
"Apa ini?" Xiao Wang mengeluarkan benda yang ada dalam kotak tersebut.
Whush....
Tiba-tiba saja sosok beraura gelap melesat dengan kecepatan tinggi dan langsung meraih benda yang dikeluarkan oleh Xiao Wang.
Tak sempat mempertahankan benda tersebut, Xiao Wang mengangkat pandangannya ke arah sosok yang memiliki aura gelap tadi.
"Hahaha.... Akhirnya aku mendapatkannya. Dengan kunci Simbol Bayangan ini, aku bisa membuka ruang bayangan dan mendapatkan kekuatan yang selama ini aku impikan!" ucap sosok tersebut dengan suara sedikit menggema.
Dua alis Xiao Wang berkerut, tubuh sosok tersebut mengeluarkan aroma darah pekat, persis seperti aroma darah yang telah mengundang kedatangannya.
"Hmm, sepertinya ini hanyalah sebuah jebakan. Sosok itu sengaja memanggilku dengan menggunakan aroma darah. Tujuannya adalah agar aku membuka segel yang menyegel kotak!" gumam Xiao Wang perlahan.
"Terima kasih, Nak. Kau telah mau membuka segel kotak itu. Sebagai gantinya, kau bisa melawan rombongan yang merupakan rekan dari mayat-mayat yang telah ku bunuh itu. Mereka akan mengira kau yang membunuh mayat-mayat tersebut!" ucap sosok tersebut lagi dengan nada licik, seolah membenarkan gumaman Xiao Wang tadi. Setelah itu dia lantas pergi begitu saja.
Benar apa yang dia katakan. Xiao Wang bisa merasakan hawa kehadiran banyak orang yang bergerak cepat menuju ke arahnya.
"Kau pikir aku bodoh. Tentu saja aku akan mengikuti mu!"
Xiao Wang menggunakan keterampilan teleportasi dan menghilang begitu saja. Tepat setelah menghilangnya lelaki itu, sampailah orang-orang yang memiliki kekuatan ranah Suci tahap 1 ke atas. Mereka segera memeriksa wilayah situ dan begitu geram kala menemukan rekan-rekan mereka banyak yang mati.
Semuanya kemudian kembali bergerak untuk mencari pelaku pembunuhan tersebut.
***
Xiao Wang muncul kembali dan memilih untuk mengikuti sosok tersebut dengan melesat terbang. Namun dia mengikutinya dengan secara sembunyi-sembunyi.
Entah sudah sampai bagian wilayah mana dia saat ini, hingga dia menghentikan laju terbang kata melihat sosok beraura gelap tadi berhenti tepat di sebuah batu yang memiliki ukuran sangat tinggi dan lebar.
Batu tersebut seperti sebuah pintu besar, tampak pula corak aneh di setiap sisi dinding batu.
Xiao Wang memperhatikan apa yang dilakukan oleh sosok tersebut dari jauh, sembari itu dia juga telah menekan hawa keberadaannya, sehingga dia tidak akan khawatir sosok yang dia intai akan mengetahui dirinya.
Sebelum melakukan aksinya lebih jauh, sosok tersebut terlebih dahulu menoleh ke samping kiri dan kanan, takut jika saja ada orang mengikutinya.
Setelah memastikan telah aman, dia lantas meletakkan kunci Simbol Bayangan ke dalam lubang yang menyerupai ukuran benda itu.
Lubang tersebut segera tertutupi oleh Kunci Simbol Bayangan oleh sebab ukuran lubang yang sama pasnya dengan kunci Simbol Bayangan.
Whush...
Tiba-tiba saja corak-corak aneh yang terdapat pada dinding batu mengeluarkan cahaya merah.
Sosok itu sendiri segera bergerak mundur beberapa langkah, untuk memastikan lebih jelas akan reaksi dari dinding batu setelah diletakkan kunci Simbol Bayangan.
Kreek...
Terdengar suara gesekkan benda yang sangat nyaring. Bahkan Xiao Wang yang berjarak lumayan jauh dari sosok itu saja sampai merasakan gendang telinganya dipaksa akan robek saja. Beruntung itu tidak terjadi.
Setelah suara tersebut telah menghilangkan, tampaklah dinding batu tersebut terbelah, membukakan jalan masuk ke dalam ruangan dibaliknya.
__ADS_1
Sosok tersebut memasang sunggingan lebar sesaat, setelahnya dia memutuskan melangkah kaki berniat memasuki ruangan tersebut.
