
Meskipun tengah di sibukkan oleh Kultivator-kultivator ranah suci dan raja, tapi Xiao wang masih sempat menoleh ke arah Xiao Long.
Melihat Naga Magma itu yang telah berada dalam keadaan terpuruk, Xiao Wang berniat untuk menolongnya, sayangnya itu tidak bisa dia lakukan sebab lawan-lawannya itu tidak memberi ruang sama sekali bagi Xiao Wang untuk menghampiri Xiao Long. Itu membuat pikiran Xiao Wang tidak bisa tenang.
Bukk!!!
Tinju telak mendarat tepat di dada Xiao Wang. Serangan lanjutan datang dan menargetkan wajahnya, namun berhasil di tepis dan di balas oleh Xiao Wang.
Kembali Xiao Wang mengalihkan pandangan ke arah Xiao Long. Tampak Naga Magma tersebut telah mencapai batasannya. Itu membuatnya semakin panik.
Salah seorang dari kultivator ranah Suci menyadari kepanikan Xiao Wang berniat menambahkan dengan memanas-manasi lelaki itu.
"Hahaha.. Nak, lihatlah kadal peliharaan mu itu telah berada di ujung gerbang kematian. Sebentar lagi dia akan menghembuskan nafas terakhirnya."
Mendengar itu, tak disangka Xiao Wang justru termakan. Emosinya naik saat itu juga.
"Jangan berani kalian sakiti Xiao Long! Atau—!"
"Atau apa?" Perkataannya terpotong oleh seorang pria yang memiliki kultivasi Ranah Suci tahap 3. "Lihatlah kondisimu saat ini, kau bahkan tak bisa menyelamatkan dirimu sendiri, bagaimana kau bisa menyelamatkan Naga Magma itu? Sudahlah, biarkan saja dia mati, to dia hanya seekor Binatang Buas, kan?!"
Xiao Wang menatap tajam orang yang berkata itu. Emosinya semakin tak terkendali, namun di satu sisi Xiao Wang membenarkan akan apa yang dikatakan oleh lelaki itu. memang benar kenyataannya dia tidak bisa melindungi dirinya sendiri, bagaimana bisa dia melindungi Xiao Long?
Kultivator-kultivator yang mengelilinginya itu kembali datang menggerubuti Xiao Wang.
Xiao Wang mengaliri dua Pedangnya dengan dua unsur elemen berbeda. Dua buah pedang itu kini telah memancarkan dua unsur elemen yang berbeda. Dimana pedang Api matahari mengobarkan api ganas, sedangkan untuk Pedang Dewa Siluman mengeluarkan petir yang tidak kalah ganasnya.
Begitupun juga dengan mata Xiao Wang yang berubah menjadi jingga dan biru.
Xiao Wang menghilang dari tempatnya. Dan dalam sekejap dia telah muncul di dekat seorang Kultivator ranah Suci tahap satu.
"Mati!" gerakan yang begitu cepat sehingga tidak bisa di ikuti oleh Kultivator itu, membuatnya harus meregangkan nyawa saat itu juga.
Melihat rekan mereka yang terbunuh begitu cepat membuat yang lainnya mengambil sikap waspada.
Xiao Wang kembali menghilang, dalam sekejap Lelaki itu telah muncul kembali di belakang seorang Kultivator ranah suci tahap 3. Xiao Wang berniat membunuhnya, namun aksinya segera tertahan oleh pedang yang melesat cepat nyaris menghantam batang lehernya dari samping.
__ADS_1
Baamm...
Xiao Wang menepis, namun dirinya dibuat terdorong mundur oleh sebab kekuatan yah terkandung dalam pedang itu begitu besar.
Xiao Wang menoleh, bisa dia lihat orang yang melempar pedang itu adalah Si Yifen.
"Sialan," Gumam Xiao Wang dalam hati.
"Xiao Long, apakah kau masih mendengar–ku?" tanya Xiao Wang.
"Nak, sepertinya aku tidak akan lama lagi. Gunakanlah jiwaku ini untuk menyempurnakan teknik yang kau pelajari dari kitab itu!" Xiao Long berkata dengan intonasi lemah.
"Apakah kau gila. Memang teknik ini sangat hebat, tapi jika sampai harus mengorbankan kau aku tidak bisa."
"Nak, jiwamu dan jiwaku saling terikat. Ini akan memudahkan dan mempercepat prosesnya. Setelah itu, kau bisa membalas akan kepergian ayahmu!" Xiao Long tetap bersikeras untuk memberikan jiwanya pada Xiao Wang.
Shi Yifen terbang dari kursi kayu yang dia duduki. Menatap Xiao Wang dengan tatapan sinis.
"Hahaha... Nak, kita bahkan belum berhadapan, tapi kau sudah seperti ini saja!" Shi Yifen bermaksud untuk mencibir Xiao Wang.
