Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 202 ~ Kitab Lima Tingkat Kematian


__ADS_3

Dengan melihat cairan dalam botol yang tergeletak di lantai itu, Xiao Wang sudah mengetahui sebab apa yang terjadi pada anak itu, kenapa dia bisa meledak dengan potongan organ berserakan di mana-mana.


Xiao Wang membungkuk, meraih botol tersebut. Percikan-percikan petir biru bisa dia lihat muncul di atas permukaan cairan biru didalamnya. Meski petir yang dihasilkan kecil, namun dia yakin kalau petir itu menghasilkan intensitas yang sangat luar biasa. Lihatlah, bahkan udara di sekitar situ dibuat menipis setiap kali sambaran petir muncul di dalam permukaan cairan tersebut.


"Ini adalah cairan esensial Petir Surgawi. Vitalitas dalam esensial ini sangatlah kuat. Bahkan setetes saja jika tubuh penyerapnya tidak kuat, maka reaksi dari cairan ini akan langsung meledakkan tubuh penyerap tersebut." Xiao Wang mengalihkan pandangannya ke arah tubuh anak kecil. Qu Zheng serta Xiao Ming pun sama menoleh ke arah anak itu.


"Hmm, jadi seperti itu." Xiao Ming menganggukkan kepalanya.


Xiao Wang mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Ming, lalu dia melempar cairan esensial Petir Surgawi itu kepada Xiao Ming.


"Kau bisa menyerap untuk meningkatkan kekuatanmu."


Xiao Wang menampilkan senyum sumringah. Kedua matanya berbinar, "terima kasih, Saudara Wang. Kau begitu baik kepadaku!" ujarnya sembari menuju Xiao Wang.


"Ingatlah untuk selalu berhati-hati dalam menyerapnya. Esensial itu begitu kuat. Jika kau tak cukup hati-hati, maka tubuhmu akan menjadi seperti anak kecil ini!"


Xiao Ming menganggukkan kepalanya, menanggapi ucapan Xiao Wang. Setelah itu mereka lantas pergi dari sana, sebelum ada yang melihat mereka.


Benar saja, beberapa puluh menit setelah kepergian Xiao Wang, Xiao Ming serta Qu Zheng. Tampak beberapa orang datang memasuki bangun tersebut. Mereka mengenakan pakaian layaknya seorang prajurit. Mereka langsung memeriksa seluruh isi bangunan, luar dalam diperiksa. Mencari-cari bukti terkait dengan pembunuhan atau penyebab anak tersebut meninggal. Namun sejauh yang mereka telusuri, tidak ada bukti kuat untuk mengungkap akan siapa pelaku dari pembunuhan anak itu.


"Anak ini dibunuh oleh seorang kultivator tingkat tinggi. Lihatlah, sisa-sisa serangannya masih tersisa di udara!" hcao seorang yang memiliki pangkat tertinggi.


"Sebaiknya kita kembali berjaga. Biarkan saja dia mati, to dia hanya menumpang di kekaisaran tanpa melakukan kontribusi apapun untuk membangun kekaisaran ini. Lantas mengapa kita harus peduli terhadapnya," ucap yang lain.


"Setidaknya, dia masih bagian dari kekaisaran ini. Kita harus membantu setiap warga, tanpa membeda-bedakan," yang lain ikut menimpali.

__ADS_1


"Benar, lalu bagaimana kau akan membantu dia? Apakah kau akan menuntut dengan mencari orang yang membunuhnya, lalu mengadili di kursi sidang kekaisaran? …. Bahkan kita tidak tahu siapa sebenarnya yang membunuh, tapi yakin dia memiliki kekuatan yang sangat besar. Lihatlah efek kekuatannya masih tersisa, sangat kuat. Dan juga, kalau dia memiliki kekuatan yang besar, bukan tidak mungkin dia juga memiliki pengaruh yang besar pula. Tidak mungkin bagi kita menangkap seseorang yang memiliki pengaruh besar untuk diadili dalam sidang kekaisaran hanya karena tuduhan membunuh rakyat kecil yang tidak berguna," jelas orang tersebut panjang lebar.


Sebenarnya perkara seperti ini cukup banyak ditemui di kekaisaran Han. Korban dari rakyat jelata yang dibunuh oleh orang berpengaruh. Namun ketika pembunuh di sidang, mereka tetap lolos dengan berbagai macam unek-unek serta pembelaan yang menyudutkan korban. Sehingga pembunuh itu terbebas dari tuntutan hukum.


Setelah membereskan mayat anak kecil tadi, mereka lantas pergi dari sana untuk kembali melakukan tugas masing-masing.


***


Xiao Wang serta dua orang rekannya telah memasuki Rumah Lelang Perak. Xiao Wang langsung meminta pelayan wanita yang mengantar untuk bertemu dengan menager rumah lelang.