Melihat sosok tersebut akan masuk, tentu saja Xiao Wang tidak membiarkan itu terjadi begitu saja. Kembali dia gunakan keterampilan teleportasi dan muncul kembali tepat di hadapan sosok tersebut.
Whush....
Langsung saja lbasan pedang tajam nyaris saja mengenai tubuh sosok beraura gelap tersebut. Beruntung dia memiliki insting tajam dan refleks cepat, sehingga dia masih sempat melakukan aksi menghindar.
Xiao Wang seperti tak memberi ruang, terus menyerang dengan pedang yang bermain lincah. Memaksa sosok tersebut dalam keadaan mundur dan terus mundur untuk menghindar.
Whush....
Xiao Wang menghentikan gerakannya setelah sosok tersebut melakukan ledakan energi gelap yang mengandung tekanan besar.
"Cih, anak ini.. Sejak kapan kau mengikuti ku? Mengapa aku tidak menyadari keberadaan mu sejak tadi?" ucap sosok tersebut, bertanya dengan intonasi sedikit ditekan. Tampak dia sangat tidak suka dengan keberadaan Xiao Wang di sini.
"Apakah penting aku harus menjawab pertanyaan itu?"
Jawaban Xiao Wang membuat sosok itu semakin kesal. "Cih, maka dari itu, aku tidak akan segan untuk membunuhmu!"
Aura gelap yang menyelimuti tubuhnya semakin pekat, hingga menutupi seluruh tubuh sosok itu.
Whush...
Energi gelap menyebar, memperlihatkan wujud lain dari sosok itu yang tidak lebih menyerupai seekor monster berwajah Iblis dan bertanduk kerbau.
Xiao Wang meningkatkan kewaspadaannya tatkala merasakan aura gelap mencoba merasuki pikirannya dan menekan dari dalam. Berbekal kekuatan jiwa yang mumpuni, sehingga aura gelap tersebut tidak sampai memberikannya efek luka terhadap Xiao Wang.
Sosok monster tersebut kini telah bergerak mengejar Xiao Wang. Kukunya yang panjang dan runcing dijadikan atribut untuk menyerang Xiao Wang. Meski demikian setiap arah yang di cakarnya, akan langsung menimbulkan lima bayangan merah tajam di setiap pergerakan jemarinya. Bahkan udara pun seperti tertebas oleh cakaran tajam itu.
Tiap kali cakar dari monster beradu dengan pedang Dewa Siluman, itu akan langsung menimbulkan percikan api disertai dengan suara nyeri khusus ibarat dua buah besi yang berbenturan dan saling menggesek keras.
Xiao Wang berada di posisi bertahan sementara lawan berada di posisi menyerang. Jika diperhatikan sekilas, tampak lawan yang lebih mendominasi jalannya pertarungan. Bahkan Xiao Wang tidak diberi ruang untuk melakukan serangan balasan. Beberapa kali pula Xiao Wang nyaris terkena cakar tajam yang mengandung energi panas korosif itu.
Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, wajah sosok monster itu semakin berubah, dari yang tadinya sumringah perlahan-lahan mulai kusut.
Bagaimana tidak, Xiao Wang saat ini mulai menunjukan dominasinya. Yang tadinya hanya bisa menahan setiap serangan tanpa mampu melawan, kini Xiao Wang telah berhasil melakukan serangan balas.
Alasannya cukup sederhana. Xiao Wang sengaja mengalah di awal, oleh sebab ingin mempelajari serangan lawan. Hingga setelah merasa cukup, Xiao Wang pun mulai melakukan serangan dadakan dengan gerakan rumit yang sulit ditebak lawannya.
Tempo pertarungan kini telah dikuasi oleh Xiao Wang. Terus menerus melangsungkan tebasan tajam nan terarah dengan tempo tarung ganas dan sulit di tebak.
Sosok monster masih sempat mengikuti pergerakan Xiao Wang. Namun setelah diaktifkan langkah bayang, tingkat kecepatan gerak Xiao Wang semakin sulit dijangkau saja.
Sringgg...
Tebasan tajam penuh akan energi kuat diarahkan Xiao Wang. Dan itu berhasil mematahkan salah satu kuku panjang lawannya.
Sontak saja melihat hal itu, sosok yang telah menyerupai monster langsung bergerak mundur ke belakang.
