Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 68 ~ Pertempuran II


__ADS_3

"Sepertinya ini baru saja akan dimulai."


"Ya, yang tadi itu hanyalah pengecoh. Dalam kata lain, kelompok Naga Merah mengorbankan orang-orang tadi untuk menguras tenaga kita!" Para tetua serta penatua mulai berbincang. Membicarakan permasalah yang tengah terjadi di depan mata.


Sementara mengetahui musuh semakin banyak dan semakin menunjukkan taringnya, Kaisar Han segera mengambil tindakan dengan mengirimkan permintaan bantuan kepada sekte-sekte besar yang ada di kekaisaran ini.


\=\=\=\=


Pertempuran gelombang kedua baru saja dimulai. Sementara itu, belum ada bala bantuan dari sekte, kerajaan maupun klan yang ada di kekaisaran Han. Tentu saja hal itu yang membuat wajah Kaisar Han semakin memburuk.


Meskipun pasukan Kekaisaran memiliki jumlah yang banyak, tapi mayoritas dari mereka berada di ranah Lanjutan. Sementara untuk yang berada di ranah Ahli tidak mencapai angka 500 orang. Ranah Raja pun hanya lima orang saja yang di miliki oleh Kekaisaran Han. Itupun dua diantaranya tengah menjalankan tugas, sedang yang lain masih berada di kota pusat Kekaisaran.


Kini Kaisar Han menaruh harap pada Kultivator perwakilan dari aliran putih dan netral yang sempat hadir di turnamen Antar Generasi. Memang diantara yang hadir, dua orang diantaranya memiliki kultivasi Ranah Suci, sedang yang lain berada di ranah Raja hingga ahli.


Dua orang yang dimaksud adalah Tetua sekte Tebing Persik serta Tetua sekte Lotus Es yang merupakan kakek dari Bing Xue Li. Di samping itu, beberapa perwakilan dari sekte besar dan menengah lainnya berada di ranah Raja.


Dengan kehadiran mereka, pertempuran saat ini masih bisa dikendalikan.


Pihak kedua kubu sama-sama kehilangan banyak anggota. Tetua sekte Lotus Es yang memiliki nama Bing Dai membekukan dua orang Kultivator aliran hitam yang memiliki kultivasi di ranah Raja tahap 3 dan 4.


"Cih, kelompok Darah Iblis juga ikut andil dalam pertempuran ini. Rumor beredar bahwa mereka tengah bermasalah dengan Kelompok Naga Merah. Namun mengapa sekarang malah bersatu... Tidak salah lagi, pasti karena ada umpan yang menarik ikan-ikan ini!" gumam Bing Die sesaat karena melihat dua orang itu mengenakan pakaian khas Kelompok Darah Iblis. Setelah itu, pria berambut perak itu lantas menghancurkan mereka dengan sekali jentik–kan jari.


Setelahnya beralih mencari lawan yang lain. Berbeda halnya Bing Dai, Jun Jirui yang merupakan Tetua dari sekte Tebing Persik itu justru mendapatkan lawan hampir sepadan. Dimana lawannya kali ini berada di ranah Raja tahap 9.


"Persik Naga memang sangatlah hebat. Bahkan dalam beberapa pertukaran jurus saja sudah mampu menguasai pertarungan." Pria yang menjadi lawan lelaki itu berbicara dengan menyebutkan gelar dari Jun Jirui.


"Kau terlalu banyak bicara Pisau Hantu. Lagipula aku juga tidak ada waktu untuk terus meladeni omongan kosong–mu!" Jun Jirui membalas dengan menyebutkan pula julukan dari lelaki yang menjadi lawannya itu.


Setelahnya pertarungan pun kembali berlangsung. Dua orang itu menunjukkan kebolehannya masing-masing. Mereka menggunakan senjata berbeda, pisau melawan pedang.


