Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 148 ~ Kesengsaraan Petir 9 Langit


__ADS_3

Kini Xiao Wang akan menghadapi petir kedua.


Awan-awan gelap yang terkumpul menjadi satu kesatuan kelam nan pekat, itu mendadak berubah warna menjadi merah darah namun di sebelahnya berwarna emas.


Ya, terbagi menjadi dua bagian dimana bagian kiri sejauh mana mata memandang semuanya berwarna merah darah. Sementara untuk sebelah kanan berwarna jingga namun terkesan keemasan, dengan satu garis lurus sebagai pemisah antara dua warna tersebut.


Awan merah darah memberi tekanan menyeramkan dan mengerikan pada wilayah yang yang ada di bawahnya. Sementara untuk awan emas tersebut memberikan rasa hangat namun begitu menusuk dan menyengat hingga ke tulang.


Makhluk apa saja yang berada dalam lingkup bawah awan merah darah maupun emas tersebut akan merasakan ketakutan.


Fenomena ini sangat indah kamu terkesan menyeramkan.


Selang beberapa saat, baik awan merah darah tersebut maupun awan jingga kemasan tiba-tiba saja memancarkan cahaya. Cahaya merah dari awan merah dan cahaya emas dari awan jingga tersebut hingga sampai ke tanah. Ini begitu menyilaukan seantero dunia, tentu saja aktivitas yang terjadi di lingkup dua wilayah tersebut terhenti.


"Fenomena apa ini? Mengapa sangatlah mengerikan?" Xiao Fu berkata kepada Xiao Mei. Meskipun dirinya masih berada di bawah tekanan, namun dia tetap mencoba untuk berbicara lancar tanpa terbata.


"Itu mungkin berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh saudara Wang. Bisa jadi karena saudara Wang telah menembus kekuatan tertentu sehingga mengundang fenomena-fenomena ini," balas Xiao Mei asal tebak.


"Saudara Wang memang sangat hebat ... haissh, sekarang aku telah berada jauh di belakangnya!" Xiao Fu memuji Xiao Wang, namun di satu sisi juga merasa pesimis karena telah berada sangat jauh di belakang Xiao Wang.


"Kita mungkin tidak akan bisa untuk menjajari atau sejajar dengan saudara Wang, namun kita bisa terus memperkuat diri untuk bisa berada di belakangnya!" ucap Xiao Mei.


Xiao Fu menoleh ke arah gadis itu sejenak, lalu mengganggu kan kepala sembari tersenyum. "Benar... kita tidak akan bisa sejajar dengan saudara Wang, namun setidaknya kita bisa berdiri di belakangnya, dan memberikan dukungan kita. Semakin memiliki ilmu yang tinggi, semakin besar pula kemungkinan akan mendapatkan lawan yang berat. Maka saat itulah kita bisa membantu saudara Wang."


Xiao Fu mengepal erat tangannya. Kali ini dengan semangat yang membara. Lalu dia dan Xiao Mei bergerak kembali melanjutkan perjalanan mereka di bawah tekanan tersebut. Meskipun fenomena yang terjadi itu juga cukup mengganggu mereka, namun kedua orang itu tidak peduli. Tetap melanjutkan perjalanan apapun yang terjadi.


Apa yang menjadi semangat Xiao Fu dan Xiao Mei, nyatanya juga dirasakan oleh rekan-rekan Xiao Wang yang lain. Baik Bing Xue Li, Qu Zheng, Xiao Feng, Xiao Yin maupun Xiao Ming memiliki satu tujuan yang sama. Sadar, mereka harus kuat untuk bisa berdiri mendampingi Xiao Wang. Setidaknya untuk saat ini mereka harus melewati ujian ini terlebih dahulu guna semakin meningkatkan kekuatan mereka.

__ADS_1


Dengan cara melewati tekanan berat ini, mereka yakin kekuatan mereka akan meningkat. Maka dari itu, mereka tidak akan berhenti sebelum berhasil menerobos tingkat demi tingkatan kultivasi.


Sementara itu, Kelompok Qingjie juga tidak kalah tersentak saat melihat fenomena tersebut. Nyatanya meskipun Xiao Wang serta rekan-rekan lelaki itu berada dalam dunia dibalik pintu yang ada di lantai atas, namun nyatanya fenomena tersebut tembus sampai keluar.


