Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 132 ~ Berhasil atau Tidak?


__ADS_3

Rombongan yang terdiri dari seratus orang saat ini tengah melewati sebuah pintu yang terbuat dari dinding batu raksasa.


Sebenarnya awal mula tujuan mereka adalah mencari pelaku yang telah membantai rekan mereka. Hingga tidak sengaja menemukan sebuah keributan besar tengah terjadi beberapa kilo dari tempat mereka, lantas tanpa pikir panjang rombongan itu bergerak ke arah keributan tersebut yang diyakini disebabkan oleh pertarungan hebat tengah terjadi di sana.


Pertama kali memasuki pintu, mereka langsung disambut oleh aura yang sangat tidak ramah. Aura mencekam yang terbilang sangat ganas itu begitu menekan hingga sampai memberi dampak pada jiwa mereka.


"Maaf, Tuan. Kami tidak akan bisa masuki kawasan ini lebih dalam. Aura di sini sangatlah kuat dan ganas. Takutnya jika kita melanjutkan menelusuri, maka rombongan kita tidak akan bertahan lebih lama!" Salah seorang yang memiliki basis kultivasi ranah Suci tahap 7 berkata kepada seorang pria yang memiliki basis kultivasi ranah Langit tahap 7, sebut saja namanya Huan.


Huan terdiam sejenak. Lalu dia menganggukkan kepalanya tanda setuju. "Hm, baiklah! Bagi yang memiliki kultivasi ranah Suci ke bawah, silahkan kalian menunggu di luar pintu. Sementara yang memiliki kultivasi ranah Langit tetap di tempat!" Sengaja dia memerintahkan begitu, sebab sementara ini yang mampu menahan aura mencekam itu hanyalah Kultivator ranah Langit saja.


Perkataan Huan langsung di dengar oleh mereka semua. Lantas dilaksanakan, dan kini yang masih menetap hanya seorang yang memiliki kultivasi Ranah Langit saja.


Kini tersisa tiga puluh orang yang masih menetap. Dan semuanya memiliki basis kultivasi di ranah Langit tahap 1 ke atas, namun yang tertinggi berada di ranah Langit tahap 7.


Perjalanan pun kembali dilanjutkan.


Selang beberapa saat berjalan waspada dibawah tekanan kuat yang menganggu, orang-orang yang memiliki kultivasi ranah Langit tersebut bertemu dengan seorang lelaki yang saat itu berjalan ke arah mereka.


Langsung saja sikap waspada di pasang oleh rombongan Huan.


"Mengapa ada seorang pemuda di sini?" gumam Huan pelan sekaligus merasa curiga. Pasalnya kekuatan sangat ganas yang tersebar dengan kuat ini akan sangat sulit bagi kultivator tingkat rendah untuk bertahan, bahkan menggerakkan kaki untuk melangkah saja akan sangat sulit bagi mereka yang memiliki kekuatan rendah. Namun orang itu bahkan begitu santai.


"Hanya ada satu kemungkinan yang menggambarkan orang itu. Dia memiliki kekuatan tinggi. Mungkin setingkat Langit!" ucap Kultivator ranah Langit tahap 5.


Tiga puluh kultivator ranah Langit itu terdiam dan menunggu sampai orang yang mereka maksud mendekati mereka. Tujuannya agar mereka bisa melihat lebih jelas wajah orang itu. Di wilayah dibalik pintu besar ini, selain dengan memiliki aura mencekam yang kuat, juga tersebar kabut yang terbilang pekat. Sehingga jarak pandangan sedikit terhalang.


Orang yang mereka tunggu itu telah mendekat. Dan tampaklah oleh mereka seorang pemuda berwajah tampan dengan postur tubuh tegak. Dia tidak lain adalah Xiao Wang.


"Atasan, aura yang dipancarkan oleh lelaki ini sama seperti jejak aura yang ditinggalkan oleh pembunuh rekan kita!" ucap salah seorang yang memiliki kultivasi Ranah Langit tahap 3 kepada seorang Kultivator Ranah Langit tahap 7 yang tidak lain adalah Huan.


Huan terdiam sejenak. Memang dia juga menyadari akan hal itu. Bahwa orang yang berdiri di hadapan mereka ini memiliki aura yang sama dengan pembunuh orang-orang yang merupakan bagian kelompok mereka.