Meskipun pertarungan keduanya telah berlangsung selama beberapa saat, namun semakin terlihat bahwa Pisau Hantu bukanlah lawan dari Jun Jirui ini. Tapi meskipun mengetahui akan hal itu tak membuatnya pergi begitu saja. Dia tetap bersikeras untuk melawan pria dari Sekte Tebing Persik itu.

__ADS_1


Sebenarnya Pisau Hantu ini memiliki maksud tertentu dalam melawan Jun Jirui. Sembari menunggu kedatangan orang-orang dalam gelombang ketiga, maka Pisau Hantu bertugas menahan Jun Jirui ini.


"Ribuan Pisau Gila!!!" ucapnya lantang melepaskan serangan besar terhadap Jun Jirui.


"Hmm, kau cukup nekat." Jun Jirui menyunggingkan seringai di bibirnya, lalu dia melesat dengan kecepatan tinggi. Pisau-pisau itu dia lewati dengan begitu mudah.


"Sayangnya, menyerang–ku dengan Kultivasi yang rendah itu sama saja dengan kau mendatangi umpan nelayan." Jun Jirui yang telah berada di hadapan Pisau Hantu segera melepaskan tapak yang dipenuhi energi ke dada lawan. Dan itu berhasil mendorong jauh lawannya hingga menabrak bangku peserta.


Jun Jirui tidak berhenti sampai di sana. Dia lantas mendekati Pisau Hantu yang tampaknya tergeletak lemah. Menarik Pedang dan berniat membunuhnya.


Namun aksinya terhenti begitu saja saat jarum tajam datang menyerangnya dari titik tidak terduga. Kecepatan yang sangat luar biasa, nyaris saja jarum itu menghantam batang lehernya. Beruntung jarum tersebut segera di tepis oleh seorang pemuda yang saat itu dengan sigap telah berada di hadapannya.


"Xiao Wang!" gumam pelan Jun Jirui.


"Berhati-hatilah, Paman. Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu yang lebih kuat," ucap Xiao Wang dengan penuh perhitungannya, sehingga membuat Jun Jirui kagum dengannya. Bahkan Jun Jirui bisa merasakan Kultivasi Xiao Wang yang telah berada di ranah Raja Terlepas dari usianya yang masih terbilang sangat muda, menandakan anak ini bukankah sembarang jenius.


"Bagaimana dia bisa menyembunyikan kekuatannya dengan sangat hati-hati?" pikir Jun Jirui.


"Jarum Beracun," gumam Jun Jirui. Dia tahu betul siapa wanita ini. Merupakan Kultivator bebas aliran hitam tanpa bergabung dalam organisasi manapun, namun kali ini dia ikut andil dalam membuat kekacauan di turnamen Antar Generasi.


Wanita yang mendapat julukan Jarum Beracun itu berjalan dengan anggun. Tampilannya yang serba hijau, dengan rambut yang dikucir sedemikian mungkin, serta kaki tak beralas sama sekali.


Mendekat ke arah Jun Jirui dengan seringai penuh muslihat wanita itu perlihatkan. Jun Jirui sendiri segera memasang sikap waspada. Meskipun kedua orang itu berada di ranah yang sama yaitu ranah Suci. Namun tetap saja jika melawannya dia harus berhati-hati, sebab wanita ini bukanlah lawan yang mudah. Melawannya sangat merepotkan.


Di sisi lain, Xiao Wang membiarkan kedua orang itu melangsungkan pertarungan. Sementara di beralih pada Pisau Hantu yang saat itu mencoba untuk melarikan diri.


"Oy, Pak Tua. Kau hendak kemana?" Xiao Wang memanggil pisau Hantu.


"Cih, hanya seorang bocah kecil, berani menahan–ku!" ucap lelaki itu menanggapi panggilan dari Xiao Wang. Lalu mengeluarkan pisau untuk menyerang Xiao Wang.


Sringg...

