Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 109 ~ Penyebab Desa Runtuh, Runtuh


__ADS_3

Xiao Wang berniat melakukan penelusuran lebih dalam. Mencari tahu akan sebab dari Wilayah Desa Runtuh yang terbilang sangat rapuh.


Namun ruang bawa tanah yang Xiao Wang datangi ini terbilang kecil. Dan Xiao Wang tidak melihat sedikitpun benda aneh, begitupun juga dengan tidak ditemukannya ruangan lain.


Setelah memastikan bahwa ruang bawah tanah itu telah benar-benar kosong, Xiao Wang lantas kembali naik ke atas.


Xiao Wang keluar dari bangunan berlantai tiga. Menghampiri Xiao Feng serta yang rekan-rekannya yang lain.


Sementara itu, penduduk Desa Runtuh begitu terkejut saat melihat Xiao Wang yang telah keluar dari bangunan lantai tiga dengan kondisi yang terlihat sangat baik, tanpa cidera sedikitpun.


Tentu saja mereka akan bertanya-tanya, pasalnya selama ini tidak ada yang pernah berhasil keluar dari bangunan lantai tiga dengan kondisi selamat. Untuk memasuki selangkah saja dalam bangunan tersebut akan langsung terkena serangan jiwa yang membuat mental mereka terganggu. Paling ringan yang berhasil keluar akan terkena gangguan jiwa alias gila, sementara yang terparah otaknya yang meledak.


"Bagaimana, Wang'er? Apakah kau menemukan adanya sesuatu atau benda aneh yang menjadi penyebab desa ini mudah rapuh dan runtuh?" tanya Xiao Feng pada Xiao Wang.


"Tidak ada, guru! Mungkin itu ada di tempat lain!"


Xiao Wang tidak berniat menceritakan Rumput Jiwa Surgawi pada Xiao Feng serta rekan-rekannya.


Sebenarnya Xiao Wang telah menemukan alasan dari wilayah yang mereka tapaki masih dalam keadaan bagus, serta bangunan-bangunan yang tidak mudah Runtuh. Namun ini masih bersifat tebakannya semata, Xiao Wang berniat menelusuri lebih lanjut.


"Hmm, jika demikian penyebabnya bukan dari sini!" gumam Xiao Ming. Sejenak dia kembali melanjutkan perkataannya, "tapi mengapa orang-orang warga Desa Runtuh melarang dan bahkan tidak menginginkan kita untuk ke sini?"


"Masuk akal! Pasti ada alasan dibalik itu semua, tapi apa?" Xiao Yin menanggapi perkataan Xiao Ming.


"Hmm, bisa langsung kita tanyakan pada mereka." ucap Xiao Fu.


"Kalau itu aku tidak yakin. Dari awal saja mereka sudah sangat membenci kita!" kata Xiao Mei.


"Kita tidak akan tahu hasil kalau tidak mencoba." Setelah itu dengan percaya dirinya Xiao Fu berjalan mendekati orang yang sebelumnya mengancam Xiao Wang untuk tidak memasuki bangunan lantai tiga.


"Maaf paman, ak—!"


Belum juga menyelesaikan perkataannya, Xiao Fu telah lebih dulu mendapat serangan dari orang yang ditanya–nya.


Golok yang dialiri dengan energi Qi menebas udara, hingga menimbulkan lesatan energi tajam mengarah Xiao Feng.


Berniat untuk menahan, namun Xiao Fu malah dibuat terdorong mundur beberapa langkah ke belakang oleh lesatan energi tersebut. Beruntung dia masih bisa memposisikan diri dan berhasil menghancurkan serangan energi tersebut.

__ADS_1


"Aku bahkan hanya ingin bertanya tapi kau malah menyerang aku, apa maksudmu?" Xiao Fu tampak marah.


Sedangkan lelaki tersebut hanya menampakkan seringai sinis di bibirnya.


