Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 164~ Membantu Ratu Semut Penelan


__ADS_3

Setelahnya mereka bertiga melompat turun dan mendarat perlahan di tanah. Mengikuti langkah kaki pemimpin Sekte Tombak Dewa yang menuntun mereka pada bangunan yang berjarak sekitar dua puluh meter.


"Silahkan masuk, saudara!" ucap ramah Pemimpin sekte Tombak Dewa kepada Xiao Wang dan dua rekannya tersebut.


Memasuki ruangan, mereka lantas duduk di kursi dan dihadapkan dengan meja bundar cukup besar di tengah-tengah mereka.


Selain dengan pemimpin sekte Tombak Dewa, di sana juga ada beberapa orang yang salah satunya Xiao Wang kenali.


"Saudara Wang... Lama tidak berjumpa! Saudara bahkan tampak sangat kuat saja sekarang!" sapa Hua Ai sembari menangkupkan tangan.


"Saudara Hua. Kau juga tampak sangat berkembang. Berkat bantuan dari tubuh Naga Batu milikmu, kau yakin dua sampai tiga tahun ke depan kau akan menggantikan posisi pemimpin sekte Tombak Dewa!" ujar Xiao Wang. Dia juga sempat menangkupkan tangan membalas Hua Ai.


"Umm, terima kasih atas pujiannya, Saudara!"


Posisi Hua Ai serta Xiao Wang duduk sendiri bersebelahan. Meskipun terdapat sedikit jarak yang memisahkan mereka.


Selain Hua Ai juga terdapat wakil ketua serta beberapa tetua sekte di sana.


Pembicaraan pun dimulai.


"Sebelumnya, terima kasih kepada saudara Xiao karena telah membantu kami. Aku tidak tahu jika tak ada bantuan dari saudara, mungkin sekte kami akan ditundukkan oleh kelompok Naga Merah," ujar Pemimpin dari sekte Tombak Dewa memulai pembicaraan. Meskipun tadi dia telah berterima kasih, namun kali ini dia kembali mengulanginya.


"Umm... Sebenarnya tidak perlu berbasa-basi lagi. Tentunya kalian pasti mengetahui bahwa dunia kultivator begitu perhitungan. Aku membantu kalian bukan atas dasar klan Xiao, melainkan karena diriku pribadi!" Xiao Wang membalas perkataan Pemimpin sekte Tombak Dewa.


"Umm, lalu apa maksud sebenarnya dari saudara? Apakah akan menjadikan sekte Tombak Dewa sebagai sekutu dari klan Xiao?"


"Sebenarnya cukup sederhana. Aku akan membentuk satu kelompok besar, dimana terdiri dari beberapa sekte, baik besar, kecil maupun menengah. Aku ingin sekte Tombak Dewa menjadi bagian dari ini. Dengan catatan, kelompok ini aku yang akan memimpin!" ucap Xiao Wang langsung pada intinya.


Pemimpin sekte Tombak Dewa terdiam. Meskipun sekte Tombak Dewa nyaris menjadi bawahan dari kelompok Naga Merah, tapi tetap saja mengenai tawaran Xiao Wang, ini terasa sedikit berat. Jika menyetujui tawaran dari Xiao Wang, berarti secara otomatis Sekte Tombak Dewa telah menjadi sebuah bawahan dari Xiao Wang, dan dia tidak menginginkan sekte mereka menjadi bawahan pihak manapun.


"Bagaimana? Apakah Pemimpin Sekte Tombak Dewa menyetujuinya? Sebenarnya aku tidak memaksa, namun jika sewaktu-waktu kalian diserang kembali oleh kelompok Naga Merah, aku tidak menjamin bantuan akan kembali datang," ucap Xiao Wang.

__ADS_1


Pemimpin sekte Tombak Dewa mulai mempertimbangkan akan perkataan Xiao Wang. Saling berpandangan dengan para tetua yang hadir di sana.


Di satu sisi mereka tidak mau menjadikan sekte Tombak Dewa sebagai bawahan seseorang. Namun jika mereka tidak menyetujui tawaran dari Xiao Wang, maka sama saja dengan menjadikan Sekte Tombak Dewa sebagai bawahan dari kelompok Naga Merah kelak.


Maka tidak ada jalan lain selain dengan bergabung dengan Xiao Wang. Jika di pikir-pikir, bergabung dengan Xiao Wang lebih baik daripada menjadi bawahan dari kelompok Naga Merah.


Setelah melalui diskusi kecil antar tetua dan ketua, akhirnya mereka mulai mengambil satu keputusan.


"Baiklah! Kami menyetujui ajakan Saudara. Mulai saat ini sekte Tombak Dewa telah masuk kedalam kelompok yang Saudara maksud!" ucap Pemimpin sekte Tombak Dewa.


Sunggingan kecil terlukis di bibir Xiao Wang.


"Terima kasih atas persetujuannya! Pemimpin tenang saja, dengan bergabung dengan kelompok ini, maka kalian akan mendapatkan pemasokan pil yang nantinya akan mengembalikan kekuatan kalian yang telah melemah ini!"