Meski demikian, Huan tetap berpikir tenang. "Maaf, Nak. Mengapa kau berada di tempat ini?" tanyanya kepada Xiao Wang.


Memasang senyum kecil sejenak, Xiao Wang lantas menjawab, "Hanya sekedar mencari angin! Entah mengapa malam ini terasa begitu gerah."


Mendapati jawaban tersebut, Huan menaikkan sebelah alisnya. "Ya, memang aura yang ada di sini begitu membuat siapa saja akan gerah. Tapi, mengapa kau malah memilih mencari angin di wilayah ini?" Huan memancing Xiao Wang.


"Hmm, tadi di sini sangat dingin. Tapi setelah mengetahui keberadaan kalian, anginnya malah berubah menjadi gerah!"


Berharap Xiao Wang terpancing, namun malah lelaki itu yang balas memancingnya.


Benar saja dia merasa tersinggung kali ini dengan ucapan Xiao Wang. "Nak, katakan yang sebenarnya. Apa tujuanmu dan mengapa kau berada di sini?" Berkata dengan intonasi sedikit menekan.


"Cih, apakah perlu aku menjawab pertanyaan–mu? Lagipula kau bukan siapa-siapa ku!" ucap Xiao Wang sinis.


"Sialan kau... Mendengar jawabanmu yang sangat angkuh, aku jadi berpikir bahwa memang kaulah pelaku dari pembunuhan anggota kelompok kami!"

__ADS_1


Huan melepaskan dominasi auranya pada Xiao Wang. Mencoba untuk menekan lelaki itu.


Namun Xiao Wang justru membalas dengan auranya pula.


Whush....


Dua aura tampak imbang. Hal ini sendiri karena Xiao Wang memang sengaja mengeluarkan aura yang setara dengan lelaki itu.


Bentrokan dua aura tersebut terjadi selama beberapa saat, hingga pada akhirnya Huan kembali menarik auranya, begitupun dengan Xiao Wang.


"Semuanya, serang dia!" ucap Huan memerintahkan dua puluh sembilan orang lainnya untuk menyerang Xiao Wang.


Masing-masing dari mereka mengeluarkan aura terlebih dahulu. Lalu sama-sama bergerak ke arah Xiao Wang.


Dengan kecepatan ekstrem yang bagaikan menggunakan teleportasi, mereka berpindah dalam waktu singkat di hadapan Xiao Wang. Tinju telah mereka lancarkan dan itu sedikit lagi sebelum mengenai Xiao Wang. Yakin meskipun dia memiliki kekuatan yang tinggi sekalipun tetap tidak akan bisa untuk menghindari dengan jarak yang sedekat itu.


Dengan serangan yang akan mengenai wajahnya itu, tapi Xiao Wang masih sempatnya memasang sunggingan di bibirnya.


Lalu dia berkedip sekali.


Whush....


Tiba-tiba saja gelombang energi tercipta dari matanya, dan itu terus melebar hingga melewati tiga puluh orang tersebut.


Waktu tiba-tiba saja bergerak melambat.


Saat itulah tiga puluh orang Kultivator ranah Langit menyadari kalau apa yang mereka targetkan telah menghilang.


Tentu saja mereka dibuat heran. Antara percaya dan tidak, bahkan mereka seperti baru terbangun dari mimpi saat ini.


"Apakah ada yang salah?"


"Kemana perginya anak itu?"


"Aku yakin, walaupun dia memiliki kekuatan ranah Langit tahap 9 sekalipun namun tidak akan mudah baginya untuk menghindari serangan kita tadi."


"Ataukah mungkin dia telah menjadi abu oleh serangan kita?"


"Tapi itu tidak mungkin!"


Ketiga puluh orang itu mulai bertanya-tanya akan hal tadi. Hingga perdebatan kecil pun terjadi diantara mereka. Cukup lama perdebatan serta tanda tanya itu berlangsung, mereka pun akhirnya memutuskan untuk menelusuri tempat itu. Berharap mendapatkan sesuatu besar, pun juga menemukan keberadaan Xiao Wang.


Di sisi lain, Xiao Wang saat ini tengah melakukan perjalanan menuju kota. Sebelumnya dia telah menggunakan suatu trik ilusi terhadap tiga puluh orang Kultivator ranah Langit tersebut. Membuat waktu seolah bekerja lambat, lalu dia dengan santai pergi dari sana.