Tak menjawab dan balik menatap tajam Shi Yifen. "Long, bertahan lah. Aku akan segera menolong mu!"
Semuanya tampak terdiam, melihat momen itu Xiao Wang segera melesat ke arah Xiao Long. Tapi sayangnya aksinya segera terhenti. Pedang yang sama kembali melesat cepat ke arahnya.
Whush...
Xiao Wang menepis untuk kedua kalinya.
Sunggingan sinis terpasang di mulut Shi Yifen. "Nak, kau tak perlu bersusah payah menggunakan teknik kecilmu ini ... ini hanya trik kecil yang bahkan Rana Raja saja bisa terlepas dengan mudah!" ucap Shi Yifen.
Xiao Wang terdiam. Memang dia menyadari kalau mereka hanya terdiam selama dua detik sebelum berhasil melepas diri dan kembali mendapatkan kesadarannya.
Kultivator ranah suci mengejar Xiao Wang untuk kesekian kalinya. Xiao Wang tidak ada pilihan selain dengan menyambut mereka.
Dirinya sebisa mungkin mempercepat setiap gerakan dan permainan pedangnya. Hingga memaksa lawan tidak berkutik. Xiao Wang saat ini tengah dikejar oleh waktu.
__ADS_1
Sedangkan Xiao Long sudah mencapai batasannya, seorang pria dari kultivator ranah Suci tahap 7 mengayunkan pedang dengan libasan keras dan mengandung energi yang sangat besar.
Slash...
Dia meregangkan nyawa saat itu juga.
"Tidaaak... Xiao Long!!"
Xiao Wang berteriak keras. Tubuhnya bergetar saat melihat perlahan Naga Magma itu memejamkan kedua matanya. Bahkan dia bisa merasakan aura kehidupan Xiao Long yang semakin melemah, Hingga tak lagi terasa oleh Xiao Wang.
"Kalian akan membayarnya!" Xiao Wang sangat marah.
Tubuh Xiao Wang memancarkan aura yang sangat hebat. Bersamaan dengan itu, Pedang Dewa Siluman memberikan reaksi dengan melayang di hadapan Xiao Wang. Dia menyimpan pedang Api Matahari, lalu menatap sosok jiwa Xiao Long yang mendekat kearahnya. Xiao Wang terdiam namun aura di tubuhnya juga semakin besar, sorot matanya memancarkan kesedihan dipicu oleh emosi yang meluap akan kematian Xiao Long.
Jiwa Xiao Long tersenyum sesaat, lalu masuk dengan paksa di tubuh Xiao Wang.
"Arghhk..." meringis sejenak kala merasakan sesuatu yang menyakitkan.
Semakin besar pula aura Xiao Wang. Lonjakan energi di tubuhnya meledak-ledak, Xiao Wang melayang dengan tanpa kendalinya.
"Long, maafkan aku!" ujar Xiao Wang dalam hati. Dia telah mengaktifkan teknik yang dia pelajari dari kitab yang dia dapatkan dari Pengintai Ilusi.
Dengan menyatunya Jiwa Xiao Long, maka itu akan sangat memudahkan Xiao Wang dalam menyempurnakannya. Tak membutuhkan waktu satu menit, kini kekuatan Xiao Wang telah meningkat drastis. Bahkan mencapai Ranah Langit tahap 1. Namun aura intimidasi yang terpancar dari tubuhnya bisa lebih besar dari itu.
Meskipun proses yang dilakukan Xiao Wang untuk mengaktifkan teknik tersebut telah selesai, namun pedang Dewa Siluman masih belum selesai dalam mengeluarkan reaksi.
Pedang itu melayang dengan sendirinya di udara. Rupa-rupanya Xiao Wang tidak sengaja mengaktifkan segel Mutiara Siluman Murni yang ada dalam pedang itu, segel itu sendiri di pasang oleh Lin Yun Mei saat masih dalam tahap pembuatan pedang Dewa Siluman. Aura yang terpancar pada pedang begitu besar dengan cepat menyebar hingga ke Hutan Binatang Buas.
Tidak hanya itu bahkan aura dari Mutiara Siluman Murni bisa dirasakan oleh sosok yang berada di belakang Kelompok Naga Merah.
"Aku telah merasakannya!" Shi Yifen mendapatkan sinyal dari atasannya. Lantas dia menjawab melalui batin pula.
"Apa yang harus aku lakukan, Tuan?"
"Bawa pedang itu. Di dalamnya ada Mutiara Siluman Murni, aku ingin kau membawanya untukku!" ucap suara itu lagi.
__ADS_1
"baik, akan aku laksanakan!"
Di sisi lain, klan Xiao telah tiba di Bukit Rumput Harapan. Mereka bisa melihat Xiao Wang tengah melayang di udara, namun aura yang terpancar di tubuhnya sangat tidak biasa sehingga membuat mereka mengernyit.