Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 126 ~ Dia Tampak Menakutkan


__ADS_3

Brukk....


Tubuh Bing Xue Li terpental dan menghantam tanah dengan keras.


"Hahaha... Kau bertambah cantik saja Sayang dengan posisimu yang seperti itu!" ucap seorang lelaki yang muncul di samping Bing Xue Li.


"Kenapa kau begitu keras dalam memukulnya? Lihatlah wajah cantiknya jadi tambah ganas saja sekarang!" ujar salah satunya lagi saat melihat raut wajah Bing Xue Li yang menyiratkan rasa geram.


"Tapi aku suka!"


Whush...


Seorang pria yang memiliki kultivasi Ranah Suci tahap 5 tiba-tiba muncul di hadapan Bing Xue Li. Senyum sinis merekah di wajahnya, dia lantas berjongkok untuk mensejajarkan posisinya dengan Bing Xue Li.


Mengusap lembut wajah mulus Bing Xue Li dengan jari telunjuknya, Lelaki tersebut lantas berkata. "Kau sangat cantik, tapi kenapa kau harus melawan. Jadilah wanita ku! Aku akan senantiasa melindungi mu, dan apa yang kau minta akan aku penuhi."


Bing Xue Li tidak lantas menjawab. Dalam hati dia begitu jijik dengan pria ini. Apalagi telah berani menyentuh wajahnya tanpa


izin. Bahkan selama usianya menginjakkan belasan sampai dua puluhan ini, tidak ada seorang lelaki pun yang berani menyentuhnya. Namun lelaki sialan yang ada di hadapannya berani dengan lancang menyentuhnya.


Cuihhh....


Bing Xue Li meludahi wajah lelaki itu.


Semula terdiam dengan memalingkan wajahnya, tampak kemarahan jelas terukir dari ekspresi yang di tunjukkan oleh lelaki tersebut.


"Sialan... Wanita ******, berani sekali kau meludahi ku!"


lelaki tersebut menjambak rambut Bing Xue Li dengan kasar. Menampar pipinya keras, hingga darah keluar dari hidung gadis itu.


Lelaki tersebut berdiri sembari tangannya yang masih menjambak rambut Bing Xue Li, memaksa gadis itu ikutan berdiri.


"Kau cantik, tapi sayang aku tidak lagi ada nafsu terhadapmu. Kau tidak lain adalah seorang sampah busuk yang sangat menjijikkan. Bahkan wanita malam masih lebih baik darimu!" Lelaki tersebut menghempas Bing Xue Li keras di tanah.


Gadis itu tersungkur di atas tanah. Kondisinya bisa di bilang sangat buruk. Rambut yang acak-acakan, beberapa bagian pakaian yang dia kenakan telah robek, dengan wajah yang lebam oleh tamparan keras tadi. Apalagi tubuhnya juga terkena racun yang dilepaskan oleh Kultivator ranah Suci tahap 5 itu.

__ADS_1


Orang yang mengelilingi Bing Xue Li tertawa senang melihat kondisi Bing Xue Li yang sangat menyedihkan itu.


Gadis itu menangis dalam diam, emosinya naik sedari tadi, namun dia juga tidak bisa melakukan apapun saat ini.Tubuhnya terasa lemah, kepalanya berdenyut kencang disertai dengan rasa nyeri yang menusuk.


"Atasan Jung, lantas kita apakan dia?" tanya orang yang pertama kali bertemu dengan Bing Xue Li saat masih dalam kedai.


Lelaki yang memiliki kultivasi ranah Suci tahap 5 itu menoleh ke arah lelaki yang bertanya itu sesaat, lalu dia menjawab. "Bunuh dia. Aku tidak mau lagi melihat wajahnya. Bedah tubuhnya, lakukan seperti yang telah kalian lakukan pada orang-orang baru yang masuk ke dalam kota ini!"


Orang-orang baru yang dimaksud oleh lelaki itu adalah para pendatang yang baru saja memasuki kota. Setiap kali ada pendatang yang mengetahui keberadaan kota dan berhasil melewati array pelindung kota, maka tugas dari kelompok ini adalah membedah para pendatang tersebut.


