
"Yin dan Yang adalah pusat dari simbol unsur elemen. Air dan Api adalah salah satu bagiannya. Makanya simbol di kepala ku berwarna merah dan biru, bukannya putih dan hitam.".
Xiao Long mengangguk, "Benar, Nak! Simbol Yin dan Yang adalah pusat dari segala simbol elemen. Mereka bisa mengeluarkan kekuatan apa saja. Saat ini adalah berbentuk api dan es, namun suatu saat nanti bisa berevolusi menjadi apapun, puncaknya simbol gelap dan cahaya."
Kini giliran Xiao Wang yang memberikan anggukkan kepala. "Baiklah ... kalian berdua apakah masih akan tetap berada di sana, atau akan kembali masuk ke dalam simbol!" tanya Xiao Wang.
"Tentu saja kembali!" ucap Yin, setelah itu burung biru perak itu menghilang menjadi debu-debu biru yang langsung masuk ke dalam kening Xiao Wang.
Xiao Long pun juga ikut menghilang setelahnya, menjadi butiran-butiran debu merah yang langsung masuk ke dalam simbol Yin Yang di kening Xiao Wang.
Xiao Wang kembali ke tujuan awalnya yaitu fokus melewati tekanan. Mengangkat kaki dan berjalan pelan.
Semula tidak terjadi masalah, Xiao Wang berjalan dibawah tekanan. Dalam beberapa langkah kaki, kecepatan bergeraknya semakin berkurang. Gerak langkah kaki tidak terangkat melainkan bergeser, diseret di atas tanah.
Merasakan gelombang tekanan dari atas, kian memberat namun Xiao Wang tetap paksakan. Berusaha menguatkan tubuh agar tidak ambruk, ataupun dibuat terlutut oleh tekanan tersebut.
Otot-otot kaki telah menegang sedari tadi, kini menimbulkan getaran kuat pada kakinya. Bahkan Xiao Wang telah merasakan rasa nyeri, ibarat kedua kakinya terjepit diantara batu besar.
Keringat telah membanjiri pelipisnya pun juga dengan seluruh wajahnya. Dia seperti baru selesai mandi, namun bermandikan keringat.
Xiao Wang telah berjalan sekitar dua puluh meter. Tubuhnya terasa ringkuh. Berhenti untuk mengambil nafas.
Tapi dalam situasi seperti ini, untuk mengambil nafas saja terasa sulit. Hingga hanya tarikan nafas kasar bisa dia lakukan.
Xiao Wang mengeluarkan beberapa pil lalu menelannya.
"Sebaiknya aku berkultivasi, sembari membiasakan diri dengan tekanan ini," gumamnya lalu mulai mengambil sikap Lotus.
Tekanan yang kian meningkat, membuat wajah Xiao Wang sedikit kusut. Meskipun tekanan yang dirasa juga kian memberat akan tetapi satu hal yang Xiao Wang sadari. Bahwa semakin dia berjalan mendekati puncak dari tekanan tersebut, energi spiritual yang ada juga semakin terasa pekat.
Setelah merasa cukup, Xiao Wang memutuskan untuk bangkit dan kembali berjalan. Berjalan tertatih, sedikit lagi sebelum dia mencapai batu berbentuk lingkaran yang merupakan titik pusat dari tekanan tersebut.
Whush....
Sialnya mendadak terjadi gelombang tekanan dahsyat, datang dari arah batu berbentuk lingkaran tersebut. Itu langsung saja membuat Xiao Wang yang tidak siap terdorong, terbawa oleh gelombang itu.
Tidak ingin tubuhnya terus terbawa jauh oleh arus gelombang tekanan tersebut, Xiao Wang segera mengeluarkan pedang Dewa Siluman, menghujamkan–nya pada tanah, menggunakan pedang tersebut untuk menahan tubuhnya terbawa arus.
Tubuh Xiao Wang ibarat bendera yang berkibar, tapi tidak berlangsung lama sebab Xiao Wang segera menggerakkan tubuh untuk merubah posisinya menapaki tanah. Kini Xiao Wang berlutut dengan kedua tangan yang mencengkeram gagang pedang di hadapannya.
Rambut Xiao Wang berkibar oleh arus gelombang tekanan yang datang. Tekanan tidak hanya dirasa berasal dari atas, melainkan dari arah depan. Ibarat angin kencang, gelombang tekanan itu seperti tidak akan berhenti.