"Silahkan duduk dulu. Aku akan memanggil manager," ujar wanita itu sebelum pergi meninggalkan mereka.


Selang beberapa menit, wanita pelayan tadi muncul kembali dengan membawa seorang wanita yang lebih cantik di belakangnya.


"Selamat siang, ada yang bisa dibantu?" sapa Manager tersebut.


Mereka terlibat perbincangan basa basi sedikit. Terkait dengan identitas manager, identitas Xiao Wang, Qu Zheng dan Xiao Ming serta pembicaraan lainnya. Setelah beberapa saat, Xiao Wang akhirnya mengutarakan maksud kedatangannya di Rumah Lelang Perak.


"Rumah Lelang Perak akhir-akhir ini menimbulkan kemajuan yang sangat pesat. Bahkan sampai membuka cabang di kekaisaran tetangga. Banyak barang-barang langka yang berkualitas tinggi yang tidak ditemui dimanapun, ada di rumah Lelang Perak!" ujar Xiao Wang. Manager tersebut menganggukkan kepalanya pelan.


"Apakah ada barang yang Tuan Xiao cari, kami akan berusaha untuk membantu Tuan menemukan benda itu!" Manage membalas perkataan Xiao Wang. Tampaknya dia lebih peka dan cekat, bahkan sebelum Xiao Wang benar-benar mengungkap maksudnya, dia sudah menebak arah mana pikiran Xiao Wang.


"Benar sekali. Apakah Rumah Lelang Perak menyediakan sebuah kitab Pengendali Roh?" tanya Xiao Wang.


"Hmm, kitab Pengendali Roh ya?" Manager sempat berpikir sejenak.

__ADS_1


"Tunggu sebentar!"


Manager kemudian beranjak pergi dari ruangan itu. Xiao Wang serta dua temannya kembali menunggu selama beberapa menit.


Manager datang dengan membawa satu kitab usang di tangannya.


"Ini adalah kitab Lima Tingkat Kematian! Ini ditemukan di pemakaman kuno seorang Pengendali Roh legendaris. Terkait dengan isi kitab ini sendiri belum pernah ada yang tahu. Kitab ini di segel oleh kekuatan aneh."


Manager menyerahkan kitab tersebut kepada Xiao Wang.


Memperhatikan kitab itu sejenak, Xiao Wang kemudian mengangguk. "Aku akan membelinya!" Tanpa pikir panjang dia langsung menawarkan diri untuk memiliki kitab itu.


"Apakah Tuan Xiao yakin ingin membelinya? Kitab itu memiliki segel yang sangat sulit untuk dipecahkan. Selain itu, jika Tuan Xiao tidak ada keterampilan dalam mengendalikan roh atau memiliki mental yang lemah, maka Tuan akan langsung dikendalikan oleh roh yang ada di kitab itu!" Manager mengingatkan Xiao Wang terkait dengan kesusahan memiliki kitab Lima Tingkat Kematian itu.


"Untuk itulah aku ingin memilikinya!" Xiao Wang menjawab spontan, dan itu membuat manager mengernyitkan alis kebingungan.


"Aku mau mencoba peruntungan dengan mengendalikan roh!" Berkata dengan penuh yakin, Xiao Wang tidak langsung mengutarakan keahliannya yang memiliki kekuatan roh.


"Baiklah, jika tuan Xiao benar-benar ingin memilikinya. Namun aku tidak akan menjualnya, melainkan memberi cuma-cuma. Anggap saja sebagai ganti dari hadiah juara satu Turnamen Antar Muda beberapa tahun lalu."


Memang dari perbincangan basa basi awal, mereka sempat menyinggung turnamen Antar Muda. Dimana saat itu Xiao Wang masuk final. Manager tersebut yang memang saat itu menjadi perwakilan dari Rumah Lelang Perak melihat bagaimana aksi Xiao Wang. Entah dalam melawan peserta lain, maupun melawan para aliran hitam. Dan dia tertarik dengan Xiao Wang.


"Baiklah, aku akan menerimanya! Terima kasih!" Xiao Wang menangkupkan kedua tangan memberi hormat.


"Baik, terima kasih kembali, Tuan Xiao!"

__ADS_1


Sebelum Xiao Wang benar-benar akan pergi dari Rumah Lelang Perak, Manager terlebih dahulu memberikan lencana pelanggan khusus untuk Xiao Wang. Dengan demikian, jika Xiao Wang membela barang apapun di Rumah Lelang Perak, dia akan mendapatkan potongan sebesar 15 persen dari harga aslinya.


Xiao Wang menerima lencana tersebut, lalu melangkah pergi bersama dua rekannya.


__ADS_2