Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 125 ~ Perasaan Yang Tidak Tenang


__ADS_3

Aura merah langsung saja menekan Bing Xue Li serta tiga orang dari Sekte Lotus Es saat mereka memasuki penginapan. Tak lama datang dua orang yang tidak mengenakan pakaian di bagian atas, memamerkan tubuh yang kekar nan berotot.


Kedua orang itu memiliki kultivasi ranah Raja tahap 9. Menghadang langkah Bing Xue Li serta tiga orang lainnya.


"Hei cantik... Maukah kau menemaniku malam ini. Aku akan menjamin kau akan menemukan kebahagiaan yang tak pernah kau dapatkan sebelumnya!" ucap pria yang lebih tinggi dari yang satunya seraya senyum mesum dia pasang.


"Tak usah kau hiraukan perkataan si tinggi ini. Lebih baik kau menemaniku saja malam ini. Aku lebih hebat dari dia. Punyaku juga lebih panjang dan perkasa di banding dengan punyanya!" lelaki pendek itu menjilati bibirnya, menatap Bing Xue Li dengan pikiran liar.


Tentu saja Bing Xue Li merasa risih dengan dua orang ini. "Dasar mesum. Lebih baik kalian menjauh dariku," ucap Bing Xue Li dengan kasar. Namun tetap saja di mata kedua orang itu, gadis ini sangatlah cantik. Apalagi kulitnya yang seputih salju, melihat lengannya saja sudah membuat imajinasi mereka liar hingga ke seluruh tubuh gadis itu.


"Sudahlah, Nona. Jangan terlalu naif, kami juga tau kau menginginkan ini bukan?" Orang yang memiliki tinggi sedikit pendek itu menepuk-nepuk antara dua pahanya, tampak berbangga dengan benda itu.


Bing Xue Li semakin merasa jijik. Begitupun juga dengan tiga orang di belakangnya itu yang juga merasa geram dengan kedua orang ini yang begitu kelewatan. Lantas tiga orang di belakang Bing Xue Li menarik pedang untuk menyerang, namun mereka malah didahului oleh gadis itu.


Sringg...


Sringg...


Beradu pedang sesaat, Bing Xue Li segera membawa kedua orang tersebut untuk bertarung di luar penginapan, sebab dia tidak ingin membayar kerusakan yang akan timbul nantinya.


Meskipun berhadapan dengan dua orang sekaligus, namun tidak sedikit pun membuat Bing Xue Li kewalahan. Dia bisa mengimbangi mereka bertarung.


"Sialan, gadis ini memiliki kultivasi Ranah Suci tahap 1."


"Ya, kita berdua tidak mungkin bisa melawannya. Lebih baik kita mundur terlebih dahulu!" Kedua orang tersebut menganggukkan kepala, lalu sama-sama melesat untuk kabur.


Bing Xue Li tak berniat menghentikan mereka. Dia lantas kembali masuk ke penginapan, menemui tiga orang tersebut. Setelahnya mereka memesan kamar untuk bermalam selama beberapa hari ke depan.


Malam telah datang, Bing Xue Li kembali ke kamar setelah sarapan di lantai bawah. Begitupun juga dengan tiga orang lainnya.


Penginapan ini sendiri memiliki tiga lantai dimana di lantai paling bawah digunakan sebagai tempat makan.


"Hmm, malam ini akan aku habiskan untuk berkultivasi, mengingat energi alam yang melimpah, akan sangat disayangkan jika menyia-nyiakannya begitu saja!" ujar Bing Xue Li. Lalu mengambil sikap lotus di atas ranjang tempat tidurnya, dan mulai menyerap energi alam.


Waktu terus berlanjut hingga larut malam. Semula tak terjadi sesuatu pun, hingga tiba-tiba Bing Xue Li langsung membuka matanya secara serempak. Dia bangkit, beringsut ke arah jendela.


"Sudah ku duga. Mereka tidak akan berhenti begitu saja!" ujar Bing Xue Li.


Lantas gadis itu membuka pintu serentak, seorang yang mengenakan jubah ninja segera masuk melalui jendela dan langsung menyerang Bing Xue Li.

__ADS_1


Srimmpp...


Slash...


Karena perbedaan tingkat Kultivasi, Bing Xue Li bisa membunuh orang itu dengan mudah. Gadis itu tidak berniat memberi kesempatan untuk kedua kalinya. Lalu dia beralih melihat ke luar jendela.


Swosh...


Serangan datang tiba-tiba, nyaris menghantam wajahnya. Beruntung Bing Xue Li mengeluarkan refleks cepat dengan membenamkan kepalanya ke dalam untuk menghindari serangan tersebut.


Setelahnya Bing Xue Li segera melompat keluar dari jendela, mendarat sempurna di atas tanah. Pedang telah gadis itu keluarkan, pandangannya menyapu sekitar dan mencari orang yang melakukan serangan tadi.


Slash....


Suara tusukkan terdengar dari salah satu ruangan. Bing Xue Li langsung menoleh ke arah sumber suara, saat itulah dia menyadari kalau jendela di kamar tiga orang anggota sekte Lotus Es yang terbuka.


Wajahnya seketika memburuk, segera Bing Xue Li melompat ke arah jendela kamar tersebut, memeriksa di dalamnya.


Mata Bing Xue Li melebar saat itu juga kala mendapati dua orang yang menemaninya pergi ke wilayah ini telah mati dalam keadaan mengenaskan. Darah telah membanjiri lantai serta beberapa bagian dinding yang juga tercecer oleh darah.