__ADS_1


Pedang Xiao Wang bertemu dengan pisau milik Pisau Hantu. Meskipun Xiao Wang sempat terdorong mundur, namun di sisi lain dia telah berhasil membelah dua pisau tadi.


Sedangkan Pisau Hantu segera bergerak mundur saat pisaunya terpotong begitu saja.


"Sangat di sayangkan, Senjata sehebat itu harus berada ditangan anak kecil seperti mu! Entah apakah aku melakukan suatu kebaikan apa di masa lalu, sampai mendapatkan keberuntungan ini... Aku akan merebut pedang itu dan menjadi seorang Kultivator terhebat di Kekaisaran Han, hahaha..." Belum-belum, Pisau Hantu telah membayangkan bagaimana jadinya saat dia memiliki pedang itu nantinya.


"Teruslah bermimpi kosong sampai kau tak menemukan jalan apapun dalam mimpimu itu dan berakhir dengan jalan buntu!" cibir Xiao Wang membuat pikiran itu buyar seketika.


Xiao Wang tanpa membuang-buang terlalu banyak waktu, langsung menyerang lelaki itu. Setiap lesatan pedang yang dia lakukan begitu tajam dan kuat. Bahkan setelah beberapa kali pisau dari Pisau Hantu itu terpotong begitu saja, Pisau Hantu lantas semakin mewaspadai Xiao Wang.


Apalagi dirinya yang memang telah mendapat luka yang cukup berat dari pertarungannya bersama dengan Jun Jirui tadi.


Xiao Wang dengan agresif kembali maju. Meski Kultivasi kedua orang itu terpaut jauh, namun pada akhirnya Xiao Wang tetap bisa imbang. Berkat senjata tingkat Alam miliknya itu, serta kondisi Pisau Hantu saat ini sehingga Xiao Wang dapat dengan mudah mengimbanginya.


"Pisau Hantu Tajam!" Mengeluarkan jurus untuk menyerang Xiao Wang.


Slash!!!


Pisau yang mengandung energi besar itu segera terbelah dua begitu saja. Lesatan energi pedang Xiao Wang melaju dengan cepat, menghantam lelaki yang menjadi lawannya. Membuat lawan dibuat terdorong lumayan jauh. Bahkan dari energi pedang tadi telah berhasil menciptakan luka goresan panjang di tubuh lelaki itu.


Menggunakan elemen petir, Xiao Wang berpindah tempat begitu cepat. Dia akan mengakhiri nyawa lelaki itu, tapi nyaris saja pedang itu menusuk perut Pisau Hantu, terlebih dahulu pedang Xiao Wang terhalang oleh senjata Bumi Kelas dua milik seorang yang memiliki gaya pakaian sama dengan pakaian yang dikenakan Pisau Hantu.


Sayangnya, diluar perkiraan lelaki itu. Pedang yang digunakan untuk menahan hunjaman pedang Api matahari milik Xiao Wang tadi malah retak dan berakhir dengan hancur. Sementara itu, walaupun pedang Xiao Wang belum berhasil mencapai tubuh Pisau Hantu, namun energinya yang tajam sekaligus kuat itu telah berhasil sampai di tubuh lelaki tersebut.


"Sayang sekali, Kawan. Kau mencoba untuk melindungi atasanmu, tanpa melihat situasi!" ujar Xiao Wang dangan sunggingan kecil terukir di bibirnya.


Sementara lelaki dari Kelompok Darah Iblis itu segera bergerak mundur.


"Lantas mengapa? Kau sendiri hanya berada di ranah Raja tahap 1 mau menggertak aku yang berada di ranah Raja tahap 2... Cih, bukankah ini sebuah lelucon!?" pria itu membalas menatap Xiao Wang dengan tatapan remeh.


"Setidaknya lihatlah situasi mu terlebih dahulu!" Xiao Wang tanpa membuang-buang waktu, langsung menyerang orang itu.

__ADS_1


__ADS_2