Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 103 ~ Binatang Buas Kembali Mengacau


__ADS_3

"Lihat, bukankah itu Naga Magma yang selalu bersama dengan saudara Wang!" Xiao Fu yang hadir diantara rombongan klan Xiao berkata saat melihat Xiao Long terbaring diantara orang-orang dari kelompok Naga Merah.


"Apakah dia sudah mati? Naga itu bahkan tak menunjukkan suatu pergerakan pun!" ucap Xiao Ming.


Kelima rekan Xiao Wang juga hadir di sana, menyaksikan kekuatan hebat yang di keluarkan oleh Xiao Wang, di sisi lain mereka bisa melihat Xiao Long yang telah mati.


"Ketua, bukankah sebaiknya kita turun dan membantu Xiao Wang?" ujar Xiao Tang.


"Hmm, ya... Mari segera turun dan membantu dia!" balas Xiao Shan.


"Tapi, lihatlah kelompok Naga Merah memiliki banyak sekali ranah suci di pihak mereka. Bahkan ada yang berada di ranah Suci tahap 8, sementara kita...?" ucap salah seorang Penatua dan berniat menahan Xiao Shan untuk turun dan membantu Xiao Wang, oleh sebab tidak yakin akan kekuatan yang mereka punya.


"Bahkan Xiao Wang saja tidak takut menghadapi mereka semua sendirian. Lagipula aku tidak memaksamu, namun jika kau masih mau di anggap sebagai anggota klan Xiao seharusnya kau juga ikut turun!" Tanpa terlalu menghiraukan orang itu, Xiao Shan serta pasukan klan Xiao yang dibawanya segera pergi turun dan bertarung dengan kelompok Naga Merah.


Bagaimana pun mereka telah diberi amanah oleh Xiao Han Ming untuk setiap kelompok yang datang menyerang klan Xiao. Awalnya mereka menunggu di klan, namun heran ketika tidak ada satu pun kelompok yang datang menyerang. Padahal menurut info yang di dapat dari para pengintai, seharusnya hari ini.


Hingga mereka mendengar kabar bahwa Xiao Wang tengah bertarung sendiri. Bagaimana mereka diam saja saat mendengar berita itu?


Di sisi lain, Setelah turunnya klan Xiao di Medan tempur, kini muncul lagi kelompok lain, semuanya berpakaian biru muda. Terlihat seorang gadis cantik berdiri di posisi terdepan bersama dengan seorang pria tua di sampingnya. Gadis itu adalah Bing Xue Li, serta pria tua di sampingnya tidak lain merupakan kakeknya, Bing Dai.


Kedua orang itu bersama dengan rombongan Sekte Lotus Es segera menghampiri Pasukan yang semula menyerang Xiao Wang, dan kini telah menjadi penonton di pojokan setelah berhasil di kalahkan oleh Xiao Wang.


"Mengapa kalian berdiam di sini?" tanya Tetua ketiga sekte Lotus Es.


Salah seorang dari mereka pun menjawab pertanyaan tetua itu.


Sebenarnya saat ini Sekte Lotus Es tengah dalam perjalanan pulang, namun mereka mendengar suara pertarungan disertai dengan banyak aura Kultivator berkumpul di satu tempat. Lantas mereka segera menghampiri tempat tersebut.


Setelah mendengar penjelasan dari orang tersebut, pasukan Sekte Lotus Es yang tidak lebih dari dua puluh orang itu segera mendekat ke arah dimana pertarungan klan Xiao melawan kelompok Naga Merah bertarung.


Bing Xue Li berucap kepada kakeknya.


"Kakek kita harus membantu klan Xiao!" pinta gadis itu.


"Tidak, tujuan kita datang ke sini bukan untuk ikut terlibat!"


"Tapi Kakek, Xiao Wang telah menolong aku saat Pertempuran di kota Pusat Kekaisaran!"