"Gelombang arus tekanan ini tidak akan berhenti!" gumam Xiao Wang. Dia kemudian mengambil suatu tindakan.
Menggunakan array tidak akan berguna, sebab tekanan yang ada ini bisa menembus array.
"Nak, keluarkan artefak yang kau dapatkan kemarin!" pinta Xiao Long dalam kepalanya.
__ADS_1
Xiao Wang tidak membantah. Dia melepaskan tangan kirinya dari gagang pedang, baru setelahnya dia mengeluarkan artefak yang dimaksud.
Baru juga artefak tersebut berada di tangan Xiao Wang, kini artefak tersebut malah terangkat dan akan terbawa arus gelombang tekanan. Tapi artefak itu mendadak menghilang dan menjadi debu hitam lalu masuk ke dalam kening Xiao Wang.
Xiao Wang menaikkan sebelah alisnya. Apa yang akan Xiao Long lakukan dengan artefak tersebut?
Namun apa yang akan dilakukan oleh Xiao Long, Xiao Wang tidak peduli. Yang terpenting adalah bagaimana dia akan melewati gelombang arus tekanan ini dan mencapai batu bundar yang kini tinggal beberapa puluh meter di hadapannya.
Menunggunya selama beberapa saat, namun Xiao Long tidak kunjung mengeluarkan sesuatu yang membantu, ataupun artefak tadi yang entah dimodifikasi atau tidak oleh Xiao Long. Sehingga Xiao Wang kemudian memilih untuk bergerak sendiri.
Dia kemudian mengeluarkan pedang Api matahari dari cincin ruangnya. Xiao Wang menarik pedang Dewa Siluman, yang menancap di tanah.
Pedang Dewa Siluman yang terlepas dari tanah segera dia silangkan dengan pedang Api Matahari.
Sringg...
Gelombang arus tekanan sementara ini bisa di tahan. Namun yang menjadi masalah adalah tekanan yang datang dari atas sana.
Gelombang tekanan yang datang dari atas itu begitu memberi beban berat terhadap Xiao Wang. Bahkan dua pedang yang berukuran ratusan ribu kilo itu juga semakin terasa berat saja. Namun Xiao Wang berusaha untuk menahan dua pedang di tangannya agar tidak terjatuh.
Whush...
Kedua mata Xiao Wang berubah menjadi merah darah. Entah mengapa pikirannya memberontak saat ini. Tapi Xiao Wang segera mengendalikan diri. Fokus untuk tujuan.
Meski terasa sulit harus menahan tekanan serta dua pedang di tangannya agar tidak terjatuh, namun Xiao Wang nekat menggerakkan kakinya untuk berjalan.
Hingga Xiao Wang akhirnya sampai di batu bundar itu.
Xiao Wang menghunjam–kan dua pedang pada tanah yang berada di samping batu. Arus gelombang tekanan yang semula hendak menerbangkan Xiao Wang tadi telah menghilang. Tersisa tekanan yang datang dari arah atas, semakin menekan pula.
Xiao Wang mencoba untuk menaiki batu dan duduk di atasnya. Pergerakan yang melambat, tak membuat Xiao Wang cepat berhenti. Tetap berusaha meskipun dengan tubuh yang semakin hebat dalam bergetar.
Xiao Wang akhirnya berhasil duduk di atas batu.
Dia memilih untuk duduk bersila, lalu mulai berkultivasi di bawah tekanan yang besar. Rasa-rasanya ubun-ubun Xiao Wang akan dibuat hancur oleh tekanan tersebut.
Energi spiritual yang semakin terasa pekat hingga seratus kali lipat dari energi yang ada di wilayah yang lain.
Xiao Wang menemukan proses penyerapan energi yang ada di sini lebih mudah.
Tubuhnya kini telah dikelilingi cahaya merah jingga yang terserap ke dalam tubuhnya. Xiao Wang semakin merasakan lautan spritual–nya semakin meningkat dan meluas. Energi Qi semakin terisi.
Selama berjam-jam Xiao Wang berdiam tanpa bergerak sedikit pun. Aura di tubuhnya juga perlahan-lahan semakin kuat.