Dari serangan itu, Xiao Feng serta yang lainnya mengetahui bahwa lelaki yang melepaskan serangannya tadi berada di ranah Raja tahap 1. Memang dia yang paling tertinggi dari yang lain, menandakan lelaki ini juga menjabat posisi lebih tinggi di desa Runtuh.


"Kau tidak diberi kesempatan untuk bertanya, kesempatan mu adalah mati karena telah berani melanggar aturan di desa ini!" pria tersebut kini mulai menjawab perkataan Xiao Fu.


Meskipun ancam itu tidak ada keraguan, namun nyatanya orang itu masih berada di tempat, tanpa bergerak sedikit pun untuk melakukan seperti apa yang dia bicarakan. Bahkan menyuruh orang-orang di belakangnya untuk pergi menyerang pun tidak sama sekali.


"Lihatlah, perawakannya ibarat pembunuh berantai ternama, tapi mentalnya sangat tipis. Sekedar menyerukan bualan kosong, bahkan hanya untuk menginjakkan kaki dan menyerang kami di wilayah ini saja sudah tidak berani!" Xiao Ming maju beberapa langkah hingga posisinya sejajar dengan Xiao Fu. Dia menepuk pelan pundak Xiao Fu, dengan tatapan penuh akan ejekan dia arahkan ke orang tak mengenakan baju serta tubuh yang berminyak kotor itu.


"Kau telah melanggar aturan di desa kami, tapi kau malah tak ada beban sama sekali seolah menganggapnya remeh," ucap pria tadi kepada Xiao Ming.


"Cih..." membalas hanya dengan berdecih sembari membuang muka.


Sedang Xiao Feng hanya menggeleng kecil melihat sikap muridnya itu.


Merasa tak di hargai, pria yang memiliki kultivasi Ranah Raja tahap satu tersebut segera memerintahkan orang-orang di belakangnya untuk menambah Xiao Wang dan yang lainnya.


Bagaimana pun kejadian runtuhnya bangunan berjamaah ini tidak terjadi kali ini saja melainkan sudah pernah terjadi beberapa kali sebelumnya. Dan hanya wilayah tersebut yang tetap aman sampai sekarang. Makanan mereka menganggapnya sebagai wilayah keberuntungan, sementara untuk alasan sebutan kutukan ini, kaitannya dengan bangunan lantai tiga.


Busur telah di tarik dan siap untuk melayangkan anak panah yang mengandung energi Qi. Akan tetapi belum sempat aksi mereka terlaksana, mendadak sesuatu yang tak diinginkan terjadi.


Tanah dimana para warga desa itu berpijak kini mulai Runtuh. Mereka semua terjatuh ke dalam jurang yang terbilang dalam. Begitupun juga dengan Runtuhan bangunan yang lain.


Sedangkan untuk wilayah dimana Xiao Wang serta rekan-rekannya berpijak sendiri juga telah mengalami keruntuhan, namun hanya bangunan-bangunan saja, sementara tanah masih aman.


Tak lama setelahnya muncul belatung raksasa dari bawah tanah yang telah runtuh. Mereka semua memiliki ukuran yang sangat besar dari ukuran normal, menyerupai satu bangunan berlantai satu.


"Hmm, jadi ini penyebab desa ini selalu runtuh. Benar dugaan ku sebelumnya, bahwa wilayah sekitaran sini yang tidak mengalami keruntuhan karena adanya Rumput Jiwa Surgawi yang melindungi dari belatung-belatung itu." Xiao Wang bergumam pelan.


Memperhatikan belatung yang kini semuanya telah mengarah ke arah mereka berdiri. Para belatung itu sendiri memiliki kekuatan setara dengan Kultivator ranah ahli. Namun ada beberapa diantara mereka yang telah mencapai ranah Raja. Itupun yang terlihat bisa di hitung dengan jari.