Setelah mendapatkan warisan dari Dewa Ilusi, tingkat keahlian ilusi Xiao Wang telah mencapai tahapan tertentu yang tidak seorangpun di dunia saat ini dia tempati bisa melampauinya. Bahkan waktu saja bisa dia buat melambat hanya dengan menggunakan ilusinya, seperti yang dia lakukan pada kultivator-kultivator tersebut.


***

__ADS_1


Xiao Feng, Xiao Fu serta orang dari sekte Lotus Es saat ini telah tertangkap. Mereka di ikat dengan tali lalu di bawa ke suatu tempat.


Kondisi tubuh mereka sangatlah menyedihkan. Wajah yang lebam dengan robekan baju serta sayatan pedang ringan maupun dalam telah memenuhi tubuh mereka.


Tenaga mereka telah habis dan mereka hanya bisa menurut saat di bawa oleh orang-orang itu.


"Arghh..."


Orang yang membawa tubuh Xiao Fu di tubuhnya mendadak berteriak kala usus-ususnya telah menembus bagian perutnya.


Tak bertahan lama, dia tumbang, bersama dengan tubuh Xiao Fu yang juga terjatuh di atas tanah.


Sontak saja melihat itu, yang lainnya langsung memasang sikap waspada. Menilik sekitar mencari orang yang membunuh sadis rekan mereka itu.


Slashh...


Tusukan dalam mendadak tercipta pada seorang yang menggendong Xiao Feng. Orang itu tumbang bersama dengan tubuh Xiao Feng yang juga ikut terjatuh.


Kewaspadaan semakin di tingkatkan. Hingga tak lama setelahnya muncul Xiao Ming, Xiao Yin serta Qu Zheng.


Dua orang tersebut mati tidak lain dibunuh oleh Qu Zheng.


"Cih, hanya sekumpulan anak-anak kecil,, berani sekali kalian mengganggu kami!" ucap seorang Kultivator Ranah Suci tahap 6.


Qu Zheng hanya memasang senyum sinis menanggapi itu. Lalu dia melepaskan auranya yang sangat besar. Kontan saja hal itu langsung membuat Kultivator ranah Suci tahap 6 tersebut bergetar, begitu juga dengan rekan-rekannya yang memang semuanya memiliki kultivasi di bawanya.


Sesaat setelah melepaskan aura penuh intimidasi itu, Qu Zheng lantas bergerak bak bayangan. Dalam hitungan lima detik, dia telah berhasil membunuh semuanya, kini tinggallah Kultivator ranah Suci tahap 6 tersebut.


Tubuh lelaki itu bergetar hebat. Takut dan panik sekaligus khawatir jika saja dia mati di tangan orang yang sebelumnya dia anggap sebagai anak kecil ini.


Qu Zheng semakin mendekat. Pisau tajam di tangannya dia pamerkan, seolah hendak melakukan pembedahan hidup-hidup pada Kultivator ranah Suci tahap 6 tersebut.


Melihat nyawanya sangat terancam, maka lelaki tersebut segera mengeluarkan satu benda dari balik sakunya.


Whush...


Duaarrr...


Mendadak lesatan energi keluar dari dalam benda tersebut dan meledak di udara.


Qu Zheng menghentikan aksinya oleh benda tersebut. Meskipun dia tidak mengerti dengan jalan kerja dan fungsi dari benda tersebut, namun dia yakin itu bukanlah hal yang baik.


Benar saja, tak lama setelahnya muncul orang-orang yang memiliki Kultivasi ranah Langit tahap 8 ke bawah.


Tentu saja Qu Zheng serta Xiao Ming dan Xiao Yin merasa tersentak dengan kehadiran orang-orang kuat itu.


"Semua orang di kota ini seperti memiliki niat Yang sama semuanya, yaitu membunuh kita!" ucap Qu Zeng. Sengaja dia mengatakan hal tersebut, sebab memang banyaknya orang-orang yang baru datang itu hingga memenuhi jalanan kota. Akan sangat aneh jika satu kelompok pembuat onar berani bergerak dengan jumlah banyak di tengah kota damai. Kecuali jika orang kota memang semuanya memiliki otak dan niat yang sama.

__ADS_1


__ADS_2