Pedang Dewa Siluman serta Pedang Api Matahari yang tertancap di sampingnya saat ini memberikan reaksi. Dimana keduanya sama-sama mengeluarkan aura masing-masing.
Kedua pedang itu juga menyerap energi merah jingga yang menyebar itu.
__ADS_1
Selama beberapa jam berdiam diri di bawah tekanan kuat yang menghujam ganas, Xiao Wang merasakan tubuhnya yang hangat namun perlahan rasa hangat itu menjadi ganas.
Gelombang tekanan yang datang dari atas itu menimbulkan suara khas yang begitu berisik, ibarat suara angin kuat berlalu berulang-ulang. Tapi bagi Xiao Wang sama sekali tidak terganggu dengan suara itu.
Mulai terbiasa, Xiao Wang malah merasakan keheningan. Dia seperti tengah berkultivasi di lautan luas berwarna merah bercahaya dengan latar gelap.
Ini sangat tenang, sehingga proses kultivasinya juga semakin cepat.
Energi spiritual yang sangat melimpah dan pekat itu diserap dengan ganas oleh tubuh Xiao Wang.
Saat ini, tekanan yang seolah-olah menghancurkan ubun-ubunnya kini tidak lagi dirasakan oleh Xiao Wang. Ya meskipun keberadaan tekanan tersebut masih ada.
Selama beberapa saat dalam keheningan, lautan Qi spritual–nya menunjukkan tanda-tanda akan terisi penuh. Semakin terisi tanpa henti. Xiao Wang akan mencapai penembusan atau penerobosan ke ranah selanjutnya.
Namun dinding penghalang begitu sulit untuk diterobos.
Sejam dua jam kembali terlewat dengan sangat cepat. Meskipun lautan spritual telah penuh akan energi Qi Spiritual, namun tanda-tanda terobosan belum Xiao Wang peroleh.
Sementara itu, tekanan besar yang menerpa Xiao Wang kini semakin ganas. Semula tidak merasakan tekanan yang ada namun mendadak kini tekanan tersebut semakin menekan. Ibarat beban satu dunia dijatuhkan secara bersamaan pada Xiao Wang.
Tidak! Satu dunia saja tidak cukup untuk tekanan ini. Lebih dari itu. Seolah-olah langit runtuh, memberikan beban yang ribuan kali lipat dari beban yang ada di satu dunia tersebut.
Xiao Wang terbungkuk. Kali ini kepalanya benar-benar akan dihancurkan.
Xiao Wang menggertak giginya. Tapi apa yang terjadi justru diluar dugaan. Tekanan luar biasa besar nan dahsyat tersebut mematahkan gigi-gigi Xiao Wang.
Darah keluar dari mulut Xiao Wang. Tapi ini tidak terjadi pada giginya melainkan tulang Xiao Wang yang lain juga ikutan retak.
Krraak....
Kraakk...
Xiao Wang meringis. Ini sangat menyakitkan, lebih dari sekedar menahan tekanan luar biasa tersebut.
Tampak tulang lengan yang telah rusak oleh cahaya biru dari burung Phoenix Es tadi kini dibuat semakin rusak dan retak.
Kraakk...
terdengar bunyi retakan tulang. Tekanan itu bertambah dahsyat dua kali lipat. Kali ini tubuh Xiao Wang tidak akan mampu bertahan lagi. Tulangnya seketika hancur menjadi debu, dan menyatu dengan daging.
Xiao Wang tidak sempat untuk meneriaki rasa sakit tersebut karena kesadarannya terlanjur menghilang.
Tak ada penopang, tubuh Xiao Wang terjatuh di atas batu tersebut.
Tapi aura merah jingga yang ada di tubuh Xiao Wang masih terlihat mengelilinginya.
Selama beberapa saat, terlihat energi merah jingga tersebut terkumpul dan masuk ke dalam bagian-bagian tubuh Xiao Wang. Mereka kembali membentuk tulang yang telah hancur tersebut dengan tulang yang baru.
__ADS_1
Kembali terbentuk, namun tulang Xiao Wang di sini begitu berbeda dengan tulang sebelumnya. bukan lagi berwarna putih gading, melainkan berwarna Jingga namun terkesan kemerahan. Seperti terbentuk dari api panas, namun tulang tersebut memancarkan aura hangat.