"Sialan... Kau berani mematahkan kukuku! Aku tidak akan memaafkan–mu!"
__ADS_1
Kemarahan jelas terlihat dari raut wajah serta intonasi sosok monster. Melepaskan kekuatan besar dari tubuhnya.
Energi gelap pekat menyebar, mengundang datangnya Guntur fajar itu.
Jedeerr...
Gelegar terdengar bersama dengan kilatan petir menyambar. Sosok ini tampaknya tidak akan menahan kekuatannya dan tidak ragu untuk membunuh Xiao Wang dengan serangan besar ini.
Tak tinggal diam, Xiao Wang juga ikut melepaskan kekuatan besar dari tubuhnya.
Dua aura kuat saling berbenturan. Menciptakan badai yang tiba-tiba saja terjadi nyaris menyapu pepohonan yang ada di hutan itu.
"Ilusi Kematian!" sosok monster tersebut berkata dingin.
Setelahnya, tempat dimana keduanya berada telah berganti latar. Penuh akan kegelapan yang menyelimuti semuanya. Udara pun tidak ada selain dengan kabut gelap yang menyebar.
Dominasi dari sosok monster itu semakin menjadi seiring dengan berhasil membawa Xiao Wang pada sebuah jebakan ilusi kuatnya. Tidak ada intensitas lain yang terlihat selain dengan milik sosok monster itu.
Ancaman dirasa akan datang kapan saja dan menargetkan Xiao Wang. Banyak sekali kekuatan besar dan jahat tercipta yang langsung mengarah ke arah Xiao Wang.
Meski demikian, Xiao Wang tidak panik sama sekali. Kedua mata yang masih tertutup rapat dengan fokus yang tidak terbagi sama sekali. Bahkan gangguan serta ancaman nyata yang hampir menggapai tubuhnya tidak Xiao Wang pedulikan.
Hingga aura Xiao Wang yang telah tenggelam oleh vitalitas yang diciptakan oleh sosok monster, kini perlahan mulai menunjukan entitasnya.
Bayang-bayang gelap yang membawa ancaman kuat itu mendadak terhapus
oleh entitas aura Xiao Wang. Tentu saja itu langsung membuat wajah Sosok Monster tersebut dibuat buruk untuk kesekian kalinya.
"Apa? Apa yang terjadi?" ujarnya tak percaya.
Sunggingan kecil terlukis di bibir Xiao Wang.
Memanfaatkan lautan Jiwa spritual yang luas, untuk menciptakan dominasi ilusi hebat. Xiao Wang lantas bergumam pelan. "Ilusi Rantai Neraka!"
Mendadak wilayah sekitar berubah untuk kedua kalinya. Dominasi intensitas dari sosok monster tersebut kini terhapus begitu saja. Tak ada lagi energi gelap tersisa dari sosok monster. Berganti dengan intensitas milik Xiao Wang.
Dunia aneh dengan latar merah. Tak ada kehidupan terlihat selain dengan keberadaan Xiao Wang dan sosok monster.
Perlahan tanah mulai melepuh lalu berganti hancur sepenuhnya. Berganti dengan magma yang mengeluarkan letusan gelembung besar. Membawa serta percikan korosif yang akan melelehkan kulit.
Sosok itu tampak panik saat ini. Dengan segera dia melesat terbang ke langit, menjauhi suhu magma yang tak ubahnya seperti neraka, membakar hanya dengan suhu saja.
Tapi sejauh apapun dai terbang, mendadak Rantai besi merah oleh api panas muncul dari dalam magma. Itu langsung menusuk tubuh sosok monster hingga tembus.
Rantai datang tidak hanya satu, melainkan kembali berdatangan dengan jumlah yang terbilang banyak. Mereka bergerak layaknya ular liar, menggerogoti tubuh sosok monster. Tak membiarkan celah sedikitpun, dan rantai terakhir menembus kepala sosok monster hingga pecah, sebagai serangan penutup.
Bahkan tubuh dari sosok monster itu kini telah hancur lebih, meleleh layaknya besi panas, terjatuh ke bawah dan menyatu dengan magma panas.
Melihat korbannya telah mati, Xiao Wang lantas menarik kembali intensitas Ilusinya. Dan beralih ke alam nyata.
Tanpa banyak membuang waktu, Xiao Wang lantas bergerak menuju pintu batu besar yang masih terbuka. Penasaran dengan apa yang ada di baliknya dan berniat untuk memeriksanya.
__ADS_1