Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 120 ~ Menyelamatkan Mereka


__ADS_3

Ritual persembahan telah berlangsung selama beberapa saat, kini tibalah saatnya untuk penyembelihan Xiao Fu.


Orang Tua yang memimpin ritual mulai mengarahkan pisaunya ke arah leher Xiao Fu.


Sementara itu, Xiao Fu yang dalam keadaan terbaring dengan kedua tangan dan kaki yang terikat itu merasa sangat khawatir. Dadanya turun naik begitu kencang, itu begitu jelas disaksikan oleh semua yang hadir di sana.


Hendak memberontak pun tak bisa dia lakukan. Kini Xiao Fu hanya bisa pasrah, namun juga berharap batuan akan segera datang.


Di detik-detik terakhir menjelang pisau merobek leher Xiao Fu, mendadak awan hitam terkumpul di atas sana. Begitu pekat yang disertai dengan Guntur yang bersahutan.


Seekor singa berbulu abu-abu yang sedari tadi memperhatikan ritual itu dari atas panggung segera menimbulkan reaksi. Dirinya meraung marah oleh sebab ada orang yang mengganggu jalannya ritual.


Tak lama setelahnya, muncul dua puluh cakram api dari balik awan yang langsung berhamburan dan menyerang orang-orang suku Zhun.


Mereka yang berada di bawa ranah Suci tidak akan sanggup menahan sehingga hanya bisa menghindar. Sayangannya tidak sedikit yang terkena cakram dan berakhir dengan mendapatkan luka serius, paling parah sampai kehilangan nyawa.


Seekor Singa abu-abu yang berada di atas panggung ritual mengeratkan giginya, lalu mengaum keras.


Suara auman–nya ibarat Guntur yang menggelegar. Bahkan gelombang suara dahsyat sampai tercipta dan berhasil membuat semua orang yang ada di sana merasakan sakit kepala dan segera berusaha untuk menutup telinga mereka.


Tapi dua puluh cakram itu masih tetap melesat dengan gila dan menargetkan orang-orang suku Zhun.


"Cih, sialan..." geram si singa. Lantas dia melesat ke arah salah satu cakram dengan sayap yang di kepak cepat.


Duarr....


Ledakan api langsung saja terjadi saat satu Cakram berhasil dihancurkan. Dia kembali bergerak untuk menghancurkan cakram selanjutnya, sayangnya seekor Naga kecil segera menghentikan langkahnya.


"Kau mau kemana, singa kotor?!" ujar Xiao Long, meliuk-liuk tubuh kecilnya ibarat ular.


Singa itu segera memasang sikap waspada. Meskipun tubuh naga ini sangatlah kecil, namun dia bisa merasakan kekuatan dari Naga ini yang tidak biasa.


"Menyingkir dari hadapan ku! Aku tidak ada urusan dengan mu!" Singa kembali mengepakkan sayap untuk mengejar cakram berikutnya, sayangnya Naga kecil yang merupakan Xiao Long itu segera bertindak untuk kembali menghentikannya.


"Tentu saja ini telah menjadi masalah ku setelah kalian menangkap rekan dari majikan–ku!"

__ADS_1


Whush...


Xiao Long langsung merubah wujud tubuhnya ke bentuk normal. Setelahnya dia langsung menerjang singa tersebut.


Sementara itu, orang tua yang memiliki kultivasi Ranah Langit tahap 9 itu segera mengangkat tangannya. Mendadak sembilan belas cakram berhenti bergerak.


Duarr.....


Semuanya langsung meledak saat itu juga.


"Keluarlah... Kau telah mengganggu jalannya ritual kami, Leluhur Dewa tidak akan mengampuni–mu, kecuali kau mau menyerahkan jantungmu sebagai sesembahan!" ujar orang tua tersebut, meskipun sangat santai namun terdengar sangat lantang.


Xiao Wang muncul di udara dengan pedang Dewa Siluman telah dia pegang di tangan kanannya. Dia juga sengaja melepaskan dominasi aura kematian yang sangat pekat untuk menekan semua orang yang merupakan suku Zhun.


"Lepaskan mereka. Aku tidak ingin menimbulkan masalah lebih jauh dengan kalian." Xiao Wang berkata langsung kepada intinya.


"Kau siapa? Datang-datang langsung mengacau... Kau telah menimbulkan kemarahan dari Sang Leluhur Dewa dengan berani mengacaukan ritual ini. Jalan satu-satunya adalah menjadikan darah serta jantung mu sebagai persembahan untuk menghilangkan kemarahan dari Leluhur Dewa." Orang Tua tersebut kembali mengulangi pernyataannya.


Xiao Wang hanya memasang seringai sinis menanggapi itu. "Harusnya kalian sendiri yang manjadi bahan utama dalam ritual ini. Persembahan dari daging kalian sendiri akan sangat disenangi oleh Leluhur kalian."


Whush....