"Petir-petir kesengsaraan ini sangat mengerikan, bahkan satu petir saja tidak cukup dan akan kembali datang yang lainnya ... Siapa yang telah mengundangnya?" salah seorang yang merupakan bagian dari kelompok Qingjie bertanya dengan ekspresi terkejut.


"Pusat dari jatuhnya petir pertama ada di markas kita. Tepatnya ini berasal dari lantai lima, dimana dimensi portal tekanan berada. Tidak salah lagi yang mengundang kedatangan Petir Kesengsaraan itu adalah anak lelaki yang menghancurkan Kelompok Zhizao. Dengan begini, kita telah mendapatkan orang yang tepat!" Pemimpin Qingjie memasang sunggingan di kedua sudut bibirnya.


Lalu pandangannya terangkat menoleh ke langit. Dimana kediaman kelompok Qingjie merupakan pusat dari garis pembatas antara awan merah darah dan jingga keemasan tersebut.


***


Langit telah menimbulkan reaksi ganas. Awan merah dan hitam yang semula terpisah oleh satu garis, kini mulai bergerak untuk menyatu.


Bersamaan dengan itu, mendadak wilayah daratan yang berjarak seribu kilometer menimbulkan guncangan hebat. Tentu saja itu menimbulkan ketakutan yang sangat hebat. Semuanya terasa mencekam, penuh akan tegangan yang menegangkan.


Sementara untuk Xiao Wang memilih untuk terbang ke udara untuk menerima sambaran Petir Kesengsaraan tersebut. Kini dia telah bersiap, tubuhnya juga tidak dalam keadaan prima setelah menerima sambaran Kesengsaraan Tiga Petir Raja.


Selang beberapa saat menunggu, mendadak awan merah darah serta awan jingga keemasan tersebut kini telah membentuk satu simbol di atas sana.


Duaarrr....


Suara yang begitu keras, bahkan sampai menembus tanah hingga lapisan ke tujuh. Gelombang suara tersebut mampu mengguncang dan meretakkan tanah. Kini turun dua buah petir berwarna merah darah dan emas secara bersamaan.


Baamm...


Dua petir yang sangat ganas tersebut langsung menyambar tubuh Xiao Wang tanpa ampun.

__ADS_1


Xiao Wang meringis. Menggertak giginya keras, sengatan ini begitu dahsyat, meski demikian Xiao Wang tidak berniat menggunakan suatu alat tertentu untuk melawannya, melainkan hanya dengan mengandalkan tubuhnya saja.


Setelah melewati kesengsaraan tersebut, kini Xiao Wang berhasil melewatinya. Tubuhnya saat ini belum membiasakan diri dan melupakan rasa nyeri pada saat menerima sengatan luar biasa tadi. Xiao Wang mengeluarkan pil untuk memulihkan tubuhnya.


Jedeerr.....


Kembali datang petir yang turun dari langit. Kali ini memiliki tekanan yang lebih besar dari petir-petir yang datang sebelumnya.


Berwarna Emas, bahkan kemunculannya mampu membuat tujuh lapis lapisan langit bergetar.


Seantero dunia terasa mencekam, namun dibuat silau oleh kedatangan Petir Emas tersebut. Ibarat satu lampu besar yang menyoroti satu dunia dan pusat paling terang berada di markas Qingjie.


Baamm...


"Arrghh....!"


Seluruh tubuh Xiao Wang teras mati saat terkena sambaran tersebut. Dagingnya serasa di kikis dan di sayat ganas.


Berusaha untuk tetap bertahan dan menguatkan diri.


Xiao Wang juga merasakan tubuhnya yang memiliki gejolak kekuatan yang sangat dahsyat. Bahkan sengatan Kesengsaraan Petir Sembilan langit ini masuk hingga ke lautan spritual Xiao Wang.


Menciptakan gejolak luar biasa pada lautan Qi spritual Xiao Wang. Hingga tiap detail mengeluarkan petir berwarna emas. Semakin bergejolak, hingga melepaskan kekuatan yang sangat luar biasa pula.


Dalam waktu singkat lautan Qi spritual tersebut mendadak hancur. Vitalitas menyebar tak karuan.


Namun tak lama setelah itu terbentuk lingkaran kecil yang berputar sangat cepat. Vitalitas Qi yang menyebar tak karuan itu segera tersedot ke dalam lingkaran kecil tersebut.

__ADS_1


Whush...


__ADS_2