Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 163. ~ Orang Dari Kekaisaran Lain


__ADS_3

Xiao Long, Qu Zheng dan Yin serta Ratu Semut Penelan sendiri juga tampak bersenang-senang dengan anggota kelompok Naga Merah ini. Meskipun mereka juga sempat berhadapan dengan kultivator ranah Langit tahap 5 ke atas. Tapi itu bukan lagi menjadi halangan berarti bagi ketiga orang itu.


Sementara ini, pemimpin dari kelompok Sekte Tombak Dewa melihat pasukan musuh mulai berkurang semenjak kedatangan Xiao Wang. Dia sendiri sebenarnya tidak mengharap bantuan datang, mengingat akhir-akhir ini sekte tengah mengalami masalah dengan orang-orang luar.


Setidaknya dia bersyukur sektenya tidak jadi hancur ataupun tunduk dengan kelompok Naga Merah ini.


Mengajak lawan tarungnya saat ini untuk berduel serius. Tombak diarahkan dengan ujung lancip yang bergerak cepat mengejar lawannya.


Awalnya pemimpin dari sekte Tombak Dewa itu sendiri sempat mengalami kesulitan dalam melumpuhkan lawan. Oleh sebab perhatian serta fokusnya yang tidak tenang dan terbagi, namun kini dia dapat lebih tenang dan leluasa dalam mengambil setiap gerakan tarung.


"Bagaimana kau bisa membalikkan keadaan dalam waktu singkat?" ucap lawannya yang tidak percaya dia bisa dibuat tersudutkan dalam waktu singkat.


"Apakah aku harus menjawab pertanyaan bodoh itu? Yang terpenting adalah hari ini kelompok Naga Merah tidak akan berhasil menguasai Sekte Tombak Dewa!" ujar pemimpin sekte Tombak Dewa itu. Dia semakin gesit dan lincah menyerang lawannya. Hingga berhasil memukul mundur lawan. Membuatnya lumpuh.


Sebelum pemimpin dari sekte Tombak Dewa itu berhasil sepenuhnya membunuh lawan tersebut, tiba-tiba saja kabut tebal muncul dan melindungi tubuh lawan.


Merasakan ancaman, pemimpin sekte Tombak Dewa langsung bergerak mundur.


Menyadari ini adalah sinyal bahaya, wajah Pemimpin sekte Tombak Dewa memburuk. Lalu mengangkat pandangan ke atas, dimana saat ini terdapat Xiao Wang yang tengah melayang santai. Ekspresi yang diperlihatkan oleh Xiao Wang sendiri juga tampak menunjukkan adanya sesuatu yang mengganjal.


Nyatanya kabut merah itu tidak hanya berada dan menyelimuti lawan dari pemimpin sekte Tombak Dewa tersebut, akan tetapi justru menyebar hingga seluruh wilayah dari sekte Tombak Dewa.


Dalam waktu singkat, sekte Tombak Dewa telah penuh akan kabut merah. Anggota dari sekte Tombak Dewa lantas mengambil sikap waspada. Tapi yang menjadi permasalahannya adalah mereka sudah tidak menemukan adanya rekan di sampingnya. Kabut tebal ini telah memisahkan mereka semua.


Ancaman dirasa bisa datang kapan dan dimana saja kala berada dalam kabut merah tersebut. Nyatanya itu tidak hanya dirasakan oleh anggota sekte Tombak Dewa saja, melainkan juga dirasakan oleh Qu Zheng dan Ratu Semut Penelan.


"Hahaha.... Aku tidak menyangka akan ada kekuatan hebat yang disembunyikan oleh kekaisaran kecil ini. Bahkan bisa langsung membalikkan keadaan dan waktu singkat," terdengar suara menggema dari dalam kabut. Suara itu sendiri begitu menggema dan memberikan ketakutan berlebih terhadap mereka yang memiliki kultivasi ranah Suci ke bawah.

__ADS_1


Xiao Wang masih dalam keadaan tenang menatap satu arah dalam kabut tersebut. Meskipun ini terbilang sangat pekat, tali tetap tidak mampu menutupi penglihatannya.


Sunggingan kecil terukir di dua sudut bibir Xiao Wang. "Hanya ilusi kecil, berani sekali berlagak sok berkuasa!" gumam Xiao Wang pelan.


Dia lantas menggerakkan jari telunjuknya. Mengendalikan Pedang Dewa Siluman dan Pedang Api Matahari untuk mengejar orang yang menyebarkan kabut merah darah tersebut.