Mendengar itu kedua mata pemimpin sekte Tombak Dewa melebar. Jika dia mendengar ini dari tadi, maka tidak perlu susah payah memikirkan satu keputusan. Tapi jika di pikir-pikir lagi, belum tentu Xiao Wang memiliki pil sebanyak itu. Pastinya janji itu juga berlaku untuk sekte atau kelompok lain yang akan diajak bergabung. Maka yang timbul pertanyaan di benak para tetua serta ketua tersebut adalah darimana Xiao Wang bisa mendapatkan pil sebanyak itu? Kecuali jika dia seorang alkemis, baru itu tidak akan mustahil.


Setelah dirasa urusannya telah selesai dengan pemimpin Sekte Tombak Dewa, Xiao Wang, Qu Zheng, serta Ratu Semut beranjak lantas keluar dari ruangan itu.


Mereka melewati orang-orang sekte Tombak Dewa tersebut. Setelah berada di luar Sekte, langsung saja Xiao Long berubah menjadi Naga. Xiao Wang, Ratu Semut Penelan serta Qu Zheng lantas naik di punggung Xiao Long. Sementara untuk Yin sendiri memilih untuk kembali ke l kening Xiao Wang.


"Apakah kau bisa mengatakannya sekarang?" tanya Xiao Wang. Meskipun tidak jelas pertanyaan itu ditujukan kepada siapa, tapi Ratu Semut yakin bahwa itu ditujukan untuknya.


"Kau pikir aku akan melupakan janjimu? Kau sendiri yang membuat kesepakatan, dan kau sendiri yang melupakannya!" Ratu Semut Penelan berkata sinis. Ini menyangkut pertanyaan yang dilontarkan Xiao Wang sebelum mereka berangkat ke sekte Tombak Dewa.


Xiao Wang yang mendengar itu malah mengernyitkan alisnya. Dia tidak menyangka bahwa Ratu Semut Penelan akan berhasil mencapai ranah Langit tahap 9 dengan begitu cepat. Makanya Ratu Semut Penelan datang untuk menagih janjinya.


"Tentu saja aku ingat. Omong-omong sudah berapa lama kau membersihkan kediaman guru?"


Pertanyaan itu langsung membuat Ratu Semut Penelan tersipu.


"I–itu...!" Dia tidak bisa lanjut menjawab, entah karena malu atau karena ada hal lain.

__ADS_1


Sebenarnya mengenai hal itu Ratu Semut Penelan telah melakukannya selama seminggu ini. Dia sendiri telah berhasil mencapai basis kultivasi ranah Langit tahap 9 selama seminggu lalu. Mendatangi klan Xiao untuk menagih janjinya kepada Xiao Wang dalam membantunya naik ke ranah Alam Langit dan menjadi Siluman Dewa.


Tapi saat berada di klan, dia tidak menemukan keberadaan Xiao Wang. Karena melihat kediaman Xiao Feng yang dia ketahui merupakan tempat tinggal Xiao Wang sangat kotor, maka dia pun berinisiatif untuk membersihkannya. Sekaligus tidur di sana untuk beberapa hari terakhir.


Selain itu dia juga sempat membantu Xiao Hanming dalam menerobosnya ke ranah Alam Langit. .


Dibandingkan dengan menjawab pertanyaan Xiao Wang terkait dengan alasannya membersihkan kediaman Xiao Feng tersebut, Ratu Semut Penelan malah kembali melempar pertanyaan balik yang menuntut.


"Lalu kapan kita akan memulainya? Bahkan Pak Tua itu telah lebih dulu menerobos ranah Alam Langit dibandingkan dengan ku!"


"Hmm," Xiao Wang tidak langsung menjawab. "Long, bagaimana ini? Kau yang mengetahui caranya bukan? Lalu apa yang harus aku lakukan agar Ratu Semut Penelan bisa melakukan terobosan!"


Xiao Wang malah bertanya pada Xiao Long melalui batin.


"Sebenarnya bisa kapan saja. Tapi baiknya sebelum kau pergi ke kekaisaran Wei. Hitung-hitung menambah jumlah orang kuat yang ikut denganmu di sana!" balas Xiao Long.


"Hmm, baiklah, aku mengerti!"


"Apakah kau bisa menunggu beberapa hari atau Minggu lagi. Setelah aku berhasil mengumpulkan kekuatan untuk menundukkan kelompok Naga Merah, aku akan langsung membantumu!"


Tepat setelah menyelesaikan perkataannya, Xiao Wang langsung merasakan adanya aura membunuh yang begitu lekat terpancar dari tubuh Ratu Semut Penelan.


"Kau pikir aku ini siapa? Bisa seenaknya kau melakukan negosiasi. Aku tidak mau tau, kau harus membantuku sekarang juga!" ucap Ratu Semut Penelan dengan dingin.


Xiao Wang yang mendengar itu malah bergidik ngeri. "Ma–maaf tapi....!"


Tidak sempat melanjutkan perkataannya, Xiao Wang semakin merasakan aura membunuh yang pekat. Sepertinya kali ini Ratu Semut Penelan akan benar-benar menelannya jika dia menolak sekali lagi.


Menghela nafas pasrah, Xiao Wang kemudian menjawab. "Baiklah! Setelah kita sampai di klan, aku akan langsung membantumu!" ujar Xiao Wang.


Ratu Semut Penelan menarik kembali aura membunuh miliknya.

__ADS_1


__ADS_2