
Dua orang Kultivator yang memiliki kultivasi ranah Langit tahap 5 saat ini tengah mengintai di balik atap bangunan. Fokus tatapan keduanya adalah wilayah dibalik gerbang kecil, dimana di dalam wilayah itu terdapat banyak bangunan-bangunan besar.
"Apakah Tuan Muda belum mengarahkan kita untuk menyerang Kelompok Zhizao?"
"Hmm, sejauh ini belum ada perintah untuk bergerak. Tuan Muda masih memerintahkan kita untuk memata-matai mereka!"
Kedua orang itu tampak berbicara kecil, berdiskusi hingga tak menyadari kalau saat ini keduanya tengah di perhatikan oleh seorang pemuda. Bahkan pemuda itu berada tepat itu belakang mereka berdua.
Pemuda tersebut mengangkat tangan dan menyentuh pundak keduanya.
Deg.
Sontak saja jantung keduanya mendadak berhenti sejenak. Kedua orang tersebut bahkan tidak berani menimbulkan pergerakan lebih. Perasaan yang tidak bisa tenang, perlahan-lahan saling memandang dengan menggunakan tatapan mata tegang.
"Sialan. Apakah secepat ini kami ketahuan?!" gumam salah seorang dari merek dalam hati. Menganggap bahwa pengintaian mereka tek di ketahui oleh Kelompok Zhizao.
"Tidak ada jalan lain selain dengan melawan, lalu melarikan diri!" Salah seorang–nya lagi bergumam dalam hati pula.
Keduanya sama-sama menganggukkan kepala. Sepertinya mereka memiliki pemikiran yang sama untuk menyerang orang yang memegangi pundak mereka itu.
Langsung menarik pedang dan melibaskan tajam ke arah pemilik tangan.
__ADS_1
Whush...
Whush....
Libasan pedang yang cepat, meskipun berada dalam posisi tidak apik namun nyatanya pedang keduanya bisa melesat tajam dengan sempurna. Meskipun orang yang mereka targetkan bisa menghindarinya.
Serangan selanjutnya hendak mereka lancarkan, berniat tak ingin melepaskan orang itu. Tapi keduanya lantas menghentikan gerakan kala mendengar pernyataan dari orang tersebut.
"Berhenti, tuan-tuan penjaga. Aku tidak bermaksud membuat kalian terkejut. Lagipula aku bukanlah bagian dari Kelompok itu!" ucap orang tersebut yang ternyata adalah Xiao Wang. Dia juga sedikit menyinggung tentang kelompok Zhizao.
"Ternyata kau...," ucap salah satu dari dua orang itu. Dia juga menghela nafas lega kala menemukan orang yang memegangi punggung mereka tadi bukanlah bagian dari kelompok Zhizao.
"Nak, lebih baik kau pergi dari kota ini." Yang lainnya ikut berucap. Lalu dia mengeluarkan pedang Api Matahari dan menyerahkannya pada Xiao Wang. "Bawa serta teman-teman mu, sebelum semuanya terlambat!" lanjutnya.
"Hmm, mengapa kalian tampak begitu tegang?"
Menatap Xiao Wang sejenak, lantas jawaban di keluarkan pria yang lebih tinggi diantara mereka, "Kau masih muda, bakatmu juga tidak buruk. Jika kau masih tetap berada di sini takutnya kau malah akan mati sebelum menemukan puncak kesuksesan mu!"
Sengaja dia mengatakan itu sebab merasa kasihan pada Xiao Wang. Melihat bakat Xiao Wang dalam menemukan perisa pelindung, dia mengira kalau Xiao Wang ini adalah seorang jenius namun tengah kesulitan sekarang. Makanya dia mau menolong dengan mengatakan kepadanya untuk segera pergi meninggalkan kota tersebut.
Xiao Wang menanggapi itu dengan memasang sunggingan kecil. Tampaknya mereka belum menyadari basis Kultivasi Xiao Wang saat ini. Entah akan bagaimana reaksi mereka nanti kalau saja melihat secara langsung akan kekuatan Xiao Wang.
__ADS_1
"Paman, kau tidak perlu khawatir tentang aku. Aku bisa menjaga diriku sendiri!" balas Xiao Wang.
"Nak, ini demi kebaikan kamu. Orang-orang di kota ini bukanlah orang baik. Berada di sini sama saja dengan membunuh diri. Apalagi kau bukan merupakan bagian dari mereka."
"Hmm, mengapa kalian memberitahuku terkait dengan tindak-tanduk orang-orang di kelompok ini? Aku jadi curiga bahwa kalian adalah orang lain!" Xiao Wang menaikkan sebelah alisnya, memastikan dengan melempar pertanyaan demikian.
Kedua orang itu saling berpandangan. Hening sejenak saat kedua orang itu tidak ada yang berbicara. Namun keduanya saling kontak mata, tampak berbicara dengan isyarat.
Selang beberapa saat, akhirnya salah satu dari mereka mulai bersuara. "Sebenarnya kami memang bukan berasal dari kelompok ini. Kami hanyalah mata-mata yang diutus untuk memantau setiap pergerakan yang dilakukan oleh kelompok Zhizao."
Xiao Wang mengangguk. "Lalu mengapa kalian tidak mencurigaiku?"
"Kami tahu mana yang merupakan bagian dari kelompok Zhizao, kami bisa membedakannya. Dan kami rasa kau bukan bagian dari mereka!" Si tinggi berkata dan dianggukki oleh temannya.
Tepat setelah perkataan itu selesai diucapkan, mendadak Xiao Wang serta dua orang tersebut merasakan kehadiran banyak orang keluar, menghampiri mereka.
Sontak saja hal itu langsung membuat dua pengintai berekspresi buruk.
"Sialan, mengapa mereka malah bergerak keluar. Apalagi aura siap bertarung yang mereka pancarkan begitu kuat. Apakah mereka sudah mengetahui keberadaan kita?"
"Bisa jadi iya. Rupanya kita tidak perlu lagi menyamar.... Nak segeralah pergi dari sini, sebelum semuanya terlambat."
__ADS_1
Kedua orang itu meminta Xiao Wang untuk segera meninggalkan tempat itu, khawatir Xiao Wang terkena dampak dari pembuatan mereka.
"Dua orang ini sangat baik. Bahkan mereka meminta ku untuk segera pergi karena tidak mau aku terluka oleh kelompok Zhizao yang mereka kira adalah perbuatan mereka. Padahal yang membuat orang-orang kelompok Zhizao keluar dengan aura siap bertarung serta nafsu membunuh itu adalah aku sendiri." gumam Xiao Wang dalam hati.