Menyisakan satu orang yang masih bertahan. Tubuhnya telah mengalami luka berat, pendarahan di tubuhnya sangat parah. Dia orang lawannya dengan beringas menyerang, berniat membunuhnya.


Bertarung dengan beringas, hingga Bing Xue Li berhasil membunuh mereka. Dia kemudian mendekati orang yang di panggil Paman An.


"No–nona... Kau pergilah dari sini!" Berkata dengan terbata, tampaknya dia telah sekarat dan sedikit lagi akan mencapai batasannya.


"Paman An, kau harus bertahan!" Bing Xue Li segera membantu Paman An dengan mengeluarkan pil penyembuh, namun itu segera di tolak oleh Paman An.


"No–nona... Ca–cari o–orang yang me–memiliki mar–marga Xi–ao. Ha–hanya di–dia y–yang bi–bisa me–m–bant–umu!" Tepat perkataan terakhirnya, lelaki itu menghembuskan nafas terakhir.


Bing Xue Li berduka atas kepergian Paman An. Kau dia menutup mata lelaki itu yang masih terbuka. Setelahnya bangkit dan pergi menemui Xiao Wang.


Tapi di mana dia akan mengarah? Kota ini terlalu besar, apalagi tengah malam yang gelap dan banyak bahaya yang senantiasa mendatangi kapan pun di kota ini.


Benar saja, baru beberapa langkah dia berlari menjauh dari penginapan, kini gadis itu telah di sambut oleh tujuh orang berjubah hitam serta bercadar. Sama halnya Bing Xue Li yang tengah menginjak atap, tujuh orang itu juga demikian, mereka menyebar di atap-atap rumah berbeda dan mengelilingi Bing Xue Li.


Whush...


Dua orang segera muncul di hadapan Bing Xue Li dengan memancarkan aura intimidasi terhadap gadis itu.

__ADS_1


"Hai, Nona. Kita bertemu lagi!" ucap salah satunya. Dia menyingkap kain yang menutupi setengah wajahnya. Sinar Bulan malam yang terbilang cukup terang, memungkinkan Bing Xue Li untuk melihat jelas wajah dari orang itu.


"Kau... Apa maksudnya ini? Aku tidak pernah mencari masalah dengan kalian!" Bing Xue Li berkata dengan intonasi mengancam.


"Nona, kau jangan terlalu kasar seperti itu. Kau malah membuatku semakin bernafsu untuk melahap–mu malam ini juga, hahaha..." Perkataan mesum yang diakhiri dengan tawa oleh mereka.


Bing Xue Li semakin naik darah. "Bedeb*h sialan!" Gadis itu lantas menyerang dua orang di hadapannya itu.


Pedang yang terlibas kencang dan tajam di hindari oleh dua orang itu. Lalu mereka berdua menyambut setiap serangan berikutnya yang dilancarkan oleh Bing Xue Li. Tidak hanya itu bahkan orang-orang yang berada mengelilingi Bing Xue Li juga kini telah menunjukkan suatu pergerakan untuk menyerang gadis itu.


Melawan mereka sekaligus bukanlah ide yang baik. Bahkan satu diantara orang yang mengelilingi Bing Xue Li memiliki kultivasi Ranah Suci tahap 5. Namun dia memilih untuk tidak menyerang lebih dulu. Membiarkan orang-orang di bawahannya yang menyerang gadis itu.


Selang beberapa saat terlibat dalam pertarungan berat sebelah itu, tapak Bing Xue Li mulai di desak secara perlahan. Namun gadis itu tidak gampang menyerah. Dengan tempo pertarungan yang begitu cepat, Bing Xue Li berhasil membuat satu orang terjatuh dan menabrak tanah.


Whush....


"Uhukk..."


Serangan tak terduga dilancarkan oleh orang yang memiliki kultivasi ranah Suci tahap 5 tersebut. Dan itu sukses mengenai Bing Xue Li, membuat gadis itu terbatuk darah.


Tatapan tajam Bing Xue Li menatap ke arah orang yang menyerangnya secara diam-diam itu. Namun itu tidak lama, pasalnya orang-orang berjubah tersebut juga kembali menyerangnya.


***


Bagian lain dari kota tersebut, terlihat Xiao Wang yang tengah berkultivasi di dalam sebuah kamar penginapan.


Namun tiba-tiba saja lelaki itu membuka kedua matanya. Wajahnya menunjukkan ekspresi sedikit tidak tenang.


"Ada apa?" tanya Xiao Long dalam kepalanya.


"Entahlah... Entah mengapa aku merasa tidak tenang. Seperti ada yang tengah menganggu pikiranku!" jawab Xiao Wang jujur.


Lalu lelaki itu bangkit dari posisi lotus. Berjalan membuka jendela penginapan, sekedar memeriksa sekitaran penginapan. Namun sejauh ini, dia merasa aman-aman saja.


Setelah memastikan bahwa tidak ada jejak aura jahat di sekitar penginapan, Xiao Wang kemudian menutup kembali pintu jendela. Dia memilih untuk kembali berkultivasi.


Dalam beberapa puluh detik, Xiao Wang kembali membuka kedua matanya. Pikirannya tidak bisa fokus, perasaannya tidak bisa tenang.


Xiao Wang kemudian memutuskan keluar penginapan melalui jendela.

__ADS_1


__ADS_2