Bing Dai menimbang perkataan cucunya itu. Lalu menoleh kerah jalannya pertarungan. Dimana bisa dia lihat Xiao Wang yang mengeluarkan kekuatan hebat.


Setelah mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya dia setuju untuk membantu. Meskipun jumlah mereka ada dua puluh orang, tapi kebanyakan dari mereka berada di ranah raja, termasuk Bing Xue Li sendiri. Sementara tiga orang berada di rana Suci.


Sebenarnya ada maksud tertentu dengan Bing Dai mau turun dan membantu Xiao Wang. Mengingat bagaimana kekuatan yang dikeluarkan oleh Xiao Wang, dia yakin anak itu akan menjadi terkenal di masa mendatang. Makanya dia berniat akan menjodohkan cucunya dengan Xiao Wang.


-


Xiao Wang telah selesai dengan teknik penyatuan jiwanya, merasakan tubuhnya penuh akan energi yang bergejolak hebat. Bahkan tubuhnya terasa sangat ringan sekarang.


Melihat ke bawah, dimana para anggota klan telah datang membantunya. Di sisi lain, dia juga melihat kelompok lain yang juga datang membantu. Menyaksikan itu semua membuatnya menyunggingkan senyum sesaat. Terlepas dari kepergian Xiao Long, Xiao Wang menyadari akan satu hal, yaitu pentingnya kebersamaan. Meskipun awalnya memang dia tidak ingin melibatkan banyak orang untuk masalahnya.


Shi Yifen melayang dan sejajar dengan Xiao Wang. Tubuh lelaki itu memancarkan aura mera darah yang bercampur dengan energi gelap. Xiao Wang bisa merasakan kalau lelaki itu berada satu tahap di atasnya, tapi itu tidak membuat dirinya gentar.

__ADS_1


"Kau begitu sangat mengejutkan ku, Nak! Setiap kali aku bertemu dengan mu, kau selalu menyiapkan hal-hal tertentu dan tentu saja begitu tidak terduga!" Shi Yifen sekedar berbasa-basi.


"Kau terlalu banyak bicara, pak Tua! Aku harus membunuhmu saat ini juga agar kematian Xiao Long tidak akan sia-sia!"


Setelah mengatakan itu, Xiao Wang menyiapkan pedangnya, lalu meghilang dalam sepersekian detik.


Tak ada jejak aura yang di tinggalkan, membuat Shi Yifen waspada.


Pedang melesat cepat dari arah tak terduga, namun Shi Yifen bisa menahannya


Sringg...


Sunggingan sinis terlukis di wajah Shi Yifen. Pedang Xiao Wang kembali bergerak dengan kecepatan diluar nalar.


Sringg...


Sringg...


Sringg...


Adu pedang segera terjadi. Bukan hanya sekali melainkan beberapa kali. Menimbulkan dengkingan nyaring disertai dengan bayangan pedang yang begitu banyak oleh gerakan keduanya yang terlampau cepat.


Kedua orang itu berpindah-pindah tempat dalam beberapa detik.


"Pedang Penguasa Petir!"


"Naga Merah Pemusnah!"


Whush...


Duaarr....


Ledakan langsung saja terjadi. Menciptakan gelombang kejut disertai dengan pusaran angin kencang, menerbangkan awan di sekitaran Xiao Wang dan Shi Yifen.


Tapi kedua orang itu tidak berhenti, dan maju kembali melanjutkan pertarungan.


Baamm...


Baamm...


Baamm...


Ledakan terjadi setiap kali Xiao Wang dan Shi Yifen melangsungkan pertarungan. Yakin dan percaya jika mereka bertarung di daratan, akan langsung menimbulkan banyak kerusakan serta kehancuran.


Sesaat, keduanya tampak imbang. Baik Shi Yifen, maupun Xiao Wang saling jual beli serangan.


"Pedang Raja Api!"


"Penguasa Elemen Gelap!"