Memang saat ini orang-orang di bawah sana telah terjebak dalam ilusi yang di ciptakan oleh orang tersebut. Tapi bagi kelompok Naga Merah sendiri tidak terpengaruh. Sehingga mereka bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerang Sekte Tombak Dewa.


Tidak bisa melawan oleh pandangan yang tertutupi oleh kabut merah, sehingga mereka hanya bisa menerima serangan itu.


Tapi itu tidak berlangsung lama, sebab kabut tersebut telah menipis. Sebelum menghilang begitu saja.


Kini pandangan tak terhalangi lagi. Pengaruh ilusi yang memisahkan masing-masing orang dari sekte Tombak Dewa tadi ikut menghilang.


Bukk...


Tampak sosok seorang lelaki yang terjatuh dan menabrak keras salah satu bangunan dari sekte Tombak Dewa, hingga membuat bangunan tersebut hancur.


Whush....


Whush....


Pedang Dewa Siluman serta Pedang Api Matahari melesat dengan kecepatan tinggi setelah berhasil menjatuhkan orang tersebut. Mereka kembali ke sisi Xiao Wang.


"Kau dari kekaisaran lain, berni sekali ikut campur dalam urusan Kekaisaran kami!" ujar Xiao Wang, berkata pada orang yang masih dalam bangunan runtuh tersebut. Intonasi yang dikeluarkannya pun mengandung tekanan yang membuat orang tersebut bergetar.


Orang yang dimaksud perlahan bangkit dan terbang ke atas atap. Kondisinya begitu buruk. Beberapa bagian dari tubuhnya telah robek oleh luka goresan yang sangat parah.

__ADS_1


"Sialan... Kau akan membayar atas apa yang telah kau lakukan padaku!" ucap orang tersebut, lalu tubuhnya diselimuti oleh asap merah dan menghilang dari sana.


"Kekaisaran Lain? Jangan bilang kalau orang itu berasal dari kekaisaran Wei?" Salah seorang tetua sekte Tombak Dewa berkata tak percaya. Jika benar apa dugaannya, berarti kelompok Naga Merah memang telah bersekutu dengan kekaisaran Wei.


Sontak saja desas-desus terkait dengan. identitas diri orang yang baru saja muncul dan menyebar asap merah tadi tersebar dikalangan orang-orang yang merupakan bagian dari sekte Tombak Dewa.


Pertarungan sendiri sementara ini terhenti. Pasukan Kelompok Naga Merah memilih untuk mundur sebelum korban semakin banyak berjatuhan di pihak mereka.


Sekte Tombak Dewa tidak berniat mengehentikan mereka. Bukan hanya dilihat kelompok Naga Merah saja yang mengalami kerugian dalam hal jumlah korban jiwa, melainkan mereka juga saat ini memiliki banyak korban jiwa.


Xiao Wang, Qu Zheng, Ratu Semut, Xiao Long serta Yin telah mendarat dan berkumpul di salah satu atap bangunan besar. Anehnya, meskipun tubuh Xiao Long yang berat dan besar itu, namun tak sampai membuat bangunan yang dia pijak hancur. Bahkan bekas pijakannya sama sekali tidak berkeluk.


Pemimpin dari sekte Tombak Dewa terbang dan lantas menghampiri Xiao Wang serta rekan-rekannya itu.


"Terima Kasih, atas bantuan yang telah diberikan saudara!" langsung saja dia menangkupkan tangan sembari membungkukkan badan perlahan.


Xiao Wang menanggapi itu dengan anggukan sekali.


"Sama-sama!"


"Saudara, lebih baik kita bicarakan ini di dalam saja. Tidak enak jika kit berbincang di atas sini!" ajak pemimpin sekte Tombak Dewa.


Xiao Wang sendiri tidak menolak ajakan itu. Karena memang ada yang musti dia bicarakan dengan pemimpin sekte Tombak Dewa tersebut.


Pemimpin Sekte Tombak Dewa segera turun lebih dulu. Xiao Wang, Qu Zheng serta Ratu Semut masih tetap di tempat. Sementara itu Xiao Long dan Yin memilih untuk masuk ke dalam kening Xiao Wang. Untuk dua pedangnya sendiri telah masuk kembali ke dalam cincin ruang milik Xiao Wang.


Setelahnya mereka bertiga melompat turun dan mendarat perlahan di tanah. Mengikuti langkah kaki pemimpin Sekte Tombak Dewa yang menuntun mereka pada bangunan yang berjarak sekitar dua puluh meter.

__ADS_1


__ADS_2