Tongkat terlibas keras, menciptakan bayangan putih yang mengikutinya dari belakang. Xiao Wang segera menepis tongkat tersebut dengan pedang Dewa Siluman sebelum mengenai tubuhnya.


Traakk....


Energi tiba-tiba saja tercipta dari adu senjata dan itu langsung pecah dan menyebar ke segala arah.


Trakkk....


Trakkk.....


Terus berlanjut hingga beberapa saat, bahkan tekanan energi yang dihasilkan dari bentrokan dua senjata tersebut mampu menekan orang-orang suku Zhun yang ada di bawah.


Xiao Wang serta orang tua itu terlibat beberapa puluh serangan dalam waktu singkat, hingga saat ini mereka mulai mengambil jarak.

__ADS_1


"Senjatanya begitu tajam dan kuat. Kalau bukan energi Qi ku yang lebih tinggi darinya, aku takut tongkat ini akan patah sejak pertama kali beradu dengannya!" gumam orang tua tersebut. Dia menatap tajam Xiao Wang.


whush.....


Baamm...


Bunyi suara bentrokan keras terhadap tanah terdengar, dan itu berhasil menarik perhatian Xiao Wang dan orang tua tersebut.


Tampak tubuh Singa abu-abu tadi telah terbaring menimpa salah satu bangunan namun dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Kaki singa tersebut terdapat luka bekas gigitan yang dalam, memicu keluarnya darah segar yang begitu banyak. Dia tampak kehabisan energi saat ini.


Xiao Long muncul di sampingnya. Tanpa ampun, Naga Magma tersebut langsung saja membunuhnya. Lalu dia mengambil kristal roh dari Siluman Singa itu dan segera melesat ke arah Xiao Wang untuk memberikannya.


"Terima kasih, Long!" Xiao Wang memberikan senyuman kecil pada Xiao Long. Lalu dia menyimpan kristal roh tersebut dalam cincin ruang miliknya. Naga itu hanya membalas dengan anggukan kepala pelan.


Di sisi lain, Orang tua tersebut langsung memasang wajah buruk saat melihat singa abu-abu tidak lagi bernyawa.


"Kau berani, membunuhnya? Aku tidak akan memaafkan mu!" Kemarahan jelas terlihat dari garis wajah serta intonasi dari orang Tua tersebut, sembari menunjuk Xiao Long dengan aura lebih kuat yang tiba-tiba saja merembes keluar dari tubuhnya.


Xiao Long hanya melihat orang tua tersebut sekilas. Meskipun aura tersebut sampai membuat dirinya bergetar sedikit, nun naga itu tidak peduli. Lalu dia berpaling. "Aku serahkan orang tua bertelinga gantung itu padamu. Aku akan membantu teman-teman mu di bawah sana!" Tanpa menunggu respons dari Xiao Wang, Xiao Long telah menghilang dari sana.


Memang saat ini Xiao Feng dan yang lainnya telah berhasil di bebaskan oleh Xiao Ming, Xiao Yin dan Xiao Mei. Namun masalahnya mereka malah mendapatkan masalah saat ini. Orang-orang dari suku Zhun telah menyadari akan keberadaan mereka dan malah berbondong-bondong menggerubuti, menyerang mereka.


Ini tampak semakin runyam dan menegangkan. Apalagi kebanyakan dari orang-orang suku Zhun yang memiliki kekuatan ranah Raja hingga Langit di bawah sana, juga ikutan menyerang Xiao Feng serta yang lainnya.


Orang Tua telah mengeluarkan kekuatan untuk menyerang Xiao Long, tapi serangan itu langsung di halau oleh Xiao Wang.


Brussh....


"Kau adalah lawan–ku!" ujar Xiao Wang.


Orang tua hanya menatap Xiao Wang sesaat. "Kalau bukan karena senjata yang ada tangannya itu yang membuat kekuatannya meningkatkan, dia tidak akan bisa menahan setiap serangan yang aku lancarkan!" gumam orang tua tersebut. Lalu dia menyeringai. "Sayangnya itu belum cukup untuk menahan ku!"


Whush....


Tekanan yang sangat besar dan ekstrem tiba-tiba saja dikeluarkan oleh Orang tua tersebut. Dia tampak tidak akan menahan diri untuk membunuh Xiao Wang. Kekuatan yang berada di puncak ranah Langit yang telah dilepaskan oleh Orang Tua tersebut berhasil membuat area sekitar bergetar hebat.

__ADS_1


Di sisi lain, Xiao Wang yang merasakan kekuatan yang begitu besar dan mengerikan itu merasa merinding. Memang sejak awal beradu serangan dengannya, Xiao Wang sudah menyadari bahwa dia bukanlah lawan dari orang ini. Perbedaan satu tahap Kultivasi ranah Langit saja sudah sangat jauh, apalagi harus berbeda hingga 6 tahapan sekaligus.


__ADS_2