Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 77 ~ Menjadi Murid


__ADS_3

Whush....


Mendadak cahaya emas keluar dari tubuh Xiao Wang. Begitu menyilaukan, sampai Xiao Long dan Qin Ming harus menghalau sejenak indera penglihatan mereka.


Baamm...


Baamm...


Baamm..


...


Ledakan beruntun terjadi pada tubuh Xiao Wang. Bersamaan dengan itu lonjakan energi di tubuhnya juga ikut meningkat drastis.


\=\=\=\=


Xiao Wang membuka kedua matanya. Merasakan tubuhnya penuh akan energi. Dia menghela napas sejenak, sebelum melepaskan energi dari tubuhnya.


Whush...


Energi yang dilepaskan oleh Xiao Wang itu menyebar sesaat, sebelum akhirnya menghilang menyatu dengan udara.


Bangkit dari posisinya, dia juga menyunggingkan senyum sumringah dari bibirnya. Lantas menghampiri Xiao Long yang saat itu tengah berdiri bersama dengan orang tak dikenal.

__ADS_1


"Xiao Long," panggil Xiao Wang.


Naga Magma itu menoleh, mendapati Xiao Wang tengah memberinya kode kecil. Dia menyadari kalau Xiao Wang hendak menanyai identitas dari lelaki itu yang tidak lain adalah Qin Ming.


Sunggingan kecil terlukis di bibir Qin Ming. Dia lantas mendekati Xiao Wang dan menepuk pundaknya.


"Nak, semenjak insiden di hutan Binatang Buas waktu itu, ternyata kau sekarang sudah tumbuh dan berkembang sangat pesat. Bahkan di usia yang begitu muda saja, kultivasi mu telah berhasil mencapai ranah Raja Tahap 6. Benar dugaan ku waktu itu, bahwa kau bukanlah seorang sampah, melainkan jenius langka!"


Mendengar itu, Xiao Wang tidak bisa menyembunyikan ekspresi tersentak.


"Jika memang demikian, bukankah kakek ini yang dahulu menyelematkan aku dari Serigala-serigala Kabut di hutan Binatang Buas? Pula Kakek, yang telah menyembuhkan masalah yang terjadi pada tubuh ku waktu itu? ... Terima kasih, kakek!"


Xiao Wang tanpa pikir panjang lantas berlutut. Dia juga berniat bersujud, namun segera di tahan oleh Qin Ming. "Apa yang kau lakukan, Nak. Berdirilah!"


"Terima kasih banyak, Kakek!"


Setelah bersujud selama tiga kali, Xiao Wang lantas bangkit.


"Sama-sama, Nak. Kau tidak mengecewakan aku. Aku juga tidak menyangka kau begitu maju sekarang!" Qin Ming tersenyum bangga.


Mereka berbincang untuk beberapa saat, Xiao Long sendiri semula terbingung dengan arah mana yang di ucapkan oleh kedua manusia itu. Pasalnya, dia bersama dengan Xiao Wang sudah lama, bahkan saat Xiao Wang masih di hutan Binatang Buas, tapi Xiao Long tidak tau dan tidak menemukan ingatan sedikit pun terkait dengan dimana arah pembicaraan mereka.


"Nak, kemana tujuan kamu sekarang?" tanya Qin Ming.

__ADS_1


"Sebenarnya hendak kembali ke klan Xiao. Ada sesuatu yang akan aku urus di sana."


"Hmm, bagaimana kalau kau berdiam dulu di sini selama beberapa saat. Pedang yang ada bersama mu itu begitu berbahaya. Aku tidak bisa menjamin hidupmu akan baik-baik saja setelah kau kembali lagi ke sana."


Xiao Wang tampak memikirkan perkataan Qin Ming. Memang benar bahwa banyak orang di Kekaisaran Han telah mengetahui akan pedang Dewa Siluman berada bersamanya. Tentunya jika kembali datang dengan membawa serta pedang itu di sana, dirinya akan kembali di buru.


"Benar, aku harus berlatih. Setidaknya berada di ranah Suci, baru akan kembali ke sana." Xiao Wang bertekad.


"Bagus, aku juga akan membantumu mencapai Ranah Suci tersebut!"


Xiao Wang menautkan alisnya. "Mohon maaf, Kakek. Tapi sebenarnya apa tujuan kakek dalam membantuku?"


"Hehehe... Setelah aku selesai melatih–mu, baru aku akan memberitahumu!"


Jawaban itu, entah membuat Xiao Wang jadi merasa tidak enak. Mengingat dirinya yang mendapat kekuatan dari Roh Raja Siluman saja, dia harus membayar dengan menemukan Raja Siluman itu sendiri. Begitupun juga dengan menjadi murid kakek ini. Pastinya, dia juga harus melakukan apa yang akan di minta oleh Qin Ming ini nantinya.


"Baiklah, Kakek. Aku akan menunggu hari itu tiba."


Apapun itu, Xiao Wang tetap menyetujuinya. Pasalnya, dia harus menjadi lebih kuat. Lebih cepat lebih baik. Agar nantinya dia bisa menyelematkan Kedua orang tuanya, begitu pun juga dengan menemukan Raja Siluman. Selain itu juga membereskan siluman Naga Merah yang dimaksud oleh Roh Raja Naga itu.


"Bagus, Nak. Aku suka dengan sikap mu. Beristirahatlah. Besok kita akan mulai berlatih." Kembali Qin Ming menepuk pundak Xiao Wang.


"Hmm, tapi yang masih mengganjal. Sampai di mana Kultivasi Kakek ini. Aku tidak bisa merasakannya. Ini menandakan bahwa dia memiliki kultivasi sangat tinggi. Setelah berlatih bersamanya, aku akan menanyainya nanti," gumam Xiao Wang dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2