Daging orang yang dibedah akan langsung didistribusikan ke para pedagang, ataupun pada warung makan yang ada di kota itu. Tentu saja mereka melakukan ini dengan bergerak dibalik bayangan.


Setelah mengatakan itu, lelaki yang memiliki kultivasi Ranah Suci tahap 5 tersebut segera melompati salah satu atap lalu menghilang dari sana.


"Sangat disayangkan gadis secantik ini harus dibunuh."


"Bagaimana kalau kita manfaatkan dulu tubuhnya sebelum kita bunuh."


"Benar, benda ini semakin sesak saja dari tadi. Minta jatah buat malam ini!"


Beberapa orang itu sepakat untuk menggunakan tubuh Bing Xue Li untuk kepuasan mereka sebelum membunuhnya.


"Aku sangat tidak Sudi jika tubuh ku dijadikan boneka kepuasan mereka. Lebih baik aku mati saja!" batin Bing Xue Li.


Lalu dia menarik pedang, berniat menusuk perutnya.


Slashh...


Bing Xue Li membulatkan matanya saat pedang tersebut ternyata tidak melukai tubuhnya. Akan tetapi pedang tersebut justru di tahan oleh tangan seorang lelaki. Mencengkeram mata bilah pedang, hingga melukai tangannya.


Darah merembes, mengikuti jalannya mata pedang.


"Kau– Mengapa?" Bing Xue Li tak bisa melanjutkan perkataannya.


Xiao Wang memasang senyum kecil. "Kau tunggulah di sini sebentar, setelah aku membereskan mereka!" ucapnya lalu melepaskan cengkraman pedang.

__ADS_1


"Kau Siapa? Berlagak sok pahlawan... Cari mati kau hah!" bentak salah seorang dari orang-orang yang menyerang Bing Xue Li tadi. Orang itu maju, berniat membunuh Xiao Wang. Namun sebelum itu terjadi, dirinya malah merasakan aura yang sangat menakutkan, menyapa tubuhnya.


Setelah melepaskan aura kematian terhadap beberapa orang tersebut, Xiao Wang lantas melepaskan cengkaraman pada mata pedang. Dia bangkit berdiri, memasang wajah menakutkan layaknya iblis yang akan memakan beberapa orang itu hidup-hidup.


"Cih, beraninya bermain dengan seorang wanita. Hari ini adalah kematian kalian!" ucapan itu begitu dingin, hingga mereka yang mendengarnya tidak bisa untuk tida k bergidik. Rasa-rasanya perkataan tersebut menusuk kulit hingga daging dan sampai ke tulang mereka.


Tanpa kehendak, beberapa orang itu bergerak mundur dengan tubuh yang bergetar. Salah satu dari mereka berinsiatif untuk melarikan diri. Siapa yang bodoh untuk terus berada di sini?


Namun belum juga dua langkah, Xiao Wang telah muncul di hadapannya.


Slashh....


Hanya dengan sekali tebasan tajam penuh energi telah berhasil membelah dua tubuhnya.


"A–apa? Hanya sekali tebasan?"


Melihat rekan mereka mati dalam sekali tebasan pedang, membuat yang lain semakin ketakutan.


Xiao Wang sendiri setelah membunuh orang pertama, langsung bergerak ke target berikutnya.


Slashh....


Slashh....


Slashh....


....


Tampak malam itu mendadak terang oleh tebasan-tebasan pedang cepat Xiao Wang yang sangat banyak dalam satu waktu. Bersamaan dengan sinar bulan malam yang menyinarinya. Korbannya bahkan tidak diberi kesempatan untuk meneriaki nyawa mereka.


Baamm...


Ledakan terakhir sebagai penutup dari tebasan itu.


Terlihat potongan-potongan tubuh yang berhamburan di atas tanah dengan Xiao Wang berdiri di tengah-tengahnya.

__ADS_1


Bing Xue Li yang melihat aksi sadis Xiao Wang tidak bisa untuk tidak tercengang. Bahkan dia sekarang seperti merasakan ketakutan terhadap pemuda itu.


Pedang Dewa Siluman di cengkaraman Xiao Wang memantulkan Kilauan cahaya perak bulan malam. Xiao Wang membalikkan badan menghadap Bing Xue Li. Lalu dia menghampiri gadis itu yang masih mematung menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.


__ADS_2