Xiao Wang segera terbang ke atas. Sedangkan Xiao Feng serta murid-muridnya saling memunggungi dengan sikap ancang-ancang telah mereka pasang.


Para belatung raksasa kini telah melesat dan berniat menyerang Xiao Feng serta yang lainnya. Tapi sejurus kemudian kepala mereka meledak satu per satu.

__ADS_1


Xiao Wang sengaja hanya melepaskan kekuatan jiwa pada tujuh ekor belatung raksasa yang menyerang rekan-rekannya, bermaksud untuk memberi gertakan pada belatung lainnya agar tidak sembarang mendekat.


Benar saja, rencananya berhasil. Melihat teman mereka yang mati tanpa di sentuh, insting para belatung memberikan sinyal bahaya bagi mereka jika berani mendekat.


Tak lama setelahnya, muncul seekor belatung yang lebih besar lagi. Memiliki kekuatan yang setara dengan kultivator Ranah Raja tahap 7.


Belatung itu langsung menyerang Xiao Wang. Mengeluarkan serangan energi dengan daya hancur yang sangat tinggi. Melesat cepat, namun sayangnya hanya dengan sentuhan kecil dari Xiao Wang saja sudah berhasil menghapus serangan itu.


Xiao Wang menghilang dari tempatnya. Dalam sepersekian detik dia telah kembali muncul di atas belatung tersebut. Menginjak pelan punggung Belatung namun injakan itu mengandung energi yang sangat besar. Sehingga membuat tubuh belatung itu terjatuh dengan sangat keras ke dalam jurang ibarat benda yang sangat berat terjatuh dari ketinggian satu KM menghantam bumi dengan sangat keras.


Tentu saja langsung menimbulkan getaran sesaat pada tanah saat tubuh Belatung telah menghantam tanah. Bahkan debu-debu tanah terlihat mengepul dari dalam jurang.


Xiao Wang mendarat. Dia tidak berniat membiarkan belatung yang lainnya untuk pergi begitu saja. Ada sekitar dua puluh delapan ekor jumlah para belatung tersebut.


Xiao Fu serta yang lainnya sendiri tidak berniat untuk diam saja. Xiao Feng meminta Xiao Wang untuk menahan lima ekor belatung ranah raja, sedang sisanya akan di urus oleh Xiao Feng serta yang lainnya.


Memang tujuan Xiao Feng adalah untuk berlatih serta menambah pengalaman bertarung dunia luar murid-muridnya. Pun juga dirinya.


Xiao Wang tidak keberatan sama sekali.


Whush...


Slash....


Salah seekor belatung ranah ahli tahap 3 mendatangi mereka, tapi itu segera mati oleh sekali tebasan dari Xiao Fu.


Masing-masing dari mereka bertarung dan membunuh para belatung. Namun mereka tidak membutuhkan waktu yang mudah, melainkan harus berjuang untuk bisa membunuh satu belatung. Sedangkan bagi Xiao Feng sendiri tidak ada rasa kesulitan, sebab Kultivasinya berada di ranah raja. Sebenarnya Xiao Feng tidak terlalu ikut andil, melainkan hanya untuk mengawasi murid-muridnya tersebut.


Sementara Xiao Wang belum menunjukkan suatu pergerakan pun. Dia masih menunggu lima ekor Belatung dengan kekuatan setara ranah raja menunjukkan pergerakan. Namun sepertinya itu tidak mungkin.


Masing-masing dari rekan Xiao Wang telah berhasil membunuh tiga sampai lima ekor Belatung. Sebelum akhirnya pemimpin Belatung tadi kembali memunculkan diri.


"Maaf, Tuan... Tolong jangan bunuh kami lagi!" ucap pemimpin Belatung dalam bahasa manusia.


Xiao Feng dan yang lainnya berhenti, begitupun juga dengan para belatung.


"Mengapa kami tidak harus membunuh Kalian?" Xiao Ming mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


__ADS_2