Whush...

__ADS_1


Bayangan pedang besar berapi tercipta melesat dengan kecepatan tinggi. Pun dengan serangan yang dilepaskan oleh Shi Yifen. Kedua serangan itu bertemu di titik tengah.


Duaaarrr...


Ledakan kali ini lebih besar dari sebelum-sebelumnya. Menciptakan percikan api yang menyebar layaknya meteor.


Baik Xiao Wang maupun Shi Yifen sama-sama terkena imbas dari ledakan itu, membuat mereka terhempas cukup jauh.


Uhuk...


Xiao Wang terbatuk setelah berhasil memposisikan dirinya. Apapun itu, baik Xiao Wang maupun Shi Yifen tidak berniat melepaskan lawan begitu saja. Kalaupun mereka akan kembali pulang, setidaknya mereka harus menciptakan cedera para untuk lawan.


Saat hendak kembali melesat untuk menyerang, Xiao Wang tiba-tiba menghentikan niatnya dan menoleh ke bawah.


Jauh di bagian barat bukit Rumput Harapan, rombongan binatang Buas tengah berlari cepat ke arah puncak Bukit Rumput Harapan. Seketika Xiao Wang memasang wajah buruk. Dia mengetahui akan penyebab itu semua ada di pedang Dewa Siluman di tangannya itu.


"Gawat, aku harus membereskan mereka sebelum binatang-binatang buas itu mengacau di kekaisaran ini!" gumam Xiao Wang. "Tapi, aku harus membereskan lelaki itu terlebih dahulu!"


Sebenarnya masalah binatang buas itu tidak menjadi masalah besar bagi Xiao Wang. Dia bisa mengendalikan mereka semua oleh sebab Mutiara Siluman Murni ada bersamanya. Xiao Wang sendiri baru menyadarinya setelah bertemu dengan roh Raja Siluman.


.Akan tetapi yang Xiao Wang khawatirkan adalah kemunculan para Serigala Penjaga. Memang dahulu dia bisa melawan mereka, tapi belum tentu sekarang hal itu akan kembali terulang.


Terlihat Shi Yifen telah melancarkan serangan energi berbentuk Naga Merah. Naga itu meliuk-liuk, mengeluarkan raungan keras, lalu beralih mengejar Xiao Wang.


Xiao Wang maju dan menghadang Naga itu. Dengan pedang di cengkaraman tangannya yang telah mengeluarkan energi Petir ganas bertegangan ekstrem, Xiao Wang lantas membelah dua Naga Merah itu.


Lalu Xiao Wang melakukan suatu gerakan rumit. Mengumpulkan energi dalam jumlah besar pada pedang Dewa Siluman, lantas dia berseru.


"Pedang Dewa Naga!"


Seekor Naga berukuran tubuh besar muncul, Bersamaan dengan itu mengeluarkan aura tak biasa disertai dengan tekanan luar biasa. Tatapan mata yang dingin, namun sangat mematikan. Ini adalah teknik rahasia Klan Xiao yang Xiao Wang pelajari dari Xiao Han Ming.


Raawrrrr....


Gelombang suara tercipta, menghempaskan awan yang terkumpul. Setelahnya Naga itu bergerak cepat ke arah Shi Yifen.


Dengan segera Shi Yifen menciptakan perisai energi untuk melindunginya dari Naga itu.


Sayangnya perisai itu tidak cukup mampu untuk menghalangi Naga tersebut.


Raawwrr...


Kraakk...


Hanya dengan gelombang suara yang dikeluarkan oleh raungan Naga, langsung memecahkan perisai energi ciptaan Shi Yifen.


Tentu saja wajah Shi Yifen memburuk. Naga itu kini telah berada tepat di hadapannya.


Baamm...


whush....

__ADS_1


Tubuh Shi Yifen terhempas keras dari ketinggian dan menabrak tanah begitu dalam.


__ADS_2