Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch ~ 118 ~ Membagi Tugas Menolong


__ADS_3

"Xiao Fu telah tertangkap, bagaimana dengan yang lain?" gumam Xiao Wang. "Kita harus menolongnya!"


"Tidak, sebaiknya kita perhatikan situasi terlebih dahulu. Orang-orang ini bukanlah orang biasa." Xiao Long mencegahnya.


"Hmm, kau benar. Sebaiknya mari kita cari yang lain. Masalah nona Bing dan Saudara Fu kita pikirkan nanti."


Xiao Long mendengus. "Hmm, mari bergerak untuk mencari mereka!"


Setelah itu tanpa pikir panjang, Xiao Wang lantas menaiki punggung Xiao Long, dan mereka berdua langsung pergi dari sana.


Selang beberapa saat melakukan perjalanan, tampaknya mereka telah berada cukup jauh dengan kediaman Suku Zhun. Xiao Long terbang lebih ke atas dan mencapai awan, selanjutnya Xiao Wang berdiri di punggung Xiao Long dan dia menggunakan Mata Dewa untuk mencari keberadaan Xiao Feng, Xiao Ming, Xiao Yin dan Xiao Mei.


"Bagaimana? Apakah kau menemukan mereka?" tanya Xiao Long.


"Aku melihat Saudari Mei dan Saudari Yin berada di tempat yang sama. Kedua orang itu tengah di kejar oleh beberapa orang dari suku Zhun, sedang Saudara Ming ada berjalan sendiri hendak menuju ke arah kediaman Suku Zhun. Namun aku tidak melihat keberadaan Guru sama sekali!" jelas Xiao Wang.


"Hmm, lelaki itu pasti hendak menyelamatkan rekanmu yang tertangkap. Mari bergerak secara terpisah. Aku akan membantu kedua nona, sedang kau hentikan temanmu untuk tidak menuju kediaman suku Zhun!" ujar Xiao Long memberi saran.


"Benar, jika Saudara Ming sampai di kediaman Suku Zhun dan melakukan tindakan semborono, bisa jadi malah dia yang ikutan tertangkap... Mari lakukan!"


Xiao Wang dan Xiao Long pun berpisah. Xiao Long bergerak ke arah yang di tunjukkan oleh Xiao Wang, namun arah tersebut sangat berbanding terbalik dengan arah yang hendak di tuju oleh Xiao Wang.


-


Xiao Mei serta Xiao Yin tengah bertarung melawan lima orang Kultivator ranah Raja. Pertarungan mereka sendiri di saksikan langsung oleh lima orang Kultivator Ranah Suci dan tiga orang Kultivator ranah Langit.


Meskipun kedua gadis itu mencoba melawan dengan sekuat tenaga, tapi tetap saja mereka bisa di kalahkan oleh lima orang Ranah Raja itu dengan mudah.


Bukkk....


Bukkk...


Baik Xiao Yin maupun Xiao Mei sama-sama mendapatkan pukulan telak yang memaksa keduanya terdorong mundur.

__ADS_1


"Uhuk...' Xiao Mei terbatuk saat merasakan dadanya yang sesak. Lalu dia berujar, "Jumlah mereka mereka terlalu banyak."


Posisi kedua gadis itu sendiri saat ini telah saling memunggungi.


"Benar. Kita tidak akan bisa melawan mereka dengan kekuatan kita berdua. Bahkan untuk kabur pun kita tidak akan memiliki kesempatan sama sekali." Xiao Yin melihat ke satu arah dimana orang-orang ranah Suci serta Ranah Langit berada. Mereka juga melihat ke arah dirinya dan Xiao Mei dengan tatapan aneh dan penuh nafsu yang membuat Xiao Yin sangat jijik.


"Kita membutuhkan bantuan dari yang lain!" ucap Xiao Mei.


"Ya, semoga saja mereka akan datang dan membantu kita. Tapi bagaimana jika mereka tidak datang sama sekali dan malah telah di tangkap oleh orang-orang yang berpenampilan aneh ini?" Xiao Yin mulai tidak bisa berpikir tenang.


"Aku yakin saudara Wang pasti akan datang dan membantu kita. Mari kembali angkat pedang dan lawan mereka. Kalaupun bantuan tidak datang, setidaknya kita tidak kalah tanpa melakukan perlawanan sedikit pun!"


Xiao Yin menganggukkan kepalanya. Sementara lima orang Kultivator ranah Raja telah maju dengan pedang yang telah mereka siapkan untuk melukis sayatan pada tubuh Xiao Yin dan Xiao Mei.


Slash...


Slash...


Saat dalam keadaan sangat terdesak, mendadak seekor Naga Magma terlihat dari atas mereka. Naga itu mengeluarkan raungan disertai dengan tekanan yang menekan orang-orang yang mengelilingi Xiao Yin dan Xiao Mei.


Semula kedua gadis itu tak percaya dan bertambah pasrah saat melihat kedatangan Naga itu. Mereka semakin yakin bahwa ajal mereka sudah sangat dekat. Dalam pikiran mereka, kedua orang itu menganggap Naga Magma tersebut adalah musuh yang bisa memakan mereka kapan saja.


