuk melakukan aksinya, yaitu menangkap anggota kelompok Naga Merah untuk dijadikan tumbal terhadapnya.


"Kau mau kemana, Pak Iblis. Tetaplah di situ dan memulihkan kekuatanmu, atau kepalamu akan hilang jika melanggar!" Sebuah suara menegur dari arah belakang. Han Zi menoleh. Seketika kedua matanya terbelalak. Di hadapannya berdiri Xiao Wang dengan kondisi yang baik. Ibarat melihat hantu di siang bolong, ya begitulah kira-kira ekspresi yang ditunjukkan oleh Han Zi saat ini.


"Kau, bukankah?"


Slash....


belum juga selesai Han Zi menyelesaikan pertanyaannya, kepalanya telah lebih dulu pisah dengan badan. Menggelinding ibarat bolq, kedua matanya terbelalak menyala. Seolah tidak terima bawa dia telah mati saat ini.

__ADS_1


__ADS_2