Bagaimana tidak, baik Xiao Yin maupun Xiao Mei telah melihat tubuh Xiao Long yang terkapar tak bernyawa saat masih di bukit Rumput Harapan, sehingga keduanya tidak ada kepikiran untuk menganggap Naga Magma itu sebagai bantuan yang datang, melainkan menganggapnya sebagai musuh.


Naga Magma yang tidak lain adalah Xiao Long itu segera mendarat di atas tanah. Tanpa pikir panjang dia langsung mencakar dua orang Kultivator Ranah Raja yang saat itu masih berniat menyerang Xiao Yin dan Xiao Mei.


Melihat dua rekan mereka yang mati tanpa bisa memberikan perlawanan yang berarti terhadap Xiao Long, membuat ranah raja tersisa bergerak untuk mundur.


Di sisi lain, Kultivator ranah Suci dan ranah Langit yang menonton tadi segera mengambil tempat untuk menghadang Xiao Long. Begitupun juga dengan tiga orang mah Raja itu juga mengambil tempat untuk ikut menyerang. Mengeluarkan senjata mereka masing-masing dengan memamerkannya ke arah Xiao Long.


"Hahaha... Hari ini kita akan mendapatkan buruan yang sangat besar. Daging Naga sangatlah lezat dan bernutrisi. Selain itu darahnya juga bisa kita persembahkan untuk leluhur Suku Zhun!" ucap salah satu Kultivator Ranah Langit dengan penuh percaya diri.


Xiao Long menatap lelaki itu dengan tatapan sinis. "Apakah perkataan mu tidak terbalik?" Salah satu sudut bibir Xiao Long terangkat.

__ADS_1


Di sisi lain, Xiao Yin dan Xiao Mei saling berpandangan sejenak. Lalu memilih untuk memanfaatkan momen Xiao Long yang berhadapan dengan orang-orang tersebut yang semula menjadi lawan mereka, untuk melarikan diri.


Xiao Long yang menyadari kalau kedua gadis itu telah bergerak hanya menatap malas. "Cih, kedua gadis ini!" ujarnya sama malas. Setelah itu Xiao Long lantas menyerang mereka semua tanpa memberikan rasa ampun.


Dalam waktu cepat Xiao Long telah berhasil membunuh tiga Kultivator ranah Raja serta lima orang Kultivator ranah Suci. Bahkan tubuh mereka tidak dia beri sisa dan masukkan ke dalam mulutnya untuk dikonsumsi mentah-mentah.


Kini tersisa lima orang Kultivator ranah Langit saja yang masih bertahan. Meskipun kelima Kultivator melawan dengan beringas dan kekuatan penuh, tetapi tidak satupun dari mereka yang berhasil menorehkan segores pun luka pada tubuh Xiao Long.


Bagaimana pun Kultivasi dari Lima orang ini hanya berada di ranah Langit tahap 3 ke bawah. Sehingga bukan perkara yang sulit bagi Xiao Long untuk menghabisi mereka.


Setelah berhasil membunuh dan memakan tubuh mereka, Xiao Long beralih untuk mencari Xiao Yin dan Xiao Mei.


Hanya dengan sekali kepakan sayap, dia telah berada di hadapan dua gadis itu.


Tampak ekspresi takut di tampakkan oleh Xiao Yin dan Xiao Mei. Kedua orang itu lantas bergerak mundur saat melihat Xiao Long yang mendekat.


"Nona-nona, apa yang kalian takutkan? Aku adalah temannya Xiao Wang dan berniat untuk menolong kalian!"


Mendengar penuturan dari Xiao Long, baik Xiao Yin dan Xiao Mei saling berpandangan.


"Benarkah?"


"Lalu dimana Saudara Wang sekarang?"


Kedua gadis itu menaikkan sebelah alisnya namun dalam posisi yang berbeda, dimana Xiao Yin sebelah kiri dan Xiao Mei sebelah kanan.


"Dia ada membantu teman kalian yang satunya lagi. Ayo naik ke punggung ku dan kita akan menemui mereka!"


Meskipun sempat ragu, namun pada akhirnya kedua gadis itu tetap menyetujui untuk menaiki punggung Xiao Long.


"Berpegang yang erat!" ujar Xiao Long mengingatkan Xiao Mei dan Xiao Yin.


Setelahnya dia melesat cepat. Tapi sebenarnya Naga Magma itu berniat untuk terbang sedikit lambat, guna Xiao Yin dan Xiao Mei tidak akan tersiksa. Sayangnya apa yang di pikirkan lambat itu nyatanya tidak sama dengan yang dialami langsung oleh Xiao Mei dan Xiao Yin. Kecepatan gerak yang menurut mereka sangat kuat biasa itu sampai membuat kedua gadis itu nyaris terlempar dan jatuh. Beruntung di belakang mereka terdapat energi transparan yang menahan pergerakan tubuh mereka. Tapi, yakinkan kedua gadis itu akan baik-baik saja setelah diterpa oleh angin yang luar biasa kencangnya?

__ADS_1


__ADS_2